NovelToon NovelToon
Pak CEO Pemikat Hati

Pak CEO Pemikat Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:114.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nurul Setya

Hallo guys...

Selamat datang dikarya pertamaku...


PAK CEO PEMIKAT HATI


🌹Raka Aditya🌹
&
🌹Zara Paramitha🌹


"Maafkan saya, jika saya sudah terlalu dingin dan cuek ke kamu. Tapi saya janji, saya akan bersikap hangat kepada kamu dan saya akan berusaha membuat kamu jatuh cinta kepada saya," ucap Raka sambil memegang tangan Zara lembut.

"Emm, promisse?" ucap Zara sambil mengarahkan jari kelingkingnya ke Raka.

Raka tersenyum senang. Ia mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Zara. "I'am promisse," ucap Raka sambil mengusap pucuk kepala Zara.

"Pak CEO ku memikat hatiku..." ucap Zara tersenyum memandang wajah Raka. Raka tersenyum mendengar ucapan Zara.


Jangan lupa Vote,Like and comennya yaa!!!!

Follow IGku : @nona.rul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Setya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

'THE SOMPLAKS' Beraksi

"Kita jalankan rencana kita sekarang guys!"

"Asiap bu boss!"

Mereka lalu menghampiri seseorang yang bertugas mengatur hiburan dalam acara reuni ini. Orang itu adalah Indra teman sekelasnya dulu.

"Indra dah siap semua kan?!" tanya Fani.

"Siap dong! siapa dulu yang nyiapin, babang Indra ganteng gitu loh," ucap Indra sambil menepuk-nepuk dadanya membanggakan diri.

"Alay amat lu tong!" ucap Lisa disambut gelak tawa teman-temannya.

"Ngga ada yang tau tentang rencana kita, selain kita berlima kan Ndra?" tanya Zara memastikan.

"Woi tenang semua aman, ngga ada yang tau selain kita berlima," jawab Indra.

"Bagus deh kalo gitu," ucap Zara.

"Aaa gue ngga sabar pengin menyalurkan suara indah dan merdu gue!" sorak Yunda senang.

"Kaya suara lo merdu aja Yun, suara kaya kaleng rombeng aja dibilang merdu!" cibir Fani.

"Gila, pedih hatiku dicibir gitu!" ucap Lisa.

"Salah apa aku, sampai kalian berdua tega berkata seperti itu," ucap Yunda dengan ekspresi layaknya orang paling menderita sedunia.

"Tuh muka biasa aja kali Yun, Yun!" ucap Zara sambil mengusap muka Yunda.

"Oh ya! Makasih ya Ndra," Zara berterima kasih.

"Sama-sama Zar, lagian gue juga kangen seru-seruan sama 'THE SOMPLAKS'," ucap Indra.

Yunda menatap sinis ke arah Indra. "Kata-kata lo penuh dengan kebohongan Ndra! Kemaren gue bujuk-bujukin lo buat bantu kita aja nolak terus. Sampe gue ancem-ancem tentang utang lo sama bu kantin yang belom lo bayar, baru deh lo mau bantu!"

"Hussss jangan kenceng-kenceng ngomongnya, ntar kalo temen-temen pada denger gimana?" ucap Indra.

"Bodo amat!"

Yunda hanya melirik sebal kepada Indra. Ia sangat kesal pada Indra. Kemarin Yunda habis-habisan membujuk Indra untuk membantu rencananya dan teman-temannya dengan susah payah, sampai-sampai ia harus mengancamnya. Dan saat ini dengan mudahnya Indra mengatakan 'Kangen seru-seruan bersama THE SOMPLAKS'. Sungguh rasanya Yunda ingin menonyor bibir orang itu.

"Udah-udah kalian kalo ketemu ribut mulu deh!" Lisa melerai adu mulut Indra dan Yunda.

"Iya tuh. Lo berdua ada dendam masa lalu yah? Ribut mulu dari tadi," ucap Fani.

