NovelToon NovelToon
Better Half

Better Half

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyesalan Suami
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: fei yuu

Bagaimana jika orang yang kamu anggap biasa dan tidak penting dalam hidup mu ternyata adalah belahan jiwamu yang selama ini kamu cari.
Murat terpaksa menikahi Hanna, sahabat dari mendiang istriny zahra. Bagi Hanna ini adalah pernikahan impian karena Murat adalah cinta pertamanya, sedangkan bagi Murat pernikahan ini merupakan amanah yang harus dijalankan demi putranya.
Bagaimana kelanjutan kisahnya... stay tune yah aku harap kalian suka dengan karyaku ini 🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fei yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. KOTAK BEKAL

Waktu sudah menunjukan pukul 12.13 WIB, tetapi Murat masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya.

TOK...TOK..TOK..CEKLEK

"Maaf Pak sudah waktunya makan siang". Dimas mengingatkan atasannya, karena dia tahu kalau Murat tidak diingatkan mungkin pria itu akan melewatkan makan siangnya.

" Oh Baiklah Dimas , terimakasih".

" Apa, Bapak mau dibelikan sesuatu?". Kebetulan kali ini Dimas sudah janjian dengan seseorang untuk makan siang diluar, biasanya dia akan menyuruh OB untuk membelikannya makan siang.

" Tidak usah Dimas, terima kasih, aku sudah membawa bekal sendiri". Dimas mengangguk dan menutup pintunya kembali.

Murat lalu mengambil tas bekal yang sudah disiapkan istrinya. perutnya sudah keroncongan minta diisi, " Kali ini menu apa yang dia buat".

Hal yang paling Murat sukai adalah membuka bekal makan siang yang dibuatkan oleh istrinya. Biasanya Hanna selalu membuat kejutan.

Makanan yang dia buat sangat lezat dan selalu ada saja ide menu yang dibuat olehnya. Murat membuka kotak makan siangnya " Waaah". Wajahnya berbinar senang.

Istrinya membuatkan menu bento ala Jepang dengan berbagai lauk didalamnya kali ini. Murat menyantap makanannya dengan riang.

Ceklek..

Tanpa permisi, Irene tiba tiba masuk keruangan Murat. " Kakak Ayo makan siang, aku tahu restoran yang enak disekitar sini". Irene lalu mendudukan dirinya di sofa.

Murat yang sedang menikmati santapan makan siangnya menggeleng. " Tidak perlu, aku sudah menbawa bekal dari rumah". Dirinya sedikit terganggu dengan kedatangan wanita itu.

Irene penasaran, dengan apa yang pria itu santap. karena terlihat Murat menikmati makan siangnya dengan lahap, dia pun mendekat.

" Itu siapa yang bikin Kak, pembantu Kakak?". Murat menghentikan kunyahannya. Dia menatap Irene dengan tajam. Pria itu tidak suka mendengar Irine menyebut kata pembantu untuk istrinya meskipun wanita itu tidak tahu.

Tetapi wanita itu tidak menyadari tatapan Murat. " Sudahlah Kak , ayo kita makan diluar, aku traktir kakak yah, anggap saja untuk merayakan pekerjaan baruku".

Murat tetap acuh, dia terus menikmati makan siangnya dengan lahap, karena memang masakan yang dibuat Hanna benar benar enak.

Irene kesal karena Murat mengacuhkannya. Lalu saat pria itu sedang minum, wanita itu mengambil kotak bekal Murat dan memindahkannya dengan kasar ke salah satu meja diruangan itu.

" Ayo Kak, aku jamin makanannya lebih lezat dari ini". Tanpa merasa bersalah Irine menarik tangan Murat untuk mengikutinya.

Hati Murat sakit sekali saat melihat makanan yang dibuat oleh istrinya dilempar begitu saja. Dia menepis tangan wanita itu.

" IRENE..." Dia menatap wanita itu tajam, lalu mengambil kembali kotak bekal itu dan memungut beberapa makanan yang tumpah.

Irene syok mendengar bentakan Murat, sejak dulu tidak pernah sekalipun pria itu berlaku kasar atau pun membentaknya,

tetapi sekarang hanya karena sebuah kotak bekal yang menurutnya tidak berharga sama sekali. Pria itu dengan tega membentaknya.

Mata Irene berkaca kaca. Hatinya sakit melihat bagaimana Murat begitu memperlakukan bekal itu sebegitu istimewanya.

Hatinya begitu kesal, dia pergi begitu saja dan membanting pintu "BUM..". Tetapi Murat tidak peduli, setelah dia memungut beberapa yang tumpah dia melanjutkan makan siangnya.

Murat melanjutkan makan siangnya dengan perasaan yang dongkol. Wanita itu benar benar menguji kesabarannya. Dirinya tidak suka ada yang menghina istrinya.

Entahlah padahal dirinya pun sering bersikap dingin dan kurang menghargai istrinya.

...****************...

Irene berjalan dengan kesal, dia menghentak hentakan kakinya. Dia berdiri tidak jauh dari ruangan Murat. Beberapa kali dia tengok ruangan pria itu.

Dia pikir Murat akan mengejarnya seperti dulu kalau dia sedang marah. Tetapi sekarang, bahkan lelaki itu tidak keluar dari ruangannya sama sekali.

" Huh apa hebatnya bekal itu, cuma dibuatkan oleh pembantu doang, berlebihan sekali sikapnya. Lihat saja besok aku bawakan bekal yang mahal".

1
Nurjannah Rajja
Semoga istrimu diambil Halil, kamu jahat sih, jadi kudoakan yg terburuk buat kamu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!