Kinara Aulia. Seorang gadis pilihan keluarga Dirgantara, yang akan menjadi istri Kenan, laki-laki tampan, sukses, yang mempunyai segalanya, namun nahasnya. Ia mengalami kecelakaan saat akan menikah dengan wanita pujaannya.
Setelah mengalami kecelakaan, sang wanita yang ia cintai malah meninggalkan dirinya, karena tidak mau mempunyai suami cacat.
Kenan merasa terpuruk, tidak percaya diri. Sampai dimana keluarganya mencarikan istri untuk dirinya.
"Jaga batasan, kamu cuman istri kontrak pilihan keluargaku!" bentak Kenan.
"Aku juga tidak tertarik denganmu, jangan terlalu percaya diri," jawab Kinara Ketus.
•••
Lalu bagaimana kisah mereka? Setelah melewati banyak hal dalam kehidupan mereka?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukacoretan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Kenan terlihat cemas, menunggu kabar dari dokter, tentang istrinya.
"Lex, cari tahu secepatnya, siapa yang sudah menabrak istriku!" titah Kenan.
Dengan rasa malas, Alex mengangguk.
"Ceklek."
Pintu ruangan IGD terbuka, memperlihatkan tiga doker yang keluar dari ruangan itu.
"Dok, bagaimana dengan keadaan istri saya?" tanya Kenan cemas.
"Nona Kinara sudah membaik, dia hanya membutuhkan istirahat," jawab sang dokter.
"Tapi ada satu hal yang ingin kami katakan, dan semoga anda dengan keluarga, menerimanya," lanjut sang dokter.
Dengan perasaan bingung, karena Kenan tidak paham apa yang dimaksud dokter.
"Memangnya ada apa, dok? Apa yang terjadi dengan istri saya?" tanya Kenan penasaran.
"Nona Kinara sudah baik-baik saja, dia sudah melewati masa kritisnya, tapi dia mengalami keguguran," kata dokter.
Kenan ambruk kebawa lantai, ia sangat syok dengan kabar yang dokter katakan.
"Kami turut bersedih tuan, tapi karena nona Kinara terdorong jauh, ia mengalami benturan, sehingga dia mengalami keguguran," kata dokter.
"Terima kasih dok, sudah memberitahu kami," sahut Alex.
Karena Kenan mengalami syok berat, ia tak bisa berkata apapun.
"Kalo gitu, saya permisi dulu," pamit dokter.
"Baiklah," jawab Alex tersenyum.
Sepeninggalan dokter.
"Sudah aku katakan, jangan urusan dengan mantan kekasihmu lagi," ucap Alex.
"Kalo sudah begini, baru saja sadar!"
"Lex, kau menyalahkan aku?" ucap Kenan tak mau disalahkan.
"Menurutmu?" jawab Alex kesal.
"Aku tidak bermaksud untuk menyakiti istriku, tapi pagi tadi, Lana tiba-tiba mengabariku, dan meminta tolong," ujar Kenan.
"Lalu? Kenapa kau menemuinya di restoran?" ujar Alex.
Kenan baru sadar, ternyata ia hanya dibohongi oleh Lana.
"Baru kepikiran, dari tadi dikemanakan otakmu itu," ujar Alex.
"Lex, mulutmu jahat sekali," ucap Kenan.
"Diamlah, yang harus kau pikirkan, bagaimana reaksi istrimu kalo dia tahu, dia kehilangan anaknya," kata Alex.
"Apa!!"
Suara Amira terdengar nyaring.
"Menantuku keguguran? Bagaimana bisa?" tanya Amira syok.
"Anak kesayangan tante ini berbuat ulah," jawab Alex.
"Lex, jangan katakan itu dengan mommy, nanti aku kena hajar," bisik Kenan.
"Bodo amat!" bisik Alex.
"Bagaimana ceritanya, menantuku tertabrak mobil, diarea perusahaanmu, Kenan?" tanya Amira, yang sudah siap memarahi anak laki-lakinya.
Kenan tidak berani menjawab, ia hanya diam dan menundukan kepalanya.
"Si bodoh ini tidak akan menjawab tante!" cetus Alex.
"Alex, ceritakan bagaimana kejadiannya?" pinta Amira.
Dengan senang hati, Alex membicarakan kejadian aslinya bagaimana, meskipun mendapatkan tatapan tajam dari arah Kenan, tak membuat Alex takut.
Setelah mendengar cerita dari Alex, geram hati Amira.
"Bisa-bisanya kau melakukan semua itu, tanpa memikirkan bagaimana perasaan menantuku!" bentak Amira.
"Mom, aku tidak tahu, kalo kejadiannya akan seperti ini," jawab Kenan, menundukan kepalanya.
"Jadi, kalo kejadiannya tidak seperti ini, hal serupa kayak gini akan kamu lakukan? Hah!" pekik Amira.
"Pelankan suaramu, sayang. Ini di Rs," ucap Edrick, ia menenangkan istrinya.
"Bagaimana bisa aku tenang, sedangkan anakku sudah menyakiti istrinya," jawab Amira.
"Mom, aku minta maaf," ucap Kenan.
"Jangan meminta maaf denganku, minta maaf dengan istrimu!" jawab Amira geram.
"Kau tidak akan mendapatkan maaf dariku, sebelum istrimu memaafkanmu!" lanjut Amira.
