NovelToon NovelToon
Dalam Derasnya Hujan

Dalam Derasnya Hujan

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Duda / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:101k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Gemintang Dahayu mampu bertahan menghadapi gosip. Ia mampu bertahan menghadapi kematian suaminya, Guntur Rimba Buana, orang paling kaya di daerahnya yang Tiga Puluh tahun lebih tua darinya. Tapi ia takut dan tidak akan sanggup menghadapi Raden Matahari Terbit Buana, putra suaminya.

Bertahun-tahun sebelum ia menikah, ketika ia dan Raden masih remaja dalam derai hujan pria itu memperkenalkan Gemintang pada cinta pertama yang menggetarkan. Lalu pria itu pergi, membuat hatinya hancur.

Tapi sekarang Raden kembali…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

"KAU TOLOL,” ucap Raden pada dirinya di depan cermin setelah keluar dari kamar mandi. Wajahnya jadi kabur, yang tepat menggambarkan dirinya setelah peristiwa dua belas tahun yang lalu itu. “Apa yang membuatku berpikir sebodoh itu, mengira segalanya berjalan sesuai rencanaku?” Raden menghabiskan minumannya, membiarkan cairan itu menuruni tenggorokannya tanpa menikmati rasanya sedikit pun.

Ia teringat apa yang terjadi malam itu (12 tahun yang lalu) ketika ia menemui ayahnya di ruang kerja dan meminta waktu untuk bicara. Seperti racun yang masih mengendap, kebencian dan kemarahan menyelimuti dirinya setiap kali ia ingat ketololan dirinya yang begitu percaya diri.

Raden melangkah masuk ke ruang kerja ayahnya dan berkata, “Daddy, aku sudah menemukan gadis yang ingin kunikahi.”

"Ayahnya Willona menelepon daddy tadi malam. Dia mengatakan putrinya hamil sudah tiga atau empat bulan. Dia bilang, mata putrinya sampai bengkak karena menangis sebab kau tidak datang lagi menemuinya dan bertanggung jawab. Selamat, anakku. Kau sebentar lagi menjadi suami dan ayah.”

Sampai detik ini kata-kata ayahnya itu masih sangat dibencinya, kata-kata ba*ingan yang penuh manipulasi, dan kelicikan.

Dan Gemintang, Gemintang-nya yang dijumpainya di tepi sungai di bawah rintik hujan, kini menjadi istri ayahnya. Kini bajing*n itulah yang harus didengarkan semua ucapnnya oleh Gemintang. Gemintang memberikan bibirnya yang manis, payudar*nya, dan semua tubuhnya kepada ayahnya karena ayahnya yang berhasil menikahinya.

Raden menutup mata dengan telapak tangan, sementara ingatan akan kebersamaannya dengan Gemintang melintas seperti film di benaknya. Membayangkan semua itu saja Raden merasa hampir tidak sanggup.

Sekujur tubuhnya terasa sakit. Celakanya, tak ada apa pun yang bisa menyembuhkan lukanya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

“Raden bilang pemanggang rotinya rusak, tapi menurut Heny tak perlu beli yang baru kalau yang lama ini bisa diperbaiki. Raden ingin memperbaikinya tetapi ia sibuk di pabrik. Apa kau keberatan untuk memperbaikinya?”

“Tentu saja tidak. Aku senang bisa memperbaikinya.” Ia menyibukkan diri dengan merapikan meja kerja di garasi, tempat alat-alat kecil disimpan.

“Kau marah padaku, Adit?”

Adit berhenti bekerja dan menatap Laura yang mengenakan baju berkerah, kulitnya kelihatan lembut dan halus seperti bunga magnolia yang tengah merekah. Hasratnya kembali menyergap namun seketika Adit berbalik. “Mengapa aku harus marah padamu?”

Laura mengembuskan napas dan duduk di anak tangga paling atas. Dengan resah, jari-jarinya mempermainkan ikat pinggang yang melilit di pinggangnya. Kepalanya ditundukkan dalam-dalam sampai dagunya hampir menyentuh dada. “Karena aku menciummu kemarin,” jawab Laura lembut. “Sejak kejadian itu, kau seperti marah padaku.”

“Sudah kukatakan, aku tidak marah.”

“Lalu mengapa kau tidak mau menatap wajahku?” tanya Laura dengan nada tinggi, penuh kemarahan sehingga memaksa Adit mengangkat kepala dan memandang Laura tanpa bisa berkata-kata.

Ia tidak pernah melihat gadis itu marah atau meninggikan suaranya tanpa alasan. Raut wajah Laura kelihatan seperti ekspresi perempuan yang merasa direndahkan.

