NovelToon NovelToon
Battle Of Gods (Pertempuran Dewa)

Battle Of Gods (Pertempuran Dewa)

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Action / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:105.9k
Nilai: 4.5
Nama Author: JOSEPH AL-IQBAL WANG

Yi Xing dikirim bibi Ning kepada guru Mo untuk mempraktikkan keterampilan saint dewa. Namun di sisi lain, ada rahasia yang disembunyikan bibi Ning. Rahasia itu berkaitan dengan kedua orang tua Yi Xing. Untuk mengetahui rahasia itu, Yi Xing harus memenuhi syarat utama, yaitu mempraktikkan ilmu saint dewa. Dengan belajar menjadi kuat, Yi Xing bisa mengetahui apa yang sebenarnya disembunyikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JOSEPH AL-IQBAL WANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22 — Wei Lin Nomor 1

Semua murid sudah berkumpul di aula arena. Suara mereka ribut, menyoraki peserta pertandingan. Yi Xing hari ini akan turun dipertandingan. Guru Mo banyak menjelaskan tentang pertandingan partai final, mempertemukannya dengan Tian Heng. Yi Xing sudah melewati puluhan kali pertandingan.

Guru juga memberikan banyak mandat kepada Yi Xing, sebab anak itu harus memberikan hasil penentuan. Di seberang tempatnya berdiri, Tian Heng menatap dengan ekspresi ingin membunuh. Sombong sekali. Seperti biasa. Anak seorang bangsawan memang suka memandang rendah lawannya. Yi Xing memahami itu.

“Hasil final kali ini sangat penting, kau harus ingat itu.” Guru Long berkata pelan.

“Aku akan merebut posisi pertama itu, guru. Kau jangan khawatir.” Nada bicara Tian Heng masih sama. Tidak ada perubahan sama sekali. Nada ketus dan sombong.

“Dia murid guru Mo. Kau jangan lupa seberapa ketat guru Mo mengajar murid-muridnya. Selain berkualitas, guru Mo juga tidak asal memilih murid. Semua murid yang berada di bawah pengawasannya adalah lawan yang tangguh. Kau mengerti?” Guru Long mengingatkan lagi.

Tian Heng tahu itu. Dia sudah mendengar sedikit banyak soal kehebatan guru Mo dari mulut tetua Long ini. Sampai bosan dibuatnya.

Anak itu mendecak, memperbaiki posisi duduknya. “Mimpi anak itu untuk masuk ke akademi Guiyang akan berakhir hari ini. Guru Long, kau jangan meremehkan aku.”

Guru Long tidak terlalu antusias menanggapi ucapan muridnya ini. Tian Heng besar mulut. Dia anak bangsawan. Wajar jika keras kepala dan sombong. Hidupnya sehari-hari diperlakukan macam anak gubernur kota Guiyang. Jika bukan karena hal itu, guru Long sejak awal enggan mengangkatnya menjadi murid.

Dewi arena tampil di atas panggung pertandingan. Hari ini adalah final pertama Wei Lin melawan Yixue. Pertandingan belum dimulai, sebab Dewi arena sedang berbicara, mengatakan sesuatu.

“Semuanya. Kita sudah memiliki nama-nama sepuluh besar peserta dalam kompetisi calon saint akademi Tianmen. Seperti yang sudah kita ketahui, peserta dengan battle point tertinggi masih dipegang oleh Yi Xing. Dan di kategori putri, kita memiliki Yixue sebagai pemuncak klasemen.”

Para murid bersorak. Dewi arena tahu bagaimana cara memancing para penonton untuk bergemuruh heboh. Dia melanjutkan lagi ucapannya.

“Para tetua akademi telah mengumumkan, dua pemenang utama pertandingan kali ini akan dikirim ke akademi Guiyang. Kita telah memiliki dua calon nama. Di tempat saint putra, ada Yi Xing. Dan di tempat saint putri, kita memiliki Yixue. Tetapi pertandingan final adalah penentuan. Siapapun yang menang dalam partai final ini, maka dialah yang berhak menuju ke akademi Guiyang!”

Suasana arena makin heboh. Jauh lebih meriah dari hari-hari sebelumnya. Dewi arena itu mengulum senyum. Puluhan peserta meneriakkan nama unggulan mereka.

Dashboard papan klasemen sudah keluar, menunjukkan nama-nama peserta akademi dalam sepuluh besar. Klasemen ini diperbarui setelah pertandingan berakhir.

“Baiklah, pertandingan pertama langsung kita mulai. Peserta Yixue menantang Wei Lin di peringkat kedua klasemen battle point!” Dewi arena berkata menggebu-gebu.

Wei Lin lekas turun ke arena. Lawannya sudah menunggu. Yixue. Dia pemenang battle point untuk calon saint wanita. Menang tiga puluh kali berturut-turut. Namanya paling utama. Hanya berbeda dua ribu point saja dengan Wei Lin. Mereka sama-sama belum terkalahkan sampai saat ini. Namun Yixue belum mendapatkan MVP sama sekali meski menjadi yang pertama.

