NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Desa

Pesona Gadis Desa

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:267.2k
Nilai: 5
Nama Author: maya rere

Anastasya yang biasa di panggil Ana, meneruskan pendidikan perguruan tingginya di Ibu Kota Jakarta.
Ana bukan hanya gadis desa biasa. Dia gadis yang pintar dan cerdas. Orang tuanya bekerja keras untuk bisa membiayai pendidikan Ana hingga lulus nanti.

Apakah nasib Ana akan selalu beruntung saat berada di Ibu Kota, apakah sebaliknya?


Yuk baca kisah lengkapnya hanya di Pesona Gadis Desa😊

Follow ig: mayarentika

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya rere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 PGD

Cup.

1 kecupan mendarat di bibir merah milik Ana. Ana melebarkan matanya saat bibirnya bersentuhan dengan bibir milik Leon.

''Kak Leon!'' bentak Ana.

''Kenapa? Kamu nggak terima? Pasti kamu sudah pernah melakukan ini kan dengan kekasihmu. Apa malah pernah melakukan lebih,'' ucap Leon menatap Ana dengan tatapan yang merendahkan.

Plak.

1 tamparan mendarat mulus di pipi Leon. Tangan Ana sampai gemetar setelah mendaratkan tamparan di pipi Leon.

''Jaga ucapan Kakak!'' ucap Ana lagi. Bukannya ia tak terima di cium. Namun ia tak terima jika di tuduh berbuat yang tidak-tidak. Padahal ia tak pernah melakukannya.

''Aku memang wanita biasa Kak. Namun aku masih punya harga diri!'' ucap Ana langsung berlalu ke kamarnya. Leon hanya berdiri mematung di tempatnya. Ia tak tau harus berbuat apa.

''Apa aku salah bicara? Ah rasanya pipiku sangat sakit,'' ucap Leon memegang pipinya yang terasa ngilu setelah di tampar oleh Ana.

Hiks hiks hiks.

Ana menangis di dekat pintu. Hatinya terasa sakit mengingat perkataan Leon tadi.

''Aku kira kamu baik Kak. Tapi nyatanya kamu sama seperti lelaki kebanyakkan,'' ucap Ana berjongkok di pojokan.

''Kenapa? Kamu nggak terima? Pasti kamu sudah pernah melakukan ini kan dengan kekasihmu. Apa malah pernah melakukan lebih,''

''Kenapa? Kamu nggak terima? Pasti kamu sudah pernah melakukan ini kan dengan kekasihmu. Apa malah pernah melakukan lebih,''

Kata-kata itu yang masih terngiang-ngiang di kepalanya sampai saat ini.

''Aku bahkan belum pernah merasakan apa itu pacaran, bahkan berciuman seperti yang di lakukan Kak Leon tadi kepadaku. Tapi kenapa Kak Leon berkata seperti itu?'' ucap Ana yang terus menangis hingga sesenggukan.

Jam pun menunjukkan pukul 11 malam. Ana terlihat masih diam di pojokan, sementara Leon berjalan kesana kemari kebingungan untuk meminta maaf kepada Ana.

''Aduhhh, gimana ya caranya meminta maaf pada Ana. Pasti dia marah banget sama aku,'' ucap Leon.

''Ah masa bodo lah. Emangnya dia siapa? Kalau marah biarin aja lah. Kan dia juga bukan siapa-siapa,'' ucap Leon lagi.

Ia memilih menidurkan badannya di atas ranjang empuk miliknya. Sementara Ana entah jam berapa ia tidur karna sejak tadi ia tak henti-hentinya menangis.

Pagi pun menjelang, Ana sudah berkutat di dalam dapur. Walaupun matanya masih terlihat bengkak, namun wajahnya biasa saja. Ia sudah melupakan perkataan Leon tadi malam.

Sarapan sudah terhidang di atas meja. Ana juga sudah berdandan rapi untuk pergi ke kampus karna hari ini mereka ada jam pelajaran pagi.