Adit menelan ludah dengan susah payah. “Okay, aku memandangmu sekarang.”

“Matamu menghindariku. Matamu tak pernah memandangiku lagi. Mengapa, Adit?” tanya Laura, sambil turun dari tangga dan mendekati Adit. “Mengapa? Kau tidak menyukai wajahku lagi?”

Adit menatap Lauara nanar, mulai dari rambutnya yang halus sampai ke kakinya yang ramping mengenakan sandal jepit. Adit berkata dengan suara parau, “Tidak Laura, aku sangat suka memandangimu.”

Laura tersenyum, tetapi sesaat senyumnya memudar. “Lalu apakah aku melakukan kesalahan?"

Adit menggosok-gosokkan tangannya ke paha, mengeringkan telapak tangannya yang basah pada celana jins. “Kau tidak melakukan kesalahan, Laura.”

Laura mengernyitkan dahi. “Tapi kurasa aku telah melaku kesalahan. Perempuan yang kulihat di televisi mencium kekasihnya, mereka memiringkan kepala, dan membuka mulut mereka ketika berciuman.”

Sekujur tubuh Adit bergetar. “Laura,” ucapnya parau, “kau tidak boleh bicara seperti itu kepada seorang pria."

Laura kelihatan bingung. “Mengapa?”

“Karena ada hal-hal antara laki‐laki dan perempuan yang… yang… Tidak boleh di bicarakan sebelum menikah."

“Boleh melakukannya, tetapi tidak boleh membicarakannya?" tanya, ia menggelayut di badan Adit dan meletakkan tangannya di dada Adit. Kepalanya ditengadahkan ketika hendak menatap wajah Adit. “Kalau begitu tak perlu kita membicarakannya. Kita langsung berciuman saja.” Suara Laura sehalus napasnya yang menerpa kerongkongan Adit.

Tangan Adit menggenggam tangan Laura. “Kita juga tidak boleh melakukan hal itu.”

“Kenapa, Adit?”

Kemarahan seperti menyayat-nyayat sekujur tubuhnya. Adit harus mengeraskan hati untuk melepaskan genggaman tangan Laura dan dengan hati-hati menurunkannya ke samping. “Ya memang tidak boleh.” Adit kembali ke meja dan mengambil pelana yang sedang dibersihkannya ketika Laura masuk mencarinya.

Dengan sedih Laura memandangi Adit yang keluar dari gudang dan berjalan ke halaman. Ia mengambil pemanggang roti, benda yang dijadikan alasan untuk menemui Adit, dan kembali ke rumah.

Di dalam rumah Laura berpapasan dengan Gemintang. “Hai, Laura. Apa yang kaulakukan dengan benda itu?” Gemintang bertanya, sambil menunjuk pemanggang roti.

“Adit memperbaikinya, aku ingin menaruhnya kembali."

Gaya bicara Laura menarik perhatian Gemintang. “Bagaimana keadaan Adit? Aku tidak melihatnya beberapa hari ini.”

Laura mengangkat bahu. “Ia baik-baik saja, mungkin. Sikapnya aneh kadang-kadang.”

“Aneh?”

“Ya. Sepertinya ia tidak ingin menjadi temanku lagi.”

“Benarkah?”

“Ya. Sejak aku menciumnya.”

Gemintang terkejut. “Kau menciumnya?” ia melihat ke sekelilingnya dengan cemas, berharap tak ada orang yang mendengar pernyataan itu dan lega Raden tak ada di sekitar situ.

“Ya.” Laura menatap Gemintang dengan pandangan polos dan tenang padahal Gemintang menatapnya dengan tatapan kesal. “Aku mencintainya," ucap Laura.

“Kau mengungkapkan itu padanya?”

“Ya. Tidak boleh kah?”

“Mmm.” Gemintang bingun dengan apa yang harus di ucapkannya karena ini adalah cinta pertama Laura, mungkin ini cinta monyet. Bagaimana cara menjelaskan dengan hati-hati tetapi tidak membuatnya marah “Kau boleh menyuaki dan menyatakan cinta padanya, tapi kau tidak bileh menciumnya."

“Kenapa?”

Gemintang tersenyum. “Karena kau dan Adit belum menikah. Bertemanlah saja dulu dengan baik, untuk memantapkan hati kalian masing-masing.”

“Lalu menurutmu, apakah kak Raden akan menikahimu?”

“Hah?”

“Ia selalu terlihat seperti ingin menciummu, lalu apakah kalian akan menikah?”

