Bagaimana jika kamu menjadi istri dari Ayah sahabatmu sendiri, atau lebih tepatnya menjadi Ibu tiri sahabatmu. Hal itu yang terjadi pada Aneska Mahendra yang menyukai Papah dari sahabatnya sendiri, Alexander yang biasa dipanggil dengan nama Alex. Aneska menyukai Alex sejak masih duduk dibangku SMA, pesona tampan Alex membuat putri dari sahabatnya itu sangat tergila-gila padanya.
Aneska kerap menggoda Alex ketika ia main ke kediaman Alex dengan dalih belajar kelompok bersama putri semata wayangnya yang tak lain sahabat Aneska dari kecil. Meski Alex masih memiliki istri, Aneska tak memedulikan hal tersebut. Baginya yang terpenting ia bisa menyingkirkan Ibu tiri sahabatnya dan menggantikan posisinya.
Beruntung Rania, putri Alex merestui Aneska bersama dengan Papahnya. Rania bahkan membantu Aneska menyingkirkan Ibu tirinya itu dari sisi sang Papah. Sebab, Rania sangat tidak menyukai Ibu tirinya yang sangat bermuka dua itu.
Akankah Aneska berhasil menyingkirkan istri Alex?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PPS ~ 22
Aneska sibuk di kantornya. Sudah seminggu ia mengambil alih perusahaan milik sang papah, membuat waktu bersama dengan Alex tak banyak. Alex juga sedang mengerjakan pekerjaannya, ia berencana setelah resepsinya dengan Aneska ingin pergi ke suatu tempat yang indah. Makanya ia juga sibuk menyelesaikan proyek yang bernilai fantastis terlebih dulu.
Proyek yang ia rasa tak terlalu besar, ia serahkan pada Victor agar membantu Rania menanganinya. Sebab ia belum berencana membiarkan Rania mengambil alih perusahaannya. Meski Rania telah siap, tapi ia merasa masih mampu menanganinya.
“Makan mam di luar bersama, bagaimana?” ucapnya dalam panggilan telepon dengan sang pujaan hati.
Alex kembali berkutat dengan pekerjaannya, hingga tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul tujuh kurang.
“Victor, kau boleh pulang. Ajak Rania makan malam sekalian, dia pasti lelah,” titahnya pada Victor, mau tak mau pria dengan tubuh yang tinggi dan kekar itu menuruti perintah Bosnya. Tak tahu saja Alex kalau putrinya itu sangat tergila-gila dengan asistennya itu, ia malah selalu memberikan kesempatan pada Rania untuk dekat dengannya.
“Baik, Tuan, saya pergi dulu.”
Seperginya Victor, Alex juga bersiap, karena kantor juga sudah sepi, para karyawan banyak yang sudah pulang di jam pulang mereka sekitar pukul empat sore.
Ketika Alex sedang bersiap, pintu ruangannya dibuka oleh seseorang, “apakah ada yang tertinggal, Victor?” Alex mengira itu adalah Victor, hingga pada saat sebuah tangan melingkar di perutnya membuatnya terkejut dan malah berpikir itu adalah Aneska. Namun, sepersekian detik kemudian ia sadar kalau itu bukan wanitanya, karena parfum yang digunakan Aneska tak berbau menyengat seperti saat ini.
“Lepaskan sebelum aku berbuat kasar padamu,” titah Alex dengan suara yang dingin, seseorang yang memeluknya malah menggelengkan kepalanya membuat Alex meradang.
Ia bukanlah pria yang toleran terhadap orang lain selain orang terdekatnya. Alex meraih tangan yang melingkar di perutnya itu dan berbalik mendorong si pemiliknya hingga tersudut didinding.
“Apa maumu, ja lang?” tanya Alex dengan dingin pada seseorang yang ternyata wanita, wanita itu malah menyunggingkan senyum menggodanya.
“Alex, aku tahu kamu kesepian, makanya aku datang untuk menyenangkanmu juga menghangatkanmu.” Tangan wanita itu sudah meraba dada bidang Alex, pria itu bukanya tergoda, tapi ia malah merasa jijik. Alex beralih menekankan tangannya pada leher wanita itu hingga membuatnya kesulitan untuk bernapas.
“Kau pikir aku bersedia memakai barang bekas orang banyak? Kau kira aku ini apa? Sampah?” tanya Alex dengan seringainya yang menakutkan. “Aku tahu kau kehilangan sumber cuanmu makanya kau datang padaku untuk menggodaku. Kau pikir aku akan tergoda? Tentu tidak. Sudah benar keputusan Mahendra untuk membuangmu. Kau pikir aku akan memungut sampah murahan sepertimu. Mimpi.” Alex menghempaskan wanita yang ternyata adalah Sarah itu hingga wanita itu tersungkur.
Sarah memegang lehernya seraya terbatuk-batuk. Ia tak menyangka ternyata Alex lebih menakutkan daripada Mahendra. Namun, ia malah merasa tertantang untuk menggodanya hingga ia bisa memilikinya.
“Keluar dari ruanganku, aku tak ingin ada sampah kotor dalam ruanganku. Jika kau tak menuruti ucapanku, maka jangan salahkan aku berbuat lebih padamu,” ancam Alex, ia memang tak pernah pandang bulu pada siapa pun, mau itu wanita, jika mengganggu kehidupan dan kesenangannya maka Alex akan menyingkirkannya. Wanita yang bisa membuatnya luluh hanya tiga, mendiang istrinya, putrinya dan Aneska.
“Yakin kau tak akan tergoda olehku, Alex?” Sarah berjalan menghampiri Alex dengan membuka pakaian bagian atasnya, Alex yang melihat itu hanya menyeringai. Ia bukan menyeringai karena tertarik atau pun tergiur dengan tubuh bagian atas Sarah yang sudah terpampang di depannya.
“Kau mau telan jang di depanku pun, aku tak akan tertarik dengan tubuh bekas jamahan orang lain. Kau pikir aku seekor kucing kampung, yang jika lapar diberi ikan asin akan langsung mengeong nurut? Kau salah sasaran, ja lang,” sarkas Alex menghina Sarah dengan tatapan merendahkan. “Kau pergi sekarang, atau akan kupanggilkan beberapa pria mesum untuk menemanimu bermain?” sekali lagi, Alex meminta wanita tak tahu malu itu untuk pergi. Apakah Sarah akan pergi hanya karena Alex menyuruhnya pergi?
*
Di tempat lain, Aneska sudah datang lebih dulu tengah menunggu prianya yang tak kunjung menampakkan batang hidungnya.
“Mengapa Om Alex belum juga datang? Tak biasanya ia telat. Apakah masih ada pekerjaan yang belum selesai? Lebih baik kutelepon saja deh.” Aneska meraih ponselnya dan menghubungi Alex, tapi tak kunjung mendapatkan jawaban.
“Apa kutelepon Victor saja,” ucapnya kembali mencoba menghubungi Victor. Ternyata panggilannya terhubung dan tak lama Victor menjawabnya.
“Apakah Om Alex masih ada kerjaan, Victor? Aku sudah hampir satu jam menunggu di tempat janjian, tapi Om Alex belum juga datang,” tanya Aneska.
“...”
“Oke, aku tunggu.” Aneska menutup panggilannya pada Victor dan menunggu kedatangan prianya itu dengan sabar. Ia bisa menunggu jika itu Alex, berapa lama pun ia akan menunggu. Setengah jam kemudian Alex menampakkan wajahnya dengan senyum merekah menghampiri dirinya dan langsung memeluk Aneska dengan erat seakan takut kehilangannya.
“Aku rindu padamu, Baby, sungguh sangat merindukanmu. Maafkan aku yang datang terlambat, ada lalat kotor yang minta dieksekusi soalnya,” ucap Alex membuat Aneska mengerutkan keningnya penasaran.
***
Happy reading, hari ini 2bab yah, semoga mengobati yang kemarin libur update gara-gara author mendadak sakit🙏😁
*****
Pesona Papa Sahabatku || Isti Shaburu || Noveltoon
ngadi" banget deh..kalimatnya🫠