NovelToon NovelToon
Kau Rebut Kekasihku Ku Rebut Suamimu

Kau Rebut Kekasihku Ku Rebut Suamimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:91.6k
Nilai: 5
Nama Author: Veey

Kala cinta bersemi diantara aku dan dia, tak kan ada yang mampu memisahkan cinta kasih yang telah kami padu selama beberapa tahun belakangan ini. Suka dan duka kami lewati bersama, segala rasa yang ada dalam hubungan ini kami satukan dalam satu ikatan cinta yang abadi dihati masing masing dan tak semudah yang dibayangkan untuk terus mempertahankan rasa ini. Banyak hal cobaan dan rintangan yang harus kami lalui, suka duka tawa canda kepercayaan bahkan penghianatan yang terkadang muncul dalam sebuah keadaan. Jarak dan waktu bahkan tak mampu memisahkan cinta kita berdua. Saling menyakiti tapi selalu saling memaafkan satu sama lain, kami saling melengkapi kekurangan masing masing pasangan. Hujan badai yang kita lalui bersama akan kah tak ada artinya bagimu ? Ahhhh baguku berat untuk bisa melepaskanmu apalagi terlalu berat bagiku untuk melupakan semua kenangan dan kisah yanv telah terjadi di antara kita berdua.
Namun semua sirna, harapan itu mulai hilang dan memudar ketika dia sebagai orang ketiga datang dan meminta cinta kasihmu..mengemis cinta dan mengharapkan perhatianmu. Bahkan rela melakukan segala cara unyuk merebut dirimu dari sisiku.
“Ahh” sudahlah mingkin dirimu khilaf sayang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 23

Alan beserta Aruni langsung saja menuju rumah Alan untuk bertemu dengan keluarganya.

"Sayang, sebelum kita ke rumah kamu nanti kita mampir dulu ya beli bingkisan buat Ibu sama Kak Ros." Ungkap Aruni.

"Gak perlu lah, ngapain bawa-bawa segala sih. Sudah santai saja gak perlu itu." Jelas Alan menolak ajakan Aruni.

"Pokoknya iya, kalau kamu gak mau ya sudah kita gak jadi ke rumah mu." Ucap Aruni mengancam Alan yang keras kepalanya pasti gak akan hilang kalau tidak di ancam seperti itu.

"Oke oke kalau begitu, kamu itu ya main ancam-ancam segala." Kata Alan yang terpaksa mengikuti apa yang di inginkan oleh kekasihnya itu.

"Oke kita setuju ya," kata Aruni bersemangat dan sambil tersenyum karena merasa menang telak dari Alan yang pastinya tidak kuat kalau saja di ancam seperti itu.

Akhirnya Alan pasrah dan menuruti kehendak sang kekasih karena Alan tahu kalau kalau saja Aruni sampai merajuk lagi pasti akan sangat susah dan harus punya tenaga ekstra bila membujuknya kembali dan maka dari itu Alan menuruti saja apa kemauannya agar semua keadaan ini aman terkendali.

Di depan sana sudah mulai terlihat jelas Swalayan dimana Alan dan Aruni selalu berbelanja kebutuhan sehari-hari di sana. Alan langsung saja membelokkan setir mobilnya ke depan pusat perbelanjaan itu dan memarkir mobil di depannya.

Alan dan Aruni segera turun dari mobil dan memasuki pusat perbelanjaan itu kemudian mulai melihat serta memilih apa saja yang mereka inginkan.

Mereka berjalan secara berdampingan sambil memilih-milih keperluan, Aruni yang seketika berubah menjadi wanita pada umumnya ketika sedang berbelanja, sibuk mencari produk terbaik dan mengeluarkan kemampuannya saat berbelanja. Dan Alan berada di dekatnya dengan mendorong troli yang berisikan belanjaan mereka.

Segala bentuk makanan ringan dan cemilan yang di pilih oleh Aruni, sampai juga ke kebutuhan dapur yang ingin di beli Aruni untuk dibawanya nanti ke rumah Alan. Mungkin saja bahan makanan yang akan di beli bisa dan di masak secara bersama dengan Ibu dan Kakak Alan nantinya saat di rumah.

