NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda

Pengantin Pengganti Untuk Tuan Muda

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:327.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ayuza

Tara yang tidak tega melihat sang kakak selalu saja menangis setiap malam karena akan dijodohkan oleh kedua orang tua mereka dengan laki-laki yang tidak mereka kenal sama sekali membuatnya bertekad untuk menggantikan sang kakak.

Akan tetapi, disaat Tara sudah siap dengan gaun putih dan riasan wajah yang sudah langkap tiba-tiba saja gadis yang baru saja berusia 19 tahun itu malah ingin membatalkan niatnya untuk menjadi pengantin pengganti sang kakak.

Apakah yang akan terjadi? Apa Tara berhasil membatalkan acara yang sangat sakral itu? Apa malah sebaliknya Tara akan tetap menjadi pengantin pengganti untuk sang kakak?

Cuss!! Langsung dibaca saja kalau penasaran! Jangan lupa tekan bintang lima supaya ramah lingkungan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Tara yang mula-mula berniat ingin kabur, langsung saja mengurungkan niatnya hanya karena gadis itu sangat penasaran dengan rencana apa yang dimaksud oleh Gio dan Lydia. Oleh sebab itu, ketika ia mendengar suara langkah kaki Gio yang akan keluar dari ruangannya tiba-tiba saja ia dengan cepat membuka mata sambil memanggil laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu. "Gio ...," panggilnya dengan suara lirih yang ia buat-buat supaya Gio tidak curiga kalau ia sudah sadar dari beberapa menit yang lalu. "Aku sangat haus, tenggorokanku rasanya kering. Sepertinya sudah mau di basahi," gumamnya pelan.

Gio refleks langsung menoleh. "Kamu sudah sadar, syukurlah. Apa lehermu tidak sakit?" tanya Gio yang bergegas menghampiri sang istri.

"Aku tidak apa-apa, aku cuma haus saja," ucap Tara menjawab Gio dengan suara yang sangat lembut. Membuat laki-laki itu menjadi sedikit heran karena Tara baru kali ini berbicara lemah lembut. "Gio, aku haus. Apa kamu tuli?"

"Kamu tidak sedang kesambet dedemit rumah sakit ini 'kan, Tara?" Gio malah bertanya seperti itu kepada sang istri. "Sehingga nada suaramu tidak ketus dan tidak berteriak-teriak lagi saat berbicara kepadaku seperti saat ini." Gio terlihat heran saat ini sehingga ia mengatakan Tara yang meminta minum.

"Kenapa segelas air sangat sulit aku dapatkan di sini? Padahal aku saat ini benar-benar harus," rengek Tara. Dengan mata menyipit karena sifat manjanya tiba-tiba saja kumat. Demi menjalankan misinya, dimana ia haus tahu dengan apa rencana Gio.

"Kamu benar-benar Tara 'kan?" Gio masih saja belum yakin dengan gadis yang saat ini membuatnya menjadi sedikit bingung itu. "Kamu Tara Khanza Adi--"

"Hentikan omong kosong ini Gio!" Tara memekik karena gadis itu merasa kesal di buat sang suami. "Bisa-bisanya kamu malah bertanya seperti itu kepadaku. Ini aku ... aku Tara istrimu!"

Gio mendadak menjadi patung karena ia juga baru kali ini mendengar Tara mengakuinya sebagai suami.

"Sudahlah, aku saja yang mengambil air minum sendiri," ucap Tara yang sengaja mengatakan itu. Sambil langsung berpura-pura mencabut selang infus seperti yang tadi dari dalam selimutnya. Pada detik itu juga ia berpura-pura meringis kesakitan gara-gara mencabut selang infus. Supaya aktingnya tidak dicurigai oleh sang suami. "Aakkhh ... tanganku sangat sakit," ringis Tara sambil mengangkat tangannya yang sudah tidak ada jarum infus lagi.

Membuat Gio yang berdiri dengan jarak dua meter langsung melangkah dengan sangat lebar demi melihat Tara yang mencabut selang infus. "Astaga, Tara, kenapa kamu ini sangat nekat sekali? Berani sekali kamu mencabut selang infus ini. Kamu memang gadis yang agak rada-rada aneh."

"Kamu yang aneh Gio! Aku meminta segelas air saja seperti meminta setumpuk berlian kepadamu. Sehingga kamu tidak mau memberikanku!" ketus Tara yang lupa bahwa dirinya harus bersikap manis dengan Gio.

Mendengar itu Gio langsung saja memberikan segelas air kepada Tara. "Maaf, tadi aku cu--"

"Diam! Aku mau minum dulu, baru kamu boleh melanjutkan kalimatmu itu," potong Tara dengan cepat.

"Baiklah, kalau kamu masih haus nanti aku akan menyuruh Gavin, untuk membawakan kamu sekalian galonnya," seloroh Gio dan tanpa diduga Tara malah menyemburkan air yang saat ini sedang gadis itu minum itu ke baju Gio gara-gara ucapan laki-laki itu sendiri.