"Habisnya tuh orang nyebelin banget jadi orang!" kesal Yunda.

"Eh ngaca neng, lo juga super duper ngeselin tau gak!" balas Indra.

"Udah stop! Ribut mulu ntar jadi jodoh loh. Inget kadang benci sama cinta itu beda tipis," ujar Zara sambil nyengir tanpa dosa.

"Apaan sih lo Zar, gak jelas banget!" ucap Indra dan Yunda bersamaan. Lalu mereka saling memandang kemudian membuang muka kesal.

"Noh, baru diomongin udah kompak gitu! Cocok dah buat berjodoh," ucap Zara diikuti gelak tawa dari Fani dan Lisa.

"Hahahaha, Yuyun jodoh sama Indra nanti rumah tangganya kaya kapal pecah, ribut mulu!" ucap Lisa sambil tertawa.

"Bukan cuman kaya kapal pecah, tapi kaya rumah yang abis di bom malah. Hahahaha!" tambah Fani.

Yunda dan Indra menatap tajam ke arah teman-teman yang mengejeknya itu.

"Udah stop guys! Gue sakit perut nih ketawa mulu. Ayo kita mulai rencana konser kita!" ucap Zara.

"Oke siap bu boss!"

Zara dan ketiga temannya menaiki panggung kecil yang ada di kaffe tersebut. Sedangkan Indra mengatur musik. Dipanggung itu sudah tersedia salon musik dan microfon yang telah siap digunakan.

Zara menatap sekeliling panggung. Bibirnya terangkat, ia tersenyum senang. Kegiatan SMAnya dulu, ia lakukan lagi sekarang. Konser dadakan bersama sahabatnya akan diadakan lagi diacara reuni ini.

"Good job kawan," ucap Zara sambil memberikan tanda jempol pada ketiga temannya.

"Yo'i lah!" ucap Yunda disertai anggukan kepala dari Fani dan Lisa.

Zara mengambil microfon lalu mengetesnya.

Cekk Cekk 1 2 3 Cekk 1 2

Teman-teman seangkatan Zara dan para guru serta tak terkeculi Raka segera menatap ke arah panggung. Raka mengangkat satu alisnya ketika matanya menangkap 4 sosok gadis yang sudah tidak asing baginya.

"Mereka akan bertingkah apa lagi kali ini?" gumam Raka.

"Cekk Cekk, hai teman-teman semua, serta para guru. Masih inget kita gak nih?" Zara berbicara dengan microfon ditangannya.

"Ya elah Zar, mana ada mereka ngga inget sama kita. Kita kan dulu artis sekolah," ucap Yunda berbasa-basi.

"Tul betul tuh. Apalagi para guru, terutama bu Lura. Pasti bu Lura dah hafal banget sama kita kan?" ucap Fani sambil menatap seorang wanita paruh baya yang rambutnya disanggul layaknya sinden jawa.

Wanita paruh baya itu tak lain adalah bu Lura guru SMA Zara. Ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya menatap empat sosok mantan siswa bobrok yang dulu menjadi buronannya ketika di SMA.

"Hahaha maaf bu," ucap Fani ketika melihat ekspresi yang ditujukan bu Lura kepadanya.

"Ish ish ish. Kita mau reuni bukan mau main kejar-kejaran sama bu Lur kek dulu, Fan!" ucap Lisa.

"Maaf gue khilaf kawan-kawan," ucap Fani.

"Oke guys! Jadi kalian kangen gak nih sama 'THE SOMPLAKS'???" tanya Zara pada seluruh teman seangkatannya.

"Woyy gue rindu sama konsernya 'THE SOMPLAKS'!!!" ucap salah satu temannya.

"Gue pengin joget kek dulu di kelas oyy!" ucap satunya lagi.

"Konser gih! Gue mau nyawer duit nih. Gue ngga nyawer kertas atau daun lagi. Gue udah tajir sekarang! Hahaha," ucap satunya lagi sambil melambaikan tangannya yang memegang beberapa lembar uang.

