Awalnya, pernikahan itu baik-baik saja. Semua menjadi hangat, luka akibat masa lalu Ainayya Hikari Salvina sedikit demi sedikit mulai sembuh.
Tapi, pernikahan hangat itu tiba-tiba diterpa gelombang. Menghancurkan sebuah kepercayaan dan membuatnya meninggalkan rumah yang sudah mengajarkan arti sebuah keluarga harmonis.
Lalu, mampukah Albara Demian Dominic. Sang pelaku kehancuran tersebut memperbaiki rumah tangga yang sudah membuatnya sembuh dari kejadian di masa lalu? Bisakah Albara mengobati luka yang ia berikan pada istrinya?
Mari kita lihat bagaimana perjalanan Albara dalam mengejar cinta istrinya kembali!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa sitepu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Obat Tidur Terbaik (Revisi)
"Lalu, bisakah kondisi kak Bara di obati?"
"Tentu bisa, bahkan Dokter keluarga Dominic sudah menyarankan tuan untuk melakukan terapi. Tapi seperti berbicara dengan batu, saran itu hanya di dengar namun tidak pernah di lakukan."
Keluarga Dominic sudah sering kali membujuk Bara untuk melakukan terapi. Tapi seperti yang di katakan Albert, ucapan semua orang seperti batu yang masuk ke dalam air. Tidak pernah di lakukan atau bahkan di pikirkan oleh Bara.
"Apa ada cara lain?"
"Ada, hanya saja tuan harus bisa tidur tepat saat jam 9 malam. Jika tuan bisa melakukannya, maka kondisi tubuh tuan akan membaik."
Nayya tiba-tiba mendapatkan sebuah ide yang bagus, ia ingin membantu Bara agar tidak lagi insomnia. Sebagai balas jasa karena sudah memberikannya hidup nyaman dan tempat istirahat untuk sang bunda.
"Bisakah Nayya membantu kak Bara sembuh?"
Albert terdiam sejenak. Tawaran Nayya mungkin sangat membantu, hanya saja. Albert masih tidak yakin apakah tuan mudanya tertidur karena kehadiran Nayya atau hanya kebetulan semata akibat terlalu kelelahan.
"Biarkan saya melihat dalam beberapa hari kedepan. Jika memang tuan bisa tertidur setelah masuk kamar tanpa di bantu obat tidur, maka. Saya akan meminta anda membantu penyembuhan tuan."
Nayya tahu itu, bukan Albert meragukan ketulusannya. Hanya saja, pergantian peristiwa membuat siapa pun pasti tidak mudah percaya, di tambah hanya satu kali, sehingga masih belum bisa di pastikan apakah tidur Bara karena ada Nayya atau hanya kelelahan, seperti yang ada di fikiran Albert.
"Baiklah, semoga saja keberadaan Nayya di rumah ini bisa membantu kak Bara sembuh dari insomnia yang di deritanya."
Ajaran dari sang bunda agar bisa berguna untuk orang lain, meskipun hanya satu orang. Membuat Nayya suka membantu sesama, ia tidak pernah meminta balasan atas bantuannya. Karena ia selalu mengingat kata-kata sang bunda tentang menjadi orang baik tanpa mengharapkan balasan.
"Semoga saja begitu, Nyonya." Albert senang melihat wajah antusias Nayya ketika mengucapkan hal terakhir. Juga sangat bersyukur karena akhirnya Tuhan memberikan Bara pendamping yang baik.
"Kalau begitu saatnya Nayya pergi. Hari ini guru bahasa asing akan datang, jadi Nayya harus bersiap-siap."
Selain belajar etika dan tata krama serta dansa. Bara juga membayar beberapa guru untuk
Nayya, termasuk guru bahasa asing. Hal itu di lakukan agar di masa depan, ketika mereka berpisah. Nayya bisa hidup dengan baik di luar Negri sesuai rencananya.
"Baiklah, semangat dengan pelajaran anda, Nyonya."
"Terima kasih, Paman Albert."
"Sama-sama, Nyonya."
Albet tahu bahwa Nayya berbeda. Meskipun cengeng dan kerasa kepala seperti yang tuan mudanya katakan, tapi ia merasa Nayya punya rasa hormat yang tinggi pada mereka yang lebih tua. Tanpa melihat latar belakang atau
pekerjaan mereka.
Senyum Nayya secerah mentari, seperti itulah yang di pikirkan oleh semua pelayan di rumah mewah itu. Semenjak ia tinggal, semua orang merasa sangat bahagia. Selalu ada tawa serta senyum, berbeda ketika Nayya belum datang ke rumah itu.
Setelah selesai berbicara, Nayya mandi lalu memakai pakaian biasa dan melakukan sarapan pagi tanpa ditemani Bara. Pria itu masih tertidur pulas, dan Albert tidak berniat membangunkannya.
Tepat saat jam menunjukan pukul 9 pagi. Saat Nayya tengah mendengarkan pengarahan dari guru bahasa asingnya. Bara akhirnya bangun dari tidurnya, melihat sekeliling. Tidak ada tanda-tanda kehadiran istrinya, tirai jendela yang biasanya sudah terbuka juga masih terpasang rapi. Membuat cahaya matahari pagi mengintip di sela-sela tirai.
"Anda sudah bangun, Tuan."
Suara Albert menyadarkan Bara yang masih setengah sadar. Ia juga langsung melihat jam di ponselnya, dan betapa terkejutnya ia ketika menyadari bahwa ia sudah tidur selama 7 jam. Angka yang luar biasa untuk penderita insomnia sepertinya.
