Elias merupakan sosok lelaki idola di kampus, dan ia adalah seorang playboy.
Cyara adalah mahasiswi baru di UI Kediri. Mereka bertemu saat Masa Orientasi Siswa baru. Cyara jatuh hati pada Elias.
Elias menjadikan Cyara kekasihnya, namun tidak lama kemudian putus setelah Cyara mengetahui bahwa semuanya adalah settingan.
Setelah putus dari Cyara, Elias baru menyadari jika dia menyukai Cyara yang juga masih memendam rasa untuknya. Mereka bertemu lagi di Rumah Sakit karena Elias terinfeksi corona virus. Akankah Elias sembuh, dan apakah dia menyadari kesalahannya di masa lalu, bisakah ia menaklukkan kembali hati Cyara dan bersaing dengan Fandy untuk mendapatkan hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.22 Teman Dekat
Satu tahun berlalu setelah Elias dan Cyara terakhir bertemu di acara wisuda, mereka tidak pernah bertemu dan menjalani kehidupan masing-masing setelahnya.
Elias belajar tegar menjalani hidup dan menguat kan hatinya. Ia sekarang sibuk di kantor barunya, sebuah perusahaan impor baru yang di bangun kan Ayah dan di percayakan padanya.
Elias mempunyai beberapa karyawan yang membantu pekerjaannya. Perusahaan nya melayani barang impor yang datang. Karena perusahaan baru, dia harus bekerja keras untuk mengurusnya agar survive. Waktunya ia habiskan untuk mengembangkan perusahaan.
Elias juga membuat aplikasi untuk para importir agar mudah melakukan belanja online dan membuka kelas seminar tentang cara-cara impor barang.
Cyara sudah tingkat dua sekarang. Ia aktif di kegiatan kampus, menjadi bagian Himpunan Mahasiswa Jurusan. Selain itu Ia juga mengikuti ekstra kurikuler Pecinta Alam dan Sains, sehingga ia mempunyai banyak teman dari berbagai jurusan.
Cyara sering ikut kegiatan Pecinta Alam, mendaki gunung, arung jeram, flying fox, dan lain nya bersama teman ekstra kurikuler nya di luar jam kuliah.
Cyara sedang berada di ruang pecinta alam. Di sana banyak berkumpul mahasiswa dari berbagai jurusan sedang membahas persiapan untuk acara pendakian gunung besok. Mereka duduk beralaskan karpet hijau. Suasana ramai, sebagian ada yang bercanda di saat yang lainnya serius menulis di papan.
"Cyara aku membelikan ini untukmu." kata seorang lelaki menyerahkan jus jeruk ke Cyara.
"Fandy, di sini bukan Cyara saja yang haus, tapi aku juga haus."
"Aku juga mau jika kau beri kan..." kata mahasiswi lainnya ikut menimpali.
"Kalau hanya tiga orang saja aku mau membelikan, kalau tiga puluh member yang benar saja....kalau mau beli saja sendiri mumpung masih buka kantinnya." kata Fandy duduk di sebelah Cyara.
"Jadi bagai mana hasil diskusi hari ini ?" tanya Fandy pada ketua Pecinta Alam.
"Baik lah, karena masih ada yang aktif masuk kuliah nya. Ini silahkan di baca sendiri-sendiri." kata Andre membagikan lembaran kertas yang baru di ketik Cyara.
Setiap anggota menerima lembaran di tangan nya dan membacanya, kemudian keluar ruangan satu per satu dan kembali ke kelas masing-masing.
"Kau tidak kembali, apa jam kosong ?" tanya Fandy melihat Cyara yang membereskan ruangan.
"Tidak, tiga puluh menit lagi aku ada mata kuliah Komputer Kesehatan." kata Cyara merapikan kertas di meja.
"Kau kembali saja duluan Cyara, aku akan membereskan sisanya. Sekarang aku kosong sampai sembilan puluh menit ke depan." kata Fandy membantu Cyara mengambil dokumen di bawah dan menumpuknya di meja.
"Yakin tidak apa jika aku tinggal sekarang..."
"Pergi lah, nanti kau akan terlambat. Ini tugas ku sebagai wakil ketua, tenang saja, masih ada ketua di sini yang akan membantuku, iya kan ?" tanya Fandy menatap Andre.
Andre diam tidak menjawab melihat Fandy sambil menyesap rokok elektrik nya.
"Aku tinggal dulu ya." kata Cyara keluar dari ruangan meninggal kan mereka berdua.
Rianti berjalan keluar dari lapangan basket dan melihat Cyara berjalan.
"Cyara... tunggu aku."
"Rianti... kau habis dari mana, pasti dari lapangan basket ya, melihat Nathan bermain basket."
Rianti hanya tersenyum melihat Cyara.
"Dasar kau ini sekarang jadi budak cinta nya Nathan." kata Cyara
Fandy keluar dari ruang klub Pecinta Alam dan berlari memanggil Cyara.
"Cyara kau melupakan sesuatu."
Cyara berhenti dan berbalik lalu berjalan mendekati Fandy.
"Apa yang tertinggal ?"
"Kau meninggalkan ponselmu," kata Fandy menyerah kan ponsel, "setelah jam kuliah berakhir temani aku mengambil paket ya."
"Kenapa tidak ajak Andre saja ?"
"Kau tahu sendiri, dia sibuk menyiapkan perlengkapan dan lainnya untuk acara besok."
"Iya baiklah aku temani nanti." kata Cyara berjalan pergi meninggalkan Fandy.