"Sombong amat lu tong!" ucap Lisa diikuti gelak tawa teman-temannya.

"Owh jadi kalian rindu banget nih? Oke 'THE SOMPLAKS' bakal konser lagi, kalian semua boleh request lagu apa aja sama kita-kita!" ucap Zara disambut sorak antusias teman-temannya.

"Request 'Kopi dangdut' woyy!" pinta salah satu temannya.

"Secawan madu gih, biar para guru bisa nostalgia!"

"Lagu tik tok dong,"

"Abang jagonya cuyy!"

"Lagu apa aja terserah deh! Gue tetep kasih sawer dah!"

"Kutukan mantannya dong!"

"Sayang jang marah-marah!"

"Weh dangdut koplonya pesen atu!"

"Oke! Wihh banyak amat yang request nih," ucap Lisa antusuas.

"Yo'i lah gess, kan pada kangen nih sama 'THE SOMPLAKS'!" ucap Fani.

"Oke 'Kutukan mantan siap untuk diluncurkan!" teriak Zara semangat.

"Asiap bu boss!" sorak Yunda kegirarangan.

"THE SOMPLAKS..." teriak Zara.

"BERAKSI..."

"Musiiik..." alunan musik pengiring lagu pun terdengar.

"Tidur malam minum es teh satu gelas

Ingat mantan punya juga berkelas," Zara memulai alunan lagu.

"Ini malam semakin suasananya ganas

Kutukan mantan masih teringat jelas," Lanjut Yunda.

"Tipis manis kucoba ramas ramas elus elus. Pegang di pinggang ih kok main iris kemes kemes. Kurindu bilasslaber luar dalam seperti es. Masih teringat kutukan mantan oh memang jelas," sambung Lisa.

"Kutukan mantan tak bisa dihiraukan. Kuteringat saat kita di ranjang. Main pelan-pelan masukkan dalam lubang. Ku tetap mengenang kutukan sang mantan," Fani menyalurkan suaranya.

Alunan lagu pun terus berlanjut. teman-teman serta para guru pun berjoget menikmati hiburan berupa konser dadakan yang dibuat oleh Zara dan kawan-kawannya.

"Goyang mang!" ucap Yunda sambil berjoget riang.

"Gue nyawer nih, gue nyawer!" ucap salah satu teman laki-laki pada Yunda. Mereka pun berjoget bersama.

Guru-guru ada yang ikut berjoget bersama murid lamanya dan ada juga yang hanya berdiri atau duduk menikmati acara.

"Wooyyy ramaikan, ramaikan!" teriak Zara menggema diseluruh ruangan.

"Ayo bu Lur, pak Slamet, sama bu Ati joget bareng sini, jangan cuman duduk aja. Ayo nikmatin kebersamaan kita sini!" ajak Lisa pada guru lamanya itu. Mereka hanya manggut-manggut ragu, mungkin karna malu.

"Woe pak Dadang, jogetnya hebohin pak!" ucap Fani pada pak satpam SMAnya dulu.

"Siap neng, semangat banget nih pak Dadang jogetnya," ucap pak Dadang.

Sementara Raka hanya duduk diam menyaksikan kehebohan acara reuni ini. Ia menatap Zara yang asik bernyanyi sambil berjoget riang bersama teman-temannya. Seulas senyum tipis terpancar dari bibir Raka. Namun, lama-kelamaan Raka merasa bosan, ia sudah berkali-kali menengok jam yang ada di tangannya.

"Kapan acaranya selesai?!" gumam Raka sambil melihat jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 9 malam.

Tanpa terasa waktu sudah sampai pada penghujung acara. Setelah berjoget-joget ria dan saling melepas rindu dengan teman-teman serta guru mereka. Acara reunian pun selesai dilaksanakan, banyak guru-guru dan teman- teman Zara yang sudah pulang ke rumah.

