NovelToon NovelToon
Sheilla Abraham

Sheilla Abraham

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:71k
Nilai: 5
Nama Author: lizkook lovers

Ini kisah seorang gadis cantik, Sheilla Abraham namanya. Seorang gadis nakal, pembuat onar yang akhirnya memutuskan untuk berubah.

Namun, ternyata keputusan Sheilla untuk berubah malah membuat nya menjadi bahan bullyan di sekolah baru nya.

Lalu, akankah Sheilla melawan? atau membiarkanmu dirinya menjadi bahan bullyan murid-murid di SMA Raharja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizkook lovers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Twenty Three

Sheilla pikir Ryan akan membawanya kemana, ia sudah menebak jika laki-laki itu akan membawa ia ke tempat yang romantis, pantai, wahana bermain, mall, sirkuit atau apa. Namun, ternyata Ryan membawa ia ke sebuah panti asuhan yang terletak cukup jauh dari perkotaan.

Sheilla turun dari motor Ryan, mengembalikan helm yang tadi ia kenakan pada sang kekasih. "Kita ngapain kesini?"

"Ketemu anak-anak."

"Huh?" Sheilla menatap Ryan bingung, namun laki-laki itu hanya tersenyum lalu menarik tangan Sheilla untuk masuk.

Ryan mengajak Sheilla menuju taman di panti itu, menemui anak-anak dan ibu panti yang tengah bermain bersama.

"Halo adek-adek, apa kabar? kangen kan Andra gak?" Sapa Ryan dengan nada ceria.

"Kak Andra!!" Anak-anak itu berhamburan memeluk Ryan. Ryan pun dengan senang hati menerima pelukan dari mereka.

"Kak Andra, kakak hari ini bawa apa?" Tanya seorang anak panti.

Ryan pura-pura berpikir untuk menggoda para anak panti itu, "Bawa apa ya? kayaknya kakak gak bawa apa-apa deh."

Muka-muka ceria itu langsung menjadi lesu, membuat Ryan terkekeh, sedangkan Sheilla hanya memperhatikan saja.

"Bohong, kak Andra bawa hadiah kok buat kalian. Ayo ikut kakak." Ryan memimpin jalan sedangkan anak-anak panti itu berbaris mengikuti Ryan seperti sekawanan semut dan ratunya.

Sheilla menatap bingung Ryan, sepertinya sebelum kesini mereka tidak membeli apapun. Lalu hadiah apa yang Ryan maksud?

Tak mau penasaran terlalu lama, Sheilla pun menyusul Ryan di dampingi ibu panti yang berjalan bersamanya.

"Mbaknya ini siapanya nak Andra ya?" Tanya wanita paru baya itu sopan.

Sheilla tersenyum manis padanya, "Saya pacar nya bu."

Sheilla bisa melihat jelas raut terkejut wanita paru baya itu, "Wah, mas Andra beruntung banget ya punya pacar kayak mbak. Mbaknya cantik, keliatan baik juga."

Sheilla tersenyum canggung, 'Jangan menilai buku dari covernya bu, anda bisa kecewa jika tahu yang sebenarnya.'

"Sebenarnya saya yang beruntung bu, karena memiliki dia. Ngomong-ngomong, kenapa kalian semua manggil Ryan itu Andra ya?"

"Oh, itu permintaan mas Andra sendiri mbak. Saya juga gak tau kenapa." Sheilla mengangguk paham. "Ngomong-ngomong, saya belum memperkenalkan diri. Saya Sheilla Abraham, panggil Lala aja bu."

Ibu panti itu mengangguk, mengiyakan permintaan Sheilla, "Baik, mbak Lala."

"Wah!! Kak Andra memang yang terbaik!" Suara teriakan anak panti mengalihkan atensi kedua perempuan itu.

Sheilla berjalan mendekat, melihat apa yang tengah sang kekasih lakukan. Ternyata Ryan tengah membagikan beberapa hadiah pada anak panti.