“Bisa bertemu di-final adalah kesempatan langka bagiku, adik junior. Sekarang aku tidak bisa meremehkanmu. Dengan bertemu di-final, artinya kau memiliki kualifikasi untuk menantangku.” Yixue menyeringai. Kepercayaan dirinya meningkat.

Wei Lin mengeluarkan cincin battle ranking-nya sebelum menarik kalimat ucapan. “Mohon bimbingan senior.”

Yixue tertawa genit lagi. “Tentu saja, adik junior. Aku akan berbelas kasihan padamu.”

Yixue mengeluarkan cincin BR-nya. Cincin lima puluh ribu battle rangking. Sementara itu, Wei Lin hanya empat puluh lima ribu battle ranking. Memang cukup senjang perbedaan keduanya. Tetapi arena yang menentukan hasilnya. Perbedaan ini takkan mencolok. Kecuali perbedaan seratus ribu battle ranking. Maka Wei Lin mengakui dia takkan bisa mengalahkan Yixue.

Sebelum keduanya saling menyerang, tiga lingkaran arena bergerak, menarik satu dan yang lainnya. Kembali ke tempat semula, membuat satu lingkaran tunggal. Parta final pertandingan ini hanya ada satu panggung.

Wei Lin menyerang pertama, dia berlari cepat dengan kecepatan petirnya. Pedang guntur sudah keluar. Wei Lin menyerang tubuh Yixue dari belakang.

Bum!

Sayang sekali, pedang guntur mengenai udara kosong. Yixue menghindar, lenyap menjadi asap merah. Wei Lin memerhatikan sekitarnya. Entah ke mana gadis itu menghilang. Hingga satu pukulan berhasil mengenai Wei Lin. Dia terpental.

Yixue menyeringai, tawanya amat genit. “Hem ..., maafkan aku adik junior. Aku terlalu keras.”

Wei Lin berdiri, bertumpu pada pedang guntur. Pedang itu diangkatnya ke udara, dipejam mata sebentar, lalu dibuka lagi. Kilatan petir muncul di bilah matanya dan mata pedang.

“Tehnik pertama, pedang guntur!” Wei Lin lagi-lagi bergerak cepat. Pedang tajam itu menyerang lawan.

Yixue hilang lagi. Dia memakai tehnik yang sama. Asap merah tercipta. Itu pasti salah satu tehniknya. Dahi Wei Lin mengerut setelah usaha serangannya hanya mengenai udara kosong.

Sesaat berikutnya, tercipta kabut merah, lebih pekat. Mengelilingi Wei Lin. Gerakannya menyapu, seperti pusaran badai. Satu serangan datang, Wei Lin berhasil menghindar. Serangan lainnya datang lagi, Wei Lin menangkis.

Orang-orang di luar arena dibuat bingung. Kedua peserta tidak terlihat sama sekali. Hanya ada kabut merah. Entah kabut apa itu.

“Guru, tehnik ini apakah berbahaya?” Yi Xing bertanya. Guru Mo menggeleng.

“Tehnik ini kuat, tetapi tidak berbahaya. Namun akan sulit keluar dari jeratnya. Karena kepekatan dari kabut asap yang tercipta. Itu bagai ilusi, bisa membingungkan lawan-lawannya.”

Guru memandang jauh ke arena pertandingan. Yi Xing menggunakan pesona dewi untuk melihat keadaan di dalam kabut itu. Wei Lin kelihatan kebingungan.

“Junior, relakan tempat pertama untuk senior ini.” Suara Yixue terdengar lebih seperti sarkasme. Dia tahu dalam posisi ini dia merasa menang. Kekuatannya meningkat dan kekuatan lawan melemah.

Namun Wei Lin tidak akan pernah memberikan posisi itu pada siapapun. Dia yang ingin maju, masuk ke dalam akademi Guiyang. Sebab banyak hal yang harus Wei Lin lakukan demi satu posisi hebat ini.

“Maaf, senior. Usahamu harus berakhir hari ini. Aku sarankan kau masuk ke akademi lain. Tempat pertama aku yang akan mengisi.”

“Haha, kau pikir kau bisa mengalahkan aku?” Serangan Yixue datang lagi.

Saat ini Wei Lin mampu bertahan. Setiap serangan Yixue berhasil dipecahkan, meski Wei Lin ada di dalam lingkaran kabut merahnya. Itu adalah titik terlemah seorang lawan.

“Tehnik ketiga, kupu-kupu roh, terbang!” Sayap kupu-kupu keluar. Wei Lin dibawa meninggi. Dengan cara ini dia bisa keluar dari lingkaran kabut pekat. “Tehnik kedua, serangan dewi malaikat. Hancurkan!”

