seorang gadis SMA menyukai seorang polisi ganteng yang memberikan surat tilang kepadanya saat dia mengendarai mobil nya tanpa SIM, perjuangan berat yang harus dia lakukan untuk melepaskan sang polisi ganteng dari masa lalunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
23
Pagi ini Hana bangun lebih awal dari biasanya, dia buru-buru menyiapkan segalanya, termasuk seragam Nathan dan sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah
Dia meninggalkan catatan kecil di atas seragam polisi Nathan yang sudah dia siapkan
Hana segera menginjak pedal gas mobilnya menuju sekolahnya
Nathan perlahan membuka matanya, dia merasa ada yang hilang saat dia terbangun, tapi apa?
Nathan ingat jika setiap bangun tidur Hana selalu menciumnya, Nathan tersenyum saat mengingatnya
"Dimana dia? Apa dia belum bangun?" Nathan bermonolog
Nathan turun dari ranjangnya, dia berniat untuk membangunkan Hana, namun matanya menangkap sesuatu di depan nya, seragam polisi miliknya sudah tergantung rapi, dia mendekati nya dan menemukan catatan yang Hana tinggalkan untuknya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Kak Nathan kesayangan Hana, Hana ada piket pagi dikelas, Hana harus berangkat lebih awal, Hana udah siapin baju kakak sama sarapan pagi buat kakak, jangan lupa dimakan, love you- HANA"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Nathan meremas catatan kecil itu, hatinya sungguh terasa tidak karuan, marah, sesak, gundah, kecewa dan rasanya benar-benar sakit
Disekolah Sinta tengah menenangkan Hana dalam pelukannya, pagi-pagi sekali Hana menelfon Sinta untuk berangkat sekolah lebih pagi dan menceritakan semuanya pada Sinta.
"Sabar ya Hana, gue kan udah bilang ini resikonya yang harus elo tanggung, dan elo bilang kalau elo udah mikirin ini mateng-mateng, jadi gue yakin elo pasti kuat" Sinta terus menenangkan Hana.
"Iya sin, gue udah siapin mental gue tapi enggak tahu kenapa rasanya masih begitu sakit." ucap Hana disela tangisannya.
"Sabar ya Han, tapi kalau kamu enggak kuat, kamu bisa mundur, gue yakin elo pasti bahagia kok, walaupun bukan sama Nathan"
Hana melepaskan pelukannya dari Sinta, dan menatap tajam kearah Sinta.
"Enggak Sinta, gue udah berjuang sejauh ini, gue enggak bakalan nyerah" tegas Hana, dia tidak mau jika dia harus jauh dari Nathan
"Oke kalau gitu, gue pasti dukungan elo, jadi, mending hapus air mata kamu, terus tersenyum yang manis, seperti Hana yang gue kenal, bukan Hana yang cengeng kayak gini." hibur Sinta, dia tahu kalau sahabatnya sekarang ini lebih butuh semangat dibandingkan dengan saran.
"Thanks Sinta, elo emang the best!" Hana tersenyum dan memeluk Sinta kembali, Sinta senang seenggaknya sekarang sahabatnya masih mau tersenyum lagi, walaupun hatinya masih kecewa dengan sikap Nathan pada Hana.
Sepulang dari sekolah Hana langsung pulang ke rumah Nathan, dia ingin lebih dulu sampai dirumah, bukan dia tidak ingin bertemu dengan Nathan, tapi hatinya masih belum siap jika berhadapan langsung dengannya. Sungguh dia merindukan saat-saat itu indah bersama Nathan, tapi dia harus menahannya untuk kebaikan dirinya sendiri.
Hana langsung menuju ke kamarnya setelah sampai di rumah Nathan, dia membaringkan tubuhnya di ranjangnya dan mulai memejamkan matanya.
