Dia cantik, bahkan sangat cantik. Tapi dia bagai kan mawar. Cantik tapi penuh duri.
Yang ingin dekat dengan diri nya harus pikir pikir dua kali. Karna ia cantik tapi galak nya minta ampun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
+22
Elang pun menganguk setuju dengan apa yang di kata kan Gea barusan.
"Iya mah, keinjak sendiri kok. Lagian cuma memar dikit aja nya nih." kata nya berusaha seperti tidak sakit.
"Oh ya sudah. Mama bukan nya apa apa ya,,,, tadi nya khawatir dengan apa yang kalian laku kan. Karna kalian di jemput kok gak muncul muncul nak." kata mama Elang.
"Kami sebenar nya sebentar lagi juga mau kesana ma, hanya saja nunggu sin,,,, Gea selesau ngobatin nya." kata Elang.
Hampir saja dia salah menyebut nama Gea dengan singa betina.
"Ya sudah, kalo udah selesai. Kita kedalam sekarang aja yah,,, karana kita mau pamit pulang sekarang." kata mama nya.
"Tapi kamu beneran bisa jalan kan sayang." kata mama lagi.
"Udah bisa kok mah, hanya saja harys di bantu sama Gea untuk jalan nya". Kata Elang.
Kata nya melihat kearah Gea, mau tidak mau Gea hanya nurut saja. Karna dia tidak mau di bilang anak yang gak bisa di ajar di depan mama nya Elang.
Ia pun membantu Elang untuk masuk kerumah. Sebenar nya Elang hanya mengerjai nya. Kaki nya sudah bisa berjalan sendiri, tapj malah di buat buat sakit. Kali ini ia sukses ngerjai Gea.
Sampai dalam rumah, semua nya pada bertanya kenapa dengan kaki Elang. Semua nya pada khawtir dengan kaki pangeran Elang itu.
Mama nya yang giliran menjelas kan. Apa yang terjadi pada Elang.
Akhir nya mereka pun pamit pulang. Itu membuat hati Gea merasa tenang setelah keluarga itu pamit.
"Kak aku gak nyangka ternya yang di kata kan oma itu Elang, awal nya aku kira. Yang oma kata kan itu adalah Denis." kata Gea pada kakak nya.
"Itu yang mau kakak kata kan pas kamu bilang Denus orang nya. Karna yang kakak tahu Denis itu bukan anak orang terkaya di negara ini Ge." kata Dewa.
"Yah,,, mana aku tahu kak. Aku kan cuma lihat siapa yang akan di jodoh kan dengan ku. Eh ternyata dia.... " kata nya mengeluh lemah.
"Udah, angap aja kamu dan Elang memang sudah jodoh Gea, kamu di jodoh kan sejak lahir." kata kakak nya.
"Gak,,,, gak jodoh. Ini karna oma yang mau, jika ngak. Ogah banget gue sama Elang itu. Jangan kan ingin jadi jodoh nya, jadi pembantu nya aja gue ogah banget". Kata Gea.
"Beneran ini dek,,,,, jangan nyesel nanti kamu ya. Biasa nya benci dan cinta itu gak jauh jauh amat tahu gak". Kata kakak nya.
"Gak ah... Ogah". Kata nya sambil berlalu pergi.
"Dasar kamu Ge,,,," kata Dewa sambil tersenyum melihat tingkah adik nya.
Dewa dan Gea mamang tidak sama prinsip dan tingkah laku, hanya saja mereka saling menyayagi satu sama lain. Dewa memang tak bisa melindungi adik nya dengan tenaga. Tapi, ia bisa melindungi adik nya dengan perkataan nya. Selagi itu bisa di angap melindungi adik tersayang nya, ia akan laku kan.
Begitu pun dengan Gea, ia akan membela kakak nya mati matian. Dengan tenaga nya, jika kakak dalam masalah.
Dalam cinta nya, Gea tak pernah memilih untuk jatuh cinta. Karna bagi nya, cinta itu tak jauh dari kata sakit hati dan kecewa. Karna, ketika kita mencintai seseorang, jelas ada resiko dari cinta kita ini. Baik itu banyak atau sedikit, besar atau kecil nya resiko. Tapi, jelas ada di dalam kata mencintai.