10 tahun yang lalu keluarga cabang Xiao dibantai, dalam peristiwa berdarah tersebut hanya Xiao Tian yang berhasil selamat. Dalam keputusasaan, ia berlari ke sembarang arah hingga terperosok ke salah satu jurang di kaki pegunungan Wuyi. Beruntung salah seorang Tetua Sekte menyelamatkannya, memberikannya sebuah harta tak terhingga yang bernama mutiara dewa iblis demi menyambung nyawanya. Sejak saat itu, takdir kehidupannya pun berubah. Meski ia dianggap tidak berguna, namun hanya gurunya lah yang mengetahui rahasia terbesarnya dalam menempuh dunia kultivasi yang kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xin Shi Huangdi
Xiao Tian kembali ke puncak Gunung Wuyi saat matahari telah bergantung di tengah langit, suasana pegunungan yang sejuk membuat hembusan angin begitu menenangkan.
Setelah melakukan dua pertarungan tambahan, Xiao Tian merasakan jika energinya hampir terkuras habis. Itulah sebabnya ia segera pergi tanpa menghiraukan Shen Louyan yang ia kenal dekat.
"Sepertinya aku juga terluka dalam" Gumam Xiao Tian sambil mengusap dadanya.
Pertarungannya melawan patung manusia perunggu telah membuka wawasan bertarungnya, jika saja ia ceroboh dengan memaksakan diri maka dampaknya akan membahayakan keselamatan nyawanya.
Setelah beristirahat sejenak, Xiao Tian pun mencari tanaman obat yang banyak tumbuh subur di sekitar tempat tinggalnya. Selain kebun herbal peninggalan gurunya, Gunung Wuyi juga telah lama terjaga sehingga kualitas tanamannya benar-benar murni.
Xiao Tian segera mencari akar ginseng, serta beberapa tanaman herbal lainnya ke balik gunung. Ada jenis tanaman yang ia butuhkan untuk menyempurnakan bahan ramuannya.
Namun saat tengah menyelusuri lembah terjal, ia melihat seorang gadis mengenakan baju putih sedang menggali tanaman obat.
"Nona, apa yang sedang kau lakukan?" Tegur Xiao Tian merasa asing.
Selain ia dan saudara seperguruannya, tidak ada yang berani memetik tanaman herbal di tempat ini. Oleh karenanya, Xiao Tian sedikit merasa curiga dengan kemunculan orang lain.
Mendengar seseorang menegurnya, gadis cantik itu terkejut dan secara refleks menoleh ke arah sumber suara.
"Aku sedang memetik tanaman obat, apakah kamu tidak melihatnya?" Ucap gadis tersebut dengan wajah tegang.
"Ya, tentu saja aku tahu. Tapi rumput perak yang di tanganmu berada di bawah pengawasan ku" Ujar Xiao Tian dengan tatapan serius.
"Apa maksudmu? Bukankah mereka tumbuh dengan liar? Lagipula tempat ini sudah ditinggalkan oleh Tetua Long Chen" Kata gadis itu dengan nada enteng.
Xiao Tian terdiam, gadis yang cantik itu tampak polos dan tidak memiliki niat jahat. Hanya saja Xiao Tian sedikit merasa tidak nyaman dengan kehadiran orang asing di wilayah puncak Gunung Wuyi.
"Nona, siapa namamu?" Tanya Xiao Tian sedikit melunak.
"Aku Xin Shi Huangdi, murid puncak keempat" Jawabnya dengan bangga.
"Bukankah tempat kalian memiliki banyak tanaman obat langka?" Xiao Tian mengernyitkan dahinya.
Di Sekte Awan Biru, puncak keempat dikenal sebagai tempat berkumpulnya bakat alkemis serta pengobatan. Dengan kontur perbukitan yang subur, tempat itu sudah lama menjadi dapur Sekte untuk menghasilkan sumberdaya terbaik.
"Itu hanya berlaku bagi mereka yang memiliki status, sedangkan aku hanya sebagai murid tukang. Terkadang untuk menyenangkan seorang Tetua, aku harus bekerja keras seperti ini" Kata Xin Shi Huangdi tanpa daya.
"Apakah kau memiliki kemampuan meracik obat?" Tanya Xiao Tian kemudian.
"Untuk ke tahap itu belum, di puncak keempat aku hanya ditugaskan untuk mencari tanaman herbal, seperti yang kau lihat sekarang" Jawab Xin Shi Huangdi dengan senyum getir.
"Baiklah, karena kau masih bagian dari Sekte Awan Biru maka kejadian ini tidak akan ku permasalahan, hanya saja tolong sisakan tanaman tersebut karena aku membutuhkannya" Xiao Tian berkata dengan nada pengampunan.
Xin Shi Huangdi terdiam beberapa saat, sejenak ia memikirkan tentang apa yang dikatakan oleh pemuda di depannya yang tampak berusia dua tahun di atasnya.
"Tuan, kalau boleh tahu, dengan siapa saya berbicara?" Tanya Xin Shi Huangdi dengan penasaran.