Ternyata di sana sudah terparkir dua mobil yang berisi beberapa hadiah untuk seluruh anak panti, dan ya, mobil itu milik Ander dan Dion. Mereka sendiri yang mengendarai mobil itu dengan Yudha yang numpang sama Ander.

"Kok kalian ada di sini?"

"Cowok lo tuh, kita tadinya lagi asik makan di cafe. Eh tiba-tiba di panggil buat bawaiin hadiah ke sini," Adu Yudha, dia tuh masih laper tau gak?!

Sheilla mengangguk paham, ia pun ikut membuat untuk membagikan hadiah itu.

Mereka berlima menghabiskan waktu di panti asuhan, menghibur anak-anak panti dengan mengajak mereka bermain dan bernyanyi bersama. Untung Yudha membawa gitar kesayangannya.

"Ayo adek-adek, mau nyanyi lagu apa lagi nih? ada yang mau request gak?" Tawar Yudha.

Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun mengangkatnya tangannya, "Ya, adeknya mau request lagu apa?"

"Kopi susu kak," Jawaban bocah itu membuat Yudha membulat kan mata.

"Heh! tau dari mana kamu lagu itu?!"

Ander dan anak panti yang lain di buat tertawa melihat raut wajah sok galak Yudha, sedang bocah tadi cuma nyengir tanpa dosa.

Sheilla dan Ryan duduk di bangku yang sedikit jauh dari mereka, memperhatikan bagaimana para anak panti itu tertawa dan tersenyum senang. Mereka menikmati hari ini seakan tidak akan ada hari esok untuk mereka nikmat.

Sheilla menyandarkan kepalanya pada bahu lebar sang kekasih. "Kamu tahu sayang? kamu itu jauh lebih beruntung daripada mereka." Sheilla mengangguki ucapan Ryan.

"Kamu masih memiliki orang tua yang menyayangimu, walaupun sekarang mereka terlihat cuek karena sibuk bekerja. Namun, kamu pernah merasakan kasih sayang mereka. Sedangkan anak-anak panti ini?" Ryan menjeda ucapan nya.

"Mereka tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua mereka, bahkan bertemu saja tidak pernah. Namun mereka tetap terlihat bahagia, karena bagi mereka, tak apa tidak memiliki orang tua selama masih ada yang menyayangi mereka. Disini ada ibu panti yang tulus merawat mereka, itu sudah lebih dari cukup," Lanjut Ryan membuat Sheilla termenung.

Yang Ryan katakan memang benar, seharusnya Sheilla lebih bersyukur. Ia pernah merasakan kasih sayang orang tua, ia juga masih bisa bertemu mommy dan daddy nya. Ia mengenal kedua orang tuanya, ia memiliki banyak orang yang menyayangi nya. Bukankah semua itu patut untuk di syukuri?

Ryan mengangkat kepala Sheilla untuk ia tatap dengan dalam, "Aku tahu apa yang kamu pikirkan, kamu bukan orang yang buruk sayangku. Kamu hanya kurang qana'ah saja."

Sheilla menatap Ryan dengan mata berkaca-kaca, di peluknya sang kekasih dengan sangat erat. "Sering-sering lah melihat yang di bawah, maka kamu akan lebih sering bersyukur atas apa yang kamu miliki sekarang."

Hari sudah mulai petang, namun Sheilla rasanya ingin tetap berada di sana bersama anak-anak panti.

Ryan sudah mengajak Sheilla untuk pulang, namun kekasihnya selalu mengulur waktu bahkan hingga kini sudah jam 5 sore.

"Sayang, kita harus pulang sekarang. Kakak mu pasti sudah mencari mu."

Sheilla cemberut, ia masih belum mau pulang. Bisakah mereka menginap di sana untuk beberapa hari?

Namun sayangnya, hal itu tidak bisa mereka lakukan.

