NovelToon NovelToon
SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Selama ini Mamaku nampak sehat-sehat saja, namun hari ke hari tubuh mama nampak kurus dan sakit-sakitan. Entah karena menahan sakit atau karena isu perselingkuhan Papa yang membuat Mama sakit.Tapi Mama tidak tahu siapa selingkuh Papa, yang sebenarnya ada di depan batang hidungku sendiri, ibarat musang berbulu domba itulah yang dihadapi keluargaku, dan aku baru tahu siapa selingkuh Papa setelah Mama tiada.

cerita ini sangat menarik penuh intrik dan pengkhianatan yang tak terduga datang dari orang terdekatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 BERJUANG DIRUANG PANAS

Para peserta ujian yang masih menunggu giliran masih nampak gelisah, Dinar sudah sedikit lega, kini akan menunggu pernyataan kelulusan dan penutupan sidang. Secara bergantian sampai lot terakhir mahasiswa diuji oleh tim penguji.

Pukul Enam Tiga puluh semua peserta yang berjumlah Delapan Puluh Empat Orang, akhirnya selesai diuji. Ada yang lega telah melalui fase ini, ada yang masih cemas apakah mereka akan lulus di semester ini.

Nampak para mahasiswa yang sedari pagi sudah berperang di meja sidang, sudah tidak segar lagi, tapi tetap semangat demi tujuan dan cita-cita mereka.

Selesai Magrib para peserta ujian akhir berkumpul di Aula kejuruan, semua peserta dan para dosen berkumpul untuk pengumuman kelulusan oleh ketua tim penguji yang terdiri dari dosen-dosen Manajemen Bisnis.

ketua penguji mulai memberi sambutan yang hangat untuk menghidupkan suasana bagi para mahasiswanya yang mulai cemas.

"Apa kabar semuaaaa nya, para mahasiswa Bapak, masih semangat kah, atau sudah mulai loyo setelah tadi melewati ujian yang menegangkan bagi saudara-saudari semua"

"Mau pingsan Pak.... "

"Hahahha mau pingsan... menunggu hasil ujian hari ini, gimana mau diumumkan hari ini atau besok"

"Sekarang saja Pak" Seluruh Mahasiswa dan mahasiswi menjawab serentak "

"Baiklah hari semakin larut kita umumkan saja, Bahwa dari peserta ujian yang terdiri dari Delapan Puluh Empat orang, maka sesuai dengan kesepakatan rapat kami tadi sore dengan seluruh tim penguji menyatakan bahwa seluruh Mahasiswa dinyatakan " LULUS"

"Alhamdulillah..... Alhamdulillah... makasih Allah" terdengar doa syukur dari Mahasiswa dan mahasiswi tersebut. Dari banyaknya peserta ujian kami memilih tiga terbaik diantara yang baik dengan nilai tertinggi satu sampai tiga.

"Terbaik Tiga jatuh pada Ryan Saputra, Terbaik dua jatuh pada Nanda Berlian dan Terbaik pertama jatuh pada Dinar." Dinar sangat kaget saat nama nya disebut sebagai terbaik satu.

"Pada dasarnya semua terbaik, tapi kami harus memilih berdasarkan nilai tertinggi yang diperolehnya semester ini. Semoga para mahasiswa dan mahasiswi bapak bisa menjadi terbaik dan terjun ke dunia kerja nanti memanfaatkan ilmu yang sudah didapatkan selama ini... sekali lagi Selamat."

Para dosen dan mahasiswa pun saling bersalaman, kini wajah mahasiswa yang tadi lelah dan lesu kembali bugar dan ceria. Semua dosen dan teman-teman Dinar memberikan selamat akan pencapaian Dinar sebagai calon wisudawati yang memiliki nilai tertinggi dalam penulisan skripsinya.

Ada kebanggaan ada rasa haru tapi ada juga kesedihan, kepada siapa dia akan berlari pulang membawa semua ini, Mama sudah tidak ada Papa pun entah kemana. Seandainya Mama masih hidup sorak kebanggaan itu akan dia perlihatkan kepada Mamanya bahwa Mama memiliki putri yang kini akan diwisuda dengan nilai terbaik.

Papa tak akan pernah menganggap perjuangan nya ini sebagai kebanggaan karena nama baru telah diberikan oleh Papa kepadanya sebagai anak pembangkang. Dan lebih memilih istri mudanya.

Dinar menelpon Bobby yang saat ini juga sedang ujian.

"Assalamu'alaikum Bob, dimana kamu apakah udah selesai ujian"

"Dihatimu" Tiba-tiba suara Bobby sudah ada dibelakang.

"Selamat ya calon wisudawati terbaik"

"Ah darimana kamu tahu"

"Ya tahulah, namanya saja Bobby"

"Hahahah gimana ujian kamu lancar Bob"

"Alhamdulillah akuuu lulus juga"

"Aduh selamat sayang" Dinar memeluk Bobby tanpa dia sadari karena kegembiraan dihatinya.

