hafiza khayra lubna biasa di panggil kai atau khayra. gadis 17 tahun ini cucu dari kyai pemilik pondok pesantren Al hikmah. sang kakek menyuruh Muhammad Azam Ibrahim atau Gus Azam abi nya khayra untuk kembali ke Indonesia dan mereka pun kembali ke Indonesia.
dan khayra menerus sekolahnya di pesantren milik kakeknya sampai dia menemukan jodohnya di pesantren.
kira-kira siapa ya jodohnya khayra?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renav Renren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. tenang
Kai pun berjalan menuju kantor abi nya, Kai tahu kenapa Abi nya memanggil dia pasti karena tadi dia tidak ikut sarapan bersama dan juga soal cake semalam.
" assalamualaikum."
" walaikum salam." jawab Abi yang sedang duduk di sofa yang ada di ruangan Abi. " sini duduk dekat Abi."
khayra pun langsung duduk sebelah Abi nya.
" Kai tahu kenapa Abi panggil." tanya Abi.
Kai hanya diam saja.
" kamu tahu Abi paling nggak suka menunda-nunda masalah kalau bisa cepat di selesaikan kenapa nggak."
khayra masih tetap diam, Abi yang melihat putri tetap diam. dia pun menaruh kitabnya dan melihat ke arah putrinya.
" coba bilang apa yang mengganjal di hati kamu. Abi sangat mengenal semua anak Abi. coba cerita." ucap Abi lembut
" Kai nggak tahu Abi kenapa rasa kesal ini nggak bisa cepat pergi." ucap Kai.
" soal cake.' tanya Abi khayra hanya mengangguk.
" jangan buat kekesalan kamu menguasai kamu. sebenarnya cake itu dari siapa sehingga kamu kesal cake nya di makan biasanya kamu nggak pernah marah."
" da...dari ustad Gibran bi." jawab kai pelan.
Abi tertawa setelah Kai mengatakan cake itu dari siapa?.
" wah putri Abi ternyata sedang jatuh cinta toh. perlu Abi majuin gak acara nikahnya biar bareng Tante Ais." ledek Abi nya.
" Abi " khayra langsung memanyunkan bibirnya karena di ledekin sang Abi.
" sini peluk Abi biar keselnya hilang." Kai langsung memeluk Abi nya rasa kesalnya biasanya langsung hilang kalau sudah di peluk Abi nya." sebentar lagi posisi Abi bakal di ganti deh, empat bulan lagi pasti kamu sudah nggak akan cari Abi lagi kalau lagi sedih, kesal."
" ya nggaklah bi, cuma pelukan Abi tuh bisa nenangin Kai tau."
" tapi sebentar lagi Abi nggak mungkin meluk kamu Gibran pasti cemburu."
" kan yang aku peluk Abi aku sendiri."
" hai tetap aja Kai, sudah sekarang kamu pulang dulu gih makan di rumah mumpung masih ada waktu."
" Kai mau ke kantin aja bi mau makan batagornya bi Sumi." ucap Kai.
" ya sudah terserah kamu aja yang penting makan. nanti di sapa adiknya kasihan mereka."
" iya bi, assalamualaikum." kai pun pergi meninggalkan ruangan abi nya menuju kantin pesantren.
" walaikum salam."
sampai kantin Kai melihat sahabatnya masih makan.
" assalamualaikum, tungguin aku dulu ya aku mau pesan batagor dulu." ucap Kai menghampiri sahabatnya.
" walaikum salam, iya Ning kita tungguin."
Kai pun memesan batagor dan es teh manis ke bi Sumi setelah itu dia pun menghampiri meja sahabatnya. dan mulai memakan batagornya.
" tumben Ning Abi kamu manggil kamu saat jam sekolah." tanya Sarah kepo.
" kepo aja kamu sar " ucap nada.
" biarin."
" oh dari kemarin aku kesal sama adik kembar aku. mereka makan cake aku, karena masih kesal tadi pagi aku nggak ikut gabung sarapan dan berangkat sekolah lebih awal."
" terus kamu kena omel sama Abi kamu Ning." potong Sarah.
" gak, biasanya kalau anak-anaknya lagi kesel, ngambek atau lagi marah-marah Abi punya cara ngatasin anaknya langsung reda seketika. biasanya Abi meluk kita sambil bilang apa yang kita lakuin itu salah. kalau aku kalau udah di peluk Abi tuh jadi tenang aja." ucap Kai.
" Abi kamu sayang banget ya." ucap nada.
" iya."
setelah makan kami pun kembali ke kelas.