NovelToon NovelToon
Beauty & Berondong

Beauty & Berondong

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:835.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bundew

Ayunda Zhia Wijaya yang baru saja kehilangan calon suaminya, sedang mencoba untuk bangkit dari keterpurukan.

Kehilangan demi kehilangan yang dialami oleh Ayunda meninggalkan bekas trauma yang mendalam di diri gadis itu, hingga Ayunda selalu dilanda keraguan untuk menjalin sebuah hubungan.

Namun takdir malah mempertemukan Ayunda dengan Bennedic Rainer, seorang pemuda tanggung yang jiwa mudanya begitu berkobar.

Ben yang merupakan sepupu dari boss Ayunda di kantor, kerap menggoda Ayunda dan selalu kepo dengan hidup Ayunda.

Sekuat apapun Ayunda menghindari Ben, pemuda itu malah semakin mengejar Ayunda dengan gila.

Mampukah Ben yang juga masih labil menyembuhkan rasa trauma yang dialami oleh Ayunda dan memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya untuk wanita yang usianya lebih tua dari Ben tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGINAP

Ben dan Ayunda tiba di panti asuhan saat langit sudah berubah gelap. Kedatangan mereka langsung disambut dengan keriuhan dari anak-anak panti.

Ben menurunkan beberapa makanan dan buah-buahan yang tadi sempat ia beli bersama Ayunda dalam perjalanan, sesuai saran dari Mama Airin. Mas Iyan yang merupakan pengurus baru di panti asuhan dua hari terakhir ini, ikut membantu Ben.

Mas Iyan dan Mbak Tika adalah sepasang suami istri yang dibawa oleh Papa Theo untuk mengurus anak-anak panti mulai kemarin.

"Betah disini, Mas?" Tanya Ben berbasa saat mereka sudah selesai menurunkan semua makanan dari dalam bagasi mobil.

"Betah, dong! Rame dan penuh keceriaan," jawab Mas Iyan dengan wajah yang berbinar.

Berdasarkan cerita Papa Theo, pasangan yang sudah menikah hampir delapan tahun ini memang belum dikaruniai momongan hingga kini. Itulah alasan mereka mengajukan diri untuk menjadi orang tua asuh bagi belasan anak yatim piatu di tempat ini.

"Syukurlah kalau begitu," tukas Ben yang segera mengekori Mas Iyan masuk ke dalam panti.

Ayunda terlihat sudah mengobrol akrab dengan Mbak Tika dan sudah seperti teman lama.

"Ini kalian mau menginap?" Tanya Mbak Tika sekali lagi menatap bergantian ke arah Ben dan Ayunda.

Sepertinya Ayunda amemang sudah menyampaikan keinginannya untuk menginap disini malam ini.

"Ya biarin, Tik! Mungkin Ayunda kangen sama adik-adiknya," sahut Mas Iyan cepat.

"Iya, Mbak tapi cuma Ay yang menginap. Ben akan pulang nanti," jawab Ayunda yang langsung membuat Ben mengajukan protes.

"Aku juga ikut nginep, Ay! Kan tadi aku udah bilang sama kamu."

Mbak Tika dan Mas Iyan tertawa bersama.

"Pengantin baru masa tidur sendiri-sendiri? Ya nggak enak nanti, Ay!" Celetuk Mbak Tika yang sedikit menggoda Ayunda.

"Ay tidur sama anak-anak nanti, Mbak!" Terang Ayunda mencari alasan.

"Anak-anak biar tidur di kamar seperti biasa, Ay! Kamu tidur saja di kamarmu," tukas Mbak Tika yang sudah bangkit berdiri dan menepuk punggung Ayunda.

Mbak Tika mulai menyiapkan maka malam untuk anak-anak dan Ayunda segera sigap membantu. Sedangkan Mas Iyan dan Ben langsung mengumpulkan anak-anak di ruang makan.

Acara makan malam di panti asuhan berjalan dengan hangat dan penuh keceriaan serta beberapa celetukan dari adik-adik asuh Ayunda.

