Aliya yang terjebak hubungan bersama sang atasan berakhir pernikahan siri tapi tanpa Aliya ketahui kalau dirinya adalah istri kedua dari sang suami.
Di saat manis nya pernikahan Aliya mengetahui kalau dirinya hanya istri kedua.
Akan kah Alya terus bertahan dengan pernikahan ini? atau Aliya justru memilih mengalah dengan meninggalkan Dikta sang suami?
Apa alasan Dikta berbohong pada nya?
Bagaimana kisah hidup selanjutnya yuuk mampir di cerita terbaru ku yang cukup menguras emosi DUA RASA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bercerai
Aliya menyeret kopernya kearah halte, keputusan nya sudah bulat untuk keluar dari apartemen Dikta,tangisan nya tak kunjung mereda mengingat kebohongan-kebohongan Dikta.
"Sikap manis kamu ternyata semua bohong mas" batin Aliya
Aliya duduk sambil merenungkan nasib nya.
"Kok nangis neng?" sapa salah satu lelaki yang dari tadi melirik pada Aliya
Aliya hanya diam saja tidak ingin meladeni nya.
"Neng" panggil lelaki itu lagi lalu duduk di sebelah Aliya membuat Aliya takut, meskipun hari masih sore ini kota Jakarta yang orang nya hidup sendiri-sendiri tanpa memperdulikan orang lain.
"Saya tidak kenal anda"ujar Aliya lalu berdiri dan menarik kopernya pergi tapi pergelangan tangan Aliya di cengkram oleh lelaki itu.
"Lepas!" teriak Aliya mengundang beberapa orang melihat kearah mereka.
"Ikut saya jika tidak saya akan bunuh kamu" ancam nya mengeluarkan pisau dari jaket nya dan di arahkan ke perut Aliya tapi tertutup hingga tidak ada yang bisa melihat nya,hal ini membuat tubuh Aliya gemetar,dia terlalu takut akhirnya mengikuti arahan lelaki itu.
Baru beberapa langkah berjalan terdengar suara memanggil nya.
"Aliya" langkah Aliya terhenti
"Mas Farel" Gumam nya pelan sambil menitikkan air mata membuat Farel curiga,apa yang tengah terjadi dengan Aliya dan siapa lelaki itu?
Lelaki tadi menoleh kearah Farel hingga dia Aliya menggunakan kesempatan itu untuk memukul milik lelaki itu dengan tas nya sekuat mungkin hingga pisau yang di pegang nya terlepas.
Aliya berlari kearah Farel dan memeluk nya.
"Mas tolong aku"isak Aliya
"Iya Al,kamu kenapa?"
"Dia mencoba ingin membawa ku mas"tunjuk Aliya kepada lelaki itu
Farel segera mendekati nya dan menghajar lelaki itu hingga kerumunan terjadi dan ada yang mengetahui kalau lelaki itu seorang preman.
"Mas sudah"ujar Aliya masih menangis hingga Farel menghentikan langkahnya.
Farel membawa Aliya masuk kedalam mobil nya.
"Minum dulu Al" ucap Farel memberikan air mineral pada Aliya dan diambil oleh Aliya lalu meminum nya.
"Kamu kenapa ada di sini? Dan kenapa pake bawa koper segala Al?" cecar Farel
"Ak-u...aku.... a-ku kabur mas" jawab Aliya mengisak
"Kabur! Kamu bertengkar dengan Dikta?" tanya Farel lagi dan di jawab gelengan oleh Aliya.
"Mas bisa bawa aku pergi dulu,aku takut ada yang melihat kita"
"Iya tapi kemana Al?"
"Terserah mas, tolong mas bawa aku pergi dulu" mohon nya dan diangguki Farel.
Tadi nya Farel ada meeting siang ini di kafe Pesona tapi dia melihat Aliya yang berjalan bersama lelaki lain membuat nya curiga apalagi Aliya terlihat membawa koper membuat Farel segera menghampiri nya dan ternyata benar saja terjadi sesuatu dengan perempuan ini,andai saja tad Farel tidak lewat di sana ntah bagaimana nasib Aliya saat ini meskipun perempuan ini istri dari sahabat nya tapi Farel masih menyimpan sebuah rasa untuk Aliya.
Farel melaju kan mobil nya dengan kecepatan rendah sesekali melirik Aliya yang duduk di sebelah nya, ke dua nya saling diam,Farel penasaran apa yang terjadi dengan istri sahabat nya ini.
Farel membawa Aliya ke apartemen nya karena memang di sini lah Farel tinggal, orang tua Farel sudah lama menetap di Bali hanya Farel yang di Jakarta untuk melanjutkan bisnis papa nya.
"Masuk Al" ajak Farel
Aliya masuk dan langsung duduk di sofa ruang tamu.
"Mau minum apa?"
"Tidak perlu mas,air putih tadi sudah cukup,mas tinggal di sini?" tanya Aliya karena melihat perabotan utuh dan apartemen ini cukup mewah.
"Hmmm....."
"Sendiri?" tanya Aliya lagi
"Tidak,, berdua" jawab Farel membuat Aliya. Tidak enak hati, mungkin saja Farel tinggal dengan kekasih nya.
"Kenapa mas bawa aku ke sini?"
"Berdua dengan kamu" ujar Farel bercanda membuat Aliya sedikit lega
"Maaf ya mas jadi merepotkan mas"
"Nggak papa Al,tapi aku ingin tau kenapa kamu kabur dari Apartemen ini Dikta?" tanya Farel serius
"Mas..... ak-u ingin bercerai dengan mas Dikta" jawab Aliya
"Bercerai!!!"