Riski seorang Fans Sepak bola fanatic saat pulang nonton pertandingan di tabrak mobil dan akhirnya terlempar Ke Dunia Lain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22: Runtuhnya Benteng Siliwangi dan Tawaran dari Gibraltar
Langit Bandung pada akhir Oktober 2018 tidak lagi terasa bersahabat. Awan mendung seolah betah bergelayut di atas Stadion Siliwangi, mencerminkan suasana hati Riski yang sedang berada di titik nadir kariernya sejak kembali ke Indonesia. Dengan format Liga 2 yang diikuti oleh 16 klub dalam sistem kompetisi penuh (Home & Away), jadwal pertandingan menjadi maraton yang sangat melelahkan. Dimulai sejak Februari 2018, Kepton FC harus melakoni 30 pertandingan dalam kurun waktu sembilan bulan.
Kejenuhan fisik dan cedera beberapa pemain kunci mulai menggerogoti skuat Kepton FC di putaran kedua. Riski, meski secara statistik tetaplah "alien" di lapangan hijau dengan Overall 91.0, tidak mampu memikul beban seluruh tim sendirian ketika kolektivitas lawan mulai membaca skema permainannya. Tragedi itu memuncak pada tiga pertandingan terakhir di bulan Oktober yang seharusnya menjadi tiket emas mereka menuju kasta tertinggi.
Tiga Laga Kelam: Runtuhnya Mimpi Promosi
Mimpi Kepton FC hancur berkeping-keping dalam tiga laga penutup yang menyakitkan:
Pekan ke-28 (Oktober 2018): Persis Solo vs Kepton FC (Away)
Laga tandang ke Manahan yang penuh teror. Riski dikawal oleh tiga pemain sekaligus sepanjang 90 menit. Setiap kali ia menyentuh bola, tekel keras menghantam kakinya. Kepton FC kalah tipis 1-0 melalui serangan balik cepat.
Pekan ke-29 (Oktober 2018): Kepton FC vs PSPS Pekanbaru (Home)
Bermain di Stadion Siliwangi, Kepton FC tampil sangat gugup karena tekanan harus menang. Riski mencetak satu gol indah melalui tendangan bebas melengkung, namun lini belakang yang rapuh kecolongan dua gol di menit-medit akhir. Skor berakhir 1-2 untuk tim tamu.
Pekan ke-30 (Oktober 2018): Persita Tangerang vs Kepton FC (Away)
Laga penentu hidup dan mati. Kepton FC wajib menang untuk mengamankan posisi 3 besar. Namun, Persita bermain sangat disiplin. Riski berkali-kali mencoba membelah pertahanan dengan dribbling 93 miliknya, namun ia selalu dijatuhkan sebelum masuk kotak penalti. Skor berakhir 1-0 untuk kemenangan Persita.
Peluit panjang ditiup di Tangerang. Para pemain Kepton FC jatuh terduduk di lapangan. Mereka finis di peringkat ke-4. Selisih poin yang sangat tipis membuat mimpi promosi ke Liga 1 terkubur dalam-dalam.
Rekapitulasi Musim dan Klasemen Akhir Liga 2 2018
Meskipun Kepton FC gagal secara tim, dominasi individu Riski tetap tidak terbantahkan di tingkat nasional setelah melalui 30 laga yang melelahkan dari Februari hingga Oktober.
Klasemen Akhir Liga 2 2018 (4 Besar):
Persita Tangerang (Juara & Promosi ke Liga 1)
Persis Solo (Promosi ke Liga 1)
PSPS Pekanbaru (Promosi ke Liga 1)
Kepton FC (Tetap di Liga 2)
Top Skor Liga 2 2018:
Riski (Kepton FC): 28 Gol
Top Assist Liga 2 2018:
Riski (Kepton FC): 15 Assist
Kegelisahan di Atas Suzuki Blue Metallic
Malam harinya, Riski memacu motor Suzuki miliknya membelah dinginnya jalanan Bandung menuju kawasan Dago Pakar. Ia butuh udara segar untuk menenangkan pikirannya setelah kegagalan pahit di pekan terakhir Oktober.
Di sebuah sudut kafe yang sepi, Erika sudah menunggunya. Polwan cantik berusia 19 tahun itu menatap Riski yang tampak sangat lesu.
"Kamu sudah memberikan segalanya, Ki," ujar Erika lembut. "28 gol dalam musim yang sepadat ini bukan hal yang kecil. Kamu bukan Tuhan yang bisa memenangkan semua laga sendirian."
Riski menghela napas panjang, menatap lampu-lampu kota Bandung dari ketinggian. "Aku berjanji pada mereka di Bau-Bau, Er. Tapi sekarang, langkahku terhenti di peringkat empat."
Telepon dari Gibraltar: Europa FC
Saat suasana sedang hening, Marco Valez datang dengan tergesa-gesa ke meja mereka. Wajahnya penuh dengan semangat yang tak tertahankan. Ia langsung duduk di depan Riski dan meletakkan map berlogo klub Eropa.
"Riski, lupakan Liga 2. Kita tidak punya waktu untuk meratapi peringkat ke-4," ucap Marco dengan suara rendah namun tegas. "Tadi sore, aku dihubungi oleh Direktur Olahraga Europa FC. Mereka adalah klub raksasa di Gibraltar National League (Liga 1 Gibraltar)."
"Gibraltar? Liga 1 di sana?" Riski mengernyitkan dahi.
"Benar. Mereka baru saja mengunci tiket untuk kualifikasi kompetisi Eropa musim depan. Ini adalah pintu gerbang. Bermain di sana berarti kamu akan bermain di bawah pantauan pemandu bakat seluruh benua biru setiap minggunya. Ini adalah jalur tercepat untuk kembali ke radar Real Madrid tanpa harus menunggu satu musim lagi di kasta kedua Indonesia."
Riski terdiam. Tawaran ini datang di saat ia merasa buntu. Ia melirik Erika yang terdiam mendengar percakapan itu. Ada kilat kesedihan di mata polwan itu, namun ia hanya mengangguk pelan, memberi dukungan penuh.
"Kapan kita berangkat?" tanya Riski singkat.
"Besok pagi. Kepton FC sudah setuju karena klausul rilis internasionalmu yang sangat kuat," jawab Marco puas.
Statistik Riski (Usia 18 Tahun - Oktober 2018):
Tinggi Badan: 180 cm
Pac (Speed): 86
Sho (Shooting): 98
Pas (Passing): 90
Dri (Dribbling): 93
Def (Defending): 88
Phy (Physical): 91
Overall: 91.0
Informasi Keuangan & Aset:
Total Saldo: Rp 3.141.900.000
Aset: 1 Jet Pribadi (Bandara Husein Sastranegara), 1 Suzuki GSX-R150 (Bandung), 1 Rumah (Catalunya), 2 Mobil Operasional Panti (Bau-Bau).
Riski berdiri, mengenakan helmnya, dan menatap Erika. "Aku akan kembali, Er. Bukan sebagai pemain peringkat empat, tapi sebagai seseorang yang akan membuatmu bangga saat melihatku di Liga Champions nanti."
Erika tersenyum, kali ini lebih tulus meski matanya berkaca-kaca. "Kejarlah mimpimu, Riski. Aku akan tetap di sini, menjaga Bandung untukmu."
Mesin Suzuki menderu kencang, membelah kegelapan malam. Langkah menuju Europa FC telah terbuka. Riski akan segera meninggalkan tanah air untuk memulai petualangan baru di ujung semenanjung Iberia, membawa ambisinya kembali ke tanah Eropa.