" Aku selalu mencintaimu.. Tidak ada rasa ini berkurang sedikit pun untukmu.. Selena ku. " Arjuna.
" Mencintai mu tidak harus memiliki ragamu.. hati ini selalu terisi penuh dengan nama mu, Arjuna ku. " Selena.
" Apa Daddy tidak mencintai mommy ku lagi? Daddy sudah melupakan mommy ku? Selena mu? Jadi benar, aku di lahirkan ke dunia karena suatu kesalahan? lalu kenapa Daddy mempunyai anak lainnya? aku membenci mu dad! sangat membenci mu! sebelum aku mencintaimu! " Renard.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Nathan
Hari-hari Selena terasa begitu menyenangkan. Gadis itu terlihat begitu ceria dari sebelumnya. Perubahan itu di sadari oleh kedua orang tua Selena.
" Selena.. " Wulan memanggil putrinya yang tengah menikmati semilir angin di teras balkon kamarnya. Duduk di ayunan dengan bersenandung.
" Iya bu. " Selena menoleh, memberikan senyum manisnya pada ibunya.
" Kau terlihat bahagia akhir-akhir ini. " Wulan ikut duduk di bangku ayunan itu. Mengelus kepala Selena. " Apa yang membuat mu bahagia nak? "
Selena memeluk ibunya, menyalurkan rasa bahagia nya, tetapi dia tidak berani menceritakan apa yang sudah terjadi, menjalin hubungan dengan Arjuna, pria yang berhasil membuatnya selalu bahagia. " Aku hanya senang bu. "
" Kau akan bertambah senang, malam ini Nathan akan mengajak mu makan malam di luar nak. " ucap Wulan yang mengira Selena akan bertambah bahagia mendengar kabar itu.
Selena mengendurkan pelukannya, menatap ibunya. " Tapi bu, Selena tidak mau. "
" Kau bilang seperti itu karena belum mengenalnya, jika sudah saling kenal, ibu yakin kau akan menerima Nathan. Dia pria yang baik. " Wulan.
" Hanya pergi berdua? " tanya Selena.
Wulan menggeleng. " Dua ajudan akan menemani mu dari jauh. Kau masih dalam pantauan kami. Itu akan aman. Maka dari itu ibu mengijinkan saran ayahmu. "
Selena menjadi lesu, senyumannya hilang seketika. " Bagaimana kalau Arjuna tahu? "
" Makan malam dimana bu? "
" Di restoran favorit kita. "
" Oh.. "
" Jadi, bersiap-siaplah. Berdandan yang cantik. "
***
Selena pergi ke restoran itu. Di sana Nathan sudah menunggunya. Senyumannya mengembang ketika melihat kedatangan Selena.
" Akhirnya kau datang juga. " Nathan berdiri, lalu bersiap menarik kursi yang akan di duduki Selena.
" Aku bisa sendiri. " ucap Selena menolak perlakuan manis dari Nathan.
" Emm.. mau pesan apa? " Nathan sangat gugup bertatap muka dengan gadis cantik seperti Selena. Pertama kali bertemu dengan Selena, Nathan sudah tertarik padanya. Dan dengan cepat menyetujui perjodohan mereka.
Dengan wajah juteknya, Selena menjawab pertanyaan Nathan. Memanggil pelayan untuk memesannya.
" Apa kau setuju dengan perjodohan ini? " tanya Selena tanpa basa-basi. " Kau tahu kan? rencana kedua orang tua kita? "
Nathan mengangguk. " Iya, aku setuju. " bagaimana Nathan tidak setuju? menikah gadis cantik adalah impiannya. Apalagi Selena berasal dari keluarga baik-baik, orang tuanya pun sudah memberikan restu. Jadi Nathan tidak mungkin menolak perjodohan itu.
" Kau tidak memiliki kekasih? " Selena.
" Tidak, aku sudah memutuskan hubungan kami. " jawab Nathan dengan jujur. Sebelum Nathan menerima perjodohan, pria itu memutuskan hubungannya terlebih dahulu dengan kekasihnya. " Apa kau mempunyai kekasih? " Nathan bertanya balik.
Selena mengangguk. " Iya. Dan aku sangat mencintai nya. " Selena berharap Nathan akan menolak perjodohan ini jika mendengar pengakuannya yang sudah memiliki kekasih.
