Mahesa Cakra Nugraha, seorang CEO muda yang sukses. banyak wanita yang menginginkan jadi pacar Mahesa. tapi Mahesa belum ingin melepas masa jomblonya. rupanya Mahesa belum menemukan wanita yang cocok dengannya.
Sampai di suatu hari, saat Mahesa sedang pergi ke luar kota untuk perjalanan bisnis , Mahesa melihat seorang wanita yang bisa membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.
Yuk kita lanjut baca cerita cintanya Mahesa, semoga suka ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuti yuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sama Sama Kangen
Mahesa sudah sampai di bandara Surabaya. Sebelum naik taksi, Mahesa menelfon Elis dulu. Mahesa mau memberi tau kalau dirinya sudah sampai.
Mahesa pun menelfon Elis, tapi Elis tidak mengangkatnya. Mahesa melihat jam menunjukan pukul setengah delapan pagi.
"Mungkin dia lagi di jalan, jadi ngga angkat telfon," kata Mahesa saat telfonnya ngga di angkat Elis.
Mahesa lalu mengirim pesan. "Saya sudah sampai Surabaya."
Setelah mengirim pesan, Mahesa langsung keluar dari bandara dan mencari taksi untuk mengantarkan dirinya.
Elis baru sampai di kantor. Elis membawa motor barunya pemberian dari Mahesa. Teman Elis yang melihat Elis bawa motor baru langsung kepo.
"Wah Lis, kamu beli motor baru ya. Bagus banget, pasti mahal."
"Bukan punya aku kok. Ini punya teman. Dia kasih pinjam."
"Wah teman kamu baik banget sampai kasih pinjam kamu motor bagus gini."
"Iya. Ya sudah yuk kita masuk. Udah siang nih."
"Iya ayo."
Keduanya masuk dan langsung absen. Setelah itu keduanya ganti baju seragam dan lanjut kerja. Sebelum mulai kerja, Elis melihat ke hpnya. Ternyata ada pesan masuk dan itu dari Mahesa. Dan Mahesa juga menelfonnya.
Elis membaca pesan dari Mahesa, kalau Mahesa sudah sampai Surabaya. Elis lalu membalas pesan Mahesa.
"Maaf Pak, tadi saya lagi di motor jadi ngga dengar bapak telfon. Syukurlah kalau bapa sudah sampai di Surabaya. Saya lanjut kerja ya pak."
Setelah mengirim pesan, Elis langsung menuju atas. Elis mau membereskan ruangan Mahesa.
"Pagi Mba Dina."
"Pagi Elis."
"Saya masuk dulu ya mba."
"Iya silakan. Tapi orangnya ngga ada Lis, kamu sudah tau kan."
"Iya mba, saya sudah tau."
"Oh iya jelas kamu sudah tau ya. Kamu kan OG kesayangan Direktur."
"Apa sih mba."
Dina tersenyum karena Elis terlihat malu. Elis masuk ke dalam. Elis lalu membersihkan ruangan Mahesa. Elis melihat kursi Mahesa yang selalu Mahesa duduki. Elis membayangkan ada Mahesa yang sedang duduk.
"Ya Tuhan, kenapa aku sampai membayangkan ada pak Mahesa sih."
Elis mengusap wajahnya. Lalu Elis lanjut beres beres.
Waktu berlalu, dan jam sudah menunjukan jam 4 sore. Elis melihat ke hp nya. Ternyata tidak ada pesan dari Mahesa.
"Mungkin dia sibuk. Apa jangan jangan dia ngga ingat aku. Karena aku ngga begitu penting."
Elis bicara sendiri saat melihat ke hp nya. Saat sedang melamun, teman Elis datang.
"Lis. kamu ngapain melamun?"
"Oh ngga. Aku ngga melamun kok."
"Orang dari tadi kamu diam aja. Gimana ngga melamun. Ini sudah waktunya pulang, kamu mau pulang ngga?"
"Oh iya, aku mau ganti baju dulu."
Elis lalu pergi untuk ganti baju. Selesai ganti baju, Elis pulang dan akan langsung pergi ke kampus. Elis sebelum ke kampus mau pergi ke pasar dulu untuk beli sayuran. Elis tau di mana ada pasar yang dari pagi sampai sore masih buka.
Elis membeli sayuran, ikan, ayam juga bumbu bumbu. Elis belanja menggunakan uang yang di kasih Mahesa. Setelah belanjaan sudah kebeli semuanya, Elis langsung membawanya ke motor. Elis melihat jam di hpnya.
