NovelToon NovelToon
Mencintai Gadis Indigo

Mencintai Gadis Indigo

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Berondong / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: La-Rayya

Kehidupan ala Barat ++


Bagaimana jadinya jika kau jatuh cinta pada seorang gadis yang bisa melihat masa depan?

Bertemu dengannya pertama kali langsung merubah hidup Ryuga. Ia begitu tertarik dengan penampilan Yumi, gadis yang sering membawa payung berwarna hitam kemanapun ia pergi meski hari terlihat begitu cerah.

Amanda Yumi, seorang gadis yang bisa melihat masa depan. Namun, ia sendiri tak bisa melihat masa depan akan berapa kali ia jatuh cinta. Termasuk dengan hadirnya cinta yang diberikan Ryuga Oliver kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Menemui Keluarga Yumi

Beberapa hari berlalu....

Orang tua Yumi menelpon nya dan memintanya untuk pulang ke rumah untuk merayakan suatu festival. Awalnya Yumi ingin menolak, tapi saat mereka memberikan ponsel itu kepada adik Yumi, Yumi pun menyerah dan setuju untuk pulang.

Festival itu akan berlangsung minggu depan di mana itu adalah 3 hari dari sekarang. Yumi pun membatalkan semua janji pertemuannya dan menginformasikan kepada semua pasiennya bahwa dia akan libur untuk beberapa hari.

"Yumi, apa benar bahwa kau akan pergi untuk beberapa hari?" Tanya Ryu yang tiba-tiba muncul di klinik Yumi.

"Iya, aku akan mengunjungi keluargaku minggu ini. Aku ingin memberitahumu lebih dulu, tapi aku terlalu sibuk sepanjang pagi ini dan aku tidak mau mengganggu mu ketika kau berada di kelas mu."

"Sebenarnya aku datang kemari untuk memberitahukan mu sesuatu juga. Aku juga akan pergi di akhir pekan ini untuk membuat suatu projects tugas dari kampus. Jadi aku mungkin tidak bisa untuk datang kemari."

"Benarkah? Projects jenis apa itu?"

"Sebuah projects presentasi tentang video klip sebuah pemandangan. Sebenarnya aku masih tidak tahu apa yang akan aku jadikan sebagai videoku di projects ini."

"Bagaimana dengan video pemandangan kota saat malam hari?"

"Itu memang pilihan pertama ku, tapi aku dengar bahwa banyak temanku yang lain akan melakukan hal itu. Jadi aku ingin membuat sesuatu yang berbeda dan tidak ada di kota ini."

Tiba-tiba Yumi mengingat pemandangan indah dari bunga yang bermekaran disamping sungai yang selalu dia lihat saat dia masih kecil.

"Lalu bagaimana dengan pemandangan bunga yang bermekaran?"

"Tentu, aku suka ide itu. Tapi aku tidak tahu tempat yang bagus untuk mendapatkan pemandangan yang seperti itu."

Wajah Ryu terlihat begitu stres memikirkan projects nya dan Yumi tahu bagaimana Ryu begitu menginginkan untuk melakukan yang terbaik untuk tugasnya itu. Jadi Yumi memutuskan untuk membantunya.

"Aku tahu tempat terbaik untuk melihat itu."

"Benarkah? Di mana itu?"

Yumi dapat melihat dengan jelas raut wajah Ryu yang terlihat berbinar saat dia memberikannya sebuah harapan.

"Di kampung halamanku. Jika kau tidak keberatan, kau bisa ikut denganku saat aku pergi ke sana akhir pekan ini."

"Yah, tentu saja. Aku akan sangat senang untuk ikut denganmu tapi.... Apa semuanya akan baik-baik saja untuk bertemu dengan keluargamu?"

Sesuatu mulai mengganggu pikiran Ryu disaat Yumi memberikan kabar baik untuk menyelesaikan tugasnya itu.

"Tidak akan ada masalah dengan hal itu. Kami punya kamar tamu, jadi kau bisa tinggal di sana."

"Tidak, bukan itu, yang aku maksud adalah tentang kita. Tentang hubungan kita."

"Oh tentang hal itu..."

Mereka berdua terdiam sesaat, kemudian Yumi menyadari apa yang mengganggu pikiran Ryu. Yumi lupa bahwa hubungan mereka adalah sesuatu hal yang dilihat orang lain akan begitu aneh karena Yumi yang jauh lebih dewasa dari Ryu. Bahkan saat berjalan bersama, keduanya terlihat seperti adik dan kakak.