Cyara kembali berjalan menuju Rianti yang berhenti menunggunya.
"Ayo jalan, kita akan telat kalau tidak segera masuk kelas."
"Cyara kau sendiri juga dekat dengan cowok dari jurusan Teknik Industri tadi, kita sama-sama menjadi budak cinta."
"Ngawur... aku bukan pacarnya Fandy. Kita dekat karena memang satu klub, tidak lebih."
"Kau tidak menyukainya ?"
"No..." kata Cyara menggeleng.
"Tapi aku perhatikan dia selalu menatap mu dengan tatapan yang dalam, dan dia selalu ada di saat kau butuh bantuan. Aku rasa dia menyukaimu."
"Sudah jangan bahas itu lagi."
"Kau tidak ingin membuka hatimu ?"
"Aku tidak ingin menjalin hubungan sementara dengan cowok untuk saat ini."
"Maksud mu ?"
"Aku tidak ingin menjalin hubungan yang tidak ada jenjang ke depannya, dari pada menyakitkan setelah putus, lebih baik aku fokus kuliah. Sudah, ayo kita terlambat."
Cyara dan Rianti berjalan cepat menuju kelas nya karena sepuluh menit lagi akan di mulai kelasnya.
Sembilan puluh menit kemudian mata kuliah selesai, dan semua yang ada di ruangan keluar.
"Cyara aku duluan ya, Nathan sudah menunggu ku di sana." kata Rianti pergi meninggalkan Cyara dan berjalan ke Gedung Fakultas Ilmu Komunikasi.
Cyara berjalan ke tempat parkir menunggu Fandy, lima menit kemudian dia datang menaiki motor sport berwarna putih dan berhenti di depan Cyara.
"Sudah lama menunggu ku ?"
Cyara tersenyum dan menggeleng.
"Ayo naik..."
Cyara memakai helm nya dan naik ke motor Fandy. Beberapa saat kemudian motor meluncur keluar dari kampus ke jalan raya.
"Kau ambil paket di mana, kenapa tidak di kirim ke alamat kost mu ?"
"Kita akan berhenti di Sinar Ekspres."
Cyara kaget mendengar Fandy mengucapkan nya, karena itu perusahaan milik Ayahnya Elias.
"Kau mengimpor barang ?"
"Iya aku beli beberapa alat musik impor."
"Kenapa kau tidak bilang, aku kira paket untuk klub Pecinta Alam seperti biasa nya."
Beberapa saat kemudian mereka sampai di lokasi. Cyara turun dari motor.
"Aku bisa minta tolong pada mu untuk mengambil paketnya, ini fakturnya. Aku mendengar suara motor ini aneh, aku akan mengeceknya, apakah olinya masih."
"Cuma mengambilnya saja kan." kata Cyara menerima faktur pengambilan paket dan berjalan memasuki kantor dengan perasaan cemas, takut jika bertemu Elias.
Cyara berjalan ke loket pengambilan, di sana ada Kakak El.
"Permisi, saya mau ambil paket." kata Cyara menyerahkan faktur ke El.
"Cyara... apa kah ini benar kau ?"
"Iya Kak... bagai mana kabar Kakak?"
"Aku baik. Lama tidak berjumpa dengan mu. Aku carikan paketnya dulu." kata El menyerahkan faktur ke karyawannya kemudian kembali.
Cyara melihat foto di meja, foto seorang gadis. Ia kemudian mendekat ke meja untuk melihatnya lebih jelas, "foto kekasih nya Elias saat terakhir ketemu di acara wisuda dulu..."
"Kau tidak ingin tahu kabar Elias ?"
Cyara hanya tersenyum melihat El.
"Elias sekarang mengurus perusahaan ekspor impor sendiri di Jalan Thamrin, jika kau ingin melihatnya ke sana."
"Kak, maaf... foto gadis di meja itu apa kah..."
"Dia Haura, istri ku, bukan ceweknya Elias. Kau salah paham."
"Bagai mana Kakak bisa tahu ?"
"Aku melihat kejadian itu, aku menyusul ke toilet setelah lama menunggunya belum kembali."
"Apa kah kau sekarang sudah punya cowok ?"
"Belum..." kata Cyara menunduk.
"Ini paketnya, tapi bukan atas nama mu ya."
"Iya terima kasih Kak, ini punya..."
''Cyara kenapa lama sekali." kata Fandy masuk dan berjalan mendekati Cyara.
"Ini sudah aku bawa paket nya. Petugas masih mencarinya."
"Motornya sudah aku cek, ternyata busi nya, dan aku sudah menggantinya. Ayo kita balik."
"Kak, aku permisi dulu ya." kata Cyara pamit pada El kemudian berjalan bersama Fandy.
Setelah Cyara dan temannya berjalan ke tempat parkir, El keluar untuk melihatnya.
El melihat cowok itu memperlakukan Cyara dengan baik dan lembut, dan terlihat dari sorotan matanya yang dalam, dia mengagumi Cyara.
kok Elyas sama Cyara blom sampai pelaminan
maksud,y hubungan orang.
cerita,y keren 👍 semakin menegangkan
Penuh arti dan juga makna
Semua karyaMu kan kagumi
Jika memberi kesan sempurna
maaf ya Author cerita,y ku suka dan pengen kejutan. biar berasa nyata.
gemessss😁
👍
_ _ _
pikiran ku terhantut.
hrus,y kn klo cinta bahagia mlihat seseorang yg d cintai,y bahagia.
_ _
ak aj bahagia pdahal ak salah satu mantan Elyas🤫
🤫