NovelToon NovelToon
Ranjang Pria Tua

Ranjang Pria Tua

Status: tamat
Genre:Patahhati / Tamat
Popularitas:422.8k
Nilai: 5
Nama Author: sayonk

Kenzia seorang anak yang selalu memimpikan Daddy Ardhan. Ia sudah jatuh cinta pada sahabat sang ayah. Namun ia harus menerima kenyataan pahit, bahwa Daddy yang selalu dekat dengannya tiba-tiba menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#23 : Permohonan Berlin

Berlin menghela nafas panjang, menghilangkan sesak yang menyelimuti dadanya. Rasa panas mengiringi pernafasannya. Di bibir tampannya, membuat petir yang menyambarnya dengan keras.

Dia melanjutkan kembali mengelap tubuh suaminya, setelah selesai. Dia melanjutkan mengganti pakaian suaminya.

"Apa cinta mu telah hilang untuk ku?"

Berlin melihat ke langit-langit, entah berapa kali ia terus menghembuskan nafas kasarnya. Dia menepuk dadanya, tepat di mana ia merasakan sakitnya.

"Aku tidak mau kehilangan mu, aku tidak mau. Aku akan melakukan apa pun demi kamu, ya..."

Berlin keluar, dia memanggil Jack dan tentunya pria itu menurut berhadapan dengan Berlin.

"Jack,"

Pria itu menunduk, sepertinya ia mengerti satu hal. Sang nyonya ingin mengorek informasi sang tuan.

"Bagaimana hubungan Kenzia dan Ardhan?" Berlin menatap lurus ke depan? bibirnya bergetar, ia takut, sangat takut, kenyataan bahwa Ardhan tidak mencintainya lagi.

"Tentu baik nyonya," jawab Jack dengan tenang.

Berlin menoleh, menatap Jack yang masih menunduk. Ia tidak percaya, hubungan keduanya sebatas seorang anak dan Daddy. "Baik dalam keadaan apa? hubungan anak dan ayah atau hubungan kekasih?"

Deg

Jack meneguk ludahnya susah payah, oh dunia tidak berpihak padanya. Bagaimana ia harus menjelaskan?

"Jack, aku tau, kau setia pada suami ku. Tentunya, kau tidak mengatakannya. Tapi, setelah semua kejadian ini. Aku mengerti satu hal, suami ku telah berpaling."

"Jack, katakan, apa sebagai seorang istri selama ini, aku keterlaluan."

Berlin tertawa kecil, sebuah senyuman yang artinya menangisi hidupnya. "Aku bukan wanita yang baik. Aku melakukan semua yang aku inginkan tampa melihat Ardhan, tanpa memikirkan Ardhan."

"Jack, aku mencintainya. Saat ini, aku takut kehilangannya."

"...."

Emmm

Jack menoleh, dia melihat Ardhan yang memegang sebelah kepalanya. Ia pun menghampirinya.

"Tuan!" seru Jack.

Berlin yang duduk pun bangkit, dia menghampiri Ardhan dan memegang lengan Ardhan. "Duduk dulu, kau baru sadar," ucapnya dengan lembut.

Ardhan ingin menolak, namun, ruangan itu seakan memiliki beberapa bayangan. Ia pun menurut. Ardhan duduk, sedangkan Berlin berlalu ke dapur untuk membawakan segelas air dan Jack berdiri di samping Ardhan.

"Jack," Ardhan mengusap keningnya. Kepalanya cenat-cenut seakan otaknya ingin keluar. "Kenapa kau membawa ku kesini?"

"Maaf tuan! tapi, tadi saya melihat nyonya Berlin menunggu kedatangan tuan di depan pintu. Jadi, mau tidak mau saya harus membawa tuan ke Apartement tuan." Jelas Jack.

"Ini di minum," ucap Berlin menyela. Sebenarnya, ia mendengarkan sedikit ucapan Jack. Sedikit saja, ia sudah paham. Bahwa Ardhan tidak setuju Jack membawa ke Apartementnya.

Berlin mendekat, dia memijat leher Ardhan dan pria itu terkejut, seumur hidupnya Berlin tidak pernah melakukan ini padanya.

Ia menepis pelan tangan Berlin.

"Ardhan, kau pusing. Dengan di pijat sedikit pusing mu akan hilang."

"Apa mau mu?" tanya Ardhan.

"Apa maksud mu, Ardhan? aku hanya memijat suami ku, apa aku salah?"

Ardhan, dia tidak suka berbasi-basi. "Katakan saja, berapa nominal yang kau inginkan."

Nyes

Berlin meremas gaun yang menutupi lututnya. Ucapan Ardhan bagaikan butiran anak panah es yang menancap dan membekukan hatinya, lalu menghancurkannya.

"Apa maksud mu? aku hanya tidak ingin kau sakit."

"Ar... Aku tahu aku salah, aku minta maaf." Berlin menggenggam sebelah tangan Ardhan. Air matanya mengalir, menatap dalam kedua mata bernetra cokelat itu.

"Selama ini aku salah, aku tahu. Berikan aku kesempatan, aku ingin memperbaiki hubungan ku dengan mu. Aku mohon, maafkan aku, Ar."

"Berikan aku kesempatan, aku ingin memperbaiki pernikahan ini."

1
ayu cantik
bagus
Visencia Alingga
👍👍👍👍❤❤❤
Yani Cuhayanih
Fiona itu siapa yaah..aku kenal nya kenzia
Jamilatul Fauziah
thor padahal bagus ceritanya, tapi kok buru" di tamatin😤
Hully Gabriel
penulisnya salah nyebut nama paling
Desi deshiny
kenzia atau fiona thor
mama fia
bagus thor
Adawiyah Bulia
Luar biasa
Taty Hartaty
itu bodyguard dimana sih
Melani Sunardi
ceritanya cukup menarik dan sebenarnya cukup singkat thor...... ending nya terlalu cepat.
tapi makasih ya thor.....
Melani Sunardi
walaupun sedih, tapi salut dengan mom Aira dan daddy..... the best 👍👍👍👍
Melani Sunardi
kenapa Zia tidak setuju Ardhan menceraikan istrinya..... bodohnya Zia
Melani Sunardi
kalo kamu tidak bisa bertindak tegas dalam hubungan, orang lain pasti tetap menyalahkan Zina sebagai pelakor lah Ardhan.... Buat kejelasan status dong
Melani Sunardi
salah pilih pasangan hidup Ardhan
Melani Sunardi
Ternyata banyak ya case yg seperti ini, dari mengagumi akhirnya jatuh hati.
Sandisalbiah
kok gantung banget end nya....btw thanks thor.. ceritanya keren.. sukses buat emosi turun naik ngikuti alur...
Sandisalbiah
percuma Ardhan.. mungkin berlian sudah mengirim video sir kalian pd zia...
Sandisalbiah
hah.. lucu sekali...
Sandisalbiah
nah loh... bertunangan dgn org lain.. apa lagi ini..?
Sandisalbiah
wes.. angel.. ambyar....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!