⚠️Dilarang Boom Like
Dari Cinta menjadi Benci, itu lah yang Ry rasakan terhadap kekasihnya. Ry begitu mencintai kekasihnya bahkan tidak pernah mendengarkan perkataan orang lain bahwa kekasihnya selingkuh. Ry terlalu mempercayai kekasih hingga akhirnya kekasih nya memilih menikahi perempuan selingkuhnya.
Sejak saat itu Ry benar membenci kekasihnya yang sudah berstatus mantan kekasih.
Saat perayaan kelulusan nasib sial menimpa Ry dia terkena razia oleh seorang pak polisi, karena Ry belum memiliki SIM dan tidak memakai helem sehingga menyebabkan motor kesayangan di tahan oleh pak polisi. Dari situlah Ry membenci pak polisi tersebut.
Apakah Ry tahu arti kata Benci itu ialah Benar Cinta? Apakah perasaan Benci Ry akan berubah menjadi cinta terhadap Pakpol?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Loket Bus
"Nyatanya beberapa orang bukan takut menikah, tapi takut menikah dengan pilihan yang salah."
Kevin yang sudah berada di depan pos polisi segera berjalan ke arah pinggir jalan raya. Kevin harus segera mengatur lalu lintas jalan raya. Kevin mengatur lalu lintas di jalan raya tersebut dengan memberikan bahasa isyarat lewat tangannya.
"Vin." Arlan yang berjalan ke arah Kevin sambil memanggil nama Kevin.
Kevin yang sedang sibuk mengatur lalu lintas jalan raya tersebut tidak memperdulikan panggilan Arlan kepadanya.
Plak...... Plak
"Kamu aku panggil dari tadi kenapa gak jawab?" Arlan menepuk pundak Kevin yang sedang sibuk mengatur lalu lintas jalan raya.
"Kamu gak lihat aku lagi sibuk mengatur lalu lintas di jalan raya ini." Kevin yang tidak menoleh ke arah Arlan.
"Apa kamu udah sarapan?" Arlan yang sudah berdiri di samping Kevin.
"Belum, kenapa emangnya?" tanya Kevin.
"Kamu mau sarapan apa? biar sekalian aku beli," tanya Arlan.
"Lontong pecel," jawab Kevin.
Di rumah Mbah Milah
Ry membuka kedua matanya lalu dia melihat posisinya yang sedang memeluk bantal guling. Ry menoleh ke arah samping, tetapi tidak menemukan keberadaan Kevin. Ry bangun dari tempat tidur sambil duduk bersadar di dasbor tempat tidur. Ry mendengar ponsel milik Ry berbunyi, lalu Ry segera mengambil ponsel yang berada di samping tempat tidur.
💌"Assalamu'alaikum Ry."
💌"Walaikumsalam, Za apa kabar?" Ry membaca chat dari Eza setelah itu Ry membalas pesan dari Eza.
💌"Sehat, Ry dimana?"
💌"Rumah mbah Milah, kenapa Za?"
💌"Apa natik siang kamu bisa pergi ke loket bus?"
💌"Emang ada apa di loket bus?" Ry bertanya dengan penasaran.
💌"Natik kamu juga akan tahu,"
💌"Sebenarnya ada apa Za? jangan buat Ry jadi penasaran," tanya Ry.
💌"Maka kamu harus datang ke loket bus," jawab Za.
💌"Jam berapa Ry datang ke sana?" tanya Ry.
💌"Pukul 12.00 wib, sampai ketemu di sana," jawab Za.
💌"Insyaallah," kata Ry.
Siang Harinya...........
Mbah Milah menyuruh Ry untuk mengantarkan bekal makan siang untuk Kevin.
"Ini antarkan buat suami embem." Mbah Milah memberikan kantong plastik yang berisi kotak bekal makan siang.
"Iya mbah." Ry mengambil kantong plastik dari tangan mbah Milah.
"Ya udah sana Embem antarkan bekal makan siang." Mbah Milah menyuruh Ry untuk mengantarkan bekal makan siang buat Kevin.
"Ry berangkat dulu mbah." Ry menyalim punggung tangan mbah Milah.
"Hati-hati bawa motornya Embem," kata Mbah Milah.
"Iya mbah." Ry berjalan pergi meninggalkan mbah Milah.
Ry mengendarai motor ke arah pos polisi yang berada di persimpangan komplek rumahnya. Ry yakin Kevin berada di sana karena Ry sering melihat Kevin bertugas di persimpangan tersebut. Ry sudah tiba di persimpangan tersebut lalu dia membelokan motor ke arah komplek perumahan.
Ry memberhentikan motor di simpang komplek perumahan sambil melihat ke arah pinggir jalan raya tersebut. Ry tidak melihat keberadaan Kevin di pinggir jalan raya tersebut. Ry yang tidak melihat Kevin akhirnya mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
Ry menghubungi nomor ponsel Kevin tetapi nomor ponselnya Kevin sibuk. Setelah itu Ry mematikan panggil telpon, Ry melihat ke arah pos polisi. Ry melihat seorang pakpol yang sedang duduk di depan pos polisi tersebut. Ry menghubungi kembali nomor ponsel Kevin tetapi nomor ponsel Kevin masih sibuk.