"Kamu sangat keterlaluan sekali Gio, aku minum air satu gelas saja sudah cukup, tapi kenapa kamu malah ingin membawa galon segala? Kamu pokoknya benar-benar sangat keterlaluan!"

"Lehermu sedikit di jahit, tapi kenapa kamu berbicara lantang terus, Tara?"

"Itu karena kamu, yang selalu saja membuatku kesal! Sekarang kau boleh pergi!" Tara mengusir Gio. Dan terlihat gadis itu kembali berbaring sambil menarik selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya. "Dasar laki-laki yang hanya bisa membuat tensiku naik!" gerutu Tara.

"Baik, aku akan pergi. Karena aku juga ada urusan, kalau kamu butuh sesuatu panggil saja Bi Alexa karena saat ini dia sudah ada di depan kamar rawat inapmu ini." Gio sengaja menyuruh Alexa untuk datang ke sini. Mengingat Tara yang terus saja ingin pulang ke rumah orang tuanya. Sehingga membuat Gio harus waspada dan jangan sampai Tara kabur.

*

Setelah Gio pergi tidak lama Alexa langsung saja masuk dengan beberapa perawat, yang mengikutinya di belakang. Karena perawat itu akan memasang jarum infus lagi untuk Tara. Itu semua atas permintaan Gio, sebelum laki-laki itu benar-benar pergi tadi.

"Permisi Nona Tara, Anda tidak apa-apa 'kan?" tanya Alexa, yang berharap Tara welcome terhadap dirinya mengingat Tara selama ini sangat cuek padanya. "Nona Tara, izinkan para perawat untuk memasangkan Anda infus lagi. Supaya kondisi Anda cepat pulih dan membaik." Alexa lalu terlihat membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh gadis itu. "Ini demi kebaikan Anda sendiri Nona," sambung Alexa ketika ia melihat Tara saat ini menatap dirinya.

"Lakukan saja, bila perlu infus tanganku kiri dan kanan," kata Tara menyahut Alexa. "Orang sehat dan segar bugar seperti diriku malah mau di infus lagi, kalian semua yang ada di sini memang aneh-aneh," gerutu Tara membuat dua perawat itu ragu untuk memasangkan gadis itu infus lagi. "Kenapa diam saja? Ayo lakukan saja tugas kalian." Tara lalu membentangkan tangannya. "Nih infus saja ...!"

Alexa yang tahu saat ini kedua perawat itu takut dengan Tara langsung saja berkata, "Ayo lakukan saja tugas kalian, karena Nona Tara saat ini sedang bercanda."

*

Setelah dua perawat itu sudah selesai dengan tugasnya, mereka langsung saja pergi membiarkan Alexa di sana yang menemani Tara.

"Kenapa kamu tidak ikut keluar?"

"Saya akan menemani Anda di sini Nona, supaya Anda tidak merasa kesepian," jawab Alexa. Sambil terus mengupaskan buah untuk Tara. "Saya hari ini sangat senang, karena Anda mau mengajak saya untuk mengobrol seperti ini," kata Alexa yang benar-benar senang diajak bicara meskipun Tara hanya sekedar menanyakan tentang kenapa dirinya tidak ikut keluar.

"Jangan terlalu lebay Bi Alexa, aku tidak suka itu." Ranum terlihat menyomot buah anggur yang ada di atas nakas.

"Ini bukan lebay Nona, tapi saya benar-benar sangat senang," balas Alexa menimpali.

"Sudahlah jangan bahas itu lagi, karena aku sudah ada pembahasan lain yang lebih penting dari itu, " ucap Tara yang akan mulai berbicara serius. "Ngomong-ngomong, kalau boleh aku tahu, Kamu sudah bekerja berapa lama di rumah itu?"

"Saya bekerja sejak Nona Sera baru di bawa pulang ke rumah itu Nona," jawab Alexa jujur. Yang memang bekerja di rumah Gio sejak Sera dibawa pulang. "Anda bisa menghitung sendiri, dulu Nona Sera dibawa pulang waktu usianya 5 tahun dan sekarang sudah 17 tahun berjalan."

"Jadi, kamu sudah bekerja disana selama 12 tahun. Maka dari itu kamu pasti tahu apa saja yang telah terjadi di rumah itu, iya 'kan?"