Aruni juga memilih sayuran yang bagus dan segar untuk di masak nantinya, dan tak lupa juga dengan buah-buahan yang segar juga.

"Oke sekarang semuanya sudah lengkap, ayo Alan kita ke kasir dan segera pulang," ajak Aruni penuh semangat karena akan bertemu dengan calon Mertua dan Kakak Iparnya kelak.

"Iya," saut Alan dan mengikuti Aruni sambil mendorong troli belanjaan yang tanpa di sadari sangat penuh.

Alan dan Aruni mengantri di kasir dan menunggu giliran saat akan membayar semua belanjaan. Sampai tiba giliran mereka di depan kasir dan menghitung semua jumlah belanjaan Aruni yang begitu banyak, dan setelah selesai Aruni mengeluarkan kartu kredit yang di milikinya guna membayar semua itu.

Setelah semua urusan selesai, akhirnya Alan mengangkat semua belanjaan ke dalam mobil yang di parkir dan di ikuti Aruni yang berjalan santai hanya melihat Alan menenteng semua belanjaannya. Keduanya langsung beranjak pergi dari pusat perbelanjaan itu dan langsung pulang ke rumah Alan.

Tak perlu menunggu lama, akhirnya Alan dan Aruni sampai juga. Seperti biasa keadaan lingkungan rumah Alan yang mana banyak sekali para tetangga yang saling bergunjing membicarakan Alan. Karena Alan membawa seorang wanita kaya ke rumahnya dan tampak memakai fasilitasnya.

"Ah memang dasar ya ibu-ibu di sini kerjaannya ngurusin hidup dan urusan orang lain saja, apa gak ada ya kerjaan mereka semua." Upat Alan sambil membawa keluar semua barang belanjaan.

"Hahaha," kata Aruni tertawa sambil tersenyum melihat tingkah dan raut wajah Alan yang sedang kesal karena jadi bahan pembicaraan ibu-ibu tetangga yang sepertinya hanya bisa mengomentari dan mengurusi kehidupan orang lain saja.

"Kenapa ketawa kamu ? Ada yang lucu memang ?" Tanya Alan pada Aruni yang di rasa sedang mengejeknya.

"Tidak ada, hanya senang dan geli melihat tingkah dan raut wajah kamu yang seperti itu. Kamu ini ya, ngapain harus menanggapi hal yang gak penting seperti itu sih ? Biarkan saja mereka berasumsi seperti apa yang mereka mau, gak usah di pikirkan . Cuek saja, toh aku juga gak merasa terganggu bila mereka memang membicarakan aku. Toh bukan juga mereka yang menghidupi dan ngasih makan kita kan ? Jadi biarkan saja tak perlu di dengar apa lagi di pikirkan. Nambah-nambah pikiran dan kerjaan kita saja tahu gak ." Jelas Aruni dengan cara pandangnya sendiri.

"Tapi apa yang kamu bilang memang ada benarnya juga ya sayang, tumben kamu bisa ngeluarin kata-kata bijak seperti itu." Kata Alan meledek dan sekaligus tak menyangka kalau Aruni bisa juga berpikiran bijak seperti itu.

"Ha kamu selalu saja menganggap remeh aku." Kata Aruni sambil mendesah dan melangkah masuk terlebih dahulu ke arah rumah Alan.

"Eh kamu tungguin aku, bantuin !" Kata Alan sambil bergegas mengejar Aruni yang berjalan begitu cepat tak seperti biasanya.

Aruni terus saja berjalan sendirian dan tentunya di ikuti oleh Alan di belakangnya sembari menenteng belanjaan tadi hingga sampai di depan pintu depan rumah Alan.

"Ibu, Kak Ros kita pulang." Teriak Alan yang melangkah masuk terus ke dalam ruang tamu dan meletakkan semua barang belanjaan tadi di atas meja, tentu saja di ikuti oleh Aruni yang masih berasa canggung karena belum terbiasa di rumah Alan dan ini kali keduanya Aruni bertemu dengan keluarga Alan.

