Sherly adalah seorang gadis yang cantik dan cerdas harus menikah paksa dengan CEO kaya raya yang merupakan putra tunggal pemilik sebuah perusahaan raksasa. Karena sang ayah terlilit hutang dan ayahnya tak ingin kehilangan perusahaan yang telah ia bangun. Selain itu Sherly ternyata bukan anak kandung ayahnya.
Karena sebuah balas Budi ia harus menerima permintaan ayahnya untuk menikah dengan putra tunggal pemilik perusahaan tempat ayahnya berhutang karena dengan itu ayahnya akan melunasi hutang yang ada bahkan sang pemilik memberikan modal lebih.
pernikahan mereka pun terjadi.
Di malam pernikahan mereka sang suami membawa seorang gadis untuk diajak bercinta di ranjang pengantin yang seharusnya menjadi ranjang terhangat dan terindah bagi pengantin baru.
Sherly menjalani rumah tangga dengan siksaan hati dan fisiknya.
Di tengah kekalutan hati nya ada seorang pria yang telah lama jatuh hati padanya sejak pertama melihatnya.
Akankah Sherly akan berpaling dari suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23
Helen berjalan pelan seraya tersenyum jahat pada Andrew. Pikirannya mulai berkelana ke alam yang berbeda ia membayangkan hal diluar logika kenyataanya.
" Laki-laki mana yang bisa merebut hatimu dan menjadikan nya istrimu? Aku tidak menyangka kalau kau akan melangkah sejauh ini Tuan Andrew Bastian. " kata Helen yang membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut terkejut, termasuk Jessy yang sampai menutup mulutnya karena terkejut. Kim dan Jessy memiliki pikiran yang sama setelah mendengar apa yang dikatakan Helen. Pantas saja pernikahan Bos nya itu tertutup dan tidak terekspos media sama sekali.
" Jaga bicara mu. " kesal Andrew yang lagi-lagi ia terkena prasangka yang salah.
" What... ? apa kamu takut kalau kenyataan itu di ketahui orang banyak. Andrew ku sayang aku tahu kau tidak akan mampu mencintai wanita lain selain aku. " kata Helen yang sudah mulai menggerayangi Andrew.
Dengan cepat Andrew menghentikan apa yang dilakukan Helen dan mencekal keras tangan helen.
" Jangan sembarangan menuduhku. Asal kau tau kau bukan satu-satunya wanita di dunia ini. Dan ku perjelas. Aku tidak akan melakukan hal segila itu hanya karena kau. " kata Andrew dengan tatapan dingin nya.
Helen menahan rasa sakit di tangannya. kemudian ia kembali tersenyum mengejek Andrew.
" Ini bukan tuduhan Andrew tapi kenyataan. Aku tahu betul siapa dirimu dan seperti apa kau." jawab Helen.
" Jangan sok tahu. Kau tidak mengenalku dan kau tidak tahu siapa aku."
" Aku tahu Andrew... kau pria dingin yang kejam. yang membenci cinta dan wanita karena ibumu. Tapi aku yang bisa membuatmu kembali percaya dengan cinta hanya aku wanita yang bisa membuatmu kembali seperti pria normal Andrew. " kata Helen dengan yakin
Andrew tersenyum miring. " Besar sekali kepercayaan dirimu Helen. Setelah apa yang kau lakukan apa aku akan tetap diam. Adalah kau tau istriku seorang wanita yang luar biasa. Dia wanita yang benar-benar bisa membuat hatiku bergetar dan berdetak. Dia wanita yang mengajariku banyak hal dan menyadari kesalahanku. Bukan kau Helen." jawab Andrew yang membuat Helen terkejut.
Bagaikan tersambar petir di siang bolong Helen gemetar. Sorot matanya yang tadinya penuh dengan keyakinan kini berubah jadi ketidak percayaan karena apa yang ia dengar. Rasanya tidak mungkin Andrew akan mampu melakukan hal itu.
Jessy dan Kim kembali dibuat terkejut dengan apa yang dikatakan Andrew. Mereka begitu penasaran dengan wanita yang telah beruntung mendapatkan pria itu. Kim mengelus dadanya, berada di ruangan itu membuatnya banyak olahraga jantung yang membuat jantungnya merasa sedikit kelelahan.
Helen hampir saja terduduk di lantai karena lemas. Ia masih belum percaya dengan apa yang ia dengar. Andrew dengan kasar menepis tangan Helen dan meminta wanita itu pergi dari ruangannya. Helen menggelengkan kepala. Ia tidak kan pergi sebelum tahu siapa wanita yang bisa melakukan hal yang sama sepertinya. Bahkan melebihinya. ia tidak terima. Ia berjanji akan mencari tahu sendiri karena Andrew jelas menolak semua keinginannya. Menolak untuk memberitahunya.
