NovelToon NovelToon
Perfect Imperfecta

Perfect Imperfecta

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / POV Pelakor / Karir / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Playboy / Tamat
Popularitas:283.3k
Nilai: 5
Nama Author: Etika

Bella sudah berusia dua puluh delapan. Ia masih belum memikirkan soal pernikahan dengan siapapun. Namun, ketika adiknya dilamar orang lain ia dijodohkan dengan seorang yang bahkan tak ia kenal dan sama sekali bukan tipenya.

Bella si perfeksionis harus menikah dengan Aska si urakan. Lantas kehidupan Bella berubah drastis setelah pernikahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Etika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diana Kembali

" Halo?"

Panggilan terputus. Bella memandang ponsel Aska sekali lagi, memastikan jika panggilannya benar-benar diputus secara sepihak oleh Doni.

" Ada apa?" Aska yang baru selesai mandi bertanya. Sambil mengelap rambutnya yang basah menggunakan handuk lain selain yang dipakainya sambil duduk di sisi ranjang.

" Doni. Telepon, tapi malah dimatiin."

Aska mengecek ponselnya, melihat nama Doni di panggilan masuk yang hanya berdurasi lima detik. Aska tak peduli, apa pentingnya Doni menelponnya malam-malam begini. Lagipula, tak ada angin, tak ada hujan, orang kepercayaan Ayahnya menelpon. Apa lagi alasannya jika bukan untuk menjalankan tugas dari Ayahnya.

" Ya udah. Nggak apa. Mungkin kepencet."

Bella manggut-manggut, kemudian membaringkan tubuh di atas ranjang. Melihat Aska melipat handuk kecil yang digunakan untuk mengelap rambutnya, membuat Bella tersenyum. Bagaimana bisa Aska berubah hanya dalam kurun waktu tak sampai dua puluh empat jam? apakah ini salah satu caranya agar ia tak terlihat frustasi karena kehilangan Diana?

Bella melihat Aska membaringkan tubuh di sebelahnya. Memiringkan badan agar saling berhadapan. Ketika mata keduanya bertemu, mereka sama-sama tersenyum.

" Kamu kelihatan beda hari ini," ucap Bella.

" Aku emang beda hari ini."

" Kenapa begitu?"

Aska tak menjawab. Lelaki itu malah menggeser tidurnya dan meletakkan tangan di pinggul Bella.

" Kamu tahu kenapa?"

Bella menggeleng.

" Karena aku tahu kamu baik."

" Tahu dari mana?"

" Dari cara kamu ngelihat kepanikan aku tempo hari."

Bella tersenyum lagi. Ia dekatkan wajahnya ke wajah Aska. Membiarkan debaran di dadanya kembali hadir.

" Kamu mau?" tanya Aska sambil mengedipkan sebelah mata, menggoda.

Bella memejamkan mata, mengizinkan Aska untuk melakukan apapun terhadapnya.

Bella merasa, kesan buruk Aska di setiap pertemuan telah berubah. Aska sudah terlihat baik di mata Bella. Begitupula Bella di mata Aska.

***

Aska membuka mata, dan mendapati Bella di sebelahnya. Tidak seperti kemarin, hari ini Aska justru tersenyum melihat istrinya yang tampak begitu cantik dengan wajah polosnya.

Aska mulai bisa menerima takdirnya. Untuk pertama kalinya ia merasa bangga memiliki istri yang kata orang sangat luar biasa. Karena memang menurutnya juga luar biasa.

Dilihatnya Bella membuka mata. Tampak kaget dan menggeser posisinya agar menjauh dari Aska. Aska tertawa dan menarik Bella dalam pelukannya.

" Kamu baik-baik aja, kan?" tanya Bella, menyandarkan kepala di dada Aska yang bidang.

" Menurut kamu, aku keliatan gimana?"

" Aneh."

Aska melepaskan pelukannya, memandang Bella dengan alis bertaut, " kenapa begitu?"

" Nggak biasanya kamu begini."

" Jadi... kamu nggak suka aku begini?"

Bella tidak menjawab. Ia menempelkan kepala pada dada Aska lagi, " suka."

Aska tertawa, " kamu udah mulai jatuh cinta sama aku ya?"