"Semuanya akan baik-baik saja. Keluargaku akan menerima dengan apapun yang aku lakukan. Jadi kau tidak perlu khawatir tentang apapun yang akan terjadi. Aku akan menjadi orang yang akan selalu menjagamu demi apapun."

"Aku lah yang seharusnya menjagamu." Balas Ryu.

Yumi tersenyum lalu mengusap kepala Ryu mencoba untuk membuat Ryu merasa nyaman dan memberikan rasa tenang kepadanya.

'Kenapa kau selalu memperlakukan aku seperti adik kecilmu. Aku ini adalah kekasihmu.' pikir Ryu karena Yumi yang selalu mengusap kepalanya.

***************

Hari-hari berlalu begitu cepat dan hari ini adalah hari dimana Ryu dan Yumi pergi ke kampung halaman Yumi.

Yumi menjemput Ryu di rumahnya sebelum siang dan bergegas menuju kampung halaman Yumi yang memakan waktu hampir 4 jam perjalanan.

Perjalanan sangat menyenangkan dengan obrolan lucu dan makanan yang disiapkan Ryu untuk mereka makan selama perjalanan. Yumi begitu malu menerima tawaran Ryu untuk menyuapinya saat dia sibuk mengemudi. Karena Yumi berpikir bahwa itu terlalu kurang baik dan hanya anak muda yang akan melakukan itu. Tapi ketika Yumi merasakan makanan yang dibuat Ryu, Yumi tidak bisa menolak lagi dan langsung menerima tawaran Ryu. Jadi Ryu mulai menyuapi Yumi terus menerus sampai mereka selesai makan semua makanan yang dibawa Ryu.

Keduanya bergantian menyetir dan saat tiba di rumah keluarga Yumi, itu sudah jam 05.00 sore. Orang tua Yumi tampak sibuk menyiapkan makanan untuk merayakan festival. Jadi satu-satunya orang yang ada disana menyambut kedatangan Yumi adalah adik laki-laki Yumi.

"Kenapa kau datang begitu lambat? Aku pikir kau akan begitu senang untuk melihatku setelah satu tahun ini?"

Adik Yumi mendekat dan langsung memeluk Yumi.

"Dan siapa dia?" Tanya adik Yumi dengan segera saat dia melihat Ryu keluar dari dalam mobil.

"Oh, biarkan aku memperkenalkan kalian lebih dulu." Ucap Yumi saat Ryu mendekat ke arahnya dan menunjuk ke arah adiknya. "Ini adikku Kevin. Dia baru saja lulus dari sebuah universitas."

"Hai, senang berjumpa denganmu." Ucap Ryu tersenyum dan mengangguk kan kepalanya untuk menyapa Kevin dengan formal dan memperkenalkan dirinya sendiri. "Aku Ryuga Oliver, mahasiswa semester 2 di sebuah universitas. Aku sahabat kakakmu." Ucap Ryu terlihat sedikit canggung menyebut kata 'sahabat'.

"Dia adalah pacarku." Ucap Yumi tiba-tiba.

"......" Yumi melihat ke arah mereka berdua.

"......." Mata Kevin membelalak sempurna.

"......." Mulut Ryu menganga dengan lebar.

Mereka semua terdiam membeku sampai akhirnya Ryu dan Kevin berteriak bersamaan.

"APAA???"

"Hei, kenapa kau juga terkejut?"

Kevin melihat kearah Ryu, dan mempertanyakan reaksinya itu.

"Itu hanya karena aku tidak menyangka bahwa dia akan mengatakan hal itu secara tiba-tiba." Balas Ryu.

Suara Ryu terdengar bergetar saat dia melihat tatapan mata dingin dari Kevin.

Sangat menyenangkan bagi Yumi melihat bagaimana Kevin berhasil mengintimidasi Ryu yang sebenarnya jauh lebih tinggi dari nya. Tapi Yumi merasakan atmosfer disekitar mereka itu mulai berubah gelap saat Kevin mengatakan sesuatu.

"Benarkah? Atau kau hanya tidak serius dengan kakakku seperti yang dilakukan bajingan itu dul"

"Hei Kevin hentikan, jaga bicaramu. Biarkan kami masuk, jadi aku bisa bertemu dan menyapa ibu dan ayah."

"Oke baiklah, mereka ada di dapur."

Kevin membuka pintu dan membiarkan keduanya masuk.

Ryu tampak ragu untuk masuk ke dalam rumah.

"Kau bisa masuk lebih dulu. Aku akan mengeluarkan barang-barang kita dari dalam mobil." Ucap Ryu seraya melangkah mundur untuk kembali ke dalam mobil tapi Yumi dengan cepat menghentikannya.

