NovelToon NovelToon
Cintaku karena ibadah

Cintaku karena ibadah

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:363.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ummu Friska Nanda Raisa

Seorang dokter muda yang sedang meneruskan pedidikannya di S2, dipaksa untuk segera menikah...

ternyata salah satu pasiennya membuatnya jatuh hati pada pandangan pertama

berhasilkah Dokter tersebut mendapatkan gadis pujaannya.


jangan lupa comen dan likenya ya..🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Adit & Cindy

Di saat aku sedang mengobati pipi Nuri yang ditampar oleh Cindy, di tempat lain ternyata Cindy menabrak Adit yang sedang bersiap-siap.

‘bruk.’ Cindy terjatuh

“Eh maaf.. Maaf.. Kamu ga apa-apa?” tanya Adit tapi Cindy hanya diam saja

“Kamu kenapa menangis. Emamg ada yang sakit?” tanya Adit yang merasa bersalah

“Hello... Kok diem aja ditanya?!” ucap Adit bingung

Namun tiba-tiba Cindy memeluk Adit dam menangis sejadi-jadinya, membuat Adit panik.

“Hai... Sudah.. Sudah.. Coba sekarang kamu cerita, ada apa?” tanya Adit ketika berhasil melepaskan pelukan Cindy

“Yusuf..” ucap Cindy.

“Yusuf? Maksudnya?” tanya Adit bingung

“Iya. Yusuf yang sekarang sedang ngadain pesta.” Jelas Cindy

“Oh.. Emang ada apa?” tanya Adit

“Masa’ tadi yusuf bilang klo dia itu lebih mencintai adik iparnya sendiri?! Sedangkan aku, aku udah mencintai dia lama, tapi masih tetap ga bisa dapetin hatinya. Apa sih bagusnya perempuan itu?!” ucap Cindy yang masih saja ketus dan ga tahu klo Adit itu adalah kakaknya Nuri, perempuan yang dia maksud

“Itu namanya belum jodoh. Klo bukan jodohnya, mau kita paksa seperti apa juga ga akan bisa bersama.” Ucap Adit bijak padahal dalam hatinya sangat senang klo ternyata nuri di cintai oleh yusuf.

“Tapi aku ga terima aja. Kenapa harus sama adik iparnya sendiri? Dan lagi, kenapa juga adik iparnya itu mau?!” ucap Cindy yang ga habis fikir

“Mungkin selain cinta, mereka juga punya alasan mereka sendiri. Lebih baik, kita hargai keputusan mereka ini.” Ucap Adit

“Oh ya, dari tadi kita ngobrol, tapi kita belum tahu nama masing-masing. Nama kamu siapa?” tanya Adit mengalihkan pembicaraan

“O.. Namaku Cindy.” Sahut Cindy

“Aku, adit.” Ucap Adit

“Udah ga usah dipikirin lagi. Percuma. Mending cari yang lain aja.” Ucap Adit

“Bicara sih gampang. Tapi prakteknya yang susah. Masalahnya aku udah cinta dia tuh hampir 5 tahun lebih.” Jelas Cindy lirih.

“Sabar. Nanti juga tanpa kamu sadari, perasaan kamu itu sudah pindah ke lain hati.” Ucap Adit seperti penerawang aja

“Ah kamu bisa aja. Kamu bisa bilang begitu, emang kamu pernah ngalamin yang aku alami sekarang ini?” tanya Cindy

“Pernah.” Ucap Adit mantab

“Benarkah? Trus berarti sekarang ini perasaan kamu udah pindah ke lain hati donk. Ato jangan-jangan kamu udah berhasil dapetin yang baru ya?” tanya Cindy

“Hmm.. Gimana ya bilangnya. Iya sih, aku udah dapet yang baru.” Ucap Adit

“Wah, selamat ya. BTW, sekarang dia ada disini ga?” tanya Cindy

“Ada.” Sahut Adit

“Mana? Kenalin donk.” Ucap Cindy

“Ayo. Ikut aku.” Ajak Adit dan Cindypun lupa dengan patah hatinya lalu mengikuti kemana Adit pergi

Setelah sampai di kamar Adit, Cindy bingung..

“Ini kamar siapa dit?” tanya Cindy

“Ngapain kamu ajak aku ke kamarmu? Trus mana yang mau kamu kenalin ke aku?” tanya Cindy lagi

“Sebentar ya.” Ucap Adit

“Seharusnya dia ada disini. Kemana ya perginya?” gumam Adit sambil mencari-cari ke kolong meja, tempat tidur dan semua kolong.

“Kamu lagi ngapain dit?” tanya Cindy bingung

“Aku lagi cari kucing piaraanku. Kemana ya perginya?” ucap Adit

“Tunggu.. Tunggu.. Maksud kamu, yang mau kamu kenalin ke aku itu seekor kucing?” ucap Cindy memastikan dan Aditpun mengangguk sambil tersenyum

“Ya ampun Dit. Jadi yang dari kita bahas itu kucing?” tanya Cindy

“Iya. Kamu pikir apa?” ucap Adit tanpa dosa

“Ampun Dit. Jadi patah hatinya gue ini, lo samain sama kucing?” tanya Cindy

“Hehehe... Tapi yang penting kamu terhibur kan?” ucap Adit

“Hadeuh dit.” Ucap Cindy sambil tepok jidat lalu pergi keluar

“O ya dit, kamu tinggal disini juga?!” tanya Cindy sesampainya dihalaman samping

(catatan author: halaman samping rumah Yusuf, bisa langsung tembus ke jalan raya.)