Ibu dan Kak Ros yang mendengar suara teriakan Alan yang begitu keras sehingga membuat keduanya keluar menuju ruang tamu menghampiri Alan.

"Kamu kenapa berteriak seperti itu Alan ? Apa tidak bisa berbicara pelan saja ?" Terdengar suara Kak Ros yang seperti berbicara sambil berjalan ke arah Alan dan Aruni.

"Eh halo Kak Ros, Halo Ibu." Sapaku langsung bersalaman dengan Kakak dan Ibunya Alan ketika mereka secara bersamaan keluar dari arah dalam.

"Eh ada kamu Aruni, maaf ya Kakak kira tadi hanya Alan sendiri saja makanya aku omelin dia." Kata Kak Ros yang merasa tak enak pada Aruni yang sedang bertamu.

"Iya Nak, mohon di maklumi saja. Mereka berdua ini tingkahnya seperti anak kecil saja sering juga berantem padahal sudah pada besar." Jelas Ibu Alan karena merasa tak enak kalau saja Aruni melihat tingkah kedua anak nya yang selalu ribut ketika di rumah, walaupun ributnya tak pernah serius.

"Ah tidak apa-apa kok Bu, biasa saja itu kalau adik kakak bercanda. Mungkin saja itu cara mereka mengungkapkan rasa saling sayang, betul tidak Kak ?" Tanya Aruni karena takut semua ini menjadi pembicaraan yang serius.

"Ah betul sekali itu, lagian kan tidka mungkin juga kita berantemnya betulan." Sela Alan sambil tertawa.

"Oh iya Bu, lihat tuh si Aruni bawa segitu banyak. Katanya dia mau belajar masak sama Ibu." Lanjut Alan sambil memperlihatkan semua bawaan Aruni dan menunjuknya dengan penuh semangat.

"Kenapa repot-repot bawa segitu banyak. Memangnya kamu mau di ajarin masak apa Nak ?" Tanya Ibu pada Aruni karena heran melihat segitu banyaknya yang di bawa oleh Aruni.

"Masak apa saja sih Bu, tadi Aruni bingung jadi ya asal ambil saja yang dirasa perlu." Kata Aruni.

"Ya sudah kalau gitu ayo kita ke dapur dan mulai masak. Ros bantuin bawa bahannya ke dapur ya." Kata Ibu sambil memboyong Aruni ke arah dapur dan di ikuti Kak Ros, sementara Alan di tinggal sendirian di ruang tamu.

1
Soraya
baru mampir thor duduk dl ya
꧁༒țąmąrą༒꧂
gk up lagi thor?
Bintang Oktaria Silalahi
kasihan x si ardi..tapi penasaran judulnya dengan ceritanya..tapi kasih clue napa..ne kebanyakan cerita alan2 saja
Amira Zahira
update lagiiiiiii
꧁༒țąmąrą༒꧂
fighting
꧁༒țąmąrą༒꧂
aruni yg salah kok malah ardi yg di bentak😓kan kasiaann,..😫
Apriliyanti
lanjut thor..
mkin seru..???
😊😊
꧁༒țąmąrą༒꧂
fighting😉
Dev
Makin lope2 author the best, ceritanya makin jempolan❤️👍🏿
Dev
Lanjut, makin kesini makin ok😘😘😍
Dev
Bikin greget say
Aa zigant
semangat Dek🥳🥳🥳
Apriliyanti
lanjut up nya tor..
aku slalu setia menunggu😊😊
ノ✧ κᥱγᥣα ✿⋌
hadir, semangat up
ノ✧ κᥱγᥣα ✿⋌
lanjut up
Susi Susanti
lanjut
Susi Susanti
seru bgt
Ande Pesik
ceritanya terlalu ber-tele2
ノ✧ κᥱγᥣα ✿⋌
lanjut dan semangat
ノ✧ κᥱγᥣα ✿⋌
3A hadir membawa paket lengkap, semangat terus berkarya 🖤 ditunggu jejaknya di 3A
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!