Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.
Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.
Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 22 - Kawasan Lumpur Berapi
BOOM! BOOM!
ROARR!!
Burung-burung kecil tampak terbang tinggi meninggalkan ranting pohon tempat mereka hinggap, saat mendengar suara ledakan besar serta auman keras dari Spirit Beast. Suara langkah lari yang berat serta embusan napas memburu, memecah keheningan Hutan Spirit Beast. Situasi menegangkan tersebut diciptakan oleh beberapa Spirit Beast liar jenis Harimau yang sedang dipenuhi amarah. Mereka semua mengejar seorang anak laki-laki berjubah biru sutra dengan tatapan mata membunuh.
"Sudah kubilang kalau mereka sangat berbahaya bagimu, Yun! Kenapa kau tidak mendengarkanku?!"
"Kau bahkan tidak membawa Xiao Zi bersamamu!"
"Aku hanya ingin mencoba saja. Aku tidak tahu bahwa mereka bisa sangat agresif hingga seperti ini!!"
Xiao Yun dengan napas yang tersengal-sengal, terlihat sedang bersusah payah terlepas dari kejaran tiga Harimau Api Miasma. Kelincahan langkah kakinya menjadi modal berharga bagi dirinya untuk terus menghindar dari beberapa serangan brutal Harimau Api Miasma. Namun, seluruh usaha yang dilakukannya itu justru membuat dirinya berada di posisi terpojok. Sebuah tebing curam tanpa jalan keluar menghentikan langkah kakinya. Mata Xiao Yun seketika terbuka lebar, kedua tangannya meremas kuat. Menghadapi amarah tiga Harimau Api Miasma di atas tebing yang tinggi, membuat dirinya benar-benar tertekan. Semua kejadian buruk ini berawal dari tindakan ceroboh dirinya pada beberapa saat lalu.
_______
Beberapa jam sebelum kejadian..
SPLASH! SPLASH!
Suara hantaman deras aliran air pada beberapa batu, menjadi lantunan khas dari sebuah sungai yang berada tak jauh dari Gua Ungu -- tempat tinggal sementara Xiao Yun. Di sana, terdapat Xiao Yun yang baru saja selesai membersihkan setiap inci bagian tubuhnya. Segar dan dinginnya air sungai yang membasahinya, membuat dirinya sangat siap untuk menjalani hari kedua di Hutan Spirit Beast. Rasa lelah yang ia dapatkan setelah berusaha keras menjadikan Xiao Zi sebagai rekannya. Kini telah tergantikan oleh semangat api yang membara.
"Apa yang akan kau lakukan hari ini, Yun?" tanya Yan
Xiao Yun segera mengeluarkan sebuah gulungan peta dari cincin ruangnya, kemudian membuka lebar peta tersebut. Mata birunya yang berbinar, memperhatikan setiap tanda pada peta di tangannya dengan saksama. Beberapa tanda yang terukir jelas pada peta itu merupakan penunjuk tempat bagi sarang segala Spirit Beast serta tanaman-tanaman obat. Xiao Yun sudah menyiapkan peta tersebut agar bisa menjalankan seluruh rencananya selama berada di Hutan Spirit Beast. "Kita akan pergi ke sini!" serunya seraya menunjuk salah satu tanda berbentuk kepala Harimau
Mata Yan tampak terbuka lebar saat melihat tanda yang ditunjuk jari Xiao Yun. "Apa yang ingin kau lakukan di tempat tanda kepala Harimau itu?"
"Berlatih. Kemarin, aku sudah mendapatkan keberuntungan besar di Gua Ungu. Menemukan Kristal Ungu Abadi dan menjadikan Xiao Zi sebagai rekanku. Dan sekarang, waktunya untuk mempertajam kembali insting serta kemampuan bertarungku." ucapnya dengan penuh percaya diri
Alih-alih turut bersemangat ketika mendengar ucapan Xiao Yun, Yan justru menunjukkan ekspresi datar di wajahnya. Sebuah keraguan terasa cukup jelas dari sikapnya yang hening. "Entah kenapa, aku merasakan firasat buruk dari rencana bocah aneh ini." batin Yan
Tanpa menunda waktu, Xiao Yun langsung bergegas pergi menuju tempat bertanda kepala Harimau pada peta Hutan Spirit Beast. Jalur setapak yang terlukis jelas di peta tersebut, menuntun langkah kakinya untuk sampai ke tempat tujuannya yang terletak di Kawasan Lumpur Berapi. Dalam perjalanannya, Xiao Yun sempat terlibat pertarungan dengan beberapa Spirit Beast tingkat Dua dan Tiga. Meskipun dirinya tidak unggul perihal jumlah, Xiao Yun tetap mampu mengalahkan seluruh Spirit Beast tersebut. Berkat tiga bilah pedang berlumur racun serta kemampuan bertarungnya. Tubuh Xiao Yun dapat terhindar dari luka parah.