"Mbak Sheilla, sebaiknya anda pulang sekarang. Ini sudah hampir malam mbak," Ibu panti ikut membujuk Sheilla.

Maka dengan bujukan mereka, akhirnya Sheilla pun mau pulang, ya walaupun dengan berat hati sih.

Mereka berpamitan dengan anak-anak panti terlebih dahulu sebelum pulang ke kota. Dalam perjalanan Sheilla hanya diam saja, memeluk Ryan dengan erat. Gadis itu tenggelam dalam pikiran nya sendiri sampai tidak menyadari jika motor besar Ryan sudah berhenti di sebuah restauran.

"Kita makan malam di sini dulu ya, rumah masih jauh soalnya."

Sheilla yang baru saja tersadar dari lamunan nya hanya bisa membeo, melihat sekeliling seperti orang linglung yang tersesat.

"Kita ada di mana?" Tanyanya.

Ryan menoleh hanya untuk menatap wajah bingung Sheilla, "Turun dulu yuk."

Walau masih bingung, Sheilla tetap melakukan apa yang Ryan katakan. Ia turun dari motor, menunggu Ryan untuk ikut turun juga.

Ryan terkekeh melihat Sheilla yang berdiri di hadapan nya dengan Helm yang masih terpasang indah di kepalanya. "Sayang, kamu kenapa sih?"

"Kenapa apanya?" Tanya Sheilla bingung.

"Ini..." Tangan Ryan bergerak melepaskan helm Sheilla, kemudian meletakkan benda itu di stang motor.

"Tadi juga, kamu habis ngelamun ya? kok kayak orang linglung gitu? Coba cerita sama aku, kamu lagi ngelamunin apa."

"Enggak, gak ada kok, aku cuma kepikiran sama anak-anak panti. Aku masih pengen main sama mereka."

Sheilla jujur kok gak bohong, dia masih pengen main sama anak-anak panti, cuman ada lain lagi yang juga mengusik pikiran nya.

Entah Ryan menyadarinya atau tidak, namun seperti nya sejak tadi ada sebuah motor yang terus saja mengikuti mereka. Bahkan, motor itu kini terparkir tepat di samping motor Ryan.

Sheilla tidak tahu siapa pemiliknya karena orang itu sudah masuk lebih dahulu tepat ketika Ryan melepaskan helm Sheilla, membuat sosok itu terhalang wajah tampan Sheilla.

'Aku harus bilang bang RM, kalau itu musuh, berarti dia sedang nginca**r aku sama Ryan.'

Selama makan malam, Sheilla tidak bisa tenang. Ia selalu merasa jika ada orang yang memperhatikan dirinya dan Ryan. Entah di mana orang itu, tapi Sheilla dapat merasakan nya.

"Sayang, kenapa sih? kok ngelamun terus." Ini sudah yang kesekian kalinya Ryan menegur Sheilla yang bengong. Ia tidak tahu apa yang kekasihnya itu pikirkan hingga tidak fokus seperti itu.

Bukannya menyuapi mulutnya, Sheilla malah menyuapkan steak pada pipi nya hingga belepotan. Untung saja Ryan sigap mengambil tisu untuk mengusap pipi Sheilla.

Sheilla lagi-lagi hanya nyengir, "Aku lagi mikirin_"

"Anak-anak panti lagi?" Sela Ryan.

Laki-laki itu menghela nafas, "Minggu depan kita ke sana lagi, jangan terlalu di pikirin oke? atau besok kita juga bisa ke sana."

Sheilla mengangguk senang, "Janji ya?" Ia menyodorkan jari kelingking nya pada Ryan yang langsung di sambut oleh sang kekasih.

Sosok yang duduk tak jauh dari mereka terlihat memantau mereka dengan tajam, tangannya terkepal kuat.

Malam itu juga Sheilla langsung mendatangi markas ARMI, ia harus mengatakan tentang hal ini kepada mereka, jangan sampai baru terjadi sesuatu dulu baru ia mengatakan nya.