Dengan kesal dan marah Helen pergi dari ruangan itu.
Sementara Andrew yang mulai mengendalikan dirinya duduk kembali di kursi kebesarannya. Tatapan nya yang tajam membuat siapa saya yang lewat akan tersayat olehnya. Kim dan Jessy hanya berani berdiri mematung di depan Andrew tidak berani. Mereka begitu takut. Jangankan berbicara. bernafas pun mereka lakukan dengan sangat hati-hati.
( awas IGD ntar Jessy dan Kim 😅😅.... isst mulai ngawur nih author. cus lanjut ke ceritanya)
Andrew memijit pelipis nya dengan salah satu tangannya entah kenapa ia merasa sedikit gelisah. Kebimbangan hatinya mulai mencuat dan menerjang jiwanya.
Sudah 3 hari ini ia tidak menghubungi Sherly entah apa yang sedang gadis itu kerjakan. Andrew teringat senyum gadis itu yang membuatnya ikut tersenyum manis.
" Entah kenapa aku begitu merindukan kamu Sherly Margaretha." Gumam Andrew pelan seraya memegang ponselnya. Yang dimana disana terpampang jelas gambar Sherly yang sedang tersenyum. entah kapan Andrew mengambil gambar itu dengan diam-diam saat Sherli sedang berbincang asik dengan asisten rumah tangga nya.
Andrew mulai mencari no telepon Steven. Dan menghubunginya. Sejujurnya ia malu untuk menghubungi Sherly langsung. maka dari itu Andrew memutuskan untuk menghubungi Steven saja.
Suara Steven terdengar jelas dari seberang sambungan sana. Suaranya tampak sedang berada di keramaian.
Andrew menanyakan Steven sedang ada di mana? Steven menjawab kalau ia sedang berada di pusat perbelanjaan bersama dengan Sherly. Beberapa saat kemudian terdengar suara gadis itu yang tampak sangat senang memanggil nama Steven. Ada rasa jengkel dan kesal yang samar-samar menghinggapi hati Andrew saat Sherly memanggil Steven dengan memanggilnya Kak stev.
" Wah so sweet sekali Bocah itu memanggil steven." umpat Andrew dalam hati. " Tapi saat memanggilku tanpa embel-embel apapun cihhh.... dasar!!" gumam Andrew lagi menggerutu dalam hatinya.
Steven tiba-tiba ingin mengakhiri panggilan karena Terdengar jelas suara Sherly yang merengek ingin diantarkan ke toko buku kesukaannya.
Andrew semakin naik pitam mendengar hal itu. Hanya dengan suara saja pikiran Andrew sudah berkelana ke tempat tersebut. Ia mulai menghayal kalau Sherly sedang bergelayut manja pada lengan Steven. tergambar jelas dengan hanya mendengar suara manja istri bocah nya tersebut
" Stev... jangan melewati batasmu." bentak Andrew tiba-tiba, yang membuat Steven terkejut.
Mendengar nada suara Andrew yang seperti itu Steven sadar akan sesuatu. Steven tersenyum senang. Jarang-jarang ia bisa mengerjai pria kejam itu. Steven tidak membuang kesempatan tersebut. Ia sengaja membesarkan suaranya saat sedang bicara dengan Sherly. Steven kembali berhasil membuat Andrew marah saat Steven berkata kalau Sherly telah menarik tangannya dengan mesra. tiba-tiba Tut...Tut ..Tut .. sambungan telefon itu terputus.
Steven begitu senang karena ia berhasil membuat Andrew gila disana. Steven yakin kalau Andrew sedang membayangkan hal yang tidak-tidak. padahal kenyataanya tidak. Steven masih menghormati Sherly sebagai istri teman sekaligus bosnya itu. Steven tidak akan mungkin jadi pengecut dengan mengambil keuntungan dari situasi itu. Steven masih menjunjung tinggi nilai sportivitas. Meskipun hatinya menginginkan hal itu.
🌷🌷🌷🌷🌷
Andrew yang berjalan cepat menuju roptop bangunan itu. Dimana disana telah terparkir apik sebuah jet pribadi miliknya. Ia ingin segera kembali pulang saat itu juga. Sebelumnya ia meminta Kim untuk menyiapkan pesawat jet pribadinya untuk keberangkatan ya saat itu juga. Bahkan ia mengancam Kim akan dipecat kalau dalam waktu 15 menit jet pribadi miliknya belum siap.
Andrew tersenyum jahat saat sudah berada di dalam pesawat itu. Ia akan membuat perhitungan dengan steven karena sudah melewati batasnya sebagai asisten pribadinya. Andrew semakin frustasi saat pikiran buruk nya mengintimidasi otaknya. Nafasnya berat dan jantungnya berdetak lebih kencang.
yg bener yg mana Thor???