Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin
Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Raiden Park
"Memang ada siapa disini, Tole?" tanya Raiden.
"Mbak Susi doang sih mas Dendeng. Kalau yang lain kebanyakan di lantai lainnya. Apalagi grup tuyul aku lainnya. Suka mencar," jawab Tole sambil loncat-loncat kecil.
"Lho Tole. Sama siapa?" tanya Mbak Susi.
"Halo," sapa Dewi Mentari. "Aku Dewi Mentari dan ini Raiden ...."
"Mas Dendeng!" potong Mbak Susi. "Ayo masuk."
Raiden menoleh ke Dewi Mentari yang menatap sebal ke dua arwah yang main nembus pintu. "Kenapa?"
"Lha mereka bisa nembus tembok. Kita kan harus pakai password," jawab Dewi Mentari sebal.
"Tenang saja," senyum Raiden yang menempelkan jempolnya di alat scanner dan tak lama suara 'klik' terdengar. Raiden pun menurunkan gagang pintu lalu mereka masuk ke dalam ruang kerja itu.
Dewi Mentari segera menyalakan AC sementara Raiden duduk di sebuah meja kosong dan Tole memberitahukan kasus yang sedang diusut oleh tim kasus dingin.
"Jadi ada dua kasus?" tanya Raiden ke Tole sambil membuka folder di PC yang ada disana.
"Iya mas. Kasus dokter yang membunuh pasiennya dan sudah setahunan ini berjalan sama kasus pembullyan di sebuah kampus daerah Depok," jawab Tole.
Raiden membaca folder di layar dan dia mulai mencari semua data. Raiden tahu tim gabut tidak terlalu pintar acara hacker menghacker. Bahkan Kaivan dan Aizen sampai stress mengajari Iptu Rayyan.
"Lho? Kok ada note dari Oom Dean kalau ada kematian di panti jompo?" tanya Raiden.
"Itu kasus baru, Mas. Dokter Rahmat, yang bekerja disana yang ngonangi kalau kematian pak Yono nggak wajar," jawab Tole.
Raiden tampak berpikir. "Kalau kasus bullying, aku sih yakin sama Tante Nana ... dia akan gedubrakan cari pelaku dan dikasih salam olahraga sampai kena hukuman Oom Dean."
"Mas Dendeng, ada ide?" tanya Tole.
"Eh, gue kan gabut ya. Gimana kalau gue nyamar disana jadi tenaga sukarela. Kan pasti mereka mau terima kan?" gumam Raiden.
"Ide bagus tuh Mas! Aku ikutan ya?" Tole tampak berbinar.
"Boleh!"
Sementara Raiden dan Tole membuat rencana, Dewi Mentari bersama dengan Mbak Susi membicarakan kasus yang sama sambil melihat-lihat ruang kerja tim kasus dingin.
"Kok bisa nggak ketahuan ya Mbak Susi? Jadi si pasien ini dibunuh delay pasca operasi?" tanya Dewi Mentari.
"Iya mbak Dewi. Kata Suster Ngesot disana, si dokter Westin ini juga suka melecehkan para suster disana. Juniornya juga."
Dewi Mentari menggelengkan kepalanya. "Wong Lanang Celutak! Izvrashchennyy mozg!" umpatnya kesal.
"Oke, soal Lanang Celutak, aku paham tapi yang tadi itu apaan?" tanya Mbak Susi. "Belibet dengernya."
"Izvrashchennyy mozg artinya dasar Meshum dalam bahasa Russia. Karena kalau aku ngumpat F*** jadi nggak enak di bahasa Russia."
"Apa bahasa Russia F****?" tanya Mbak Susi.
"Yebat' ... Nggak pas kan?" jawab Dewi Mentari membuat mbak Susi terbahak. "Eh, mbak. Dua polisi tadi kenapa kemari?"
"Mereka kepo dengan lantai empat yang dibuatkan oleh PRC Group. Apalagi pak Quinn sudah minta tidak boleh ada yang intervensi tim kasus dingin. Banyak orang yang iri tho, Mbak Dewi," jawab Mbak Susi.
"Wajar sih! Soalnya kan semua fasilitas disini gila-gilaan mewahnya," kekeh Dewi Mentari.
"Benar kaaaannn."
Dewi Mentari tahu dari kakaknya, Surya. Keluarga Pratomo kalau sudah suka dengan seseorang, mereka tidak ragu royal apalagi berhubungan dengan keadilan dan kebaikan yang lurus. Tapi kalau sekali melanggar kepercayaan, cut off total!
