NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelakor

Aku Bukan Pelakor

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Pelakor / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma

Mari menepi dari kisah Cinderella Story (Pangeran tampan/CEO menikahi Upik Abu), kisah kawin kontrak, dan juga kisah menikah dengan keterpaksaan karena balas budi. Saatnya kita belajar dari pengalaman ana yang aku tulis dikarya perdanaku ini.

Ana merupakan mahasiswi magang di PT. Asri Global Tbk, di perusahaan tersebut ana bertemu dengan seorang pria yang benama julio, julio merupakan manager acounting di divisi tempat ana magang.

Sejak pandangan pertamanya dengan ana, julio sudah menaruh hati terhadap ana, sehingga ia mendekati ana.

Tak banyak rekan-rekan kantornya yang mengetahui jika ternyata julio telah memiliki istri dan anak di kampung halamannya, begitu pun dengan ana.
Hingga hubunganan mereka mereka yang sudah terlalu jauh, sampai pada akhirnya ana mengandung anak julio.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Sesampainya di kediamannya, Rio memperkenalkan Ana dengan wanita paruh baya yang bernama Bik Ima. Bik Ima merupakan asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Rio.

"Sayang, ini Bik Ima. Jika kamu butuh apa-apa mintalah padanya."

Ana merasa tidak asing dengan Bik Ima. "Sepertinya kita pernah bertemu?"

"Iya Non, di apartement," jawab Bik Ima.

"Oh iya, apartement Mas Julio." Akhirnya Ana ingat sekarang jika ia dan Bik Ima pernah bertemu sebelumnya.

"Dia pernah menawariku apartement, tapi aku tidak jadi menempatinya karena kurang cocok. Bik Ima hanya membersihkannya dua kali, apa kamu pernah ke sana?"

Ana mengangguk. "Ya, sebelum ke Asri Group. Aku sempat ke apartementnya dulu."

Rio yng enggan membahas Julio berbalik ke Bik Ima. "Bi, Ana akan tinggal di sini tolong layani dia dengan baik dan tolong taruh koper ini di kamar yang kemarin aku perintahkan untuk di siapkan." Rio menyerahkan koper Ana kepada Bik Ima.

"Baik tuan." Bik Ima pun pergi manaruh koper Ana di kamar yang telah di persiapkan Rio untuknya.

"Sayang, kita room tour dulu yu, habis itu kita makan malam!" Ajak Rio sambil menggandeng tangan Ana.

Ana terkejut saat mendengar Rio memanggilnya dengan panggilan sayang, namun Ana tak memberikan komentar apa pun mengenai hal itu, ia mengikuti Rio yang sedang menunjukan satu persatu ruangan yang ada di dalam rumahnya.

Rio memilih desain minimalis modern untuk rumahnya, rumah satu lantai dengan 1 kamar utama, 2 kamar tamu dan 1 kamar untuk asisten rumah tangga.

Furnitur ruang keluarga yang cukup sederhana dan di dominasi dengan warna abu-abu membuat ruangan terasa lebih lega, penggabungan desain dapur dengan ruang makan, di tambah dengan ruang terbuka yang bersih serta pencahayaan yang cukup menimbukan kesan nyaman dan elegan.

Setelah puas berkeliling Rio dan Ana menikmati makan malam bersama di ruang makan.

"Sayang, besok aku sudah mulai ke kantor. Kamu tetaplah di rumah jangan kemana-mana sebelum aku pulang," ucap Rio.

"Kak, aku boleh undang temanku, Mia untuk main ke sini?" tanya Ana ragu-ragu.

"Boleh tapi hanya Mia saja ya," jawab Rio sambil tersenyum.

"Terima kasih banyak Kak Rio," ucap Ana.

Rio tersenyum sembari menganggukan kepalanya.

Selesai makan malam Rio mengantar Ana masuk ke kamarnya, kamar yang di dominasi dengan warna dusty blue sesuai dengan warna favorit Ana.

"Suka?" tanya Rio.

"Kakak tau dari mana warna kesukaan Ana?"

"Ada deh hehehe.... ya sudah mandi dan istirahatlah. Kamarku ada di sebelah, kalau ada apa-apa panggil saja, aku ke kamar dulu ya."

Sebelum Rio pergi ke kamarnya, Rio mendaratkan kecupan di kening Ana, Ana yang terkejut dengan perbuatan Rio hanya terpaku memegangi keningnya.

Rio kembali mendekatkan dirinya ke Ana dan mendorong Ana dengan lembut agar Ana masuk ke kamarnya."Sudah masuk sana, istirahat sudah malam. Apa perlu aku temani di sini?" goda rio.

"Iiih kakak, bilangin Ibu nih," ucap Ana sambil cemberut dan langsung menutup pintu kamarnya.