"Apa kamu panggil aku sayang" Bobby tiba-tiba merasa dirinya terbang di awan ketika Dinar memanggilnya sayang"

"Iihhhh gitu deh diketawain kan"

"ngak... ngak... becanda" Bobby mengusap kepala Dinar biar tidak ngambek"

"Udah sekarang kita makan dan pulang istirahat" Aku telpon Pak Sukri dulu ya Bob kasih tahu kabar ini"

"Assalamu'alaikum Pak... ini Dinar"

"Waalaikum Salam Nak, gimana ujian kamu"

"Alhamdulillah Dinar lulus Pak baru selesai pengumuman dan puji syukur Pak Dinar mendapat nilai terbaik"

"Alhamdulillah Nak, bapak ucapkan selamat ya Nak"

"Iya makasih Pak, Dut bagaimana Pak, mungkin Dinar besok baru bisa ke rumah sakit"

"Nak Iqbal tadi sudah bisa duduk sendiri dan tidak pusing lagi, ini dia Disamping Bapak, Bik Ani sedang memberi makan iqbal"

"Kakakkkk.... " terdengar suara Iqbal memanggilnya "

"Iya Dekkkk, kamu baik-baik saja"

"Ada kak, kata Bapak kakak lulus, Selamat buat kakak ya, jangan lupa traktir Dut"

"Iya dek... Alhamdulillah, kakak besok kesana ya, soal traktir ntar kakak traktir tapi Dut cepat sehat

" Iya Kak"

"Udah dulu ya Pak, Dinar tutup dulu telponnya tolong bilang ke bibi"

"Iya hati-hati ya Nak"

"Iya Pak, Assalamu'alaikum" Dinar menutup telponnya wajahnya nampak tersenyum mendengar berita Dut yang sudah kembali Fit.

"Gimana apa Dut baik-baik saja"

"Ada Bob"

"Syukurlah"

"Ayo kita makan pasti kamu lapar banget"

"Banget Bob"

Sesampai di restoran, Tiba-tiba wajah Dinar nampak redup dan sedih.

"Kenapa dimobil. tadi kamu cuma diam keliatan sedih banget"

"Iya Bob aku kepikiran"

"Kepikiran apa? "

"Papaku, apakah aku harus beritahu dia aku akan wisuda nanti, sementara orangtua harus hadir, apa Papa mau datang"

"Kita coba nanti antarkan undangannya ke kantor Papa kamu, kalau dirumah nanti Meta pasti melarang Papa kamu hadir, jika rasa iri nya ke kamu, karena dia kan sudah ngak kuliah lagi sejak. nikah sama Papamu"

"Benar Bob, itu yang aku pikirkan"

"Mudahan Papa kamu masih punya hati nurani melihat kamu sebagai anaknya"

"Papa betul-betul berubah sejak menikahi Meta, dia patuh saja apa yang dikatakan Meta"

"Biarkan saja, bagaimanapun juga dia Papa kamu"

"Iya Bob"

Sehabis makan Bobby mengantar Dinar dan dijemput oleh sopirnya di kost Dinar.

"Aku pamit dulu Ya sayang, kamu hati-hati" Bobby mengecup kening Dinar yang diam saja".

"iya kamu hati-hati ya"

"Ok sayangku" Bobby pulang bersama sopirnya, Dinar berjalan masuk kerumah nya terasa sepi sekali, saat masuk kamar dia melihat photo Mamanya yang terpajang di meja Riasnya..

"Mama, Dinar akhir lulus berkat doa dan nasehat Mama kepada Dinar, Andaikan Mama disini pasti Mama peluk Dinar." Air mata rindu jatuh di pipi Dinar yang hanya bisa memandang photo Mamanya sekarang.

Paginya Dinar bersiap untuk berangkat ke rumah sakit setelah itu dia akan pergi kekampus bersama Bobby untuk menyelesaikan bukti fisiki skripsinya yang diperbaiki lalu meminta tangan dosen dan nantinya akan diserahkan ke jurusan sebanyak Tiga rangkap. sebagai syarat untuk pendaftaran wisuda dibagian registrasi nanti dia akan mengisi formulir untuk siap diwisuda.

Jadi perjalanan dan kegiatan nya akan banyak hari ini tapi dia mesti kerumah sakit hari ini bertemu dengan Dut. Dan untuk satu minggu ini Pak Sukri dan Bik Ani yang akan menemani Dut dulu, karena waktu yang diberikan oleh pihak kampus hanya sepuluh hari perbaikannya skripsi dan pendaftaran calon wisuda.

Setelah mendaftar dia akan membayar semua hal yang menyangkut kelengkapan wisuda. dan Dinar memakai uang tabungannya untuk pembayaran ini. Uang yang disimpan oleh Mamanya untuk kebutuhan pendidikan mereka.

1
Delsi Irma
Hai singgah dinovel perdanaku ya....saling support Sabahat Novel toon semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!