Cinta yang begitu besar hingga membuat seorang wanita bernama Maria, rela berpindah keyakinan hanya untuk memperjuangkan cintanya.
Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah karena terlalu Mencintaimu,
dan kekecewaan terbesar dalam hidupku adalah karena perjuangan dan pengorbananku ternyata hanya sia sia, saat lelaki yang kuperjuangkan memutuskan menikahi wanita lain.
Ditengah luka dan kecewa yang dirasakannya. Muncul seorang pria tampan yang menerobos masuk kedalam kehidupannya dan selalu mengklaim bahwa Maria adalah miliknya.
Apakah Maria akan bersama dengan pria itu? Atau malah kembali bersama pria yang sudah mengecewakannya?
IG: NonaFi0609
Tekan ❤️ dan rate ⭐ ya, agar selalu bisa mengikuti alur ceritanya.
Mohon dukungannya, Terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
L.A.T.M 22
Faizan kembali tersenyum melihat foto seorang wanita cantik yang sudah terpajang indah menjadi walpaper di Phonselnya. Percaya atau tidak, Namun Faizan percaya jika Cinta pada pandangan pertama itu nyata. Karena Faizan sendiri merasakan hal tersebut.
"Maria Calista." Nama yang Cantik secantik orangnya." Ucap Faizan dalam Hati berbunga bunga mengingat Sosok Maria.
Mobil mewah milik Faizan berhenti tepat Di depan sebuah Gedung menjulang tinggi yang bertuliskan FR Resindence.
Faizan menatap sinis pada Ridwan saat Ridwan membawanya ke FR Residence.
"Bukannya sudah aku katakan untuk tinggal di gedung yang sama dengan Maria." Ucap Faizan dingin pada Ridwan
"Tuan, Ada kesalahan dalam informasi sebelumnya yang saya dapatkan. Nona Maria baru saja pindah Ke FR Residence. Jadi saya Menyiakan Penthouse di gedung yang sama dengan Nona Maria, Hanya berbeda lantai saja." Terang Ridwan berusaha tenang meskuoun sejujurnya ia merasa tegang saat ini. 9 Tahun bekerja dengan Faizan tetap saja membuat Ridwan merasa takut berhadapan dengan Faizan. Sikap Faizan benar benar memperlihatkan Aura kepemimpinan yang tegas.
"Maria tinggal disini? Ditempatku?" Tanya Reyhan terkejut yang dijawab Anggukan mantap oleh Ridwan, Membuat Faizan merasa senang namun tetap bersikap Cool di depan Ridwan.
Mungkin jika Tidak ada Ridwan saat ini, Faizan akan melompat girang bertepuk tangan saking senangnya.
"Dia sendiri yang akhirnya menghampiriku. Sepertinya kita memang ditakdirkan bersama."
Gumam Faizan pelan namun dapat didengar Ridwan yang berpura pura tidak mendengarnya.
Lebih baik berpura pura tuli ketimbang ditikam oleh tatapan tajam Mata nya yang sangat mengerikan itu. Batin Ridwan bergidik ngeri
***
Di MC Butik. Seperti biasa pelanggan terus berdatangan untuk memanjakan Mata mereka disana. Maria tak tinggal diam, Ia juga turut melayani para pelanggan Butiknya.
Sikap ramah dan sopan yang ditunjukan oleh semua pegawai MC Butik, tentu saja menjadi salah satu poin penting yang membuat MC Butik semakin disukai banyak orang. Pelayanan yang diberikan sungguh memuaskan sehingga membuat siapapun pasti akan datang kembali kesana.
Ada benarnya juga jika Orang sering mengatakan, Pelayanan yang baik tentu akan menarik hati pelanggan. Dan Orang yang dapat bekerja memberikan pelayanan yang baik, juga didasari dengan atasan dan rekan yang baik. Jika mempunyai Rekan kerja dan Atasan yang baik. Tentu saja siapapun akan berusaha bekerja dengan baik.
Begitu juga sebaliknya , Jika bekerja dengan Atasan yang bisa dikatakan Hanya bisa Memperbudak tanpa mau membaur dengan pegawainya. Bisa dipastikan para pekerja juga akan bekerja seadanya hanya karena tuntutan pekerjaan, namun tidak ada keikhlasan didalam nya.
Beberapa saat kemudian, setelah Pelanggan mulai berkurang dan Butik tidak terlalu ramai. Maria mempersilahkan Para pegawainya untuk bergantian beristirahat. Maria juga sudah memesan Makan siang untuk semuanya.
Tring.....
Satu pesan masuk dari nomor tak dikenal membuat Maria menautkan kedua alisnya, tanpa Niat untuk membaca pesan masuk tersebut.