Setelah pamit pada teman-teman dan beberapa guru yang Zara temui. Zara dan Raka pulang ke rumah, acara reuni selesai pada pukul 10 malam.

Saat ini Zara dan Raka sudah berada di mobil dengan Raka yang mengendarainya.

"Hoaam, cape banget gue," ucap Zara sambil menutup mulutnya dengan tangan karna menguap.

"Ya iyalah cape, kamu tadi di acara teriak-teriak sambil joget kaya cacing kepanasan gitu," ledek Raka.

Zara mengendus kesal. "Biarin, yang penting gue bahagia!"

"Jadi sekarang kamu manggilnya 'Lo dan gue' lagi nih?" tanya Raka.

"Ya iyalah, kan acaranya udah selesai pak CEO. Jadi kita gunain panggilan yang kaya semula lagi!"

"Terserah kamu aja lah,"

Sekarang mereka sudah sampai didepan gerbang rumah Zara.

"Makasih ya pak CEO udah mau nganter plus nemenin ke acara reunian gue," ucap Zara.

"Sama-sama. Sekarang kamu turun dan istirahat, besok pagi-pagi saya ada meeting bersama klien. Kamu harus datang ke kantor lebih awal, jangan datang terlambat ke kantor. Siangnya kita akan menjemput Arfan dibandara," jelas Raka.

"Baik pak CEO, laksanakan!"

Zara pun segera keluar dari mobil dan langsung membuka gerbang lalu ia masuk ke rumah. Sedangkan Raka langsung tancap gas menuju ke rumahnya.

Bersambung...

Jangan lupa vote, like, and komennya ya!!!

Follow Ig-ku : @nona.rul

Makasih.

1
Simon Petrus Tumika
mantap menarik
Pangeran Matahari
lanjut kk

mampir juga y ke cucu manja oma
Hidayatullah♡
kok cerita nya sma kayak * suami ku CEO ku*
cuma ganti nama pemeran nya sma judul nya aja yaa
Kartini Harahap
Kapan up lgi thor.... Penasaran gue
Syazleena Sainudin
KO
Flora
3 like dari Diikuti Makhluk Ghaib
lanjut 👍
Fitri Wulandari
Like sudh diberikan,semangat thor salam dari New Life
cappucino
like Uda parkir Thor.

kalau ada waktu maen-maen ya ke karyaku.
St Nurul NG
Semangat berkarya kak, sukses selalu buat kakak
ꪶꫝ🥀⃞oktavia ariani🔮S⃟M•
up dong kak
@DetiE𝆯⃟🚀Hadiati
👍
Dinasti22
Hadir membawa like.
Semangat!!

Salam hangat dari :
• Viola dan CEO Tampan (On Going).
• My Beloved Spoiled Woman (Completed).

Mari saling mendukung karya satu sama lain 😉
Terima kasih 🙏🏻
ꪶꫝ🥀⃞oktavia ariani🔮S⃟M•
kapan up lagi Thor?
Navizaa
lanjutt kak
cappucino
Thor lapor like ku Uda mendarat tanpa terpeleset.

up trus Thor sukak banget sma karyamu lope lope
🌻Ruby Kejora
q datang mendukungmu thor. mari kita skg dukung. like blk karya ku ya

cinta rasa covid-19
the Thunder's love
Dahminar Minar
lama x up nya jd malas lah nunggunya masak udah 3hari g ada up upnya
PATRALOVA: Author abis kabisan paketan😭Maap yah. Maklum Autor masih sekolah belom punya pemasukan jadi belom bisa beli paket sendiri. Palingan nunggu kiriman dari pak mentri. Kok jadi curhat sih😅 Author minta maaf yang sebesar-besarnya deh🙏🙏 Maafin ya.
total 1 replies
Dahminar Minar
mn upnya thor kok lm x
Alifhatul Marziah
visual thor
Novi Handayani
La juta Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!