"Kayanya aku pulang aja dulu deh. Aku anter ini sayuran. Masa aku ke kampus bawa sayuran gini."
Akhirnya Elis bawa motor cukup kencang menuju apartemen. hanya 25 menit, Elis sampai di apartemen. Elis membawa sayuran dan belanjaan lainya ke dapur. Elis cepat cepat menatanya di kulkas. Setelah rapi, Elis ke kamarnya sebentar untuk cuci muka, biar wajahnya segar.
Setelah selesai, Elis berangkat ke kampus dengan membawa motornya.
Sampai di kampus, Elis memarkirkan motornya. Setelah itu Elis masuk kelas.
Elis mengikuti mata kuliah seperti biasa. Sedangkan Mahesa saat ini sedang merayakan ulang tahun pernikahan orang tuanya di restoran mewah yang ada di Surabaya.
Mahesa tidak lupa pada Elis, hanya saja dari tadi Mahesa mau telfon Elis tidak bisa karena selalu di gangguin sama ponakan ponakannya.
Sampai akhirnya acara pun selesai. Mereka semua pulang ke rumah orang tua Mahesa yang ada di Surabaya.
"Bun. Adek ke kamar dulu ya. Adek dah ngantuk."
"Ya sudah sana istirahat."
Mahesa pun masuk ke kamar. Sampai di kamar Mahesa melihat jam. ternyata sudah setengah sepuluh malam.
"Elis udah tidur belum yah."
Mahesa ingin telfon Elis, tapi takut Elis sudah tidur. Padahal Elis juga sedang menunggu telfon Mahesa. Elis mau telfon duluan tapi malu dan takut Mahesa sedang bersama orang tuanya.
Elis tadi baru selesai makan dan sudah bersih bersih. Sekarang Elis sedang tiduran sambil memegang hpnya dan berharap Mahesa telfon.
Mahesa lalu menelfon Elis. "Aku coba dulu telfon, siapa tau Elis belum tidur."
Elis melihat hpnya ada panggilan masuk langsung merasa senang. Elis melihat nama Mahesa. Dengan tersenyum, Elis mengangkatnya.
"Halo."
"Halo," jawab Elis pelan sambil dalam hatinya merasa senang.
"Kamu sudah tidur belum?"
"Belum pak."
"Syukurlah. Dari tadi saya mau telfon kamu, tapi takutnya kamu udah tidur."
"Saya baru selesai makan."
"Oh. Makan pakai apa?"
"Saya masak tumis kangkung sama goreng ayam."
"Kamu sudah belanja?"
"Sudah pak. tadi sore pulang kerja saya langsung belanja."
"Kamu tuh bisa ngga kalau tidak sedang di kantor jangan panggil saya Pak."
"Saya harus panggil apa dong?"
"Terserah. Yang penting kalau kita sedang berdua jangan panggil Pak."
Elis diam cukup lama. Karena bingung mau panggil Mahesa apa.
"Kok lama. Panggilan kan banyak. Ada Sayang, ada Mas, ada Abang."
"Saya ngga tau Pak, harus panggil apa."
"Ya sudah kamu berpikir aja dulu. Ini sudah malam, kamu harus istirahat. Besok kamu kan kerja, jadi jangan tidur malam malam."
"Iya Pak. Em ... Bapak pulangnya kapan?"
"Kenapa nanya kapan saya pulang. sudah kangen ya?"
"Ngga kok Pak."
Elis menjawab cepat dan terlihat malu.
"Kamu pasti kangen tuh. Kalau kamu bilang kangen, besok malam aku pulang. tapi kalau kamu ngga kangen, saya akan pulang lusa sorenya."
Elis diam karena malu untuk bilang sebenarnya kangen.
"Saya kangen kamu loh Lis. kayanya hari ini tidak melihat kamu ada yang aneh. Kaya ada yang tertinggal gimana gitu. Kamu sama ngga sama saya?"
"Sama," jawab Elis pelan.
Mahesa tersenyum mendengar jawaban Elis yang mengatakan sama. Keduanya sama sama tersenyum tanpa mereka lihat.
Jangan lupa like komentar dan vote terimakasih...
salut
👍🏻🤦🏼♂️👍💙💙💛💙💙🫰🏻🫰🏻😘😘😘
Selalu bersemangat ya author..
💪💪💪💪💪
🤲🤲🤲🤲🤲
💖💖💖💖💖