Mauren Putri Khadijah gadis bercadar berusia 21 tahun ia menolong seorang lelaki yang terluka akibat kecelakaan.
Kesucian Mauren direnggut secara paksa oleh lelaki yang tidak dikenalinya bahkan rupanya sekalipun ia tidak mengetahuinya.
Ia terperosok kedalam lubang hitam paling dasar membuat ia menjadi wanita yang lebih pendiam.
"Hiks hikss,, Ya Allah aku wanita kotor, kehormatan ku direnggut secara paksa, cadar yang ku pertahankan selama ini telah ternodai."
Bahkan ia hamil diluar nikah? Apakah Mauren bisa menerima keadaannya dengan ikhlas? Apakah ia mengetahui Ayah dari bayi yang dikandungnya?
***
Dilarang plagiat karya, CCTV 24 JAM mode on.
Ingat! Allah maha mengetahui setiap apa yang dilakukan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baiti Jannati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Mauren
Ya Allah jadikan lah diri ku istri yang sholehah, ingin ku raih keridhoan-Mu dalam melayari bahtera dunia, sebagai bekal bagi ku di akhirat kelak untuk menghadap-Mu.
Leo
Perbuatan baik apa yang aku lakukan sehingga Tuhan menghadiahkan diri mu untuk ku, sebuah anugerah terindah.
***
Malam yang sunyi dengan udara dingin menembus ke dalam kamar pengantin baru.
Suasana canggung yang terjadi setelah Leo membuka cadar Mauren.
Leo terus menatap lekat wajah Mauren, Mauren yang di tatap ia gugup bola mata nya bergerak kesana kemari.
Terlalu intens lelaki di depan nya memandang ia. Apa lagi jarak yang begitu dekat dengan hembusan napas berbau mint itu menyeruak masuk ke indra penciuman Mauren.
Leo genggam kedua tangan Mauren sambil terus menatap dan berucap
"Ren tatap mata mas, mas minta ajarin agar bisa menjadi imam yang baik untuk mu dan ajarin mas menjadi suami yang bertanggung jawab."
Mauren tersenyum ia bahagia karena Leo ingin menjadi seorang imam yang baik di keluarga kecil nya ini.
"Aku janji akan ajarin mas tapi bukan berarti aku yang memimpin, tapi kita belajar sama-sama. Ren juga masih banyak kekurangan," sahut Mauren lembut menatap mata Leo mencari kebohongan tapi ia hanya menemukan ketulusan di dalam nya.
"Aku tidak ingin berada di depan atau berada di belakang mas tapi aku hanya ingin berada di samping mu, menjadi pelengkap ku dan menjadi penyempurna agama ku." lanjut Ren dengan senyum tulus nya. Leo tersenyum mendengar nya, ia mengganggukkan kepala nya menyetujui apa yang Mauren ucapkan.
"Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 625)
Lihat bahwa di antara keutamaan menikah adalah untuk menyempurnakan separuh agama dan kita tinggal menjaga diri dari separuhnya lagi. Kenapa bisa dikatakan demikian?
Bahwa yang umum nya merusak agama seseorang adalah syahwat dan perut. Syahwat yang mengantarkan pada zina, sedangkan perut bersifat serakah. Nikah berarti membentengi diri dari salah satunya, yaitu zina dengan syahwat. Itu berarti dengan menikah separuh agama seseorang telah terjaga, dan sisa nya, ia tinggal menjaga lisan nya.
Note : Harus nya itu ******** tapi karena kurang sopan dan juga ada masukan dari readers jadi author ganti jadi 'syahwat' biar baca nya juga enakan, kalo kalian ada yg ngomen thor kenapa jadi syahwat bukan nya ********, Jadi kalian jangan protes karena terdengar kurang sopan dan kurang enak juga Kalau kalian bersihkeras anggap lah seperti yang kalian pikirkan saja
"Ren, izinkan mas membuka hijab mu." pinta Leo, Mauren mengganggukkan kepala nya. Ia siap kalau memang Leo ingin meminta hak nya.
Perlahan peniti yang ada di bawah dagu Mauren di lepas Leo, tangan nya terulur membuka hijab Mauren. Mauren memejamkan mata nya. Hanya ciput rajut yang membungkus kepala Mauren. Leo melepaskan ciput dan rambut hitam legam terurai di depan mata nya. Mauren semakin cantik di mata Leo.
"Bolehkah?" tanya Leo lagi meminta hak nya pada Mauren. Mauren hanya menggangguk malu-malu pipi nya sudah panas tangan nya sudah berkeringat dingin.
Ya allah Mauren gugup.
Perlahan Leo mendekat tersisa beberapa centimeter lagi jarak mereka akan terkikis.
DUD!!
Suara kentut begitu nyaring di kamar itu, bahkan bau nya memenuhi kamar pengantin baru itu.
Mauren menahan tawa nya karena suara kentut Leo, ia tidak berani tertawa karena ia tidak mau menyinggung perasaan suami nya.
Leo?
Jangan di tanya ia malu bukan kepalang. Muka nya sudah memerah bahkan ke telinga nya.
Mengapa juga ini kentut keluar di saat yang tidak tepat bikin malu, gagal deh malam pertama.
Ia menetralkan rasa malu nya dengan berdehem. "Ekhmm,, Ren ayo tidur kasian baby nya sudah tengah malam." perintah Leo sambil membaringkan Mauren.