Kabut asap buatan Yixue langsung hancur seketika. Gadis itu terpental, keluar dari tehniknya sendiri. Wei Lin terbang tinggi di atasnya. Yixue menatap marah. Baru Wei Lin yang bisa memecahkan tehnik terkuatnya.

“Tehnik pertama, pedang matahari.” Yixue menarik pedangnya. Pedang itu keluar.

Wei Lin menyerang lagi. Yixue berhasil menahan. Dentingan kedua pedang beradu. Wei Lin menyerang kiri, Yixue menahannya. Dan begitu seterusnya. Pertandingan ini didominasi oleh Wei Lin.

Serangan cepat pedang guntur memang yang terbaik. Yixue yang terkuat dalam saint wanita sampai harus dibuat mundur berkali-kali.

“Tehnik ketiga, gelombang matahari!” Yixue menebas pedangnya di udara.

Wei Lin menghindar. Sayap kupu-kupu membawanya mundur. Giliran gadis ini membalas. “Tehnik kedua, pedang guntur, serang!”

Dalam serangan ini, Yixue merasa bahwa pedang matahari tidak ada apa-apanya. Dia ditekan habis-habisan. Terasa seperti ada seratus pedang guntur menghantamnya bersamaan. Sekuat tenaga Yixue menahan, pada akhirnya gadis itu kalah.

Kakinya menyentuh pembatas arena. Dengan demikian dia dikatakan didiskualifikasi. Wei Lin terus menghantamkan pedangnya berkali secara cepat. Percikan api tercipta. Menyadari Yixue keluar dari arena, gadis itu menghentikan serangannya.

“Wei Lin menang!” Dewi arena mengumumkan.

Nama Wei Lin langsung dielu-elukan. Banyak murid menyebut namanya saat itu. Wei Lin menarik simpul senyum. Dia berhasil melakukannya.

Dashboard hasil pertandingan langsung muncul. Semua orang bisa melihat hologram penampil skor pertandingan.

“Dengan kemenangan ini, Wei Lin dinyatakan sebagai pemuncak klasemen. Dan berhak masuk ke dalam akademi kekaisaran Guiyang!” Dewi arena berkata dengan suara tinggi. Dia tersenyum lagi, amat bahagia.

Papan skor berubah. Nama Wei Lin yang ada di nomor dua, kini naik ke angka pertama, menggeser posisi Yixue. Dia berhasil mendapatkan posisi kebanggaannya. Wei Lin mengepal tangannya kuat-kuat, akhirnya apa yang diinginkannya tercapai. Ambisi Wei Lin terpenuhi.

“Ayah, kakek, gege, aku sudah membuktikan kalau aku bisa maju ke akademi kekaisaran Guiyang. Aku akan jadi lebih kuat.” Wei Lin berkata pelan sebelum naik kembali ke tribun penonton.

1
mengapa begitu banyak jeda iklan???
bikin malas baca novelnya.
Sejoph: Jeda iklan itu dari aplikasi, penulisnya gak tau apa-apa kak. Iklan yang kakak lihat juga keuntungan buat pihak aplikasi, bukan buat penulis. Di sini penulis cuma dapet hikmahnya doang. Trims
total 1 replies
Angga Hu Wijaya
semangat thor
Sigit Mardianto
Luar biasa
Ari Anto
lanjutkan boss Q
AKBAR JAYASASMITA
Lumayan
Mashudi Alwindra
mana min katanya mau dibikin op, malah sekarat gak bangun², mana jalan ceritanya gada mc nya sma sekali
yos helmi
Luar biasa
Mashudi Alwindra
bagus, cuma banyakin di aksi mc, sma di op in wkwk
Mashudi Alwindra
ayolah min, mc nya jgn lemah² amat, masak mc dari awal terseok² mulu
Sejoph: oke, terimakasih atas masukannya. Selesai episode yang ada, nanti bakal kubuat dia beneran OP 🔥
total 3 replies
Raysonic Lans™
update keleussss... ceritanya sudah bagus,harus sampai tamat..
Raysonic Lans™
baru kali ini ada pertandingan dinovel pakai racun..., Authornya memang beracun.. lama updatenya gak baca2 komen..
Sejoph: Gimana ya, yang bacanya sepi. Males jadinya update. Semangat update kan kalau banyak yang baca.
total 1 replies
Raysonic Lans™
coba di update lagi Thor.. jgn menghilang...
Raysonic Lans™
kreteeekk.. kreeeteeekk..
Raysonic Lans™
ceritanya bagus hanya belum kepublikasi pembaca fantim..
jgn lupa di update crazy up sampai selesai novelnya
Raysonic Lans™
kekuatan kultivasi ganda Thor...
update weeeeee...
Raysonic Lans™
di update sampai selesai gak novelnya?
Raysonic Lans™
malam... hampir pagiii...
Widya Wati
wei gila
Widya Wati
lanjutkan
Widya Wati
Masih anak2 tapi licik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!