"Namaku Xiao Tian, bisa dikatakan jika aku yang menjaga tempat ini setelah kepergian guruku" Jawab Xiao Tian dengan jujur.
"Xiao Tian?"
Xin Shi Huangdi kebingungan, walau bagaimanapun ia juga hanya murid pekerja yang tidak mengetahui tentang informasi Sekte. Meski sudah berada di Puncak keempat dengan cukup lama, tetapi kemampuannya selalu dikekang dan hanya dibiarkan menjalani tugas memetik pohon obat.
"Jangan khawatir, aku bukan orang jahat" Sela Xiao Tian melihat ekspresi kebingungan di wajah cantik Xin Shi Huangdi.
"Bagaimana jika kau bergabung dengan Puncak Ketujuh, kebetulan aku tinggal sendiri dan tidak memiliki teman bicara" Xiao Tian kembali berkata.
"Ah, itu... Apakah tidak jadi masalah? Aku hanya murid pekerja yang tidak memiliki keterampilan" Ucap Xin Shi Huangdi dengan ragu.
"Tidak masalah, kebetulan aku juga sedikit mengerti ilmu alkemis" Bujuk Xiao Tian.
"Berikan aku waktu, aku harus melapor" Kata Xin Shi Huangdi.
"Baiklah, setelah bergabung ke tempat ini kau tidak akan menyesal" Ucap Xiao Tian.
Lalu keduanya saling berbincang ringan tentang beberapa tanaman herbal, dari percakapan tersebut juga Xiao Tian cukup tertarik dengan pemahaman gadis yang baru dikenalnya terhadap tanaman obat.
Menurutnya, pengenalan tentang jenis tanaman obat sangat sulit. Seseorang harus bisa membedakan jenis tanaman dengan cara mengidentifikasinya terlebih dahulu, menentukan usia serta kandungan yang terdapat di dalamnya.
"Benar-benar menyia-nyiakan bakat. Apakah standar yang diakui Puncak keempat sangat tinggi?" Pikir Xiao Tian dengan ekspresi heran.
Sementara itu di puncak kelima...
Seseorang tampak sedang berlutut di depan Zhuank An, setelah Huang Tao kembali dengan luka parah orang itu keluar dari kultivasi tertutupnya dan menghadap ke Zhuank An untuk memohon tugas khusus.
Itu adalah Huang Zhong, kakak kandung Huang Tao yang kini bisa dikatakan orang terdekat Zhuank An.
"Saudara Zhuank, selanjutnya aku sendiri yang akan membalaskan dendam adikku" Ucap Huang Zhong dengan tegas.
"Apakah kamu sudah yakin?" Tanya Zhuank An.
"Sebagai seorang kakak tentu tidak akan bisa melihat adiknya terluka, tugas ini menjadi penting bagiku dalam menegakkan keadilan" Jawab Huang Zhong dengan tatapan serius.
Zhuank An terdiam sejenak, sebenarnya ia ingin menangani langsung. Tetapi memikirkan statusnya sebagai murid terbaik, maka mustahil melakukan serangan terbuka.
"Baiklah, lakukan dengan benar. Aku tidak ingin menderita kerugian lagi" Ucap Zhuank An sambil menghela napas ringan.
Dari dalam cincin penyimpanannya ia mengeluarkan sebuah pedang yang terlihat cukup istimewa.
"Gunakan senjata ini untuk membunuhnya, lawanmu memiliki keterampilan yang luar biasa dalam ilmu berpedang" Zhuank An memberikan senjata yang sudah dilengkapi artefak khusus.
"Terimakasih, aku tidak akan mengecewakan"
Huang Zhong mengangguk sambil menerima senjata itu, ia tahu jika sebuah artefak bisa mengaburkan jejak seseorang sehingga terhindar dari penyelidikan Sekte.
Zhuank An mengibaskan tangannya, lalu Huang Zhong pun pergi dari tempat tinggalnya.
"Yu'er, bagaimana menurut mu?" Tanya Zhuank An beberapa saat kemudian.
Dari balik sekat, seorang wanita cantik muncul dengan gaun berwarna hijau. Itu adalah Yun Feiyue, wanita yang pernah mengkhianati Xiao Tian.
"Aku juga tidak mengerti, ia tidak hanya tidak mati tetapi justru bangkit dengan perkembangan yang sangat cepat" Jawab Yun Feiyue sambil terus melangkah maju.
"Aku khawatir jika ia mengungkapkan segalanya, walau bagaimanapun keberadaan kitab beladiri warisan guru tidak boleh ada yang tahu" Ujar Zhuank An dengan ekspresi muram.
"Kak Zhuank tidak usah khawatir, tidak akan ada yang mendengarkan Xiao Tian. Terutama Ning Shih, betapa bencinya ia terhadap Xiao Tian" Yun Feiyue berkata lembut, tangan halusnya melingkar di leher Zhuank An.
"Heum... Seperti itu lebih baik" Ucap Zhuank An mencoba bersikap tenang.
Yang lagi dalam perjalanan mudik, hati2 di jalan ya...