NovelToon NovelToon
Pelakor Berkerudung

Pelakor Berkerudung

Status: tamat
Genre:Poligami / Konflik etika / Pelakor / Tamat
Popularitas:271.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi wahyuningsih

Kebahagiaan ku membuatku buta hingga mengabaikan kenyataan yang sesungguhnya, dan itu amat menyakitkan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Tuduhan

“Sayang, katanya?” batinku kesal, sedang bibirku membentuk senyuman kecut yang jelas melambangkan betapa muaknya aku mendengar semua itu.

Begitu aku dekat dengannya, suamiku benar-benar terdiam membeku kalau melihat dahiku yang benar-benar bengkak cukup besar ditambah luka-lubang yang begitu jelas terlihat. Matanya seolah berkata ingin memelukku, selalu meminta maaf untuk apa yang terjadi.

Jelas aku tidak ingin memperhatikan suamiku lebih lama lagi.

Suamiku langsung bangkit dari duduknya begitu aku datang, sedang aku langsung duduk dan mengabaikan saja suamiku yang pasti akan menyodorkan tangannya padaku. Sungguh, saat itu aku benar-benar sedang merasa sangat muak untuk berpura-pura menjadi istri yang baik.

“Sudah selesai, bang?” tanyaku, dan tentu saja aku tahu suamiku pasti lah tahu apa maksudnya.

Kembali suamiku mengambil posisi duduk, hanya saja dia sempat menggeser duduknya hingga menjadi dekat denganku. Coba dia raih tanganku, tapi aku terlambat untuk menjauhkannya.

“Sayang, boleh Abang jelaskan detailnya?” tanya suamiku, namun jelas nada bicaranya terdengar memohon.

Aku tersenyum, tapi dengan cepat aku menggelengkan kepalaku karena saat ini aku benar-benar tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun karena aku yakin benar, penjelasan yang diberikan oleh suamiku hanya akan menambahkan rasa sakit yang luar biasa di hatiku.

“Jangan,” tatapan mataku tertuju kepada suamiku, jelas aku tunjukkan ekspresi wajah bahwa aku benar-benar tidak ingin mendengar apapun, “abang lebih baik tidak usah bicara kalau mau membahas soal Rena lagi,” peringat ku.

Suamiku terus tertunduk, tapi sepertinya dia tidak terlalu mendengarkan apa yang aku ucapkan karena dia benar-benar memperhatikan jari-jariku yang bengkak dan bekasnya tusuk jarum jelas terlihat nyata.

“Baiklah, kalau memang tidak mau mendengarkan juga tidak apa-apa. Cuma, kenapa harus sampai menyakiti dirimu sendiri seperti ini, Sayang?” suamiku kembali melihat wajahku.

Aku menarik tanganku, tersenyum lalu berkata, “lebih baik aku menyakiti diri sendiri saja itu yang aku pikirkan saat itu. Yah, ketimbang aku harus menyakiti Abang, menyakiti Rena, atau menyakiti ibunya Abang? Bahkan, kalau stres yang aku rasakan ini sudah tidak bisa terbendung lagi bisa-bisa aku juga menyakiti Gozel, kan?” ujar Ku, lalu terkekeh seolah-olah ucapanku barusan sama sekali tidak ada artinya.

Suamiku nampak menghela nafasnya, Sepertinya dia benar-benar ingin menjelaskan segalanya dan berusaha sebaik mungkin agar aku tidak terus menyalahpahami apa yang terjadi. Namun, dia juga tidak bisa melakukan apa yang ingin dia lakukan karena kenyataan yang terjadi tidak mendukung suamiku untuk membela diri.

“Kalau begitu, dibanding menyakiti dirimu sendiri seperti ini bukannya lebih baik menyakiti Abang saja? Bukankah, orang yang menyebabkan kau frustasi dan sedih sampai seperti ini adalah Abang?” ucap suamiku sedih.

Aku terkekeh mendengar ucapan suamiku, “kalau sampai aku menyakiti Abang, bisa-bisa aku akan dihabisi mati-matian oleh ibunya Abang. Belum lagi, istri keduanya Abang yang sangat Abang manjakan itu pastilah akan kelabakan kalau Abang tidak ada. Padahal, baru bisa dapat rumah, rugi kalau belum mobil, perhiasan yang banyak, apartemen, iya kan, Bang?” Sindir ku.