Lagi-lagi Bella diam saja. Dari jarak sedekat ini, Bella dapat mendengar dada Aska berdebar kencang. Entah biasanya seperti itu atau memang Aska juga mulai jatuh cinta dengan Bella.

" Kenapa detak jantung kamu cepet banget ya? kamu baik-baik aja, kan?" Bella berusaha memancing Aska untuk mengungkapkan sesuatu.

Aska berpikir sejenak, bagaimanapun, detak tak akan bisa berbohong dan ia ingin berusaha mengelak, tapi yang keluar dari mulut Aska justru, " kayaknya kamu nggak salah denger."

" Mana ada aku salah denger!"

Rupanya Bella bisa bodoh juga.

" Kamu tahu artinya?" tanya Aska.

" Apa?"

Aska gemas. Bella benar-benar meledeknya.

" Nggak tahu."

Bella tetawa terbahak-bahak. Sebagai lelaki, Aska tak pandai berkata-kata, " kamu kesel ya?"

Aska tak menjawab. Sepertinya kesal dengan dirinya sendiri.

Bella menarik kepalanya dari dada Aska dan mengalungkan tangan di lehernya, " Aska, tanpa kamu tanya pun aku udah paham."

" Apa?"

" Kamu jatuh cinta sama aku, kan?"

Aska tak menjawab. Ia malah menggelitik Bella hingga istrinya berguling-guling sambil tertawa seperti cacing kepanasan dan minta ampun berkali-kali.

" Jangan pernah bilang begitu lagi! karena aku nggak akan pernah jatuh cinta sama kamu!"

" Ampun!"

" Janji?"

" Janji!"

Aska menghentikan gelitiknya. Kemudian mereka berbaring telentang dengan selimut menutupi tubuh keduanya.

" Bel..."

" Aku udah maafin kamu, kok."

Aska menoleh, " aku nggak mau minta maaf."

" Trus?"

" Boleh aku jatuh cinta sama kamu?"

" Bukannya barusan kamu bilang nggak akan jatuh cinta sama aku?"

" Tadi aku bohong."

Bella menelan ludah. Merasakan Aska semakin merapatkan tubuhnya membuatnya merasa semakin hangat. Kemudian Aska mengecup kening Bella, kemudian hidung, kemudian bibir, kemudian dagu, lalu kembali lagi ke bibir hingga kecupan itu berubah menjadi sentuhan panas.

Mereka hanyut dalam cinta.

***

Diana baru saja terbangun dari tidur. Doni sudah pergi bekerja. Diana tak tahu semalam lelaki itu tidur dimana, yang jelas ia melarang Doni untuk tidur di sebelahnya.

Dalam hati, Diana menertawanan dirinya sendiri. Bagaimana bisa, ia tak membolehkan tuan rumah tidur di kasurnya sendiri? Bodoh sekali.

Barangkali karena perasaannya sedang tidak enak semalaman. Diana masih terngiang-ngiang suara Bella yang mengangkat panggilannya di ponsel Aska.

Diana bertanya-tanya. Bagaimana bisa? Apakah keadaannya sudah berbeda? bahkan Aska baru kehilangan dirinya selama tiga hari. Apakah Doni berbohong jika Aska masih mencarinya? nyatanya sampai sekarang, Diana yang percaya jika Aska akan menemukannya di sini malah tak ada kabar sama sekali.

" Halo?"

Diana menutup telinga. Suara itu terngiang lagi. Ia tak bisa terus-terusan menunggu Aska menemukannya di sini. Mungkin sekarang, ia yang harus mencari Aska dan meminta penjelasan.

Diana cepat-cepat membersihkan diri dan mengganti hoodie milik Doni dengan setelan pakaian miliknya yang kemarin sempat dicuci.

Keluar rumah, Diana mengunci pintu menggunakan kunci yang diberikan Doni. Ia bahkan harus berjalan cukup jauh untuk menemui angkutan umum. Menyetop Angkot, Diana naik. Ia langsung disuguhkan dengan anak-anak remaja berpakaian dekil serba hitam mengamen. Menyebarluaskan suaranya yang cempreng.

Diana memberi beberapa uang receh yang ia bawa kepada remaja-remaja tersebut. Ketika mereka keluar, Diana melihat mobil Aska terparkir di sebuah minimarket.