Selepas mengalahkan seluruh Spirit Beast tersebut. Kedua tangannya segera mengambil beberapa bagian berharga dari kumpulan mayat di hadapannya, seperti kulit, bulu, cakar serta Inti Spirit Beast. Ia berencana untuk menjual semua benda itu ketika dirinya sudah pergi dari Hutan Spirit Beast. Beberapa tanaman obat langka tanpa pemilik yang ditemuinya sepanjang perjalanan juga ikut tersimpan ke dalam cincin ruang. Xiao Yun sangat menikmati seluruh kekayaan yang terdapat di Hutan Spirit Beast. Tubuhnya selalu bergerak lincah setiap kali melihat hal-hal yang membuat matanya berbinar.
Di sisi lain, Yan tampak sangat bosan karena harus melalui perjalanan yang cukup panjang untuk sampai ke Kawasan Lumpur Berapi. Meskipun sebenarnya, ia bisa beristirahat di dalam tubuh Xiao Yun seperti yang selalu dilakukannya. Namun, ia akan merasa lebih bosan jika hanya berdiam diri di tubuh Xiao Yun. "Hei, Yun! Seberapa jauh lagi Kawasan Lumpur Berapi?" tanyanya sembari menghela napas panjang
Xiao Yun langsung membuka lebar peta berwarna cokelat di tangannya. Kedua matanya memeriksa dengan teliti posisi keberadaannya saat ini dari jarak Kawasan Lumpur Berapi. Kemudian, ia mengalihkan pandangannya pada kondisi alam di sekelilingnya. Suhu panas udara yang menyengat kulitnya, menjadi petunjuk jelas bahwa tempatnya berdiri sudah tak jauh dari Kawasan Lumpur Berapi. "Kita sudah dekat."
Xiao Yun mempercepat langkah kakinya, berusaha menebus waktu yang terbuang selama perjalanan. Kumpulan kabut putih pun mulai menyelimuti jalan setapak hingga menghalangi jarak pandangnya. Permukaan tanah yang sebelumnya subur kini terlihat dipenuhi oleh retakan-retakan kasar tanpa adanya rerumputan hijau. Kondisi alam yang telah berubah drastis segera meningkatkan kewaspadaan Xiao Yun. Dua bilah pedang berwarna ungu pekat yang keluar dari cincin ruang sudah melekat kuat di kedua tangannya. Tubuhnya terus menembus kumpulan kabut dengan tatapan mata yang lurus dan tajam. Walaupun tidak ada papan nama atau tanda penunjuk untuk menjelaskan lokasinya sekarang.
Namun Xiao Yun, sangat tahu bahwa dirinya kini telah berada di Kawasan Lumpur Berapi. Embusan angin yang kencang seketika membersihkan pandangannya dari kumpulan kabut putih. Jarak pandangnya pun kembali meluas. Kini, ia dapat melihat dengan jelas Kawasan Lumpur Berapi yang menjadi tempat tinggal salah satu Spirit Beast tingkat Tiga bernama, Harimau Api Miasma. Gunung-gunung berwarna hitam yang tak aktif tampak menjulang tinggi. Aliran Lumpur Berapi yang menjadi ciri khas kawasan ini mengalir deras layaknya sebuah sungai. Cengkraman tangan Xiao Yun terlihat semakin kuat, matanya memancarkan semangat membara. Dirinya sudah tidak sabar untuk menghadapi Harimau Api Miasma sebagai lawan latih kemampuan bertarung miliknya.
"Haah.. Akhirnya sampai juga. Lalu, di mana sarang Harimau yang kau bicarakan itu?" tanya Yan
Pandangan Xiao Yun kembali melihat peta untuk memastikan letak sarang Harimau Api Miasma. "Di sana. Tepat di kaki gunung." ucapnya sambil menunjuk tempat yang ia maksud
Setelah mendapatkan informasi keberadaan sarang Harimau Api Miasma dari Xiao Yun. Kedua sayap Yan langsung membawa dirinya terbang tinggi di antara kumpulan awan hitam. Ia ingin memeriksa terlebih dahulu kondisi sebenarnya pada kaki gunung agar kejadian di Gua Ungu tidak terulang lagi. Sementara itu, Xiao Yun juga bergegas pergi dari tempatnya berpijak. Langkah kakinya harus melewati rute yang sedikit jauh supaya terhindar dari bahaya aliran Lumpur Berapi. Beberapa menit kemudian, Yan kembali datang menghampiri Xiao Yun. "Bagaimana situasinya?" tanya Xiao Yun dengan wajah serius
"Seperti yang kau bicarakan, di sana memang terdapat tiga Harimau Api Miasma tingkat Tiga. Tetapi.." Yan tiba-tiba terlihat sangat ragu untuk melanjutkan perkataannya. Matanya melirik ke sisi kanan dan kiri. Ada rasa cemas yang menggangu hatinya hingga membuat dirinya tak mampu berbicara lagi. Di sisi lain, Xiao Yun tampak semakin bersemangat setelah mendengar informasi penting dari Yan. Setiap langkahnya kian bertambah cepat, tanpa menyadari kekhawatiran yang dirasakan oleh Yan.
