Faizal,,, ada lah seorang dokter yang bekerja di rumah sakit yang terkenal di kota itu. Di balik sukses nya dia, tanpa di sadari oleh siapa pun, kehidupan keluarga yang ia miliki sangat lah kelam dan suram.
Ia pun tidak ingin membawa cerita hidup nya yang kejam itu pada siapa pun, sampai suatu hari semua nya berubah.
Apa kah berubah makin parah atau makin membaik, ikuti lanjutan cerita nya jika ingin tahu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#22
Setelah mandi dengan cepat, Faizal turun. Ia ingin sekali bertemu Mela. Ia ingin mengata kan apa yang sebenar nya telah terjadi. Mela hanya salah paham dengan nya. Tapi sayang nya, Mela tidak ingin mendengar kan apa yang ingin ia jelas kan.
Ia pun turun kebawah, menuju meja makan untuk sarapan. Dia tidak melihat Mela di sana, apa mungkin Mela belum turun atau pun mungkin belum bangun. Kata nya dalam hati sambil melihat pintu kamar Mela.
Seakan mengerti yang di cari oleh Faizal. Mama pun mengata kan pada nya.
"Mela udah berangkat dari tadi Zal," kata mama.
"Udah berangkat ma, kok pagi banget berangkat nya". Kata nya kaget. Biasa nya Mela tidak berangkat sepagi ini.
"Kata nya ada yang harus ia kerja kan." kata mama.
"Udah lama ma, berangkat nya". Kata nya bertanya lagi.
"Udah dari tadi lho, mama juga gak ngerti dengan anak itu. Hari ini berangkat pagi benar". Kata mama.
Faizal hanya diam, dia tahu kenapa Mela berangkat pagi sekali. Itu karna, Mela menghindari diri nya.
Faizal pun sarapan nya hanya sedikit. Kemudian pamit pergi kerja dengan mama tiri nya itu.
"Aku berangkat dulu ma". Kata nya tanpa menghabis kan saran nya.
"Eh,,,,, Faizal. Sarapan nya kok gak di habis kan sih". Kata mama.
"Udah kenyang ma," kata nya sambil berjalan meninggal kan meja makan dan menuju pintu.
"Ada apa ini ma, kenapa ribut sih pagi begini". Kata papa yang baru saja turun.
"Lho,,, kok tinggal mama aja lagi di sini. Anak anak mana sih". Kata papa lagi.
Karna biasa nya mereka akan sarapan sama sama. Tapi hari ini dua anak itu sudah tidak ada.
"Itu yang mama ribut kan tadi, Mela berangkat nya pagi lagi. Sarapan aja ngak, lah ini Faizal. Sarapan nya aja gak di habis kan. Jadi bingung mama sama anak muda sekarang." kata mama.
"Lho... Gak biasa anak itu seperti ini kan ma, apa lagi Mela. Biasa nya kan sarapan di rumah." kata papa.
"Itu lah yang mama bingung kan pa, apa yang sebenar nya mereka rahasia kan dari kita". Kata mama.
Papa dan mama pun sarapan bersama, sambil membicara kan tentang kedua anak nya yang berubah sikap nya menjadi tidak jelas ini.
Sementara itu, Mela tidak ada semangat untuk kerja hari ini.
"Mbak Mela, gak enak badan ya". Kata karyawan nya.
"Gak juga Fit, mbak baik baik aja kok". Kata nya pada karyawan nya.
Sebenar nya beda umur mereka tidak jauh. Hanya saja, karyawan itu tidak enak untuk memangil bos nya dengan sebutan nama. Maka nya ia memangil dengan sebutan mbak saja. Itu lebih sopan kata nya.
"Tapi, aku lihat mbak kok gak ada semangat nya sih. Apa lagi, hari ini mbak berangkat kesini pagi banget lagi." kata laryawan nya ini.
"Aku gak papa Fit, kamu gak usah khawatir ya." kata nya pada Fitri karyawan nya ini.
"Oh ya Fit, jika kak Faizal nyari aku. Bilang gak ada ya". Kata nya lagi.
Fitri mengangkat alis nya, tak biasa nya mbak Mela nya ini. Tidak ingin bertemu dengan kak Faizal nya ini. Biasa nya jika ada Faizal, ini akan bikin Mela tambah semangat. Apa kah mereka sedang bertengkar ya, kata Fitri dalam hati.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
sesekali bolehlah di tegasin biar gak ngelunjak
👍👍👍👍👍👍👍
👍👍👍👍
tp sayang akhir cerita kurang mantap
lebih semanhat
lebih bagus lagi
🙏🙏🙏🌹
sabar Faisal smg papamu cpt sadar
🙏🙏🙏
mksih byk