Nomor ponsel Kevin yang sibuk terus lalu Ry melihat jam di ponsel. Jam di ponsel sudah menujukan pukul 12.00 wib, akhirnya Ry memutuskan untuk pergi ke pos polisi tersebut. Ry memasukkan ponsel ke dalam saku celana, lalu Ry mengendarai motor menuju ke arah pos polisi tersebut.
Setelah memakirkan motor di depan pos polisi, Ry turun dari motor tersebut lalu Ry berjalan ke arah kantor polisi tersebut.
Tak................. Tak
Pakpol yang sedang duduk di depan kantor polisi tersebut menoleh ke arah depan.
"Kamu ngapain ke sini?" Pakpol tersebut ialah Arlan.
"Ry mau cari pakpol Kevin apakah ada?" Ry yang sudah berdiri di depan Arlan.
"Mau apa kamu cari Kevin?" Arlan yang berbicara dengan nada ketus ke arah Ry.
"Yang pasti ada perlulah, kalau gak ada perlu ngapain juga Ry kesini cari dia." Ry menatap Kevin dengan tatapan kesal.
"Aku tanya kamu ada perlu apa ama dia?" tanya Arlan.
"Aku mau memberikan titipan," jawab Ry.
"Titipan apa? Dari siapa?" tanya Arlan.
"Banyak kali pun pertanyaannya, kalau mau tanya itu satu persatu biar Ry gak binggung mau jawab yang mana dulu." Ry yang mendengar pertanyaan Arlan merasa binggung harus menjawab pertanyaan Arlan yang mana terlebih dahulu.
"Itu titipan apa dulu?" tanya Arlan.
"Makanan," jawab Ry.
"Sini biar aku saja yang memberikannya kepada Kevin." Mendengar bahwa titipan itu makanan Arlan menawarkan diri untuk menerima titipan itu dan memberikan kepada Kevin.
"Pakpol Kevin mana?" tanya Ry.
"Dia di panggil ke Kalposek," jawab Arlan.
"Ya udah kalau gitu Ry titip ama abang aja." Ry memberikan kantong plastik tersebut kepada Arlan.
"Ini dari siapa?" Arlan mengambil kantong plastik tersebut.
"Dari mbah Milah, jangan lupa kasih ke pakpol Kevin awas aja kalau abang makan sendiri tuh makanan." Ry mengancam Arlan agar tidak memakan sendiri makanan tersebut.
"Iya aman itu." Arlan yang terlihat santai menanggapi ancaman Ry.
"Terimakasih abang Ry pergi dulu." Setelah itu Ry pergi dari pos polisi.
Ry mengendarai motor dengan ngebut agar dia segera sampai ke loket bus yang berada di simpang jalan siak. Ry sudah sampai di depan loket bus, Ry memikirkan motor lalu Ry turun dari motor. Ry melihat sekeliling arah untuk mencari keberadaan Za.
Tetapi Ry tidak melihat Za di loket tersebut, Ry berpikir mungkin Za sudah pergi naik bus atau Za belum datang. Ry hendak mengeluarkan ponsel yang berada di saku celananya.
"Ry." Eza memegang pundak Ry dari belakang.
"Za." Mendengar suara yang begitu Familiar akhirnya Ry membalikkan badan ke belakang. Ry melihat Za yang sudah berdiri di hadapannta.
"Syukurlah kamu datang, aku pikir kamu tidak datang tadi." Za melihat Ry dengan tersenyum.
"Sebenarnya ada apa kamu nyuruh aku ke sini?" Ry yang penasaran karena tadi pagi Za menyuruh dia kesini.
"Ry aku mau pergi," kata Za.
"Emang kamu mau kemana?" tanya Ry.
"Aku mau ke Padang," jawab Za.
"Ngapain kamu ke Padang?" tanya Ry.
"Aku mau kuliah, maafin aku sekarang udah gak bisa jagain kamu. Walaupun kita berpisah jarak kamu akan tetap selalu jadi sahabat sejati aku Ry." Za yang berat pergi ke Padang karena harus berpisah dengan Ry, mereka sudah tiga tahun bersahabat dari pertama kali mereka Ospek di SMK sejak saat itu mereka sudah bersahabat.
"Kamu benar-benar kuliah di sana jangan bolos kayak waktu sekolah, kamu tenang aja Ry bisa jaga diri Ry sendiri. Terimakasih sudah jadi sahabat sejati Ry, Ry senang punya sahabat sebaik Zaza," kata Ry.
"Ry mobil bus aku udah mau berangkat, aku masuk dulu ya." Za mengulurkan tangannya ke arah Ry.
"Jangan lupa kalau udah nyampai Padang chat Ry." Ry menjabat tangan Za setelah itu Ry melepaskan tangan Za.
Za berjalan masuk ke dalam mobil bus, setelah Za berada di dalam mobil bus. Za duduk di bangku mobil tersebut sambil melihat ke arah kaca jendela. Mobil bus tersebut melaju ke arah jalan raya. Ry melambaikan tangan ke arah Za dengan wajah tersenyum.
...~ Bersambung ~...