“Iya.” Sahut Adit

“Tapi setahuku, yusuf itu anak tunggal.” Ucap Cindy

“Aku adik iparnya mas Yusuf.” Sahut Adit jujur

“O jadi kamu kakaknya perempuan itu?” tanya Cindy

“Iya.” Sahut Adit lagi

“Kok kamu bisa sih bolehin adik kamu nikah sama kakak ipar kamu sendiri.” Tanya cindy

“Ini semua karena amanah mba Aisyah sebelum dia meninggal. Butuh waktu lama buat mas yusuf meyakinkan diri untuk pindah ke lain hati. Karena mas yusuf sangat mencintai mba Aisyah. Tapi sekarang, aku senang karena mas yusuf sudah benar-benar mencintai Nuri.” Jelas Adit

“Maafin aku Cin, klo ngomong seperti ini.” Ucap Adit lagi

“Hmm... Jadi begitu alasannya. Aku ga tahu klo ada hal semacam itu. Berarti aku tadi udah salah klo menampar adikmu. Pantas aja yusuf marah sekali sama aku.” Ucap Cindy.

“Yang sudah, biarkan berlalu. Ga usah terlalu dipikirkan lagi.” Ucap Adit.

“Tapi aku merasa bersalah sama Nuri, dit.” Ucap Cindy menyesal

“Klo begitu, kenapa kamu ga minta maaf aja sama Nuri.” Ucap Adit

“Tapi yusuf pasti bakalan ngusir aku lagi.” Ucap Cindy lirih

“Hmm... Begini aja, kamu tunggu disini, biar aku yang bawa Nuri ke sini. Gimana?” tanya Adit

“Iya deh. Tolong ya dit.” Ucap Cindy dan aditpun mengangguk sambil tersenyum kemudian pergi

Setelah menunggu beberapa saat, Aditpun kembali dengan membawa Nuri

“Ini kenalin adikku, Nuri.” Ucap Adit

“Nur, aku minta maaf sama kamu karena tadi sudah menampar kamu dan bilang kamu yang bukan-bukan.” Ucap Cindy menyesal

“Sudahlah mba. Aku ga apa-apa. Aku bisa mengerti kok kenapa mba bisa sampai segitunya sama aku. Justru aku yang minta maaf karena aku ga tahu klo diluar sana ada perempuan yang sudah lama menunggu mas Yusuf.” Ucap Nuri

“Ga Nur, sekarang aku ikhlas menerima kamu sebagai istri yusuf. Ternyata yusuf mencintai orang yang benar-benar patut untuk dicintai.” Ucap Cindy sambil memegang tangan Nuri dan tersenyum

“Terimakasih mba.” Ucap Nuri

“Apa tadi tamparanku sakit?” tanya Cindy

“Iya lumayan. Tapi sudah diobati oleh mas Yusuf.” Ucap Nuri

“Oh begitu.” Ucap Cindy

Sementara Adit tersenyum melihat mereka berdua.

.

.

.

.

.

Bersambung...

Jangan lupa like dan coment nya ya...🙏

1
Irni Yusnita
ceritanya bagus
Irtahani Irtahani
next lagi
Anjelie Sharma
cerita nya ringan bngt ga bertele tele
singkat padat dan jelas
harus nya judul nya turun ranjang😀
FJA: hahaha... iya ya...😅 tp yang Author jadikan penilaian judul itu bukan dari dengan siapa dia menikah tp lebih ke arah maksud dari menikah itu sendiri karena menjaga amanah dan juga ibadah
jika masih tetap di rasa kurang pas dalam pemilihan judul, author minta maaf 🙏
total 1 replies
gercep
mampir Thor
Rubby Naura
💚💚💚
Rubby Naura
💚💚💚
Tri Susanti
suka bacanya ..... lanjut thor💪💪💪
Tri Susanti
singkat padat jelas gue suka bacanya..... lanjut thor..... semangat
Putri Pink
ini mah turun ranjang..
jd gk trima rasanya kl judulnya"cinta karna ibadah"..
angell
.
Alanna Th
cuman d novel kan, thor 👍🤭😂
Alanna Th
dasar perawan tuwir, dokter jg trnyata, tp klakuannya g pantes gitu y 😱💝👍
Alanna Th
nuri nie pelupa y, thor 🤔
Alanna Th
oom dokter romantis, meluk" 👍☺️💕💞
Alanna Th
thor, brp sih usia dr. yusuf n dia dktr bidang apa?
💫✰✭𝓜𝓾𝓻𝓽𝓲𓅓 𓆊 𝕽𝖈⃞⃟〠
bagus
Riska Sutrisno
ijin promo ya kak. mampir yuk di ceritaku
" Cinta Dalam Doa ".
terima kasih kak
Meti Kusumawati
kampungan maennya tampar tamparan...jangan gitu Thor...yg lebih elegan donk
vi
aq suka..
.aq suka
Alanna Th: trima ksh, author, aq baca stengah hari udeh tamat. mmuaskn, smoga sukses selalu👍💝💝💝
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!