Suamiku terdiam sebentar sebelum pada akhirnya dia mengatakan satu kalimat yang tidak ada dalam perkiraanku. “Besok kita berangkat lihat rumah, meskipun tidak semahal yang kita cita-citakan, tapi rumah itu juga bagus, kok....” bujuk suamiku.

Brengsek!

Kesal sekali aku mendengarkan apa yang diucapkan oleh suamiku barusan. Jadi, dia perlu disindir seperti itu supaya berpikir ke arah sana? Sebenarnya, Aku merasa sangat terhina sekali saat suamiku mengatakan hal semacam itu. Jika saja ibu mertuaku dan juga Rena mengetahuinya, mereka pasti akan mengejekku karena iri dengan Rena. Sungguh, aku sama sekali tidak iri, hanya aku muak.

Tapi...

Kesempatan seperti ini tentu saja tidak boleh aku sia-siakan. Biarpun Rena dan juga ibu mertuaku menganggapku iri atau apapun, intinya aku harus menyelamatkan masa depan putriku lebih dulu ketimbang memikirkan egoku.

Senyum di bibirku mulai terbit, aku seperti diberikan sebuah ide oleh Tuhan dalam sekejap mata.

“Baiklah, walaupun hatiku berat sekali tapi aku akan coba untuk menahannya,” Ujarku.

Suamiku nampak lega, tapi aku juga masih bisa merasakan perasaan bersalah yang dia miliki terhadapku.

Malam itu, suamiku tidur di rumah orang tuaku juga.

Besok paginya, kami pamit kepada kedua seorang tuaku untuk kembali ke kota. Sebenarnya, aku bisa melihat sendiri ekspresi wajahnya kedua orang tua dan adikku yang seperti tidak merelakan kepergian ku untuk kembali bersama suamiku. Tapi, aku terpaksa membuat mereka semua kecewa demi mendapatkan hak anakku sembari aku menjalankan niat yang aku miliki di dalam hati.

Selama di dalam perjalanan pulang, suamiku beberapa kali mengajakku untuk mengobrol, tapi aku menjawab dengan malas, dan terakhir aku berpura-pura tidur hingga sampai akhirnya aku benar-benar tidur sampai di rumah kontrakan.

Kami sampai sekitar pukul 11 siang, suamiku istirahat sebentar dan pergi untuk ke toko karena ada janji temu dengan tukang jahit hari ini.

“Nanti Abang pulang sekitar jam 4, jadi kalau bisa Abang sampai kau sudah siap ya, sayang...” peringat suamiku.

Aku hanya sedikit tersenyum, lalu menganggukkan kepala.

Begitu suamiku sudah pergi, aku kembali masuk untuk melihat keadaan Gozel. Sejenak aku terdiam melihat obat yang dibeli oleh suamiku di jalan pulang tadi untuk luka-luka ku.

“Lukaku terlalu banyak, obat itu sepertinya tidak akan bisa menyembuhkan lukanya sedikitpun,” Ujarku.

Pada akhirnya, tanpa sadar aku mengantuk dan tidur sembari memeluk Gozel hingga suara ketukan pintu rumah kontrakan terdengar sangat jelas.

“Ya ampun!” pekik ku kaget, ketukan pintu itu terlalu kuat seperti orang yang terburu-buru.

Segera aku bangkit dari tempat tidur, dengan hati-hati karena aku tidak ingin mengganggu Gozel. Dengan cepat ku langkahkan kaki menuju pintu, dan segera aku buka pintunya agar ketukan itu segera berhenti.

Deg!

Rasa akan copot saja jantungku kala melihat orang yang berdiri di depan pintu, dia adalah Ibu mertuaku.

“Ibu,” ucapku bingung mau bicara apa lagi. Sejak aku dan suamiku menikah, Ibu mertuaku itu sama sekali tidak pernah datang ke rumah kontrakan.

Tanpa mengatakan apapun, tidak juga memberikan salam bahkan aku yang sudah menyodorkan tangan ingin menyambut kedatangan dan memberikan salam diacuhkan olehnya begitu saja.

“Duduk, Leora!” titah Ibu mertuaku begitu dia masuk dan langsung duduk di sofa ruang tamu.

Tidak ingin banyak bicara, meskipun aku keheranan dengan sikapnya, pada akhirnya aku putuskan saja untuk duduk dan mendengarkan apa yang sebenarnya ingin di ucapkan oleh Ibu mertuaku sampai dia terlihat aneh seperti itu.

“Kau pulang ke rumah ibumu untuk pergi ke dukun, kan?” tanya ibu mertua ku.