Baru saja Maria menyuapkan sendok berisi makanan kedalam mulutnya, Dering panggilan masuk terdengar dari Phonselnya dari nomor yang sebelumnya mengirimkan Maria Pesan.
Maria mencoba mengacuhkan telepon tersebut namun sepertinya yang penelepon tidak akan berhenti, sebelum teleponnya di jawab. Dengan malas Maria akhirnya menjawab panggilan tersebut.
"Assalamualaikum Halo!" Ucap Maria terdengar lembut
"Halo Maria Calista Rajesh." Jawab Seseorang Pria diseberang sana yang membuat Maria tesedak makanannya.
"Uhukk... uhukk...!!"
Dewi yang berada didekat Maria dengan cepat memberikannya minum.
Setelah meneguk habis air yang diberikan Dewi, maria bangkit berdiri dan sedikit menjauh dari sana.
"Siapa kamu seenaknya mengubah nama belakangku?" Tanya Maria merasa amat kesal
"Aku Calon Suamimu." Jawab Pria diseberang sana yang tak lain adalah Rajesh
"Dasar Gila!!" Bentak Maria memutuskan panggilan setelah menyadari siapa Pria yang menghubunginya saat ini
Darimana dia bisa mendapatkan Nomor baruku. Gumam Maria
Maria jelas merasa Heran saat Faizan bisa mendapatkan nomor phonselnya, sedangkan nomor tersebut baru saja Maria gunakan 10 Hari belakangan tepatnya setelah Maria resmi berpisah dengan Reyhan.
"Siapa Mar?" tanya Dewi mengagetkan Maria
"Pria Gila." Jawaban yang sama Maria berikan pada Dewi, sama seperti saat Naura dan Jenny menanyakan siapa Faizan.
"Jangan terlau membenci Mar! Nanti jatuh cinta giman?" Ucap Dewi menggoda Maria yang melototkan mata menatapnya
"Mana mungkin aku jatuh cinta dengan Pria Gila itu. Seenaknya saja mengatakan kalau dia Calon Suamiku."
"Jadi dia sudah melamarmu?" Tanya Dewi lagi semakin menggoda Maria
Bebeapa pegawai lainnya yang turut mendengarkan Obrolan Dewi dan Maria ikut menggoda Maria membuat rasa kesal Maria berubah menjadi rasa Malu saat semuanya terus saja menggoda Dirinya.
"Kalau dia beneran Pria baik yang dikirimkan Tuhan untukmu. Aku doakan semoga kalian berjodoh." Ucap Dewi lagi yang dengan cepat dijawab Aamiin oleh para pegawainya.
"Bubar dan lanjutkan pekerjaan kalian." Bentak Maria berpura pura marah, Bukannya takut. Namun bentakan dari Maria malah membuat semuanya kembali menertawakan Atasan mereka tersebut.
***
Di seberang sana, Faizan tersenyum senang setelah berhasil membuat Maria kesal. Apapun yang berhubungan dengan Maria selalu dapat membuat Faizan tersenyum. Dan sepertinya membuat Maria kesak juga akan menjadi hobi barunya mulai sekarang.
Kamu orang pertama yang berani memutuskan telepon dariku Mar. Bahkan kedua orang tuaku tidak pernah memutuskan telepon sepihak seperti yang kau lakukan. Kamu semakin menarik perhatianku. Ucap Faizan yang saat ini berdiri tepat didepan tembok kaca yang memperlihatkan kepadatan kota Jakarta, Dari Penthouse nya yang berada dilantai 25 gedung tersebut.
"Kamu masih ingat apa yang aku katakan tadi?" Tanya Faizan Pada Ridwan yang terlihat sibuk menatap Laptopnya.
"Saya mengingatnya Tuan, Anda tenang saja. Saya akan melakukan tugas yang anda berikan." Jawab Ridwan setelah menutup laptop nya
"Kau bisa kembali ke Kantor, Aku lelah dan ingin beristirahat." Ucap Faizan datar meninggalkak Ridwan yang melongo mendengarnya
Kantor yang dimaksud Faizan Adalah FR Corp, Salah satu perusahaan terbesar Negeri ini, Perusahaan besar yang juga bisa dikatakan sudah Sukses dan dikenal oleh beberapa Negara besar lainnya. FR Corp yang selama Ini dipimpin Oleh Aman Rajesh Papa dari Faizan. Sekarang sudah beralih kembali pada pemilik Aslinya yaitu Faizan Rajesh, setelah Faizan memutuskan Untuk menetap di Jakarta.
"Apa aku tidak salah dengar? apa Dia sungguh mengatakan lelah dan ingin istirahat? Luar biasa. Kehadiran Nona Maria sungguh memberikan pengaruh besar padanya. Tuan yang Gila bekerja itu akhirnya mengerti apa itu Lelah." Gumam Ridwan Melangkahkan Kakinya Keluar dari Penthouse Faizan.