"Jika uang bisa membeli segalanya maka aku akan membeli cinta. Agar aku bisa merasakan apa namanya cinta." Rayasi Stevaya.
Rich women yang selalu saja gagal dan hal percintaan.
Raya bahkan sudah gagal menjalani percintaan dengan beberapa pria, hingga membuat dirinya trauma menjalani sebuah hubungan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RW 22
Sebulan berlalu.
Perlakuan Raya terhadap Derald semakin dingin. Tidak ada tegur sapa. Sebagaimana Derald berusaha, tapi tetap saja Raya membangun tembok yang begitu tinggi di antara mereka, bahkan sekarang mereka tidur dengan berpisah. Sudah berbagai cara yang Derald lalukan, namun semua percuma. Karena tetap saja Raya sama sekali tidak mau dan bahkan mungkin tidak akan pernah membuka lagi hatinya.
"Malam ini aku tidak pulang. Jadi tidak usah mencariku." Isi pesan yang Raya tulis di atas kertas dan di tempel di depan pintu kulkas.
Derald meremas kerast tersebut dan meraih ponselnya mencoba menghubungi Raya namun tidak mendapat jawaban.
...🌱🌱🌱🌱🌱...
"ADATAMA" Teriak Raya dengan begitu lantangnya masuk ke dalam rumah.
Sabrina begitu sangat kaget saat mendengar Raya menyebut nama Adatama keluar dari bibir Raya.
"Kau! Dasar tidak sopan." Ucapnya yang ingin menampar pipi Raya namun dengan cepat Raya menahan tangan Sabrina lalu menghempaskan dengan kasar.
"Jika kau ingin hidup dengan aman, maka pergilah dari rumah ini. Sebelum, kau dan anakmu menjadi tumbal pria tua itu." Kata Raya lalu berjalan masuk ke dalam ruangan kerja Adatama.
"Hey, apa maksudmu? Jelaskan!"
"ADATAMA!" Panggil Raya saat membuka pintu ruang kerja.
"Sayang maaf. Aku sudah melarangnya masuk tapi dia tetap menerobos.."
"Keluarlah. Biar aku dan Raya di sini."
Sabrina menaikkan bibirnya karena tidak suka dengan perintah suaminya. Juga, Sabrina sangat penasaran tentang apa yang akan di bahas di dalam sana. Apalagi pintu yang tertutup itu sudah di kunci dari dalam sehingga membuat dirinya semakin sulit untuk mendapatkan informasi.
"Selama ini aku percaya padamu, tapi ternyata apa? Kau sudah menipuku, Adatama."
"Kau sudah tahu rupanya."
"Kau! Karena kau aku harus terpisah dengan pria yang aku sukai dulu, dan karena kau! Aku harus menjadi pembunuh di usiaku yang masih muda." Teriak Raya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Tapi sekarang kau sudah bersama dengan pria itu kan? Derald Adam. Oh, ayah tahu pria itu sangat mencintaimu. Dan itu artinya kau bisa membuat pria itu memberikan apapun yang kau ingikan."
"Hentikan! Kau bukan ayahku. Kau pembohong! Kau penipu! Kau memanfaatkan kepolosanku dulu."
"Lantas apa yang kau inginkan? Aku sudah membesarkanmu. Jadi sekarang giliranmu untuk membalas kebaikanku. Rebut hati pria itu, dan rampas semua kekayaannya."
Raya hendak menampar wajah Adatama namun Adatama lebih dahulu menampar wajah Raya.
PLAK..
Tanparan keras berhasil mendarat di pipi mulus Raya.
"Dasar anak tidak tahu diri." Ucap Adatama dengan lantang.
Raya tersenyum datar memandang wajah Adatama.
"Lihatlah Adatama. Kau akan hancur!"
Keluar dari ruangan Adatama, dengan pipi sebelah kanan yang terlihat merah membuat Sabrina tersenyum mengejek. Bisa di pastikan jika Raya mendapatkan tamparan kasar.
"Lihatlah, jika kau membantah apa yang terjadi."
Raya hanya diam dan terus berjalan hingga langkah kakinya terhenti kala melihat sosok pria yang tak lain adalah Derald yang kini ada di hadapannya.
Derald langsung menghampiri Raya dan memeluk tubuh Raya, sambil mengusap lembut pucuk kepala Raya.
"Ayo kita pulang." Ajak Derald saat Raya sudah sedikit tenang di dalam pelukannya.
Saat Raya sudah duduk di dalam mobil, tiba-tiba Derald berkata.
"Tunggu sebentar, sepertinya aku menjatuhkan ponselku di dalam sana." Lalu Derald kembali masuk ke dalam rumah Raya.
padahal ku masih ingin trz ikutin raya n derald
terimakasih Thor🙏
semoga bersatu lagi..kalo saling cinta ya pertahankan dan lupakan masa lalu
semangatt up nya💪🥰🥰