"Dewi Srengenge sayang, aku sudah memutuskan!" seru Raiden.
"Apaan?" jawab Dewi Mentari.
"Aku akan menyamar masuk ke panti jompo Harmoni Life!" Raiden menatap serius ke Dewi Mentari.
"Haaaahhh? Aku nggak kebayang berapa banyak barang yang bakalan kamu rusakin deh Yang," ujar Dewi Mentari skeptis.
Tak lama, AKP Dean Thomas datang ke lantai empat dan Raiden Park pun mengungkapkan rencananya ke pria itu. Sama seperti Dewi Mentari, AKP Dean Thomas pun sangsi jika Raiden bisa menyamar tanpa merusakkan sesuatu.
"Apa kamu yakin mas Dendeng?" tanya AKP Dean Thomas.
"Seseorang harus masuk kesana dan seseorang yang tidak terlihat seperti seorang polisi!" jawab Raiden.
AKP Dean Thomas mengangguk. "Tapi kalau mas Raiden datang kesana sendiri, itu agak janggal."
"Oom Dean ada rencana?" tanya Dewi Mentari.
***
Dokter Rahmat sekali lagi datang ke ruang kerja divisi kasus dingin dan kali ini dia melihat sepasang anak muda sekitar usia dua puluhan awal, tampak penasaran. Mata keduanya tampak cerdas dan dokter Rahmat merasa, mereka ada hubungannya dengan keluarga Pratomo.
Entah bagaimana, dokter Rahmat bisa menebak, yang pria lah yang anggota klan Pratomo. Ada sesuatu, garis wajah atau aura yang menurutnya mirip pengusaha bernama Quinn Reeves.
"Dokter Rahmat, maafkan jika kami meminta anda datang kemari lagi." AKP Dean Thomas bersalaman dengan dokter Rahmat. "Saya perkenalkan ini mas Raiden Park dan kekasihnya, Dewi Mentari. Mas Raiden adalah keponakan pak Quinn Reeves dan pak Valentino Reeves."
Dokter Rahmat tersenyum tipis. "Sudah saya duga pasti mas Raiden ada hubungannya dengan keluarga Pratomo," ucapnya sambil bersalaman dengan Raiden.
"Kok bisa?" tanya Raiden bingung.
"Garis wajah. Entah bagaimana, garis wajah keluarga Pratomo itu khas. Mau fisik Asia atau bule, kalau saya amati semua memiliki ciri khas sama yang tidak semua orang bisa melihat. Fisik lho ya. Entah kalau sifat."
"Sifat kami hampir sama. Hajar dulu pikir belakangan," kekeh Raiden.
Dokter Rahmat menoleh ke arah AKP Dean Thomas. "Itu benar," jawab pria itu.
"Itu sifat jelek yang paling dasar di keluarga saya, Dok Rahmat. Oom Dean udah paham " kekeh Raiden.
"Oke. Kita bicara serius. Jadi begini dok Rahmat. Mas Raiden punya ide, dia hendak masuk ke dalam Harmoni Life. Bersama anda. Entah sebagai asisten atau apalah. Kita butuh bukti kematian pak Yono, bisa kita cari. Karena pihak Harmoni Life tidak mau ada olah TKP. Aku yakin semua sudah dibersihkan pihak sana karena mereka akan menerima penghuni baru lagi." AKP Dean Thomas menatap ketiga orang disana.
"Aku boleh ikut Oom Dean?" tanya Dewi Mentari. "Aku yakin bisa menemukan sesuatu juga disana."
AKP Dean Thomas menoleh ke dokter Rahmat. "Mbak Dewi dan Mas Raiden ini indigo. Mereka bisa berbicara dengan arwah."
Dokter Rahmat melongo. "You're kidding!"
Ketiga orang itu menatap datar.
"Itu ... mustahil kan?" ulang dokter Rahmat.
"Apakah muka kami muka bercanda dokter Rahmat?" jawab AKP Dean Thomas.
"Tapi ... Serius?"
Ketiganya mengangguk.
"Ini benar-benar diluar logika ilmiah saya," ucap dokter Rahmat.
***
Yuhuuuu up malam yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
pntsn mbilnya smp ringsek,yg nmpel ada 10.....tp bgus sih,biar tu pnjht nrima akibtnya....abs ni siap2 bbo d sel pula.....