Setelah makan, anak-anak biasanya akan belajar dan baru pergi tidur pukul sembilan malam.

Semua hal di panti tetap berjalan seperti semestinya.

Mungkin yang berbeda adalah, Ayunda yang tak lagi bisa melihat senyum Opa Ronny saat bersama anak-anak atau mendengar omelan dari Opa Ronny saat Ayunda sedang melamun.

Ayunda menatap fotonya bersama Opa dan anak-anak yang memang Ayunda pajang di tembok kamar. Cukup lama Ayunda memandangi foto tersebut, terutama foto Opa Ronny yang tersenyum lepas disana.

"Opa, Ay rindu opa," gumam Ayunda dengan raut wajah sedih.

Ceklek!

Pintu kamar di buka dari luar, dan langsung mrmbuat Ayunda menyeka airmata di pelupuk matanya.

Ben masuk dan kembali menutup pintu.

"Belum tidur? Aku kira udah tidur," Tanya Ben seraya duduk di samping Ayunda.

Ayunda mengendus aroma yang tidak asing yang tercium dari nafas Ben.

"Kau merokok?" Bukannya menjawab pertanyaan Ben, ayunda malah langsung menuduh suaminya tersebut karena ia mencium sisa-sisa aroma rokok dari tubuh Ben.

"Nggak enak tadi ditawari sama Mas Iyan. Cuma sebatang juga," jawab Ben seraya meringis.

Ayunda langsung berdecak dan menjaga jarak dari Ben.

"Baiklah! Aku akan gosok gigi dan ganti baju!" Ucap Ben akhirnya seraya bangkit berdiri dan keluar dari kamar.

Ayunda segera merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur yang lebarnya mungkin hanya setengah lebih sedikit dari tempat tidur Ben di kediaman Rainer.

Apa akan muat dipakai tidur Ayunda dan Ben?

Ah, entahlah!

Nanti Ayunda akan tidur di bawah jika memang tidak muat.

Ben sudah kembali masuk ke dalam kamar dan segera membuka kausnya.

"Aku lupa tidak bawa baju ganti. Jadi, aku begini saja tidak masalah, kan?" Ben meminta pendapat Ayunda.

Begini saja bagaimana maksudnya?

Ayunda sejak tadi memang berbaring membelakangi Ben segera berbalik untuk melihat penampilan Ben yang katanya begini saja.

Seketika Ayunda terdiam melihat Ben yang kini bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana jeans panjang.

"Kau tidak memakai kaus dalaman itu, Ben?" Tanya Ayunda yang sudah kembali berbalik dan membelakangi Ben. Ayunda sebenarnya hanya ingin menyembunyikan wajahnya yang sudah bersemu merah karena melihat Ben yang tak memakai baju.

Padahal tadi juga sudah melihat saat di kamar Ben. Tapi rasanya tetap saja masih aneh.

"Tidak terbiasa dan membuat gerah!" Jawab Ben yang kini sudah ikut merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Ayunda.

Ayunda segera menggeser posisinya lebih ke pinggir lagi.

"Nanti kamu jatuh, Ay! Kalau minggir-minggir begitu," Ben menarik tubuh Ayunda agar kembali bergeser ke tengah saat tangan Ben secara tak sengaja menyentuh dada kenyal Ayunda yang terasa sangat berisi.

Ya ampun!

Otak mesum Ben langsung berkobar tak karuan.

"Eh, maaf!" Ucap Ben cepat saat ia mendengar Ayunda yang memekik kecil.

"Tempat tidurnya tidak akan muat, aku akan tidur di bawah saja," putus Ayunda yang sudah hampir bangun.

Namun Ben mencegah dengan cepat.

"Muat, kok! Jangan tidur di bawah! Nanti kamu masuk angin," Ben menarik tubuh Ayunda dan mau tak mau, akhirnya Ayunda kembali berbaring miring di atas tempat tidur.