Nathan tersenyum tipis. " Hanya cinta monyyet! hubungan kalian bisa kapan saja berakhir. Aku akan menunggu mu. "
" Hubungan kami tidak akan berakhir. Kami saling mencintai. " Selena.
" Aku tidak yakin, kedua orang tua mu hanya menginginkan aku yang menikahi mu. "
" Yakin sekali! " Selena.
" Pernikahan kita masih lama, aku juga belum menyelesaikan kuliah ku. Jadi, akan ku berikan waktu untuk mu. Selesaikan hubungan kalian.. aku akan menunggu kabar itu. " Nathan tetap menginginkan Selena.
Selena mendengus kesal. " Aku ti- "
" Sebaiknya kita makan dulu, aku sudah sangat lapar. " Nathan memotong pembicaraan Selena yang belum selesai. Waktu yang tepat ketika pelayan datang membawa pesanan mereka. Selena pun diam, dan mengikuti arahan Nathan, makan terlebih dahulu.
" Jangan kecewakan aku, berkencanlah selayaknya remaja pada umumnya. Seperti teman dekat misalnya.. " ucap Nathan yang telah selesai dengan kegiatan makannya. " Jaga batasan mu, kau adalah calon istriku dimasa depan. Aku akan tetap menunggu mu. "
Selena menghentikan pergerakan tangannya. Gadis itu hanya diam mendengarkan Nathan. Menolak ataupun melawannya akan percuma, tidak akan berubah mengenai keputusan yang telah orang tuanya tentukan. Yang hanya di pikiran Selena adalah bagaimana cara untuk menggagalkan rencana itu. " Masih banyak waktu, akan ku pikiran caranya agar perjodohan ini tidak berlanjut. "
" Mau aku antar? "
" Tidak perlu, aku pulang bersama supir ku. " tolak Selena.
" Baiklah.. mari aku antar sampai ke mobil mu. " Nathan berusaha bersikap baik pada Selena. Walaupun Selena selalu menunjukkan wajah ketidaksukaannya.
Selena membiarkan Nathan mengikuti langkahnya. Gadis itu sama sekali tidak menoleh ke arah Nathan ketika masuk ke dalam mobil. Tidak ada kata perpisahan yang terucap dari bibir Selena.
" Selamat malam, sampai bertemu lagi. " Nathan memberikan salam perpisahan untuk malam ini. Selena hanya melirik sekilas, tanpa menjawabnya.
Nathan menghela nafasnya panjang. Pria itu tidak mau kehilangan Selena. Dia harus mendapatkan Selena untuk di jadikan sebagai istrinya. " Sepertinya aku harus bersabar mendapatkan nya. "
***
Di sekolah, Selena mencari keberadaan Arjuna. Pagi ini Arjuna belum menunjukkan batang hidungnya. Selena sudah tidak sabar bertemu dengan kekasihnya itu. Padahal, jam pelajaran pertama akan segera di mulai.
" Rangga! " Selena memanggil Rangga untuk menanyakan keberadaan Arjuna.
" Apa? "
" Emm.. aku tidak melihat Arjuna? apa dia tidak masuk sekolah? " Selena sudah tahu tentang Rangga yang bekerja pada keluarga Arjuna. Tinggal bersama dalam satu rumah.
" Iya, dia tidak masuk sekolah. " jawab Rangga.
" Kenapa? apa dia sakit? " Selena khawatir dengan kesehatan Arjuna. Semalam Arjuna tampak baik-baik saja ketika mereka melakukan video call.
" Dia tidak sakit. Tapi sedang sibuk hari ini. Mungkin besok akan kembali masuk sekolah. "
" Oh.. syukur lah.. aku pikir dia sakit. " Selena merasakan lega mendengar keadaan Arjuna baik-baik saja. Dia akan menunggu ponsel Arjuna aktif kembali, baru menanyakan apa yang telah terjadi. " Baik, terimakasih Rangga.. " ucap nya tulus.
" Hem. "
" Aku pergi ke kelas dulu.. sekali lagi terimakasih.. "
Bersambung...
Nggak tau aja Arjuna anak siapa, holang kaya tau nggak