NovelToon NovelToon
Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi

Kembalinya Kaisar Langit Dan Bumi

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Pendekar / Dan budidaya abadi / Budidaya dan Peningkatan / Time Travel / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:11.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Bang Fuadi

Aku Juli si Dewa Pengetahuan, begitulah mereka mengenalku.

Bangsa manusia terakhir yang berdiri diantara langit dan bumi, Aku bertarung seorang diri selama 100 tahun melawan lima Dewa Kaisar Siluman dari bumi sampai ke langit, namun berakhir dengan seimbang.

Di sisi lain umat manusia telah sepenuhnya punah,

Sehingga membuat ku merenung Kembali, untuk apa kemenanganku?

Untuk apa kekuatan Abadi ini?

Semuanya tidaklah berarti, andaikan dulu aku menaati nasehat guruku Si Pendekar Sejati sungguh aku tidak akan berakhir seperti ini, untuk sekarang! Penyesalan sudah terlambat.

Dengan kemampuan Hukum Ruang dan Waktu, aku akan kembali ke masa lalu, ke 1000 tahun lalu, untuk memperbaiki kesalahanku.

Aku harus merelakan kehilangan seluruh kemampuanku serta tahta Kaisar Langit dan Bumi yang kini aku sandang.

Itu semua tahta omong kosong yang tak berarti.

Keputusan harus aku ambil, untuk masa depan dunia. Semoga Tuhan menuntunku agar aku dapat memperbaiki menjadi lebih baik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Fuadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22. Penyerangan Perguruan Racun Timur

Setelah 4 hari perjalanan 5000  Angota Perguruan Racun Timur, sampai di Kota Anggrek Salju tanpa hambatan pada malam hari.

Keterkejutan terjadi ketikan mereka melihat kota besar yang akan di perangi, mereka benar-benar tidak meyangka bahwa kota tersebut diluar nalar mereka, dengan tembok pertahanan kuat serta penerangan yang sangat indah di dimalam hari.

Benteng Tembok Pertahan begitu tinggi bahkan tidak ada di Kerajaan Awan sekalipun, Mata Racun Bumi dan Racun Langit terbelalak dan terkagum-kagum melihatnya, bila dibandingkan dengan perguruan mereka, pasti akan membuatnya jadi minder sendiri, untungnya kedatangannya untuk menaklukkan Kota Terlarang tersebut, supaya menjadi bagian kekuasaannya.

Semasa di perjalanan mereka terlihat begitu bersemangat untuk menaklukkan dan membawa hasil rampasan dengan keinginan masing-masing, namun setelah berada di depan tembok yang tinggi harapan itu tiba-tiba jadi pupus.

Pasukan Perguruan Racun Timur telah mengatur posisi untuk perang di kejauhan 100 meter diluar Benteng Kota Anggrek Salju, bagaimanapun mereka tidak ingin pulang dengan tangan kosong apalagi lawan mereka rakyat jelata.

“Racun Langit bagaimana ini? sepertinya mereka sangat kuat!” Kata Racun Bumi.

“Huh, Mereka tidak ubahnya kambing montok yang empuk? Kita hanya perlu menggores mereka selanjutnya mereka akan mati” Kata Racun Langit.

Hahahhaahha mereka berdua tertawa

“Sekarang mereka pasti ketakutan, Dengan jumlah kita Aliran Putih terkuatpun perlu memikir dua kali untuk berhadapan dengan kita, sekarang suruh pemanah untuk menghujani benteng mereka” Kata Racun Bumi.

“Semua pemanah serbu!” Teriak Racun Langit

Pasukan pemanah langsung menyerbu memanah banteng dengan Anak Panah Api.

Seketika langit memjadi merah bercahaya dengan Anak Panah Api.

