NovelToon NovelToon
The Moon Curse

The Moon Curse

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Kutukan
Popularitas:337
Nilai: 5
Nama Author: stella bluebell

wanita miskin yg biasa-biasa saja tiba tiba jadi putri bangsawan?
violenne lavienna arabelle wanita biasa berusia 29 tahun,yg bekerja di kota Nanterre,Paris.
Dia adalah wanita yg tidak mendapatkan peran keluarga,dan tidak tahu apa itu 'pulang' dia selalu bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya yaitu memiliki keluarga yg harmonis.

usahanya sedikit lagi akan membuahkan hasil tapi...takdir berkata lain.dia tiba tiba saja mati,bukan tertabrak,bukan tertembak,bukan juga tertusuk,lalu apa?

semuanya terjadi begitu cepat,tanpa ada yg menyadari,ia sendiri juga tidak tahu apa yg sedang terjadi pada dirinya,lalu apakah hidupnya akan berakhir begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon stella bluebell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 - Pertunangan

 Keesokan harinya, hari paling merepotkan akhirnya tiba. Hari di mana aku harus menyiapkan jiwa dan ragaku untuk menghadapi segala kejutan yang mungkin terjadi. Hari ini, tubuh utamaku adalah Alinera, putri Duke Rosalie sekaligus putri dari kepala akademi yang akan bertunangan. Aku memilih Alinera sebagai tubuh utama karena yakin dialah yang paling kerepotkan.

 "Nona, biarkan saya yang menata rambut Anda." Aku mengangguk. "Baik, tolong ya, Sophia." Sophia Adeline adalah putri bangsawan yang keluarganya hancur setelah ayahnya memberontak kepada kerajaan. Karena saat itu Sophia masih balita, ibunya memohon kepada Raja Silveth agar anaknya yang tidak tahu apa-apa dibebaskan dari hukuman. Raja akhirnya memberikan belas kasihan. Sophia pun tetap hidup, tetapi harus mengabdi kepada Raja hingga akhir hayatnya.

 "Sudah selesai, Nona." Aku melihat hasil tata rambutku dan tersenyum. "Wah, sangat indah. Terima kasih, Sophia." Sophia membungkuk. "Sama-sama." Tak lama kemudian, seseorang memanggil kami. "Oh, sudah waktunya. Ayo, Nona." Aku pun dibawa menuju aula pesta megah di istana.

 Aula itu sangat besar dan sudah dipenuhi para bangsawan. Aku sempat berpikir bahwa semuanya terlalu berlebihan hanya untuk sebuah pengumuman pertunangan. Namun, aku baru ingat bahwa pesta ini juga sekaligus perayaan kedewasaan Pangeran Asher. Begitu aku tiba di sisi Pangeran Gabriel, ia langsung memperkenalkanku. "Akan kuperkenalkan. Dia Alinera Femicia Rosalie, putri Duke Rosalie, yang akan menjadi tunanganku sekaligus Putri Mahkota mulai hari ini,dia mungkin kurang paham dengan aturan istana jadi mohon bantuannya untuk para-."

 Tugasku sebenarnya mudah. Aku hanya perlu menyapa para bangsawan setelah pidato Pangeran Gabriel selesai. Sementara Gabriel berpidato, aku beralih ke tubuh Violet karena dia juga sedang mengalami kesulitan.

 "Violet, kau sangat cantik," puji Delia yang kutunjuk untuk membantuku bersiap. Aku menatap gaun yang dikenakan tubuh Violet. "Bukankah pakaian ini terlalu mewah?" tanyaku ragu. "Gaun ini Pangeran Asher yang memilihnya sendiri. Sepertinya kau sangat dicintainya, ya. Aku sangat tidak menyangka kau akan menjadi tunangan Pangeran." Aku langsung mengoreksi, "Bukan tunangan, hanya pasangan." Delia mengangkat bahu. "Keduanya sama saja." "Tidak mungkin itu sama." "Terserah jika kau tidak percaya."

 "Violet, ayo kita pergi—" Pangeran Asher muncul di hadapanku. "Pangeran..." Delia tersenyum lalu berkata, "Kau sudah cantik, Violet. Kujamin kau bisa mengalahkan kecantikan Nona Alinera. Semangat!" Setelah itu, Delia langsung pergi, meninggalkanku berdua dengan Asher. "Violet." Aku menoleh. "Ya, kenapa?" Ia menatapku. "Kau sangat cantik." Aku hanya menjawab datar, "Ya, ya, terima kasih atas pujianmu." Asher tampak bingung. "Kenapa kau terlihat tidak puas?" "Pastinya kau sudah mengucapkan kalimat itu kepada ribuan wanita. Untuk apa aku harus puas?" "Tidak—" "Sudah, ayo cepat."

 "Pangeran Asher telah tiba." Pintu megah di tengah aula terbuka, lalu aku bersama Asher keluar. Bisikan para bangsawan langsung terdengar. "Lihat, itu Pangeran bodoh itu, kan?" "Kudengar pasangannya hanya pelayan." "Sungguh memalukan." "Kenapa ada pelayan rendahan di sini?" Entah berapa banyak bisikan yang terdengar. Sungguh, menjadi populer itu sulit.(keren nih populer.)

 "Selamat atas pertunanganmu, Kakanda." "Kuucapkan juga selamat atas ulang tahun dan pertunanganmu, Asher." Aku langsung terdiam. Tunggu... dia tadi bilang apa? Pertunangan? Berarti yang dikatakan Delia benar. Awas kau, Asher..., batinku geram.

 Aku kemudian menghampiri pasangan yang baru saja bertunangan itu. "Perkenalkan, aku Violet Fleurine. Selamat atas pertunangannya, Pangeran Gabriel dan Nona Alinera." Gabriel menatapku tajam sedangkan alinera kubuat tetap terseyum ramah. "Oh, kau dari keluarga Fleurine, ya?" Aku hampir menghela napas. Sungguh, aku benar-benar gila sekarang karena harus berbicara dan menjawabnya sendiri.

 "Benar, Nona Alinera. Apakah Anda memiliki kenalan?" Aku menggeleng. "Tidak. Hanya saja aku sering mendengar bahwa keluarga Fleurine diberkati roh. Apa itu benar?" Aku menjawab dengan tenang, "Mungkin itu yang orang-orang tahu, tetapi sebenarnya bukan seperti itu. Keluarga kami memiliki rambut hijau seperti hutan dan mata berkilau yang dapat memancarkan cahaya dalam kegelapan. Mungkin cahaya itulah yang orang lain sebut roh."

 Jujur saja, rumor itu sebenarnya aku sendiri yang membuat dan menyebarkannya menggunakan koneksiku. Sebenarnya, keluarga Fleurine hanyalah keluarga pedagang berambut hijau yang kebetulan mengadopsiku.

 Sementara itu, tubuh Celestia masih harus bertahan di ruang pertemuan karena dipanggil oleh Raja. Huh... sepertinya nasibnya tidak jauh lebih baik.

Yahoo!!

trimakasi sudah menonton sampai sini kalo pengen spoiler komen aja nanti aku kasi tau,hahaha!!!

#authorcintaspoiler

#iloveuspoiler

#pecintaspoiler

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!