Diva Anastasya, gadis yg berumur 19 tahun. Diva menyembunyikan identitasnya dikarenakan kejadian yg menimpanya saat Diva berumur 15 tahun.
Diva adalah gadis yg hebat. Diva ingin mencari tahu mengapa keluarganya dan keluarga sahabatnya bisa meninggal di tahun, bulan, dan hari yg sama. Dan kejadian yg menurutnya tidak masuk akal. Oleh sebab itulah, Diva menyembunyikan identitasnya yg asli.
Bisakah Diva mencari tahu semua itu dengan kemampuannya? Yuk ikuti kisah Diva.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Janessa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DIVA | 23 : KESALAHPAHAMAN?
...~𝙷𝙰𝙿𝙿𝚈 𝚁𝙴𝙰𝙳𝙸𝙽𝙶~...
Satu minggu pun berlalu. Tidak terasa, sudah seminggu Sya sudah melaporkan kepada pihak kepolisian mengenai kasus tersebut. Sangat disayangkan, sudah seminggu ini, Sya sama sekali tidak mendapat jawaban dari pihak kepolisian.
Biasanya, kantor polisi yang di daerah tinggal Sya akan menghubungi kembali sang pelapor apabila kasus yang dilaporkan oleh sang pelapor kurang bukti dan sebagainya setelah lima hari melapor. Namun, Sya sudah menunggu satu minggu yang berarti tujuh hari.
Tidak ada kantor polisi di daerah tinggal Sya yang terlalu lama menghubungi sang pelapor apabila ada sesuatu yang kurang atau apapun itu. Apalagi orang yang sangat terhormat.
Tepat di pagi hari ini, Sya berniat untuk menghubungi pihak kepolisian untuk menanyakannya langsung.
Tutt.. Tutt..
Sya menggunakan nada suara di ponselnya.
Tiga puluh detik berlalu.
Empat puluh lima detik berlalu.
Satu menit berlalu.
Satu menit lewat tiga puluh detik berlalu.
Dua menit berlalu.
Setelah dua menit, panggilan terhenti sendiri oleh sistem. Sya bingung. Entah mengapa pihak kepolisian tiba-tiba tidak menjawab panggilannya? Akan tetapi ada yang aneh, mengapa status pihak kepolisian nya aktif?
Sya tidak menyerah. Sya menghubungi pihak kepolisian ulang. Sya berpikir mungkin saja jika telponnya tadi tidak muncul di notifikasi ponsel polisi yang dihubungi nya.
Tutt.. tutt..
Sambung telpon sudah berlangsung selama satu menit. Namun, sama sekali tidak ada jawaban dari pihak kepolisian, bahkan pesan saja tidak ada.
Hingga pada akhirnya, sambungan telepon kembali terhenti oleh sistem setelah dua menit. Sya merasa semakin bingung dengan keanehan kali ini. Sya juga merasakan panik.
Sya menghubungi pihak kepolisian untuk ketiga kalinya. Ia berharap, kali ini dijawab oleh pihak kepolisian. Bukankah sangat aneh apabila telpon kita dijawab lama oleh pihak kepolisian? Mungkin jika di daerah lain akan cukup lama. Tapi di daerah tinggal Sya ini tidak pernah sama sekali lama.
Sambungan telpon sudah berlangsung selama satu menit. Dan tiba-tiba, pihak kepolisian mengangkat telpon dari Sya.
“Halo? Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?“ sambut pihak kepolisian dengan ramah dan sopan.
"Halo, Pak? Kok lama sekali untuk mengangkat telpon dari saya?” tanya Sya dengan penasaran.
Mendengar pertanyaan dari Sya, polisi yang mengangkat telepon dari Sya langsung terdiam.
“Halo! Halo!” ucap Sya.
“Eh, maaf Nona. Apakah Anda bisa mengulang pertanyaan Anda tadi?” tanyanya kepada Sya.
“Tidak jadi, Pak. Saya ingin bertanya, mengapa kasus saya dari minggu lalu hingga minggu ini sama sekali tidak ada jawaban dari pihak kepolisian?” sahut Sya.
Polisi tersebut terdiam kembali. Sya menunggu jawaban dari pihak kepolisian.
“Minggu lalu? Bi- Bisakah No- Nona menjelaskannya secara rinci kepada saya?” tanyanya kepada Sya dengan terbata-bata.
Mendengar ucapan dari polisi yang sedikit terbata-bata membuat Sya mulai merasakan ada yang tidak beres di kantor polisi saat ini. Namun, Sya diam untuk saat ini. Karena ada alasan yang masih belum bisa Sya ungkapkan saat ini dan Sya belum bisa memastikan apa dugaannya itu benar atau salah.
“Baiklah,” jawab Sya dan mulai menjelaskan secara rinci laporan yang ia buat serta waktu tanggal kapan ia melaporkannya.
“Ka- Kami menyarankan kepadamu Nona untuk menyelesaikan kesalahpahaman dengan orang yang Nona tuduh secara kekeluargaan. Saya harap kepada Nona untuk tidak melaporkan laporan aneh kepada kami. Ka- Kami menyarankan lagi kepadamu Nona agar tidak menggunakan emosi dalam menemukan jalan keluar dari kesalahpahaman Nona dengan orang yang Nona tuduh,” jelas Polisi lalu langsung mematikan telpon tanpa kata penutup seperti ‘Selamat pagi’ dan ‘Terima kasih’.
Sya merasakan ada yang tidak beres di kantor polisi. Sya mulai mencari tahu apa yang terjadi di kantor polisi saat ini.
...𝚃𝙾 𝙱𝙴 𝙲𝙾𝙽𝚃𝙸𝙽𝚄𝙴𝙳......
aq baru baca novel ini, 💪💪tuk trs berkarya.