Aku bingung, tapi enggan untuk bertanya.

“Cepat telepon dukun mu itu, hentikan perbuatan kejinya! Memang apa salah anaknya Rena sampai kau mendukuni dia supaya mati?!”

1
wlychr
prestasi💪
Sulati Cus
bsgus
sukensri hardiati
kok malah kayaknya rena yg jadi korban yg perlu dikasihani sih..
sukensri hardiati
blokir tu no. mertua
Endang Supriati
hampir semua penulis selalu menggambarkan bahwa surga snak laki ditelapak ibunya. benar begitu, tetapi konsep dlm ajaran islam tdk begitu anak hrs menuruti semua perintah ibunya. klu perintah nya tdk sesuai dgn syariat islam juga bisa masuk nerala. krn anak laki ketika menikah hrs tanggung jawab dunia akherat terhadap istrinya. org tua menyuruh anaknya bercerai dan menikah lagi itu adalah zholim dan dosa besar. krn setelah menikah yg diutamskan adalah istri dan anak2nya baru orgtuanya. tanys ustad !! jd klu setelah menikah hrs turutin perintah orang tuanya salah besar! apalagi perintah yg mendorong dia masuk neraka. anak laki bertanggung jawab ke pada org tua nya adalah tentang sandang dan pangan hingga mereka mati. bukan menuruti perintah yg zholim. buat ates juga bukan laki2 sejati, klu sdh menikah msh mendengarkan dan ikuti perintah ibunya sdh salah apalagi perintah yg menghancurkan tanggung jawabnya.
Endang Oke
sy ngalamin seperti gozel.bpk ku menikah lagi dan menceraikan ibuku.sy msh umur 2 thn.
sama ibuku di bawah pergi ke Jakarta dr Jogjakarta. sampai lulus sma sy baru nyari bpkku, bukan apa2 minta tabggung jawab utk kuliah thn 80 an. ketemu minta niayackuliah.dia sfh bahagia dgn pelakor dan anak2nya.
sakit hati dan dendam, sy tdk pernah menyalahkan ibunsy. sy juga perempuan bisa merasakan sakit hati ibu. setelah lulus kuliah sy kerja diperusahaan besar. dan sy sdhbtdk pernah liat dan datang lg kerumah bpk saya . tdk sudi banget..dpt kabar bpk koma pemhulih darah pecah 3 bln di rscm. sy tdk pernah datang utk liat.najissssssss. di hubungi oleh kakaknya bpk.klu bpk sy mau ketemu. udh sakratul maut. dg terpaksa sy datang. sy bisikin apa coba.. cepat matilah kau pejaga neraka sdh nunggu. bpk sy menangis dlm koma. emang gw fikirin!!! 2 hr kemudian mampus tuh org tua. dikabarin. sy tdk datang..sudi amat sampai skrg saya tdk pernah ziarah.
Husna Farahdiba
maap kak author tp ttp gak masuk akal sih punya 13 toko baju gak mampu bli rumah cash secara pasti omsetnya bnyk,klopun omset sedikit pasti hnya punya 1 atau 2 toko klo sudah lebih dr 5 dipastikan usaha tsb maju...
Dewi: aku mantan pegawai toko fashion, mantan bosku pun gak punya rumah/sewa tahunan 😂
total 1 replies
Husna Farahdiba
Thor kok punya 13 toko baju di 3 mol tp tinggal di Kontrakan sepertinya kurang masuk akal, walaupun hnya rumah sederhana pasti punya sendiri,masa punya toko baju bnyk tp gak mikirin rumah,untuk kehidupan anak istrinya
Yulia Hariyono
Luar biasa
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
otw lah aq🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Dewi: ditunggu kak ❤️
total 1 replies
elindha azzahra
sebenarnya nama suaminya arthes atau arshen se
elindha azzahra
dih biarin aja si arshen gila sukurin
elindha azzahra
dasar laki lemes mulutnya, apa2 bilang ke emaknya amit2
elindha azzahra
nyesek bgt rasanya
elindha azzahra
memang tidak ada larangan poligami, tp ya sebelumnya izin dulu sama istri pertama lah ne mah merebut namanya
elindha azzahra
Luar biasa
elindha azzahra
asli nyesek bgt😭😭
Rahmawati
bagus ceritanya
Seven8
boleh juga usulnya.. tinggal survey lapangan /CoolGuy/
Tri Lani
greget sama yang namanya pelakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!