1
Yurikakoe Yurika Permanasari
tolong Thor, ceritanya jangan terlalu mengada2, lebih realistik sedikit, biar yg baca bisa menghayalkan kejadian sesungguhnya
귀여운신디
kenapa ada Al dan ranum lagi bertengkar masalah nuduh ngisap lolipop deon,bukannya Al dan ranum seharusnya di novel Noda di seragam SMA
Ayuza Y.A🌹: Author nggk fokus, maaf ya kak🙏🙏 nanti Author berbaiki
total 1 replies
Fara Septiana
emang ndak ada penjaga,,,, kok bisa masuk,,, ayo rahen tolongin istrimu,,, tangkap Rico,,,, biar masuk penjara semangat thoooor,,,,, lanjut
Ayuza Y.A🌹: Terima kasih Kak atas komennya😍
total 1 replies
Shifa Burhan
fakta2 dalam novel ini
*tara beruntung dapat gio sedangkan gio musibah dapat tara
*tara adalah istri laknat berkali2 dia meminta cerai, melukai perasaan suaminya, pembangkang, durhaka, kasar, tidak sopan sama sekali, inti tata tidak ada bagus nya sama sekali jadi istri yang lebih parah tata tidak pernah merasa bersalah dan minta maaf dan novel ini juga selalu membela kelakuan tara
*gio karakter dibuat bodoh, diperlakukan semena2 oleh tara tapi kayak lelaki bodoh yang selalu mengemis cinta kayak tidak ada wanita lain saja
*realita tidak akan ada mertua yang mau menantu kayak tara
*coba survey lelaki pasti 100% bakalan nggak akan mau punya istri kayak tara


sara saya bagi novelis wanita kalian belajar dulu bedakan mana salah mana benar dan kalian introveksi diri dulu akui kalau kalian juga bisa salah, belajar minta maaf dan belajar peka terhadap perasaan pasangan kalian baru buat novel

soalnya di novel kalian pemeran utama wanita selalu berbuat semaunya dan banyak melakukan kesalahan tapi kesalahan itu kalian bela bahkan kalian benarkan, bahkan kat maaf pun kalian tidak berani buat, dalam novel pemeran utama wanita adalah cerminan pemikiran kalian dan sudut pandang kalian (novelis) kalian kalian selalu menempat diri kalian diposisi pemeran utama wanita

renungkan lah
kavena ayunda
tolool bgt tara
Susi Susiyati
ms tika g ada pinter2mya ya.ttp aja bodoh mngkon bdohnya udh akut jd otaknya g berkmbang berrti azab dr kak yuza g mmpan nie buat tika.g ckp cmn hmil di gugurin di tnggl clon suami barang2 jg ikut raib.😄😄😄😄
Susi Susiyati
papa erzan ngeselin yakin pikirannya au kmna😠😠😠
Susi Susiyati
q udh kesel bgt sm kelakuan tika mommy Lydia ini mlah nmbh lg deretan orang pea.mslh ank ampe ngikut sgitunya.bknnya jd pnengah ksih arahan yg positif.mlh mikir pendek .mlh nntinya bikin slh paham jg sm tara sm gio karena gio sm tara jg g tau klo no nya di blok.huhhh
kk bikin emosi jiwa nie.q udh pngn berhnti bc tp ya bgni cerita kk sllu bikin q penasaran.lm2 bs dartink nie😃😃😃
Susi Susiyati
good avantika good nyaho km tau rasa km.bodoh dan oon nya km udh hmil uang mobil km ksih dion good bgt pokoknya.👏👏👏👏👍
Susi Susiyati
rencana apa ya bukn cmn tara aja yg penasaran q jg penasaran.kira2 apa jngn smpe hnya cmn gr2 harta warisan ujungnya tara dipisahkan nnti sm anknya.
Susi Susiyati
seru cerita nya.bikin sllu penasaran.tpkok kurang sreg dngan tara terlalu bar bar bgt,emosian,mnta penjelasan sm gio tp nadanya nyolot.
Susi Susiyati
makin seru, semoga kepolosan sera bner2 adanya bukn di buat2 yg akhirnya malah akan memperkeruh keadaan.
Susi Susiyati
bner2 licik si tika. nnti jg tika nyesel
Susi Susiyati
kak q mmpir disni novel kk bikin sllu dan sllu ingin bc.
😄😄😄😄sia2 udh berlari jauh smpe berasa 5L.mlah ketemu sm clon suaminya
hadeeh jngn smpe di siksa sm gio
Kanita Kanita
bagus
Ayuza Y.A🌹: Terima kasih kak😍
total 1 replies
Dravia Hastuti
alhamdulillah akhir yg bahagia
Ayuza Y.A🌹: Alhamdulillah ya kak, jangan lupa pantengin terus😍
total 1 replies
Dravia Hastuti
suka
Ayuza Y.A🌹: Terima kasih kak, udah kasih bintang 5😍😍
total 1 replies
Saras Wati
yah tamat padahal masih seru loh author😗😗
Saras Wati: ok author d tunggu yah😙😙
total 2 replies
Nawa Illa
Tara ini bodoh atau gmna ya
Ayuza Y.A🌹: kelewatan pintar kak🙃
total 1 replies
Amah As Siddiq
diberi hati minta jantung
Ayuza Y.A🌹: 🤧🤧🤧Gk tau diri🤧
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!