Anak-anak ARMI sedikit terkejut dengan kedatangan mereka, mereka pikir Sheilla pasti ada masalah karena datang malem-malem kayaknya gini.

"Kenapa Shei? kok dateng malem-malem."

Bukannya apa ya, selain khawatir, Mahen juga berpikir, besok kan Sheilla mau pergi dengan keluarga nya, kenapa dia malam ini malah kesini.

"Ada yang mau aku bicarain bang, yang lain kemana?" Sheilla mengedarkan pandangan karena di sana hanya ada Mahen, RM, dan Arjun saja.

"Dua bocil lagi ngerjain PR, habis gue marahin soalnya," Sahut RM.

Sheilla hanya mengangguk paham, ia mendudukkan diri di tengah-tengah Mahen dan Arjun.

Tak berbasa-basi karena ia harus segera pulang untuk berkemas, Sheilla langsung saja menceritakan tujuan nya datang kemari, juga tentang kejadian tadi.

"Aku gak tau dia siapa, tapi takutnya dia adalah musuh ku, dan dia mungkin sekarang ngincer Ryan. Jadi aku minta tolong sama kalian, tolong jagain Ryan ya. Aku gak mau terjadi sesuatu yang buruk sama dia."

"Siap, tenang aja. Gue bakal suruh Vicky sama anak buah gue buat jagain cowok lo."

Sheilla memeluk Arjun senang, "Thanks bang Njun."

"Tidak perlu berterima kasih adekku, kalau kamu senang, abang juga senang."

...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

Mahen

Aren

1
arniya
luar biasa kak
arniya
Alex..... mencurigakan??!
arniya
berasa nonton film
Mung Cha
Luar biasa
✧・゚: ✧・゚: Nelly Widiany :・゚✧:・
🥰🥰
Authoraja
Gak kebalik tuh thor🤣🤣
Nopiayya
25 jam berarti satu hari lebih 1 jam
Authoraja
25 jam? 24 jam kali thor
Mrinpur
iyh smoga itu adlah sheilla namun tdak dngan ingatan yg dulu hanya rasa cinta ny ajj,,,
ririn
😭😭😭😭😭kenapa sheilla harus mati padahal belum bahagia
Mrinpur
wahhhh,,,ternyata sad ending yach,,,kasian ryan ku kira bakal bahagia sama sheilla pada hal hidup sheilla slalu sedih,,,,
Mrinpur
wahhhhh,,,,deg deg an nich asli tp stelah ny bersambung jd penasaran,,,,
ririn
happy ending thor
Mrinpur
ohhhhh,,,gthu toh,,,tp ap memang sheilla yg bully kaka ny love,,,bsa ajj kn lw kaka ny love yg duluan jahatin sheilla maka ny sheilla coba bles,,,
Mrinpur
masih misteri ,
Mrinpur
kayak ny laki laki yg td sama cwe ny itu dech dalang dri semua penderitaan sheilla,,,
Mrinpur
sebener ny siapa yg dendam sma sheilla yach trus apa penyebab ny,trus si jack ini siapa yach,,,,semua ny masih misteri,,,,
Mrinpur
si jack dh kayak penguntit dmna ad sheilla lg sndiri pasti d situ si jack muncul bikin curiga ajj,,,,
Mrinpur
semoga lancar selalu kak,,,

ikutan sedih,,,soal ny penjahat asli ny lom tahu ad dendam ap sma sma sheilla trus kn kayak sembunyi d balik layar gthu,,,,
Nopiayya: Amin kak,,, semoga kakak juga selalu sehat dan di berikan kelancaran dalam segala urusan.
total 3 replies
Mrinpur
siapa sich yg di mksud sama ketua cobra,penasaran bnget,,,🤔🤔🤔
ryan keren,dh kayak pangeran berkuda besi ajj,,,🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!