Ben menarik selimut untuk menutupi tubuh Ayunda dan juga tubuhnya yang kini bertelanjang dada.

Ben ikut berbaring miring dan menghadap ke arah Ayunda yang kini memunggunginya dan memilih untuk menatap tembok di sisi kamarnya.

"Ay," Ben mengusap pundak Ayunda yang masih tertutupi baju terusan motif bunga-bunga.

Ayunda hanya menjawab panggilan Ben dengan gumaman lirih.

"Ay, Ay, Ay, Ayangku Ayunda," ucap Ben lagi dengan nada lebay dan kekanakan.

Namun sukses membuat bibir Ayunda melengkungkan sebuah senyuman.

Tentu saja Ben tidak tahu kalau Ayunda sedang tersenyum sekarang, karena Ayunda yang memang sengaja menutupi wajahnya dengan guling.

"Ay, kau sudah tidur?" Tanya Ben lagi karena Ayunda yang sudah tak menyahut kebawelan dari seorang Bennedic.

"Ay!" Panggil Ben sekali lagi seraya mengangkat kepalanya untuk melihat apa Ayunda benar-benar sudah tidur atau istrinya itu hanya sedang pura-pura budeg.

"Ayunda ayangku!" Ben melihat dengan seksama mata Ayunda yang memang sudah terpejam dan nafas gadis itu yang juga sudah teratur.

Ck!

Ternyata benar Ayunda sudah tidur.

Ben hanya bisa berdecak kesal dan akhirnya pria itu memilih untuk melingkarkan lengannya di pinggang Ayunda saja, lalu kakinya juga membelit kaki Ayunda.

Ben mendekap erat tubuh Ayunda, saat sekilas Ben merasakan Ayunda yabg berjenggit kaget.

Loh,

Bukannya tadi Ayunda sudah tidur, ya?

Kok masih bisa kaget pas Ben peluk?

Ben hanya mengendikkan bahu dan lanjut memejamkan matanya.

Ben paling tidak bisa tidur kalau tidak ada guling. Dan di atas tempat tidur ini, hanya ada satu guling yang sudah dipeluk oleh Ayunda. Jadi jangan salahkan Ben kalau ia menjadikan Ayunda sebagai gulingnya malam ini.

.

.

.

Modus, Ben?

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

1
Janah Husna Ugy
inget suami Sasha siapa ya lupa Ando apa Aldo ya🤭🤭🤭egois
Si Memeh
menghibur banget cerita nya thor
Nurul Laila Zulaikah
Luar biasa
Desi Nur
lalu dimana si kayla tante ya ayunda adek dari kenzo
Maya Ratnasari
pluto udah bukan planet lagi
Maya Ratnasari
surprise
Maya Ratnasari
waduh kalo AC suhunya dikecilkan bakalan tambah dingin thor.
biar agak hangat, suhu AC dinaikkan.
Maya Ratnasari
kayanya sebelumnya namanya oma nuna, bukan oma salsa. oh mungkin namanya nuna salsa ya
Maya Ratnasari: asiyaapp. makasiii thor.
total 2 replies
Rossy Susilawati
lucu
Ran Aulia
terimakasih author 😍😍😍😍👍👍👍👍
dream
Duh berondong kuat bener baru udahan dah naik lagi🤣🤣🤣
dream
yaelah... ben.... nyusu mulu, kaya bayi gede
dream
Hadeh.... pake acara ngegeledak.... 🤣🤣🤣
dream
Alamak..... gini nih kl sama brondong, kuat.... 😝😝🤣🤣🤣
dream
yeay..... udah gak gelisah lagi, udah tembus beneran ya ben😂😂😂😂
dream
Hahaha..... mana tahan.... 🤣🤣🤣🤣
dream
udah senyum2 ndiri bacanya, gak ku.... ku..... 😂😂
dream
Hahaha..... liat ular kadut depan mata🤭😂
dream
itu mah modus bang Ben🤭🤧
susi 2020
😂😂🤫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!