Lufi dan Leon tampak menuruni anak tangga. Walaupun saat ini jantung Ana tidak baik-baik saja, namun Ana berusaha santai dan seperti tak pernah terjadi apa-apa.

''Pagi An,'' sapa Lufi.

''Pagi Fi,'' balas Ana. Lufi dan Leon duduk di kursi mereka masing-masing. Ana segera mengambil makanan untuk Leon. Dan Leon segera memakannya.

''An, mata kamu kenapa?'' tanya Lufi yang sejak tadi memperhatikan Ana, sementara Leon langsung menghentikan suapannya dan ia segera menoleh ke arah Ana.

''Aku nggak pa-pa Fi. Aku hanya rindu sama ibu dan bapak,'' ucap Ana menyangkal.

''Kamu udah lama ya nggak pulang ke desa. Gimana kalau weekend aku antar kamu pulang. Ya lumayan kan di sana 2 hari. Pasti temen-temen setuju,'' ucap Lufi.

''Benarkah? Mau Fi mau banget. Tapi apa aku nggak ngrepotin kalian?'' ucap Ana.

''Enggak. Geng dambaan mertua pasti seneng juga,'' ucap Lufi.

''Siapa yang ngijinin kamu pergi Fi?'' tanya Leon datar.

''Kakak harus ngijinin aku dong. Kasihan tuh Ana Kak,'' ucap Lufi.

''Sama siapa aja?'' tanya Leon.

''Kita berdua sama temen-temen kita yang cowok kok. Jadi Kakak nggak usah khawatir,'' ucap Lufi.

''Ngak boleh!'' keputusan Leon pun sudah final. Jika Leon sudah berkata seperti ini Lufi bisa apa.

''Kakak nggak asik,'' ucap Lufi menekuk wajahnya.

''Nggak pa-pa Fi. Aku bisa kok pulang sendiri,'' ucap Ana.

''Jangan An. Mending kamu di antar sama Kevin. Aku nggak mau kamu kenapa-napa,'' ucap Lufi melirik ke arah Leon. Lufi ingin tau reaksi Leon.

''Ana juga tak boleh pulang! Jika nanti ingin pulang ke desa lebih baiknya di antar oleh supir saja,'' ucap Leon.

''Kak Leon apa-apaan sih. Semuanya nggak boleh, emangnya Kakak siapanya Ana,'' ucap Lufi memancing Leon.

''Ya aku jelas bukan siapa-siapanya lah,'' ucap Leon menatap Ana sekilas.

''Hatiku sakit saat Kak Leon berkata seperti itu,'' batin Ana kecewa.

''Udahlah Fi, aku bisa pulang sendiri kok,'' ucap Ana.

''Tapi kan An---''

''Udah lanjutkan makanmu,'' ucap Ana. Ana juga melanjutkan makanan yang ada di piringnya. Walaupun rasanya ingin menelan sangat susah namun ia berusaha menghabiskannya.

Setelah sarapan mereka berangkat menuju kampus, sementara Leon berangkat menuju perusahaan.

Saat di perjalanan Ana memecah keheningan.

''Fi, nanti pulang kuliah tolong antar cari kos-kosan ya,'' ucap Ana.

''Buat siapa?'' tanya Lufi penasaran.

''Buat aku Fi,'' ucap Ana.

''Memangnya kamu udah nggak mau tinggal di rumahku?'' tanya Lufi lagi.

''Bukan tidak mau Fi. Aku hanya tak nyaman saja,'' ucap Ana.

''Aku mau tanya sama kamu An. Apa kamu suka sama Kak Leon? Jawab jujur An,'' ucap Lufi. Sebenarnya Lufi sudah ingin bertanya ini kepada Ana sejak kemarin-kemarin. Namun Lufi ingin bertanya saat waktu yang pas.

''Maafin aku Fi. Aku tak tau kenapa rasa itu tumbuh di hatiku. Namun kamu tenang aja, aku akan menghapusnya Fi. Aku nggak mau persahabatan kita hancur,'' ucap Ana lirih.

Ckitttt.

Lufi menepikan mobilnya lalu mengeremnya mendadak.