Diana segera turun dari angkot dan merasa lega karena sebentar lagi ia akan tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Diana masuk ke minimarket tersebut dengan sedikit rasa senang. Mengambil air mineral di kulkas, ia menengok ke kanan dan mendapati Aska sedang mengambil beberapa keripik camilan.

Baru saja Diana membuka mulut, hendak memanggil Aska, Bella muncul dari sisi lain dan menghandeng Aska pergi.

Seketika jatung Diana seperti merosot ke perut. Membuat perutnya seperti diperas-peras. Meski begitu, Diana mengikuti mereka, mengintip keduanya memilih saus.

" Menurut kamu enak yang mana?"

" Saus cabai lebih jos!"

" Itu kan pedes. Nanti perut kamu bermasalah, Aska."

" Aku kan lelaki. Nggak mungkin secemen itu."

" Oh, ya?"

Aska mengangguk dan meletakkan Saus cabai ukuran paling besar ke dalam keranjang belanja.

" Kamu yakin?"

Aska mengangguk mantap. Kemudian berbalik hendak mencari yang lain. Namun, Aska berhenti dan menatap perempuan di hadapannya.

" As..."

Ucapan Bella terpotong, melihat Aska dan Diana salinh berhadapan. Bella kemudian mundur dan membiarkan Aska menyelesaikan masalahnya. Namun, sampai hampir sepuluh menit Aska masih tak bergerak jika saja Diana tidak maju untuk memeluknya.

" Aska... aku kangen," ucap Diana. Ia benamkan wajahnya di bahu Aska.

Aska membalas pelukan itu, " kamu kemana aja, Di?"

" Kamu yang kemana? kamu pergi lama banget waktu itu. Ninggalin aku yang lagi sakit sendirian di dalam mobil."

Aska semakin mengeratkan pelukannya, begitu juga dengan Diana. Tetapi, Aska sudah tak merasakan hal yang sama seperti dulu. Begitu juga Diana yang merasa pelukan Aska tak sama seperti dulu.

Di jarak yang lain. Bella memerhatikan mereka berdua dengan perasaan kecewa. Seharusnya ia tak percaya pada apa yang Aska ucapkan tadi pagi.

Bella berbalik, cepat-cepat menyelesaikan transaksi dan pulang ke apartemen dengan memesan taksi online.

***

1
Resti Chaniago
astaga diana, knp ngga lepas kerjaan itu aja dr dulu sih
Yesi Marlina
rugi donk bela dapat Aska yg sudah celap celup sama diana
Rini Haryati
bagus
sukses
.....semangat
Darah Biru (Bangsawan)
jejak dukungan ❤️
Hello_Clo
Violita Putri
pengen liat azka nyesel karena lebih milih diana
Violita Putri
serakah
Violita Putri
kuat janinnya padahal sempat overdosis
Violita Putri
ntar mutia hamil trs minta tanggung jawab 😏
Violita Putri
jangan Bella dulu dong yg jatuh cinta
Ilan Irliana
y loe buruk lg..celup sana celup sono...wllee
Ilan Irliana
bagus lh aska milih diana...mg mutia nnt dtg trus hamil ank aska....bella bhgia m cnt br'y...aska puyeung m 2 cewek'y...hihi
Ilan Irliana
astaga...mg ktauan y m bella..
widya widya
Bella sama Arya aja.. Aska cuma bikin perasaan galau maju mundur cantik gajel. Labil bener ga sesuai umur.. aska plin plan pula dan gampang tergoda cewe. cuma bikin cape bro
widya widya
lebih setuju bella dan arya. Aska cuma bikin perasaan galau maju mundur cantik gajel. Blm lg aska plin plan dan gampang tergoda cewe. cuma bikin cape bro
Aulia Franisti08
semangat
Jeny Chan
like kakak...
Aulia Caem
mntep
J-nee Suho💃
eeeh udah tamat aja.. seneng liat bella akhirnya bahagia.. semoga aska juga bahagia yah thor nanti nya..
Diary Tika: Kita lihat saja nanti hehe. Terimakasih buat dukungannya! 😁
total 1 replies
J-nee Suho💃
yang langgeng ya bella sama arya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!