Yumi memegang tangan Ryu dan menariknya masuk kedalam rumah sampai akhirnya Yumi bertemu dengan ibu dan ayahnya yang sedang memasak di dapur.

"Ibu, ayah, aku pulang." Ucap Yumi saat masuk ke dalam rumah.

"Yumi, selamat datang sayang." Ucap ibu Yumi dengan segera berlari kearah Yumi dan memeluknya dengan sangat erat.

"Aku senang kau akhirnya punya waktu untuk berkunjung."

Ayah Yumi juga menyapa Yumi sembari dia tengah sibuk mengaduk semangkuk penuh krim.

"Oh dan siapa anak muda yang di belakangmu itu? Apakah dia teman dari Kevin?"

Ibu Yumi melihat kearah Ryu yang masih mencoba untuk bersembunyi di belakang Yumi.

"Tidak, sebenarnya aku yang mengajaknya bersamaku datang kemari hari ini untuk memperkenalkan kepada kalian bahwa kami...." Yumi memegang tangan Ryu erat dan menariknya mendekat ke sisinya dan melanjutkan ucapannya, "kami adalah...."

"Saya adalah kekasih putri anda! Tolong terima hubungan kami." Ucap Ryu secara tiba-tiba seraya membungkuk di hadapan kedua orang tua Yumi.

Yumi tidak pernah menyangka bahwa Ryu akan mengatakan sesuatu hal yang seperti itu. Mengingat bagaimana reaksinya saat Yumi mengatakan hubungan mereka di hadapan adiknya tadi dan keraguan Ryu untuk bertemu dengan kedua orang tua Yumi. Hal itu membuat Yumi masih tampak bingung, sama seperti orang tuanya. Mereka semua saling memandang satu sama lain untuk beberapa detik, sampai ayah Yumi mulai berbicara.

"Oh seperti itu. Kalau begitu jika kau mau, kami ingin mengundang mu untuk makan malam bersama kami. Jadi kami bisa mengenalmu lebih baik."

"Iya tentu saja, dengan senang hati." Balas Ryu.

"Ah, kau tidak perlu begitu tegang dan formal kepada kami. Itu hanya akan membuat kami merasa malu, bukan begitu ayah?"

Ibu Yumi berjalan mendekat kearah Ryu dan memegang pundaknya.

"Kau bisa memanggilku tante atau bahkan ibu jika kau suka."

"Terima kasih." Balas Ryu.

Yumi dapat merasakan bahwa genggaman tangan Ryu begitu erat saat mereka saling bergenggaman tangan.

"Ayah, ibu, apakah kami bisa keluar sebentar dan berjalan-jalan lebih dulu? Aku janji kami akan kembali ke mari sebelum festival dimulai."

"Tentu saja. Pastikan bahwa kau tidak akan kelelahan sebelum bisa pergi ke festival."

Yumi dan Ryu keluar dari dalam rumah kemudian berjalan ke samping danau di mana ada banyak bunga bermekaran di tempat itu. Tapi di sana ada begitu banyak orang yang bersiap untuk menyambut festival, jadi sangat mustahil bagi Ryu untuk mengambil video di sana.

"Maafkan aku Ryu, aku tidak menyangka bahwa disini akan ada banyak sekali orang dan bunga-bunga itu belum sepenuhnya bermekaran."

"Tidak, tidak masalah, yang terpenting adalah aku bisa bertemu dengan keluargamu."

Ryu tersenyum kearah Yumi dan itu membuat jantung Yumi berdegup begitu kencang mengingatkannya kepada deburan ombak di laut.

Yumi tiba-tiba mengingat bahwa laut tidak terlalu jauh dari rumahnya dan hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk tiba ke sana.

"Apa kau mau melihat pemandangan laut dan merekam video pemandangan disana sebagai tugas mu?"

"Benarkah?" Mata Ryu berbinar saat mendengar kata laut.

"Kalau begitu, ayo pergi."

Mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil dan Yumi mulai mengendarai mobilnya menuju laut.

Setelah hampir 1 jam, mereka tiba di pantai ketika matahari hampir saja terbenam.

"Pemandangan itu terlihat sangat menakjubkan."

Ryu langsung melompat keluar dari dalam mobil dan berlari dengan cepat menuju pantai. Karena merasa begitu senang, Ryu sampai melupakan kameranya di dalam tasnya. Jadi Yumi memutuskan untuk mengambil kamera Ryu dan mulai merekam pemandangan itu.