Pagi harinya Ana bangun lebih awal, ia menyiapkan sarapan dan bekal untuk Rio, selain itu Ana juga memasak untuk Mia yang akan berkunjung.

Rio tampak terkejut mendengar suara penggorengan di dapur, karena biasanya Rio hanya sarapan roti atau sereal serta susu sehingga Bik Ima tidak perlu repot-repot memasak untuknya.

"Sayang kamu masak? kenapa tidak minta tolong ke Bik Ima saja?" tanya Rio.

"Eh kakak sudah bangun, tidak apa-apa kok kak tadi juga aku dibantuin sama Bik Ima."

"Ya sudah, kita makan yuk biar itu semua Bik Ima aja yang beresin!" ajak Rio, ia menggandeng tangan Ana menuju meja makan.

Ana hanya mengagguk, menuruti perintah Rio untuk sarapan bersamanya di meja makan.

"Hari ini temanmu jadi ke sini?" tanya Rio sambil menyalakan iPadnya, Rio sedang mengecek pekerjaan timnya selama ia tinggal cuti kemarin.

"Jadi kak. Oh ia Kak Rio..."

"Iya sayang."

"Kakak kenapa panggil Ana, dengan panggilan sayang sih?"

"Karena aku sayang kamu." Rio mematikan iPadnya dan memasukannya ke dalam tasnya.

"Isssh kakak ini."

"Ya sudah aku pergi dulu ya takut kejebak macet." Rio beranjak dari tempat duduknya, ia mengambil kunci mobil yang ia letakan di atas kulkas.

Melihat Rio tidak membawa bekal yang telah di buatnya, Ana berlari menghampiri Rio dan memberikannya kepada Rio. "Kakak, ini bekalnya ketinggalan."

Rio menyerngitkan dahinya, selama ini ia sama sekali tidak pernah membawa bekal. yang Rio ingat terakhir ia membawa bekal pada saat SMA pada saat dirinya masih tinggal bersama ibu di kampung, semenjak Rio memutuskan untuk merantau ke kota belum pernah sekali pun ia membawa bekal.

"Sayang, apa kamu lupa kalau PT. Asri Group menyiapkan catering untuk para pegawainya makan siang?"

"Tapi masakanku kan jauh lebih enak. Tapi ya sudah kalo kakak tidak mau. Aku akan suruh Bik Ima kasih ke security depan kompleks saja," ucap Ana sambil memajukan bibirnya.

"Idiiih ngambek, siapa juga yang tidak mau. Terima kasih ya sayang." Rio mengambil kembali kotak bekalnya dari tangan Ana.

Ana tersenyum dan mengikuti Rio hingga ke pintu depan rumah.

"Aku pergi dulu ya, jangan terima tamu selain Mia." Rio kembali mengingatkan Ana.

"Siap... hati-hati Kak Rio." Ana melambaikan tangannya ke arah mobil Rio.

Ting... Tong... Ting... Tong...

Mendengar bel rumah berbunyi, Ana dengan semangat membukaan pintu menyambut kedatangan Mia.

Ana sangat senang sekali dengan kedatangan Mia karena Ana sudah lama tidak berjumpa dengan sahabatnya yang super bawel dan rusuh itu.

"Ana... apa kabar?" Mia memeluk Ana dengan erat dan Ana juga membalas pelukan Mia.

Mia memperhatikan bentuk tubuh Ana yang tampak berisi dan di bagian perut tampak menonjol.

"An, loe hamil? sama siapa? loe dah nikah? kok loe tidak cerita-cerita sih?" Mia menghujani ana dengan banyak pertanyaan.

"Iya gue lagi hamil, tapi sekarang gue belum bisa cerita banyak sama loe."

"It's An. Nope, but are you happy right now?" Mia sangat menghargai privasi sahabatnya, ia hanya memastikan jika sahabatnya itu bahagia.

"Yess i'm happy," jawab Ana, sambil tersenyum.

"By the way ini rumah siapa nih An?" tanya Mia penasaran.

"Rumah Kak Rio." jawab Ana.

Mia tampak mengingat-ingat nama Rio karena sepertinya nama rio cukup akrab di telinga Mia, ia membuka dompetnya dan mengambil kartu nama Rio kemudian memperlihatkannya kepada kepada Ana, untuk mengkonfirmasi apakah benar Rio yang ana maksud adalah Rio yang pernah menemuinya untuk mencari Ana dan meminta baju wisuda Ana kepadanya beberapa waktu lalu.

"Kak Rio yang ini bukan An?" tanya Mia.

"Iya, kok kamu bisa punya kartu namanya?"

"Jangan jealous dulu, waktu itu dia pernah ke kampus nyariin loe. Terus dia kasih kartu nama ini ke gue, kata dia kalo gue tau keberadaan loe, suruh langsung hubungin dia. Eh tapi malah dia duluan yang nemuin loe," terang Mia.