_______
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang dan lama. Menghadapi beberapa Spirit Beast serta memetik tanaman-tanaman obat langka. Saat ini, Xiao Yun akhirnya sampai di bagian terdalam Kawasan Lumpur Berapi -- Sarang Harimau Api Miasma. Sebelum masuk lebih dalam ke wilayah Harimau Api Miasma. Xiao Yun sejenak mengamati situasi secara menyeluruh dari balik pepohonan yang berjarak tiga puluh meter dari sarang tersebut. Tepat di atas kumpulan batu vulkanik, terdapat tiga Harimau Api Miasma yang sedang beristirahat dengan tenang. Kobaran api kecil tampak menghiasi bagian ekor serta atas kepala mereka. Pola warna yang selalu dimiliki oleh Harimau pada umumnya, ditambah sedikit warna merah pada beberapa bagian tubuh mereka menambah kesan dominasi yang kuat.
Pandangan Xiao Yun tampak berat dan intens, pikirannya mulai menyusun rencana untuk menghadapi tiga Harimau Api Miasma tingkat Tiga. "Apa kau sungguh ingin melawan mereka? Tidakkah menurutmu, mereka terlalu berbahaya untuk dihadapi seorang diri?"
Rasa khawatir kembali mengganggu hati Yan. Firasat buruk yang sudah dirasakannya sebelum pergi menuju Kawasan Lumpur Berapi, tidak bisa hilang dari dirinya. "Menurutku, sebaiknya kita mencari Spirit Beast lain yang memiliki tingkatan lebih rendah. Harimau Api Miasma terlalu berbahaya bagimu, Yun."
Xiao Yun langsung menghela napas panjang. Konsentrasinya terpecah-belah akibat kekhawatiran yang terasa jelas dari ucapan Yan. Sikapnya sangat kontras dengan kebiasaannya yang selalu menyebalkan. "Aku hargai kepedulian yang kau berikan padaku. Tetapi, aku tidak ingin mundur dari rencana untuk melawan Harimau Api Miasma."
Perbedaan pendapat antara dua sahabat tersebut tak memberikan efek besar terhadap kondisi yang mereka hadapi. Xiao Yun pun segera keluar dari tempat persembunyiannya tanpa ada keraguan serta rasa takut di bola matanya. Suara semak belukar yang bergesekan kasar dengan jubah sutra Xiao Yun, seketika membangunkan tiga Harimau Api Miasma dari kondisi tidur. Tubuh mereka yang berada di atas batuan vulkanik langsung bangkit dengan deraman menakutkan.
ROARR!!
Auman keras menggelegar, menunjukkan sikap bahwa mereka tidak menyukai keberadaan Xiao Yun. Lalu, salah satu Harimau Api Miasma segera menerjang Xiao Yun dengan seluruh kekuatannya. Serangan yang cukup kuat tersebut seketika menghancurkan permukaan tanah dan membuat Xiao Yun harus menghindar mundur beberapa meter. Setelah itu, giliran Xiao Yun yang melakukan serangan balik. Tubuhnya langsung melesat cepat menuju Harimau Api Miasma, lalu memberikan tebasan pedang yang telak pada bagian tubuh Harimau tersebut. Auman yang kencang pun kembali terdengar, serangan cepat pedang Xiao Yun membuat Harimau Api Miasma di hadapannya marah besar.
Akan tetapi, beberapa luka tebasan dari dua pedang berlumur racun milik Xiao Yun. Tiba-tiba melemaskan seluruh otot tubuh Harimau Api Miasma hingga menghentikan pergerakannya yang agresif. Kemudian, tubuh Harimau itu segera terjatuh lemas dan seketika berhenti bernapas. Sebuah senyum menyeringai langsung terukir di wajah Xiao Yun. "Efek dari Racun Jantung Darah benar-benar menakutkan." ucapnya seraya menatap tajam mayat Harimau Api Miasma yang mengeluarkan gumpalan-gumpalan darah berwarna hitam