Cahaya berwarna oranye dari matahari yang mengenai laut, langit yang mulai menghitam dengan perpaduan warna oranye dan violet. Ombak yang tenang, menyapu bekas telapak kaki Ryu dan udara dingin yang menerpa rambut Ryu. Ryu yang terlihat bahagia berjalan di pinggir pantai. Semua itu merupakan pemandangan yang begitu sempurna, sesuatu yang akan disimpan Yumi di dalam memorinya.

"Iya pemandangan ini sangat menakjubkan." Ucap Yumi melihat pemandangan dan Ryu yang terlihat tersenyum.

"Yumi, aku minta maaf. Aku terlalu senang dan lupa alasan kita datang kemari." Ryu berjalan kembali menuju ke arah Yumi dan mengambil kameranya.

"Tidak masalah, aku sebenarnya suka merekam video pemandangan ini dan juga siluet dirimu. Aku pikir semua itu akan terlihat sangat bagus."

"Tidak, sebenarnya aku pikir akan lebih bagus jika kau yang aku rekam."

Wajah Yumi memerah.

"Hahaha kurasa tidak. Aku bukan orang yang cocok untuk direkam dan aku ini bukan seseorang yang photogenic."

Yumi berjalan di pantai dan mulai mencari kerang. Tiba-tiba Yumi kembali mendengar suara kamera dan saat dia berbalik dia melihat Ryu tengah mengambil foto dirinya.

"Maaf, aku tidak tahan untuk mengambil gambar dirimu. Aku janji bahwa aku akan menyimpannya dengan hati-hati."

"Oke baiklah. Tapi berjanjilah bahwa aku tidak akan terlihat lucu di antara semua gambar itu."

Setelah diam di pantai selama satu jam, sudah saatnya bagi mereka untuk kembali dan mereka pun berjalan dengan perlahan menuju mobil.

"Ryu, aku tidak tahu apa kau suka menyimpan kerang dan batuan pantai. Tapi aku harap kau akan mengambil ini sebagai kenang-kenangan."

Yumi memberikan sebuah kerang dan batu yang berbentuk hati berwarna putih ditangan Ryu.

"Aku akan menjadikan ini sebagai harta karun dan menyimpan ini selamanya." Ucap Ryu saat menerima kerang dan batu itu sebelum memasukkannya ke dalam tasnya.

Saat mereka kembali ke rumah Yumi, Ryu kembali berbicara lagi.

"Terima kasih karena sudah mengajak ku melihat laut untuk yang pertama kalinya. Aku tidak pernah tahu bahwa pengalaman pertamaku akan begitu menakjubkan seperti ini. Terima kasih, aku akan menyimpan kenangan manis ini selamanya bersamamu."

Bersambung....

1
Yani Cuhayanih
Apakah thor indigo juga seperti aku
blush.and.ochre
thor up lgi dan kurangin typo yaaa
saltsanddanmoothies
Jangan lupa makan thooooor! Habis itu ketik bab-bab baruuuu
BeijingBand
Kelanjutan cerita author itu kayak hujan ditengah kemarau thor.. alias ditunggu-tunggu!
Pai Konyol
Rasanya kaya terombang ambing bacanya! Aku bener-bener merasa seperti nyata!
El
lanjut 👍
El
lanjut Thor, ceritanya bagus mski klihatannya sdkit pmbaca sih 🤦🏻‍♀️ pkoknya smangat thor jgn smpai gantung ya critanya 👍
virshere ads
masyaAllah suka banget novelnya padahal udah lama ga baca novel,tiba2 mau baca ini ternyata seru banget
booksand peonies
lh kok smpe sini,,,??? thor mna lanjutanx,,,kok kgk ad juga hari updatex,,,?
infinite soul
Lha aku digantung窶ヲ aku tunggu next chapnya kak!
junemoment
Maaf ya thor kalau kita teriakin buat up bab terus pdhl author yg mikir.. soalnya emg aku nunggu bgt lanjutannya
Wajah Boneka
Ah, lanjutannya gimana nih? Aku udah kepo pake banget huhu
Diambil Oleh Anggur
yah mana sambungannya thor :( rasanya kaya putus sama doi
Zizi Suartini
Biasanya sebelum tidur aku baca-baca dulu cerita di NT dan cek-cek karya favoritku udah up belum‾ seneng deh Thor! Makasih karena udah berkarya‾
El
beh nakal jg ya Yumi 😁
El
meweek 😭
El
menjadi indigo itu ada baik ada juga buruknya
El
bagus ceritanya thor 👍
El
waaah, cerita baru lagi. sepertunya bakal seru. aku mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!