"Dia khawatir banget waktu loe pergi," sambung Mia.

"Oooh... eh makan yuk, gue masak buat loe!" ajak Ana.

Mia mengangguk mengikuti Ana ke dapur, di dapur sudah tersaji banyak makanan, sambil makan mereka asik mengobrol masa-masa kuliah.

"An loe besok datengkan ke acara wisuda?" tanya Mia memastikan jika Ana akan datang ke acara wisuda mereka.

"Iya gue dateng kok."

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 15.00 Mia pamit pulang karena sudah seharian Mia mengobrol dengan Ana.

"Gue pulang dulu ya"

"Huum, hati-hati. kapan-kapan main lagi ya"

"Siap, sehat-sehat ya bumil, sampe jumpa besok di acara wisuda." Mia mengelus perut Ana, kemudian ia pergi dari kediaman Rio.

Seharian ngobrol sama si bawel Mia membuat badan Ana merasa sangat capek, Ana di buat tak berhenti tertawa dengan tingkah konyol Mia.

Sambil menunggu Rio pulang kantor, Ana merebahkan badannya di ruang keluarga menonton TV, tanpa di sadari lama ke lamaan Ana tertidur di depan TV. Ana tertidur dengan lelap hingga tak menyadari jika Rio telah pulang.

Gleg...

Rio menelan air liurnya, dengan jelas Rio melihat paha mulus Ana dan sebagian perut Ana yang terbuka, karena Ana hanya mengenakan hotpants dan Tube Top.

Rio bergegas pergi ke kamarnya mengambil selimut untuk menutupi tubuh Ana agar Ana tidak masuk angin. Saat Rio sedang menyelimuti tubuh Ana, Ana terbangun dan mengucek matanya.

"Kakak sudah pulang? maaf ya ana ketiduran." Ana merapihkan rambutnya.

"Kenapa tidak tidur di kamar?"

"Hehe niatnya sih nonton TV tapi malah ketiduran."

"Masih ngantuk tidak? jika masih, lanjutin dikamar tidurnya."

"Tidak kak, aku mau mandi saja biar seger." Ana beranjak dari ruang keluarga.

Baru saja lima langkah Ana berjalan Rio memanggil Ana kembali, Ana kembali menghampiri Rio.

"Sayang, aku boleh minta bantuanmu?" tanya Rio perlahan

"Bantu apa kak?"

"Bantu aku menjaga pandanganku."

"Ma... Maksud Kakak?"

"Aku takut, aku takut pada diriku sendiri. Aku takut tidak bisa mengendalikan diriku dan aku juga tidak ingin terus menerus melihat yang belum menjadi hakku." Rio menutup tubuh Ana dengan selimut yang tadi ia bawa dari kamarnya.

"Nanti malam kita belanja baju-baju panjang untukmu ya."

Ana mengangguk menyetujui ajakan Rio, Ana sangat terharu dengan perlakuan Rio terhadapnya. Rio bukan hanya menjaganya dari orang-orang yang jaga jahat kepadanya namun Rio juga menjaganya dari dirinya sendiri.

1
Nancy Nurwezia
Luar biasa
Apalah Arti Sebuah Nama
cuma ada di novel lelaki seperti RIO,☺️☺️☺️
imelda
cerita wanita tangguh.lumayan keren.
kalea rizuky
ini uda gk. perawan tp sok jual mahal. hadehhh
Mita Karolina
Bukannya kalau LDR itu yg paling penting komunikasi ya?
aima
di Shopee ada ga ya kek rio 🤣😭
Irma: Kalo ada, dah soldout mba😂
total 1 replies
Susi Sinaga
bukan hanya di author ada lelaki spt itu ....dunia nyata jg ada...
Susi Sinaga
wow....terima ...terima
Susi Sinaga
ke rumah si pecundang tak tanggung jawab
Susi Sinaga
terharu aku masih ada org berhati emas spt Bu lyra
Sita Sit
adakah di dunia nyata laki2 kayak Rio,,keren pokoknya rio
altanum
ceritanya bikin penasaran dan ingin segera menyelesaikan membaca semua bab....semangat thor
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
Pak Rio kamu royal juga ya sama istri nya ngasih hadiah ngak tanggung" fatanstis ya
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
keren habis
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
Semoga hayalan kamu buat nikah sama Julio bisa Jadi kenyataan ya Ana
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
luar biasa

suka sama cerita nya walau baca yg 21+ tapi tetap bagus cerita nya walau belum baca semua bab nya
Leny Hui
a very great novel and there are many lessons that we can learn, highly recommended novels from the author
Defi Danny Firmansyah
semangat....semangat...💪🏻💪🏻💪🏻
Defi Danny Firmansyah
semangat trs berkarya Thor....💪🏻💪🏻💪🏻
Kod Driyah
wah Rio sdh mulai berubah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!