''Jadi bener kamu suka sama Kak Leon?'' tany Lufi. Ana hanya mengangguk pelan.

''Terus Kak Leon?'' tanya Lufi.

''Sepertinya tidak,'' ucap Ana.

''Kamu harus memperjuangkan cintamu An. Aku akan mendukungmu seratus persen,'' ucap Lufi.

''Tidak Fi, aku sudah menyerah,'' ucap Ana yang tiba-tiba menangis sesenggukan.

''Kamu kenapa An?'' tanya Lufi panik.

''Aku menyerah Fi. Kak Leon menganggapku bukan siapa-siapanya. Dan memang aku tidak lah pantas untuk seorang seperti Kak Leon,'' ucap Ana.

''Aku ingin kamu lanjut An, aku akan mendukungmu,'' ucap Lufi.

''Setelah malam itu aku memutuskan untuk menghindar dari Kakakmu Fi. Bantu aku untuk melupakan dia,'' ucap Ana memohon.

''Malam itu? Malam yang mana dan apa?'' tanya Lufi penasaran.

Ana pun awalnya ragu untuk mengatakan kepada Lufi. Namun Ana memberanikan diri menceritakan kejadian tadi malam kepada Lufi. Lufi pun awalnya syok, namun akhirnya ia mempunyai ide untuk membantu Ana.

''Oke, setelah ngampus kita cari kos-kosan,'' ucap Lufi menyetujui keinginan Ana yang sudah sejak dulu.

*

Jangan lupa dukungannya ya😊

1
Kartini Karim
kenapa jadi bego semua, sama2 keras jg, jd bosen
Kartini Karim
kenapasih ana ga pinda sj
ameliaa
ahhh nindy kayak anak bos aja
Suharti Kusumawati
sedih,, gembira.. bahagia,, cerita rasa gado2,, enak untuk disimak,, sukses selalu ya thoor..
Maya●●●: thanks kak
total 1 replies
Rr Ecih Hao Khan
duh y yang lagi bucin...aku juga mau dong berliannya...🤣🤣🤣😍😍😍 tetap semangat thor and terus berkarya...
Maya●●●: jangan lupa mampir di karyaku yang lain kak😊
total 2 replies
Rr Ecih Hao Khan
🤣🤣🤣🤣🤣 ketahuan lagi sama lufi
Rr Ecih Hao Khan
🌹🌹🌹🌹 hadiah dariku....😍😍😍
Maya●●●: thnks kak🥰
total 1 replies
Rr Ecih Hao Khan
jantung ana mo copot...🤣
Rr Ecih Hao Khan
nah loh leon pasti cemburu deh....😁😁😁
Rr Ecih Hao Khan
rasain deh tuh sandra akhirnya kesleo beneran deh...🤣🤣🤣
Alingga Nurcahyo
kurang seru sih KL jadinya dapet pasangan masing masing
Rasya Fay
ish kalian tidak sabar blm halal juga... pembaca kecewa tpi seru 🤭
Maya●●●: hehehee✌
total 1 replies
Rasya Fay
Leon dikerjain di akhir tahun... ak bacanya ketinggal jauh
Rasya Fay
aku ingin memakanmu Ana 🤭
YAN'ER
Iyan mampir kak
Maya●●●: siapp kak😊😊👍
total 3 replies
Be___Mei
cussa ke novel selanjutnya 💃💃💃
Maya●●●: oke kak mei
total 1 replies
Noviyanti
Ceritanya menarik dan rekomended banget
Maya●●●: thnks kak nov😊😚
total 1 replies
Noviyanti
akhirnya tamat juga.. satu kuntum untukmu maya.. nti ku ke kryamu yang lain ya..
Maya●●●: thnks lgi kk nov
total 1 replies
Noviyanti
wah selamat ya ana.. ku pikir leon sama ana loh.. tapi mereka dapat pasangan terbaik
Maya●●●: 👍👍👍👍😁
total 1 replies
Noviyanti
biasa kebanyak cowo itu suka gk peka
Maya●●●: betul sekali kk nov
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!