Beberapa menit lalu di banteng Kota Anggrek Salju,

Amin dan pasukan berada di dalam benteng, bersama petinggi lainnya, merasakan aura yang begitu besar dia berniat keluar untuk menhadapi mereka namun ditahan oleh Naga Satu, selaku Jendral.

“Tetua Amin, Jangan menyerang sendirian jumlah mereka ribuan dan mereka menggunakan racun itu sangat berbahaya lebih baik jika perang meggunakan strategi” Kata Jendral,

“Bagaimana kalo mereka maju?” Kata Amin.

“Mereka Tak sebodoh itu, mereka pasti akan memanah dulu setidaknya begitulah cara yang akan mereka gunakan” Kata Jendral Naga Satu.

“Lalu bagaimana dengan prajurit kita” Tanya Amin.

“Semuanya telah kita atasi selama kita dalam benteng ini, Anak Panah Api tidak dapat menembus kemari, di tambah lagi Anak Panah Api itu juga tidak banyak berpengaruh, setelah itu giliran kita yang memanah mereka” Jelas Jendral Naga Satu

Jendral Naga Satu, Amin dan prajurit  duduk dalam bangunan benteng yang dibuat rapi, seseorang pengawas yang hanya mengawasi pergerakan musuh melalui lubang-lubang kecil di sela batu benteng.

Seorang prajurit yang mengawasi berteriak “Itu Anak Panah Api Datang, Semuanya berlindung”

Brak bruk dap dup bruk dap dup dap dup

Terdengar Anak Panah Api jatuh diatas benteng dan tempat kosong lainnya, Pasukan Perguruan Racun Timur terus menyerang beberapa kali, memanah ke arah benteng pertahana Kota Anggrek Salju.

Anak Panah Api yang jatuh ke benteng bahkan tidak membakar apapun, begitu jatuh langsung padam, itu disebabkan diatas benteng sedikitnya mereka siapkan 100 ribu Batang Pisang Air Salju, bayak mengandung air, dan dapat memadamkan api dengan cepat.

Jendral dan Prajurit Kota Anggrek Salju lainnya duduk santai minum kopi sambil sesekali mengintip lewat celah kecil kecil.

“Apakah mereka sudah bergerak!” Tanya Jendral

“hahahaa, Belum Jendral sepertinya mereka sedang bingung” Kata Prajurit yang mengintip di sela-sela tembok.

Hahhaaahahah, hahahhhah semua yang ada di situ tertawa terpingkal-pingkal, sehingga terdengar sampai ke telinga Pasukan Perguruan Racun Timur

Amin sedikit jengkel dengan cara berperang seperti ini, namun dia tidak bisa mengatakan apapun, karna itu di dibawah perintah Jendral Naga Satu.

“Racun Langit! Sepertinya ada yang tidak beres dengan mereka, suruh Pasukan Penyerang untuk maju”. Kata Racun Bumi,

“Pasukan Penyerang maju!” Teriak Racun Langit

Dengan sekejap ratusan Pasukan Perguruan Racun Timur menyerbu dengan bersenjatakan pedang, ketika itulah anak panah balasan dari benteng Kota Anggrek keluar dan mengenai mereka satu persatu, namun mereka terus menerobos dengan jumlah yang berlipat-lipat.

Dengan susah payah Pasukan Perguruan Racun Timur sampai dipintu gerbang Kota Anggrek Salju dan mulai mendobrak-dubraknya dengan kencang dan dibantu oleh pasukan-pasukan lainya.

Lalu Sebuah Suara Terompet Raksasa Terdengar.

PUUuuuuuuuuaAAAH uuuaAAAH uuuaAAAH

Suara yang amat mengelega itu mematahkan semangat Pasukan Perguruan Racun Timur, yang belum pernah mendengar hal semacam itu,

Tidak lama kemudian mereka diterjang oleh anak panah sepanjang nya 3 meter di panah jarak jauh dari Menara Istana Anggrek Salju, panah itu menembus baju Jirah besi dan membuat orang bagai tersate, begitu bayangan kekuatan Panah Silang Raksasa yang dipasang di Menara Istana Anggrek Salju di Lantai 50 yang dijuluki Panah Silang Pembunuh.