Wajah Leo menatap datar Mauren menahan tawa itu.
"Kalau mau ketawa, lepasin aja gak usah di tahan." ketus Leo sambil merebahkan tubuh nya di samping Mauren.
Mauren yang mendengar ucapan Leo pun tertawa begitu lepas. Leo yang di ketawai istri nya itu memiringkan badan nya dan tangan menopang kepala nya.
"Sudah ya tidur." perintah Leo sambil menyelimuti Mauren, Mauren yang di perlakukan seperti itu begitu senang nya.
Semoga kamu adalah jodoh yang di takdirkan allah untuk ku mas.
"Jangan lupa baca doa sebelum tidur." Mauren menyahut. Leo mengganggukkan kepala nya.
Leo mengecup kening istri nya itu. "Selamat malam kesayangan mimpi indah."
Leo pun langsung merengkuh tubuh Mauren dengan tangan nya. Baru beberapa saat Mauren sudah memasuki mimpi nya.
Leo tersenyum mendengar Mauren yang mendengkur halus.
"Semoga kamu bisa memaafkan diri ku, maafkan keegoisan ku." Leo pun terlelap mengikuti istri nya itu.
Pagi hari dengan cuaca yang begitu cerah terlihat dua insan yang masih meringkuk di bawah selimut.
Dengan kaki dan tangan Mauren memeluk Leo seperti guling, tangan Leo memegang pinggang Mauren.
Tok.tok.tok
Suara pintu yang terus di ketuk sedari jam 5 subuh tapi kedua insan itu masih nyenyak hingga matahari menampilkan sinar nya.
Dering ponsel Leo berbunyi sedari tadi Alfa terus menelpon Leo karena Leo jam setengah 10 akan menghadiri rapat dan sekarang waktu nya tinggal 1 jam lagi.
Alfa sudah menongkrong di ruang tamu ia sudah sejam menunggu bos nya itu tapi tidak ada nampak batang hidung nya.
Pasti itu bocah melakukan nya tadi malam makanya tidur nya sampai kesiangan gini.
Sungut Alfa kesal, ia bahkan sudah bosan menunggu untung ia di hidangkan teh hangat dan roti tapi ia juga belum makan.
"Ren, Leo... Buka pintu nya jangan tidur mulu." teriak Zahra di balik pintu.
Mauren menggerjabkan mata nya, perlahan mata itu menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam mata nya.
Merasa ada yang begitu berat menimpa tubuh nya, ia terkejut mata nya melotot ingin berteriak tapi ia katup lagi mulut nya itu, karena ia baru ingat kalau sudah menikah.
"Astagfirullah, Ren belum sholat subuh bahkan melupakan sholat tahajud." Mauren menepuk jidat nya.
Ia pun perlahan mengangkat tangan kekar itu dan berlalu mengambil hijab dan cadar nya.
Pintu kamar di buka menampilkan mata Mauren yang baru bangun tidur itu bahkan b*l*k nya pun masih ada "Maafkan Ren mah, Ren kesiangan."
"Duh yang baru bangun. Enak kan malam pertama nya." goda Zahra pada anak nya. Mauren ia menahan malu nya di balik cadar nya. Kalau ia tidak menggunakan cadar nya pastilah itu wajah nya menampilkan pipi nya yang begitu merah.
Melakukan nya aja belum.
"Mah sudah dong jangan goda Ren terus, malu." Zahra yang mendengar ucapan Mauren tertawa terbahak-bahak. Ia tidak menyangka anak nya ini sudah punya suami masih begitu malu nya.
Duh gemas nya.
"Ekhmm, Ren bangunin suami kamu. Asisten nya sudah menunggu di bawah sedari tadi, dia ada rapat penting." Mauren yang mendengar menggangukkan kepala nya.
Ia pun berdiri di samping ranjang nya, ia ragu ingin membangunkan Leo tapi ia tidak enak hati melihat wajah suami nya menampilkan wajah yang kelelahan.
Tapi mau bagaimana lagi tanggung jawab nya juga besar.
"Mas bangun..," menggoyangkan bahu suami nya.
"Mas.. Ayo bangun..,"
"5 menit lagi.." suara serak Leo masih dalam tidur nya.
"Kata nya mau rapat, ini sudah hampir jam 9 mas." Mauren memberitahukan apa yang di sampaikan mama nya itu.
Karena ucapan Mauren tidak di gubris Leo, Mauren beranjak pergi dari sisi ranjang itu. Tangan kekar menarik Mauren hingga ia jatuh di atas tubuh Leo.
Wajah Mauren memerah karena ia berada di tempar yang tidak tepat, Leo bahkan mendekap tubuh nya dengan begitu erat nya.
"Mas sesak." di sela pelukan mereka. Leo yang mendengar itu pun melepaskan pelukan nya.
Ia berlalu ke kamar mandi, Mauren ia membersihkan kasur nya. Ia menyiapkan setelan jas, jam tangan, dasi, sepatu, dompet di letakkan nya di atas kasur.
Ia mengambil keperluan Leo dari 2 koper yang besar itu. Mauren menggelengkan kepala nya.
Seperti orang mau liburan aja.
Leo pun keluar dengan menggunakan handuk di pinggang nya. Mauren sudah pergi ke bawah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc*