Ainara Syafiq Anjani
Gadis muslimah yang baru saja masuk ke universitas.
karena kecantikan fisik maupun hati nya banyak keluarga yang datang untuk meminta nya menjadi menantunya, akan tetapi dia selalu menolak lamaran mereka.
Alasan Ainara menolak lamaran tsb karena sebuah mimpi, di dalam mimpi nya dia bertemu seorang pemuda yang memiliki lesung pipi sebelah kiri.
Di dalam mimpinya pemuda tsb mengatakan
" Ainara Syafiq Anjani aku sudah meminta mu kepada Rabb-ku , dan hari ini aku akan meminta mu kepada orang tua mu. Mau kah kau menerima ku, menerima aku untuk menjadi imam mu? "
🌸
Muhammad Zidan Alfatih
Pemuda pemilik lesung pipi di sebelah kiri.
pemuda yang terkenal Ramah .
karena ke santunan nya banyak gadis yang mengantri untuk mengajukan proposal untuk menjadi istrinya.
" aku meminta mu kepada Rabb-kita. menyelipkan nama mu di setiap bait doa ku. menempatkan dirimu sebagai wanita mulia yang akan ku perjuangkan dengan keimananku kepada Rabb-ku. "
~Muhammad Zidan Alfatih~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taliya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Kau dan Dia
Ainara baru sampai di rumah nya, sepanjang jalan dia masih kepikiran tentang obrolan singkat bersama zidan.
apa maksud kak zidan menanyakan perihal itu? "pikir ainara.
#pov Ainara
Aku masih saja kepikiran tentang ucapan kak zidan.
apa maksud dari pertanyaan itu?
jika aku jodoh mu,bagaimana dek? pertanyaan itu masih saja menghantui pikiran ku.
Ada rasa senang namun tetap saja aku tidak bisa berharap kepada seorang hamba, aku hanya takut untuk kecewa. Aku mencoba untuk mengindahkan kejadian hari ini namun tetap saja tidak bisa ku lupakan begitu saja.
Aku yakin pemuda itu adalah kak zidan, meski di dalam mimpi aku tidak melihat wajahnya. Namun, saat melihat senyum kak zidan rasanya itu tidak asing. senyuman kak zidan sama persis dengan pemuda yang ada di mimpi ku.
Ya Allah, apa aku salah jika aku berharap pemuda itu adalah benar kak zidan?
Astagfirullah sadar ra , kamu gak boleh berharap seperti ini .
Dengan langkah pelan aku memasuki rumah
"Assalamualaikum umi .." sapa ku kepada umi yang sedang duduk bersama kak zahwa
" waalaikumsalam " jawab umi dan kak zahwa
" kok lama dek, mana kue kaka?" tanya kak zahwa yang mata nya sudah menatap kantong plastik yang aku bawa
" ini kak ada di dalam" jawabku sambil meletakkan kue pesanan kak zahwa , kak zahwa langsung membuka nya lalu memakan kue yang ada di dalamnya.
Aku duduk di samping umi, jujur saja raut wajah ku tidak bisa berbohong jika aku sedang berpikir keras .
" kenapa nak ?" tanya umi
" tidak ada apa-apa umi" jawabku berbohong
" kamu bohong ya ra , coba katakan kepada umi ada apa?" ucap umi menatap ku
kak zahwa yang sedang asik makan kue pun berpaling melihat ku .
" kamu kenapa dek, kok pelipis kamu berkerut?" tanya kak zahwa, "sedang memikirkan apa si?" sambung nya
" mmmm... umi jika nanti ada seorang pemuda datang dan mengkhitbah Ainara bagaimana menurut umi dan kakak?" tanya ku agak gugup, aku malu mengatakan nya. Umi dan kak zahwa saling berpandangan lalu mereka tersenyum ke arah ku.
" Bagus itu dek, iya kan umi?" sahut kak zahwa
" Siapa dia nak?" tanya umi melihatku
" Itu seandainya umi ,kakak.." jawab ku . nampak kecewa di wajah umi, lalu dengan ikhlas umi senyum kepadaku dan membelai kepala ku dengan lembut.
" Siapa pun pilihan nara akan umi dukung nak, asal dia baik dan bertanggung jawab serta mampu membawa kamu ke surga nya Allah . yang mampu menjadi imam dunia akhirat kamu, maka akan umi doa kan untuk kebaikan kalian nanti nya " ucap umi dengam tatapan kasih sayang kepada ku
" Doa kan saja ya umi semoga ada pemuda yang seperti umi katakan untuk nara " jawab ku membalas senyuman umi.
" Akan selalu umi doa kan untuk kebahagiaan kamu nak, kamu putri umi yang umi sayang, pasti akan umi doa kan di setiap sujud sholat umi ra " jawab umi, aku terharu mendengar ucapan umi. aku langsung memeluk umi dengan erat .
" umi zahwa mau di peluk " ucap kak zahwa di sambut tawa oleh umi, lalu umi memeluk kak zahwa juga .
" keponakan nara kapan lahir kak, udah gak sabar nih pengin gendong dedek " ucap ku mengelus perut buncit kak zahwa.
" 2 bulan lagi dek " jawab kak zahwa yang masih mengunyah kue
" enak kue nya wa ?" tanya umi lalu kak zahwa hanya mengangguk tanpa berucap mulut nya penuh dengan kue kesukaan nya.
" hati-hati dong kak, nanti kesedak sakit lho" ucapku memperingati kak zahwa. kak zahwa hanya cengengesan
*pov ainara end
***
Di lain tempat zidan sedang duduk di kursi kerja nya, dia sedang memeriksa berkas laporan keuangan bulan ini. Namun hati nya masih saja tak karuan , dia masih memikirkan ucapan Ainara.
"jika kamu jodohku, maka temui orang tuaku"
Apa aku berani?' tanya nya dalam hati
Bismillah kamu berani zidan , kamu harus berani! " ucap zidan menyemangati diri nya sendiri.
Zidan mengambil HP nya dia mencari nomor telfon renaldi sahabat nya.
*tuuut...tuuuut...
" Haalloo Assalamualaikum " ucap renaldi di sebrang telfon sana*
" Waalaikumsalam ren, apa kamu sibuk?" tanya zidan
" Sesibuk apapun aku, jika itu kau yang menelfon maka akan ku sampingkan urusan ku zi" jawab renaldi disertai tawa
" Bisa saja kau ini ren. Ren aku mau mengatakan sesuatu..." belum selesai zidan mengatakan renaldi sudah memotong ucapan zidan
" Apa kau sudah meyakinkan diri mu zi, apa kau sudah mantapkan hati mu untuk mendatangi orang tua nya?" tanya renaldi.
"Kamu bisa membaca pikiran ku ren?" tanya zidan. renaldi tertawa di sebrang telfon sana .
" Aku hanya bisa membaca pikiran mu saja zi " jawab renaldi " bagaimana?" sambungnya
" Aku tadi tidak sengaja bertemu dengan nya di Toko kue ren. Aku mengatakan jika aku jodoh mu bagaimana? lalu dia menjawab jika kamu jodohku maka temui orang tuaku. bagaimana menurut mu ren?" tanya zidan kepada Renaldi. Renaldi diam sesaat ada rasa sesak di dada nya. apakah dia benar sudah ikhlas jika ainara bersama sahabat nya.
" ren? apa kau masih mendengarkan ku?" tanya zidan
"Ah iya zi maaf , tadi aku tidak sengaja melamun " jawab renaldi. namun jawaban nya membuat zidan merasa bersalah.
" Ren apakah kau yakin sudah ikhlas ? maafkan aku jika terlalu kejam kepadamu? aku bingung ren, aku merasa jika ainara adalah seseorang yang ku cari selama 3 tahun kebelakang. " ucap zidan lirih . membuat renaldi penasaran
" Maksudnya apa zi?" tanya Renaldi.
Zidan menceritakan semua nya, berawal dia di kairo sampai dia memimpikan Ainara sebelum mereka bertemu secara langsung, lalu zidan menceritakan pertemuan pertama nya saat di Masjid Agung ketika hati nya mulai yakin bahwa gadis itu ada di dekat nya. lalu pertemuan kedua kali nya saat Renaldi mengenal kan nya dengan Ainara di cafe, yang hatinya mulai yakin bahwa gadis itu adalah Ainara. namun harapan nya harus dia lupakan karena gadis yang ada di mimpinya adalah orang yang sudah di lamar sahabat nya.
hingga pertemuan saat Ainara dan renaldi sudah tidak memiliki ikatan , saat itulah harapan Zidan kembali muncul. renaldi dengan setia mendengarkan cerita zidan begitu terharu nya saat dia mendengar kisah zidan. renaldi berfikir jika Ainara dan zidan memang di takdir kan untuk bersatu.
" Zi maafkan aku, karena sudah menghambat jalanmu untuk bertemu dengan nya" ucap renaldi penuh nada penyesalan
" Ren jika bukan karena mu tidak mungkin aku bertemu dengan nya untuk kedua kalinya. Allah sudah mengatur rencana indah ini ren untuk Aku Kau dan Dia" ucap zidan
" Tidak ada Aku Kau dan Dia zi , namun yang ada hanya Kamu dan Dia. Zidan dan Ainara . zi , Demi Allah aku ikhlas kau bersama nya. aku melepas segala rasa ku terhadap nya. Aku percaya atas takdir Allah yang begitu indah untuk kalian . teguh lah hati mu zi jangan ada keraguan lagi. datang lah menemui orang tua nya ,pintalah dia dengan baik-baik. aku akan mendoakan kebahagian kalian dari sini " ucap renaldi dengan mantap. zidan tersenyum mendengar ucapan sahabat nya itu.
" Terimakasih ren, dengan kamu mengatakan ini membuat ku yakin . Aku akan membicarakan dengan Ayah dan ibu terlebih dulu, setelah itu aku akan datang menemui orang tuanya ren" jawab zidan dengan senyum yang mengembang
" Bagus. kejar lah dia , Ainara memang untukmu zi. " ucap renaldi . dia masih berusaha untuk tegar dan ikhlas. Aku yakin akan mendapat pengganti nya, Allah akan mengirimkan seseorang yang menerima dengan segala kurang ku ' batin renaldi
" Baiklah ren aku tutup dulu. kau cepat lah pulang ke malang" ucap zidan
" Aku akan pulang saat pernikahan kalian saja" jawab Renaldi
" Lamaran ku saja belum ren, bahkan aku belum tentu mendapatkan jawaban darinya. kau ini ada-ada saja. pulang laah segera ren" Sahut zidan, renaldi tertawa di sebrang telfon
" Oke oke. semoga berhasil zi. Assalamu'alaikum" ucap Renaldi
" Waalaikumsalam ren" jawab zidan lalu mematikan sambung an telfon dengan Renaldi.
Benar kata Renaldi hanya ada Aku dan dia. Bismillah semoga engaku mengizinkan niat baik ku ya Allah.
semoga memang dia yang terbaik untukku. semoga memang dia yang kau kirimkan untukku, semoga benar Dia gadis di mimpi ku. Habibie tunggu aku. ' batin zidan
~Berdo'a laah.... karena hanya dengan do'a, Kamu bisa sabar dalam berjuang.
Karena hanya dengan bergantung pada-Nya,
Kamu bisa mendapatkan rasa tenang ~
Salam dari
"KEKUATAN ASISTEN DIREKTUR"
Jangan lupa Feedback dan bantu
LIKE, VOTE, RATE dan KOMEN.
Terima kasih🤗
Salam dari
"KEKUATAN ASISTEN DIREKTUR"
Jangan lupa Feedback dan bantu
LIKE, VOTE, RATE dan KOMEN.
Terima kasih🤗
Salam dari
"KEKUATAN ASISTEN DIREKTUR"
Jangan lupa Feedback dan bantu
LIKE, VOTE, RATE dan KOMEN.
Terima kasih🤗
alhmdulilah sah Resmi jdi suami istri.
samawa janah Allah amin. zidan Dan nara
Allah lbh tau mana yg terbaik bwt mu.
eh tmn y melamar y lg. wadau gmn jdi y??? 🤔🤔🤔🤔