Putri Yona terus memanah siapa saja yang menurutnya lebih terancam, mata Putri Yona seketika mengeluarkan Cahaya Keemasan yang meyebabkan dia mampu melihat ber mil-mil jauhnya di malam hari, panahnya selalu melesat cepat dan mengenai sasaran dengan tepat.

Seketika Semua Pasukan Perguruan Racun Timur sontak terkejut, seorang Anggota Perguruan Racun Timur di sampingnya tiba - tiba orang itu terkena anak panah raksasa bagai tersate membuat dirinya shok berat.

“Mak..?!! Perang macam apa ini Mak…! Aku hanya berbekal pedang biasa sementara musuh panah Canggih Canggih, ditambah racun setan yang malahan kodok pun tak mati-mati, eeMaak... Tolong mereka pakek cit mak?!” Teriak pasukan Perguruan Racun Timur mulai frustasi.

Sementara Racun Bumi mulai panik, dan terus mendorong pasukan untuk dapat menerobos Pintu Gerbang Kota Anggrek Salju, agar dapat menyerang kedalam kota.

Pintu Gerbang yang diterobos adalah Pintu Gerbang Ilusi, Pintu yang sebenarnya terletak di bagian yang berbeda sebenarnya para Pasukan Perguruan Racun Timur hanya mendorong - dorong tembok bukan pintu yang sebenarnya.

“Bro..?! Kenapa Kepala dan Jidat lu benjol-benjol macam maling ayam yang di gebuk warga, Padahal musuh satupun belum nongol” Tanya pasukan yang baru sampai karena bingung terhadap kawanya yang sampai duluan dipintu gerbang mengalami nasib begitu lucu.

“Kamu akan tau sendiri setelah mendorong pintu gerbang ini!” Kata kawannya menjelaskan

Lalu mereka ramai-ramai mendorong pintu Ilusi, dengan kepala, bibir dan sebagainya yang pada dasarnya itu hanyalah tembok benteng Kota Anggrek Salju belaka.

“HAhHAHHAHHA”

Tawa pecah di dalam Benteng melihat kebodohan Pasukan Perguruan Racun Timur, yang masih kolot, dengan ilmu pengetahuan.

“Kawan, Kita macam berperang dengan manusia zaman batu ya?” Kata Prajuri Kerdil pada kawannya.

“Iya mereka tidak tahu Pengetahuan tidak seperti kita? Kawan! Apa kita tahu Pengetahuan?”

Akhirnya keduanya bingung, pada dasarnya mereka tertinggal 1000 tahun dari pengetahuan Juli.

Setelah satu jam penyerangan Kota Anggrek Salju, Gerbang Ilusi menghilang karena hanya dapat dipertahankan selama satu jam, namun ratusan orang telah terbantaikan dengan Pasukan Panah Kota Anggrek Salju.

Setelah Gerbang Ilusi hilang Gerbang Kota Anggrek Salju dibuka, Ratusan Prajurit berkuda menerjang menyerang Pasukan Perguruan Racun Timur,

Peperangan pun tidak terelakkan.

Racun Bumi dan Racun Langit mulai dapat senyum, melihat pintu gerbang telah dibuka, namun begitu mereka bergerak maju untuk menyerang keladalam namun,  Pasukan berkuda keluar di waktu bersamaan seseorang menghadang Racun Bumi dan Racun Langit, dia seorang pendekar tinggi Kunai Si Dewa Angin.

Kunai Si Dewa Angin, pergerakan secepat kilat sehingga tidak terasa telah berada disamping Racun Bumi dan Racun Langit lalu Kunai menyerang tanpa ampun dua tetua itu akhirnya menjadi lawan Kunai Si Dewa Angin,

Pertarungan kunai yang dikeroyok Racun Langit dan Racun Bumi sama sekali bukan ancaman namun Kunai harus bertempur dengan anak buah lainnya yang mengeroyoknya sehingga sulit baginya untuk bergerak.