“Laura, kau tidak boleh berkata begitu. Raden tidak akan menikah dan berciuman, aku ibu tiri kalian,”

“Tapi dia selalu memandangimu?”

Bibir Gemintang terasa kering. “Oh ya?” Gemintang buru-buru mengalihkan topik. “Hari ini banyak sekali pekerjaan yangnaku kerjakan, aku merasa letih,” ucap Gemintang pada Laura. “Soal Adit tadi,” ucapnya, kembali pada topik pembicaraan, “Saranku, kalian berteman saja dulu, jangan terlalu memaksanya. Biasanya pria tidak suka langsung di tembak seperti itu."

“Ya,” gumam Laura, sambil menunduk.

Gemintang memahami alasan Adit yang tiba-tiba dingin. Jelas ia jatuh cinta pada Laura tetapi tidak ingin perasaan cintanya membuat Laura melakukan sesuatu yang bisa menyulut kemarahan Raden. Ia menaruh simpati pada keduanya. “Ayo kita makan,” ajak Gemintang ramah, sambil menggamit tangan Laura.

“Kak Raden ke mana?”

“Entahlah. Ia bilang akan makan bersama...”

Perkataan Gemintang terputus suara klakson nyaring, dan mereka keluar untuk melihatnya dan Raden menghentikan mobil pickupnya di belakang mobil BMW Gemintang. Raden melompat keluar dari mobil barunya itu.

“Well, bagaimana menurut kalian?”

Wajahnya yang berseri-seri mengingatkan Gemintang pada pemuda tampan yang pernah dikenalnya di pinggir hutan.

“Itu mobilmu, kak?” tanya Laura sambil berjingkrak dan bertepuk tangan kegirangan. “Aku suka warnanya.”

“Cavalier blue,” jawab Raden, sambil mengangguk pada Gemintang. “Kurasa, yang kubutuhkan selana berada di sini adalah kendaraan jenis pickup seperti ini. Tapi bagaimana cara membawa mobil ini dan pesawat terbangku kembali ke Jakarta, itu yang belum aku tahu.”

Semua tertawa. Gemintang melihat rambut Raden yang tertiup angin dan sorot matanya yang berseri-seri.

“Aku lapar sekali. Makannya sudah siap?” Raden melingkarkan satu tangan ke bahu Gemintang dan tangan lainnya ke pundak Laura. “Mari temaniku ke ruang makan, Nona-Nona.”

Sebelum mereka mencapai dapur, Heny muncul di ambang pintu dan berseru, “Gemintang, Raden! Syukurlah kalian sudah di sini. Dokter rumah sakit menelepon. Kondisi tuan Guntur memburuk. Dokter bilang sebaiknya kalian segera ke rumah sakit.”

1
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Kok Guntur bgitu yaa..
falea sezi
guntur emang gendeng anak gk di bagi warisan hadehh bapak setan
falea sezi
ne aki aki uda mati masih aja nyusain
falea sezi
ini aku aki g mau ngalah sama anak pdhl. uda mau modarrr
Ersa
jackpot
Ersa
Luar biasa
Ersa
jgn2 Guntur tidak pernah menikahi Gemintang & juga tdk pernah menyentuh Gemintang 🤔
Ersa
mungkinkah Guntur menikahi Gemintang untuk melindungu raden atau Gemintang sendiri?🤔
Evelyne
ini yang selalu gw suka dari Irma... selalu keren kalo bikin cerita dengan alur cerita yang jelas...walau kadang ada alur balik nya...tapi itu tetap jelas agar terbuka latar belakang cerita ini... konflik nya gak di bikin ribet tapi tetap bikin penasaran...ok gw makin suka...👍
Irma: Terima kasih, aku rekomendasiin untuk baca yang Enough sampai selesai karena menurutku ceritanya lebih bagus.😊
total 1 replies
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Wahhh Rendy juga ternyata menaruh hati pada Gemintang😊
Onie Lestary
happy ending ❤
bunda DF 💞
bagus
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
lakukanlah raden karena raden junior ada disana
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
bener gemintang hamil nih
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
mungkinkah akan tumbuh raden junior
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
akhir yang manis untuk Ragem so sweet dah kalian😘😘😘😘
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
uwuuuu manisss sekali semoga bahagia selalu ya 😘😘
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
yuhuuu bener kan akhirnya ragem junior hadir anaknya kira2 dikasih nama siapa ya😄RAGEM aja kali ya 🏃🏃🏃
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ: nah pas kan
kan buat nya bersama2😄
total 2 replies
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
nahloh gemi hamil nih kayaknya kok elus2 perut🙊
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Raden pergi tanpa menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!