¤¤ Budayakan like, komen dan Vote ya, setelah membaca.
Kiran berasal dari keluarga kaya, dia berusia 24 tahun. Kehidupannya Glamor. Sifatnya plinplan suka menyakiti hati laki-laki. Kehidupan malam dan kemewahan lekat padanya.
Sebenarnya dulu Kiran adalah anak yang penurut, namun berubah ketika putus dengan pacar pertamanya. Hingga membuat dia berbuat sesukanya.
Kiran akhirnya dijodohkan dengan sopir pribadinya. Yang bersifat baik dan sholeh. Dia adalah Andrian, awalnya Kiran menolak perjodohan itu. Karena, dijodohkan dengan pria miskin yang tidak sesuai dengan kriterianya. Tetapi karena paksaan orang tuanya akhirnya Kiran menerima dengan terpaksa dan menikah dengan Andrian.
Andrian sebenarnya bukanlah dari keluarga miskin. Penasaran? Yuk simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijrah Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.23 Fitting gaun pengantin.
Hari ini Rina ingin mengajak Kiran dan Andrian Fitting baju pengantin di Desainer langganan keluarganya. Rina tampak bahagia sekali karena anak tunggalnya akan segera menikah.
"Kiran cepat sayang kalau dandan, ga usahlah perfect amat! Andrian mencintaimu apa adanya. Xixixixi." Rina menggoda anaknya.
"Huhhh apaan sih mama, tambah bikin hati kesal." Celetuk Kiran didalam kamar.
Kiran bukannya dandan tapi malas-malasan untuk pergi. Dan masih aja duduk dimeja rias, malas untuk dandan.
"Lama sekali itu anak!" Rina tampak tak sabar.
Rina lalu menuju kamar Kiran dan terkejut melihat anaknya masih bengong dengan rambut acak-acakan dimeja rias.
"Sayang, kok belum siap-siap?" Ujar Rina menghampiri Kiran.
"Ma please, batalin ya?" rengek Kiran.
"Eh nggak semudah itu batalin, nggak!" Jawab Rina ketus.
"Sekarang cepat dandan, mama bisa marah kalau kamu gak nurut!" Rina tampak sebal dan meninggalkan Kiran sendiri.
"Huhhhh prakkkk." Kiran melempar bedak ketembok.
Setengah jam kemudian, Kiran muncul dari dalam kamar dengan muka cemberut. Rina tersenyum melihat anak tunggalnya. Lalu pergi menyusul Andrian yang sudah didalam mobil.
"Andrian kita ke Desainer langganan mama." Ucap Rina tersenyum.
"Iya bu!"Andrian melajukan mobilnya.
Sampailah mereka dibutik, Kiran masih tampak acuh. Dan merasa sangat kesal dengan mamanya. Lebih-lebih Kiran sangat membenci Andrian.
"Hay bu, mau pesan baju ya?" Ucap Desainer ramah.
"Iya untuk anak kesanganku ini, dengan pangerannya itu." Jawab Rina bahagia.
Kiran tampak semakin cemberut dan pura-pura tersenyum.
"Wah mbak Kiran mau nikah? Ganteng lagi calonnya. Hehehe." Ucap Desainer memuji.
"Hehehehe iya tante." Kiran berusaha tersenyum.
Andrian hanya tersenyum, bingung entah mau mengatakan apa.
Merekapun mencoba beberapa gaun pengantin, Rina sangat antusias memilihkan baju pengantin yang paling bagus dan mewah.
Andrian sesekali melirik kearah Kiran, ada erasaan kasihan juga. Andrian tau bagaimana perasaannya, menikah karena perjodohan. Andrianpun tidak pernah bermimpi jika dia menikah atas dasar perjodohan.
Setelah cukup memilih dan menemukan gaun yang cocok. Mereka menuju Cafe untuk makan siang.
"Kemana bu apa langsung pulang?" Ujar Andrian lembut.
"Kecafe dulu nak, mama mau makan bertiga sama kalian. Nanti kalau kalian nikah jarang kan bisa jalan dan makan bareng." Ujar Rina geli.
"Huh mama, sengaja bikin hatiku panas." Kiran tampak membisu. Pandangannya kosong kearah luar jendela.
Merekapun sampai dicafe, kemudian memesan makanan dan minuman.
"Bu!" Ujar Andrian tampak serius.
"Iya nak, ada apa?" Rina menatap Andrian.
"Bu saya ingin pernikahan kami, diadakan sederhana saja. Cukup orang tua dan keluarga saja yang datang." Ujar Andrian hati-hati.
Kiran hanya diam saja tidak peduli dengan apa yang mereka bicarakan.
"Kenapa nak, pernikahan kan hanya satu kali seumur hidup. Mama mau pernikahan yang mewah mengundang semua teman kamu teman Kiran dan relasi bisnis mama papa." Jawab Rina panjang.
"Tapi bu, saya ingin pernikahan ini sakral. Biar keluarga saja yang menyaksikan. Ujar Andrian .
"Bagaimana pendapatmu Kiran?" Rina menatap anaknya.
"Hmmm!"Jawab Kiran singkat.
"Kiran, kamu yang mau nikah. Menurut kamu pesta yang bagaimana?" Rina menggelengkan kepalanya.
"Oh terserah kalian saja." Jawab Kiran cuek.
"Ya sudah mama menuruti apa mau Andrian, pesta sederhana saja." Ujar Rina tersenyum.
"Huhh belagu lah kamu ya sopir, bisa mengambil hati mamaku." Gerutu Kiran dalam hati.
"Kalau aku boleh memilih tidak mengenalmu sama sekali." Bibir Kiran tampak miring-miring.
Andrian yang tak sengaja menatap Kiran, tersenyum geli.
Selesai makan mereka kembali kerumah. Dimobil, Rina tampak cerita panjang lebar tentang masa mudanya dulu. Kiran hanya diam dan tak mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
Andrian sangat bersyukur dipertemukan dengan calon mertua yang sangat baik meski anaknya tak sebaik orang tuanya.
Sesampai dirumah, Kiran tampak buru-buru masuk kekamar.
"Hihh sebal sebal huh!" Kiran membanting tasnya.
"Kenapa hidup gue kayak gini sih!" Kiran mengacak-acak rambutnya.
"Apa kata mereka nanti, suamiku hanya laki-laki miskin dan seorang sopir. Aku benci kamu Andrian." Kiran menatap kaca penuh kemarahan.
~ Jangan lupa like, dan komennya ya. Jika berkenan kasih vote. Dukungan kalian membuat penulis semakin bersemangat berkarya. Terimakasih🙏
aku asli lo Thor ngikutin kamu dri thn 2020,sampe skrng blm ada apdate terbaru si...