Tidak lama kemudian, Jendral Kota Anggrek Salju berteriak lantang.

“SERBU…!!!”

Lalu pasukan yang mambawakan Bendera Anggrek Salju keluar dengan ratusan orang memakai Baju Jirah Perang bersenjatakan kapak dan pedang, dan mereka bergabung dalam peperangan,

Sementara di barisan belakang musuh, diposisikan Pemanah Pasukan Perguruan Racun Timur, mendapatkan Serangan Seorang Suku Kerdil dengan kapak secara membabi-buta,

Syuss Paaak PaaaK

“Putaran Kapak Kurcaci! Serangan Pembelah Baja” Teriak Si Kerdil yang mulai memecah belah pasukan pemanah yang tidak begitu pandai dalam jarak dekat, dia adalah Gabu salah satu dari Dua Kerdil Bersaudara.

Pertempuran kalah jumlah membuat Kota Anggrek Salju sedikitnya harus bertarung 1 lawan 5, namun yang membuat mereka bersemangat setiap kali mereka terdesak adalah anak panah sepanjang 3 meter selalu membantu mereka. Anak panah bagai tombak bermata.

Juli bergerak di barisan paling belakang Pasukan Perguruan Racun Timur, di sana di bangun Tenda Darurat banyak orang yang sakit dibawa untuk dirawat, namun yang ada hanyalah tumpukan mayat yang membumbung tinggi, Juli duduk diatas gunungan mayat, sementara seratus Pasukan Perguruan Racun Timur lainnya melihat Juli bagaikan hantu.

“Tuan Kecil Ampuni Kami!” Mereka memohon ampunan sambil sujud-sujud.

“Baiklah kalian minum cairan merah ini?!” Kata Juli melemparkan botol cairan merah, mereka pun minum tanpa pikir panjang.

“Kalian telah datang maka kupastikan, tak seorang pun dari kalian yang akan pulang” Kata Juli senyum dingin,

Juli memandang jauh ke arah peperangan berkecamuk antara prajurit Kota Anggrek dan Pasukan Perguruan Racun Timur.

**

1
Mia Sagitarius
baru ini nemuin di sini ...audionya sangat jelas ..mantaap
Mia Sagitarius
bhahahaa....ternyata MC nya mempunyai guru yg benr"bodoh...hadeech....lucu
Mia Sagitarius
lanjuut
Kastini
bikin lanjutan nya thor
Rihal WAK LO
Luar biasa
Anton Setiawan
Udh 122 episode tp usia MC nya ga nambah2, kultivasinya jg ga naik2.. Molor bgt Thor...
Anton Setiawan
Masa anak buah segitu banyaknya ga ada satupun yg kenal sm ketuanya...
Anton Setiawan
Gurunya aja ga kenal pimpinannya, apalagi murid yg lain... Fantasi apa kebodohan Thor nih ?
Deny Prayogo
terbaik.. sayang sudah ga ada lanjutan yg keduanyaaa
Deny Prayogo
terbaik.. sayang sudah ga ada lanjutan yg keduanyaaa
Kastini
lagi kangen Juli
I Dw Ny Manasamadhi
tingkat Krikil,,
Kastini
ini kembalinya kaisar langit dan bumi 1 apa y
Reiva
emang si juli ini😭😭😭
Reiva
wara: hidup
riwa: ratu
ir lee: dewa

cuma itu doang yang aku tahu dari pembicaraan tadi😁😁😁
Yuda Suastika
lanjuut
Yuda Suastika
knp ga dibunuh aja thor
Yuda Suastika
hajar
Yuda Suastika
njut
Yuda Suastika
njuut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!