NovelToon NovelToon
PELET LAKNAT

PELET LAKNAT

Status: tamat
Genre:Horor / Misteri / Kutukan / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: HERMAWAN 505

kisah pemuda yang terobsesi cinta
memutuskan untuk mengambil jalan lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HERMAWAN 505, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wujud asli sang penguasa hutan

## Bab 22: Wujud Asli Sang Penguasa Hutan

Di saat yang sama, halaman rumah panggung yang semula sunyi telah berubah menjadi arena pertempuran hidup dan mati. Ahmad masih terlibat pertarungan hebat yang menguras seluruh tenaga melawan sang dukun. Kedua lelaki dengan dasar kekuatan yang bertolak belakang itu kini mulai membongkar puncak ilmu kanuragan masing-masing.

Ini bukan lagi sekadar gertakan kosong untuk menakuti lawan, melainkan benturan ilmu tingkat tinggi yang mematikan. Begitu dahsyat adu kesaktian tersebut, hingga udara di sekitar arena mendadak bergeser. Suhu berubah menjadi panas menyengat, kering, dan berderu kencang ditiup angin gaib yang berputar-putar. Daun-daun kering di tanah terbang, menciptakan lingkaran pembatas tak kasat mata.

Jual beli serangan jarak dekat terjadi dengan kecepatan yang sulit diikuti mata awam. Ahmad merangsek maju dengan pukulan lurus yang mengincar rahang. Namun, sang dukun dengan sigap menepisnya menggunakan lengan kiri yang tiba-tiba mengeras sekeras besi. Saling tangkis dan benturan fisik terus terjadi berulang kali, menyisakan suara debakan keras yang memecah keheningan malam. Sang dukun berkali-kali mencoba meraba pinggang untuk mengeluarkan sisa jimat hitam miliknya, tetapi Ahmad yang bergerak lebih taktis terus menekan tanpa memberikan ruang sedikit pun untuk bernapas.

Hingga akhirnya, di tengah deru angin dan debu, mata tajam Ahmad berhasil melihat celah kecil di pertahanan bawah lawan. Posisi kaki kiri pria tua itu sedikit goyah akibat terlalu memaksakan tendangan sapuan sebelumnya.

Memanfaatkan momentum emas yang hanya tercipta dalam sekian detik tersebut, Ahmad mengambil tindakan nekat. Ia merendahkan tubuh sejenak, lalu melompat condong ke depan dengan daya dorong penuh. Satu terjangan kaki yang telah dialiri seluruh sisa tenaga dalam murninya bersarang telak di tengah dada sang dukun.

Bughnnn!

Benturan keras itu menimbulkan suara dentuman parau yang bergaung rendah ke seluruh penjuru halaman. Tubuh sang dukun yang semula berdiri kokoh langsung terpental beberapa meter ke belakang. Ia melayang sesaat sebelum akhirnya tersungkur hebat, menghantam pojok bale-bale bambu di depan rumah panggung. Kayu-kayu penyangga bale-bale itu berderit nyaring lalu patah berantakan, menimbun tubuh pria tua tersebut.

Di balik puing-puing bambu, sang dukun merangkak keluar dengan susah payah. Ia terbatuk hebat, memuntahkan gumpalan darah hitam kental yang berbau anyir. Permukaan tanah di depannya seketika ternoda oleh cairan pekat itu. Dengan tangan yang gemetar menahan rasa sakit luar biasa, ia memegangi dadanya. Tulang dadanya retak, menyisakan rasa sesak yang membakar.

"Sialan...! Kurang ajar kamu! Akan kubalas perbuatanmu!" geram sang dukun dengan suara bariton yang parau, bergetar penuh murka.

Sementara itu, beberapa meter di hadapannya, Ahmad berdiri dengan tubuh sedikit membungkuk. Ia memegangi lutut, berusaha keras mengatur napasnya yang kian memburu setelah melakukan terjangan bertenaga penuh tadi. Keringat dingin bercucuran dari pelipis, membasahi baju koko yang dikenakannya. Meskipun fisiknya mulai didera kelelahannya yang luar biasa, mata sang santri tetap menatap waspada. Ia sadar bahwa kelengahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal.

Detik berikutnya, hawa mistis di sekitar halaman berubah drastis. Udara malam yang semula panas tiba-tiba membeku pekat, membuat bulu kuduk berdiri tegak. Sang dukun tampaknya telah kehilangan akal sehat akibat rasa malu dan amarah. Ia akhirnya memutuskan untuk melepaskan sekutu gaib terbesarnya.