Nathan kembali dari tempat kerjanya, dia melihat mobil Hana sudah terparkir di garasi, dia langsung masuk ke dalam rumah dan menaiki anak tangga menuju ke kamar Hana
Nathan menarik handle pintu kamar Hana, dan melihat Hana tertidur masih memakai seragam sekolahnya dan bahkan sepatunya belum di lepas
Nathan mendekatinya dan melepaskan sepatunya beserta kaos kaki nya, Nathan mendekatkan dirinya untuk mencium bibir Hana sekilas, setelahnya Nathan membelai lembut rambut panjang Hana
Nathan berjalan keluar dari kamar hana kembali ke kamarnya.
Sepeninggal Nathan air mata Hana mengalir membasahi pipinya.
"Mau kamu apa kak? Hana bingung harus bagaimana menghadapi kakak." gumamnya.
Malam harinya seperti biasa Nathan memesan go food untuk makan malam, dan mereka makan bersama. Hana masih dengan senyuman manis dan cerianya seperti tidak terjadi apa-apa dengannya.
Dan setelah makan dia kembali ke kamarnya dengan cepat dengan alasan yang sama 'banyak tugas'
Pagi Hana tengah menyiapkan sarapan pagi, Nathan menghampirinya dan mendekat ke arahnya.
"Kak Nathan perlu sesuatu?" Tanya Hana dengan penuh semangat dan ceria diwajahnya.
Nathan tidak menjawabnya, dia hanya menatap Hana dengan penuh harap.
'kenapa dia tidak pernah lagi memberikanku morning kiss' batin Nathan.
"Enggak, kamu lanjutin aja" Nathan berbalik dan berjalan menuju ke kamarnya berharap Hana akan menghentikannya dan memeluknya kemudian memberikannya morning kiss seperti biasanya, namun Hana tidak kunjung menghentikan langkahnya hingga dia sampai di kamarnya.
Nathan benar-benar frustasi, dia rindu akan pelukan dan ciuman Hana yang selalu memaksanya untuk membalasnya
"Shit!!!" Umpatnya.
Setelah selesai sarapan Nathan berniat mengantarkan Hana ke sekolahnya namun Hana sudah terlebih dulu masuk kedalam mobilnya sendiri.
"Kak, Hana duluan ya" ucapnya dengan senyuman manis nya dia melambaikan tangannya kepada Nathan yang masih berdiri terdiam tanpa mau bergerak.
Hari-hari berlalu Hana terus mencoba menghindari Nathan seperti biasa, dia masih mempertahankan senyum manisnya dan cerianya dihadapan Nathan, hanya saja dia belum bisa jika harus melakukan kontak fisik dengannya.
Sebisa mungkin dia menghindari untuk bergelayut manja seperti biasanya, memeluknya dan bahkan menciumnya, Hana benar-benar menghindari hal itu.
Nathan pun mulai merasakan sesuatu yang hilang dari Hana.
Pagi ini, Hana sudah berangkat ke sekolah seperti biasa meninggalkan Nathan tanpa ciuman panas terlebih dahulu seperti sebelumnya.
Nathan benar-benar kesal dibuatnya, hari ini Nathan piket malam, jadi seharian dia bisa bersantai.
"Aku akan mengingatkan dia apa tujuannya tinggal dirumahku, kenapa dia bisa melupakannya.Dasar bodoh!" ucap Nathan
Nathan melajukan mobilnya menuju ke sekolah Hana, sesampainya di sana, dia meminta security untuk memanggil
Beberapa menit kemudian Hana keluar bersama security.
"Kak Nathan?!" Hana terkejut saat melihat siapa yang memanggilnya, pasalnya security tadi tidak menyebutkan nama pemanggilnya
"Masuk!" Nathan memerintahkan Hana untuk masuk ke mobilnya
Hana menatap bingung pada Nathan, namun dia tetap mengikuti perintah Nathan
-------
Mau dibawa kemana itu Hana? Main suruh masuk aja🤔
Tap jempolnya 😉
Dan jangan lupa komentarnya 😘
ceritanya sangat menarik