"Mengapa tidak ada satu orang pun yang membangunkan ku." Bara kesal, hari ini ia harus melakukan rapat online. Tapi karena tidak satu orang pun yang membangunkannya, membuat rapat itu terbengkalai.
"Anda membutuhkan tidur yang lama, dan sekarang anda mendapatkan kesempatan itu. Jadi mengapa saya harus membangunkan anda, Tuan."
Bara menghembuskan nafasanya dengan kasar. Albert akan seperti seorang ibu yang sangat cerewet pada putranya jika menyangkut kesehatan dan pola tidurnya.
"Pagi ini aku harus melakukan rapat online, dan sekarang rapat itu hancur karena kau yang terlalu mengkhawatirkan pola tidur ku!"
"Rapat itu di tunda, Tuan. Beberapa pemegang saham ternyata hanya berpura-pura ingin bekerja sama. Sebenarnya, mereka sudah menjadi sekutu pria yang bernama Leonal, Tuan."
Mendengar nama Leonal, membuat Lucas teringat pada Nayya. Wanita malang dengan cinta tulus yang di sia-siakan oleh seorang pria yang di berikan julukan baj*ngan oleh Albara.
"Sangat bagus, sepertinya dia tidak tahu bahwa sifat percaya dirinya akan membuat hidupnya menderita sebentar lagi."
Leonal terlalu percaya diri. Berfikir bahwa keluarga Dominic bisa di kalahkan oleh pria lemah sepertinya. Menghadapi Bara dengan tangan kosong saja ia tidak mampu, lalu sekarang ia mencoba mengganggu perusahaan Albara. Perusahaan yang ia dirikan sendiri namun masih ada hubungannya dengan perusahaan keluarganya, Dominic. Benar-benar sangat bodoh seperti Javior yang menyakiti putri setulus Nayya demi putri menjijikan seperti
Pavina.
"Apa yang ingin anda lakukan pada pria itu, Tuan?"
"Tidak perlu membuang waktu dengannya. Saat ini, aku masih menikah dengan Nayya. Jika sampai wanita itu tahu aku mengganggu pria yang dicintainya,maka dia pasti akan menangis. Kau pasti tahu bahwa aku tidak suka
dengan air mata."
Albert paham, ia tahu kisah cinta Nayya dengan Leonal. Meskipun sudah tahu bahwa pria yang dicintai telah mendua, tapi Albert sangat yakin jika Nayya masih menyimpan sedikit rasa pada pria itu.
"Baiklah. Hari ini, apa yang ingin anda lakukan?"
"Karena aku sudah berjanji akan menemani dan merawat Nayya. Maka aku akan bekerja dari rumah seperti biasa, lagi pula. Aku sedang tidak dalam kondisi baik untuk melihat perusahaan."
"Maka saya akan menyiapkan pakaian serta sarapan anda."
"Baik, tapi sebelum itu. Dimana Nayya? Aku tidak melihatnya di kamar saat terbangun."
"Nyonya sedang belajar bahasa asing,Tuan. Hari ini guru yang anda bayar akan datang, jadi nyonya bersiap-siap lebih awal untuk belajar."
Mendengar laporan Albert, membuat Bara tersenyum puas. Tidak sia-sia ia menikahi Nayya. Selain tidak pernah merepotkannya, wanita itu sangat antusias setiap kali di minta belajar.
"Sepertinya aku tidak salah menikahinya, tidak hanya dia cepat dalam hal pelajaran. Dia juga memberikan efek obat tidur yang lebih baik dari obat tidur ku."
Bara menyadari bahwa kehadiran Nayya memberikan efek obat yang bahkan tidak bisa ia beli dengan uang sekali pun. Sangat membantu, dan memberikan tidur yang nyenyak padanya.
"Saya juga mulai berfikir seperti itu, Tuan. Ketika saya melihat obat tidur yang saya siapkan tidak tersentuh dan mengetahu ibahwa anda bisa tidur hingga 7 jam tanpa obat tersebut membuat saya terkejut dan sulit untuk mempercayainya."
"Bukan sulit di percaya, tapi itu kenyataannya. Ketika aku melihatnya tertidur dengan nyanyak serta ekspresi menggemaskan seperti bayi. Tiba-tiba saja mata ku menjadi berat dan aku tidak bisa melawannya lagi." Ia tampak bersemangat ketika bercerita tentang Nayya.
Bahkan kini, Bara mulai menyesal akibat tidak melakukan semacam ini sejak awal. Jika saja ia tahu Nayya memiliki efek baik untuk tidurnya, mungkin ia akan langsung menempatkan Nayya tidur di kamarnya.
Albert menjadi bahagia, akhirnya kesehatan tuan mudanya akan segera pulih dengan bantuan Nayya.
"Maka mulai sekarang anda harus membatas jam kerja anda dan mencoba tidur di kamar bersama, Nyonya pukul 9 malam."
"Mengapa kau terlalu perduli dengan kesehatan ku? Bukankah bagus jika tubuh ku semakin rusak. Dan kau bisa terbebas dari majikan tidak berperasaan seperti ku."
"Saya sudah mengabdikan hidup saya pada anda. Jadi kesehatan anda adalah hal paling penting, dan saya tidak pernah merasa keberatan menjadi pelayan anda."
Bara tersenyum, bukan senyum bahagia atau senyum dingin. Senyum aneh itu sudah sering di lihat oleh Albert
sehingga tidak membuatnya takut.