Pria tua itu mendongak ke langit malam, lalu mengerang panjang. Suara manusianya perlahan menyusut, berubah menjadi geraman berat dan dalam yang menggetarkan permukaan tanah di bawah kaki Ahmad.

Transformasi mengerikan mulai terjadi. Tubuh dukun tua yang tadinya ringkih mendadak membengkak. Otot-ototnya membesar secara tidak wajar hingga tingginya meroket mencapai hampir tiga meter, setara dengan atap rumah panggung. Kulitnya yang semula keriput meletup, ditumbuhi bulu-bulu hitam legam yang tebal dan kasar layaknya ijuk anyaman. Dari balik bibirnya yang menyeringai murka, mencuat sepasang taring panjang melengkung yang siap merobek daging.

Ketika makhluk itu kembali menunduk menatap Ahmad, sepasang mata manusianya telah sepenuhnya lenyap. Kini yang tersisa hanyalah sepasang manik mata yang menyala merah darah di tengah kegelapan, memancarkan sorot haus darah. Suasana hutan di sekeliling tempat itu mendadak senyap total; suara jangkrik dan katak malam membungkam, seolah tunduk pada rasa takut terhadap entitas yang baru saja bangkit.

Namun, ada satu detail mistis yang membedakan wujud ini dengan manifestasi bayangan hitam di bawah pohon beringin tua. Di tengah-tengah kening makhluk raksasa ini, perlahan-lahan merobek kulit kepala, mencuat sebuah tanduk tunggal yang kokoh dan runcing layaknya tanduk badak. Tanduk hitam legam itu memancarkan kilau gelap yang seolah menyerap cahaya bulan.

Penegasan bahwa ia adalah pemimpin tertinggi kekuatan gelap semakin terlihat di kedua lengan raksasanya. Di pergelangan tangan berbulu tersebut, melingkar gelang-gelang besar yang terbuat dari logam gelap berkarat. Gelang itu dihiasi ukiran simbol magis yang memancarkan hawa merah tipis, menegaskan statusnya sebagai penguasa mutlak yang mengomandoi seluruh makhluk halus di hutan tersebut.

Wujud asli sang raja kegelapan kini telah bangkit sepenuhnya. Sukma murninya terikat erat dengan manifestasi bayangan hitam yang pada detik yang sama sedang meruntuhkan mental Agus dan Paman Mira di bawah pohon beringin tua nun jauh di sana.

Sebagai penguasa wilayah makam dan hutan keramat, seluruh tempat ini berada di bawah telapak kakinya. Makhluk bertanduk itu menghentakkan kakinya ke tanah hingga menimbulkan getaran hebat. Dengan sepasang mata merah yang mengunci raga Ahmad, ia kini siap meremukkan sang santri senior dengan kekuatan besar yang tak tertandingi manusia biasa.

Bersambung

1
HERMAWAN 505
jadi kebahagian indra itu di singkat, jatuhnya indra bahagia cuma 3 bulan bersama Mira, kalau sakitnya karena ilmu pelet yang di pakai, kini berbalik menggerogoti tubuhnya sendiri. begitu kaka.👍
makasih atas koreksinya, ini sangat membantu buat kedepannya.🙏
Mega Arum
semoga karya kedepanya lbh bagus lg y Thor...
HERMAWAN 505: gimana pendapatmu tentang novel pertama saya? dan bagai mana perasaan kamu saat membaca novel pelet laknat ini?
total 2 replies
Mega Arum
msh tanda.tanya kak...knp.Indra bs tau2 sakit, blm juga ada bahagianya dg Mira.. ceritanya monoton tntg pertempuran dg dukun
Mega Arum
dr awal krg jelas..dr mana Indra tau keberadaan paranormal di tengah hutan itu, dan skt hati berlebihan sprti apa sbrnya Indra
HERMAWAN 505: makasih Mega Arum sudah mengikuti alur cerita saya sampai sejauh ini.
total 1 replies
Mega Arum
kasihaan Aguuus 😀
ÑIÇÃ
di tunggu lanjutannya💪
Wulandari Ayuningtyas
halo kak
mampir y ke novelku 😁
HERMAWAN 505: makasih sudah berkunjung ke novelku
total 1 replies
Aswad Us
kerennn👍
Raihan
di tunggu lajutan nya bang
HERMAWAN 505: makasih atas kunjungannya.
total 1 replies
Raihan
kak mampir juga la di novel ku 😄
Aswad Us
👍👍
Aswad Us
di tunggu bab berikutnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!