"Dad," panggil Kenan, ia berniat akan mengadu kepada ayahnya.
"Tidak, daddy juga tidak akan membelamu," ujar Edrick.
Lalu Kenan menatap Alex, dengan perasaan penuh harap, Kenan berharap kalo Alex akan mendukungnya.
"Aku juga tidak akan membelamu, akui saja kesalahanmu," ujar Alex.
Suasana diluar ruangan sangat tegang, sehingga membuat mereka terdiam, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Maaf tuan, nyonya, nona Kinara sudah sadar," ucap suster.
Dengan sigap, Kenan langsung masuk kedalam ruangan istrinya.
"Sayang, bagaimana? Apa yang sakit?" tanya Kenan cemas.
Tapi tidak ada jawaban apapun dari Kinara, ia hanya diam, bahkan untuk melihat suaminya saja, ia tidak mau.
"Bagaimana kondisimu?" tanya Amira.
"Sedikit sakit, tapi nanti juga akan sembuh," jawab Kinara.
"Apa kamu tahu, kalo kamu..." ucap Amira terpotong.
"Keguguran," lanjut Kinara.
Amira mengangguk, ia kira menantunya belum tahu, kalo mengalami keguguran.
"Kamu yang sabar, ya. Nanti kamu akan hamil lagi," ucap Amira.
"Tidak mom, jangan berharap kalo aku akan hamil lagi, karena itu tidak mungkin," jawab Kinara.
"Maksudmu, bagaimana?" tanya Amira bingung.
"Aku akan memutuskan untuk bercerai dengan Kenan, karena mantan kekasihnya sudah kembali," ujar Kinara.
"Apa yang kau bicarakan, aku tidak akan menceraikanmu!" teriak Kenan, ia tidak terima kalo istrinya meminta cerai.
"Diamlah, jangan membuat suasana lebih kacau," bisik Alex.
"Bagaimana aku bisa diam, istriku berkata ingin bercerai dariku," jawab Kenan.
"Bukannya kau yang mengatakan, kalo kita hanya menikah kontrak untuk satu tahun."
Akhirnya Kinara membuka suaranya.
"Menikah kontrak, maksudnya bagaimana?" tanya Amira bingung.
"Kenan memberikan aku sebuah perjanjian pernikahan kontrak untuk satu tahun, atau sampai mantan kekasihnya kembali, setelah itu kami akan bercerai," jawab Kinara.
"Kenan, jelaskan!" pinta Edrick.
"Aku memang awalnya membuat perjanjian pernikahan kontrak, tapi.." jawab Kenan terpotong.
"Plak"
Satu tamparan keras, mendarat dipipi Kenan yang selama ini tidak tersentuh.
"Kau diajarkan siapa, hah! Berlaku seperti laki-laki bajingan!" bentak Amira.
Amira sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi, mendengar anaknya memperlakukan istrinya seperti itu.
"Daddymu tidak seperti dirimu, lalu kenapa kau bersikap seperti itu?" bentak Amira.
"Mom, sudahlah. Ini semua bukan salah Kenan, tapi salahku yang terlalu dalam menganggap Kenan sebagai suamiku," sahut Kinara.
"Tidak, suamimu harus diberi pelajaran, dia sudah menyakitimu, dan itu berarti sudah menyakiti mommy," jawab Amira.
"Aku minta maaf, sungguh aku tidak ada niatan apapun," ucap Kenan.
"Aku sudah memafkanmu," jawab Kinara.
"Dengan syarat, kau harus menerima gugatan cerai dariku," lanjut Kinara.
"Tidak, aku tidak akan menceraikanmu," kekeh Kenan.
"Tinggalkan mereka berdua, sepertinya mereka membutuhkan bicara berdua," ujar Edrick.
Meskipun Amira tidak mau, tapi Edrick memaksanya agar istrinya mau ikut keluar.
Sepeninggalan mereka, Kinara hanya terdiam.
"Dengarkan penjelasanku dulu, sebelum kamu memutuskan sesuatu," ucap Kenan.
"Sudahlah, aku tidak mau mendengarkan ucapanmu!" jawab Kinara.
"Tolong jangan membuatku merasa bersalah," ucap Kenan.
"Kau memang salah, tuan Kenan!" jawab Kinara kesal.
"Ssshh aw."
Kinara meringis kesakitan diarea perutnya, karena ia habis keguguran.
"Sudah, jangan marah-marah, nanti kamu kesakitan," ucap Kenan.
"Jauhkan tanganmu, bajingan!" bentak Kinara.
"Kinara Aulia!" bentak Kenan.
"Keluar dari ruanganku!" usir Kinara.
"Maaf, aku tidak bermaksud membentakmu, sayang," ucap Kenan.
"Keluar!" usir Kinara.
"Keluar!" teriak Kinara.
"Baiklah, aku akan keluar, tenangkan dulu dirimu," jawab Kenan.
Dengan perasaan marah pada dirinya sendiri, Kenan memberikan waktu sendiri untuk istrinya.
"Kenapa tidak bisa menahan emosimu, Kenan!" gumam Kenan, ia marah pada dirinya.
***
tolong lanjutkan dulu crita kenan nya jangan lompat2 kak🤭
𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚝𝚑𝚞𝚛 𝚓𝚗𝚐𝚗 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚒𝚗𝚐𝚐𝚞𝚗𝚐