Gadis kaya raya yang lugu dan kurang kasih sayang, harus menikah dengan rekan bisnis papanya, dan ternyata usia keduanya begitu jauh berbeda. Pernikahan paksa itu hanya untuk pernikahan Bisnis.
Akankah Gadis itu menemukan cinta sejatinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mama Pengen Cucu
Angga menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.
"Ma, Apa kematian mamanya Mulan ada hubungannya dengan keluarga kita?"
"Cerita itu terlalu rumit, mudah mudahan bukan karena pertengakaran hemat kami saat itu yang menyebabkan dia meninggal karena Setahu mama , ibunya meninggal sebulan setelah pertengkaran kami saat itu. Mama mendatangi rumah wanita itu dan melabraknya karena telah berani menggoda papamu, mama mengamuk dirumahnya. Akhirnya mama pulang setelah papa menjemput mama. Setelah kejadian itu dia tak pernah lagi menemui papamu"
"Tapi kenapa dia ingin membalas dendam dengan keluarga kita?"
"Mungkin karena hasutan kakeknya. Kakek Mulan adalah musuh bebuyutan kakekmu dulu. Keluarga mereka dulu cukup terpandang, namun di saat itu ada sebuah tender besar yang diperebutkan perusahaan kakek dan kakek Mulan. Tender itu di dapatkan oleh kakek dan ternyata kakek Mulan sudah mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan tender itu tapi tidak sesuai yang diinginkan, malah perusahaannya kemudian bangkrut, dari situ, dendam berlanjut. Makanya mama tuh begitu marah saat pertama kali kamu bawa wanita itu untuk dikenalkan sama mama dan papa!"
Angga dan Gea terdiam mendengar semua cerita dari mamanya.
"Mama udah ceritain semuanya sama kamu. Kamu pikir baik baik ucapan mama. Mana ada orang tua yang gak pengen lihat anaknya bahagia?? Dengan mama menikahkan kamu sama Gea, mama berharap kamu bisa melupakan wanita itu Ngga!. Mama pengen kamu bahagia bersama Gea"
"Iya ma, Angga janji akan membahagiakan Gea dengan segenap hati Angga. Tapi Angga harus menyelesaikan masalah Angga dengan Mulan dan Diego. Jadi Angga mohon mama dan Gea jangan salah paham sama Angga". Angga menggenggam erat tangan Gea yang sedari tadi tanpa suara.
"Gea percaya"
"Terima kasih sayang".
"Ya sudah kalau begitu mama mau pulang. Mama harap kalian akur akur dan segera kasih mama cucu"
Ucapan mama Angga sukses membuat wajah Gea langsung merah karena malu.
"Apaan sih ma,,, kami mau pacaran dulu ma, lagian gea kan masih kuliah"
"Ya gak masalah masih kuliah, tinggal nanti cari baby sister aja atau bawa kerumah mama biar mama yang ngasuh"
Angga dan Gea mengantar mamanya keluar rumah dan Angga terus saja memeluk pinggang istrinya. Gea benar benar tak bisa berkata apa apa sampai kepergian mamanya.
"Udah jangan terlalu difikirin soal anak. Kak Angga pengen pacaran dulu sama kamu. Sambil kita saling mengenal lebih dalam satu sama lain. Bukan berarti kak Angga pengen nunda punya momongan. Tapi Kak Angga tau, kamu masih begitu muda Ge, setidaknya ketika usia kamu sudah cukup matang untuk mengandung, baru kita program. Gimana??"
"Memangnya kak Angga kuat menahan hasrat selama itu??" Tanya Gea begitu polosnya
"Ppffrruuutttt hahahahah Ya Allah sayang,,,, pikiran kamu yahhhh udah jauh banget. Apa jangan jangan selama ini kamu pengen yah ehem eheman sama suamimu ini??"
"Apaaaa an sih kak!"
Gea merasa malu saat ketahuan menyimpan hasrat kepada suaminya itu. Ia pun berlari ke kamarnya dan tentu saja dikejar oleh suaminya.
"Sayang... tunggu dong"
"Ogah!"
"Sayanggggg"
Mereka pun masuk kedalam kamar lalu Angga menguncinya.
"Loh kok dikunci?? kak Angga mau ngapain??" Gea meringkukan badannya di pojok ranjangnya sambil menutupi dirinya dengan selimut.
"Mau ehem ehem dong sama istri" Angga sengaja menggoda Gea yang sedari tadi wajahnya sudah memerah.
"Tapi tapi jaa....."
Haaaapp Angga menangkupkan tangannya di wajah bulat istrinya itu.
"Kak Angga gak mungkin bisa menahan hasrat untuk tidak menyentuh istri kak Angga yang cantik ini. Tapi kan gak harus langsung hamil sayang, masih banyak cara untuk mencegahnya. Kecuali kalau Allah berkehendak lain kita gak bisa menolak".
Gea mengangguk pelan.
"Ya udah sekarang kita sholat dulu yukk, malam ini kak Angga pengen ngajakin kamu jalan jalan keliling kota"
"Iya kak Gea mau".
Angga dan Gea berwudhu kemudian menjalankan sholat Ashar bersama.
.
Saat malam tiba, Angga mengajak Gea berkeliling kota menikmati indahnya malam. Sepanjang perjalanan Angga terus menggandeng tangan istrinya dan satu lagi fokus menyetir mobil. Sesekali Angga mencium tangan istrinya.
Saat mereka melewati sebuah cafe, tampak Mulan baru keluar bersama seorang pria yang asing untuk Angga yaitu salah satu rekan bisnisnya. Angga memelankan laju mobilnya kemudian ia mengikuti mobil Mulan.
"Kita mau kemana kak??"
"Kamu keberatan gak kalau kita ngikutin mobil Mulan? dia didepan bersama rekan bisnis kakak"
"Enggak kak"
"Terima kasih" Angga pun terus melajukan mobilnya mengikuti pergerakan mobil Mulan hingga mereka sampai di apartemen Mulan.
"Ge, kamu tunggu disini, jangan kemana mana. Kak Angga mau ngikutin mereka didalam"
"Iyah"
Angga pun turun dari mobil dan berjalan mengikuti Mulan dan Alex masuk kedalam apartemen Mulan. Sesekali Alex nampak mencium pipi Mulan.
Angga menekan bel kamar Apartemen kemudian Mulan membuka pintu dengan pakaian yang sedikit berantakan.
"Angga!"
.
.
.
.
.
.