Gisel seorang gadis dewasa memutuskan menikah dengan seorang Duda bersikap dingin dan memiliki seorang putri yang lucu dan cantik.
semua bermula dari perjodohan dari orang tua nya mereka.
tanpa di duga Putri dari laki - laki itu sangat menyukai Gisel,begitu juga dengan Gisel sangat mencintai putri Pria duda itu.
setelah mendapatkan Cinta dari putri pria itu,akan kah Gisel mendapatkan Cinta Pria itu juga?
Yuk Disimak.
Semoga suka ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23 - Perasaan Cemburu
"Terimakasih" Ucap Brams tiba - tiba membuat Gisel menoleh ke arah Brams.
"Untuk apa mas?"
"Untuk kue kemarin,itu sangat enak" Kata Brams yang mulai mencoba membuka hati nya untuk Gisel.
"Iya Mas,Apa mas brams masih mau,aku juga membawa beberapa potong dari rumah" Kata Gisel menyodor kan sebuah kotak kue yang di simpan di dalam tas nya.
Brams pun menoleh sejenak ke Gisel dan memfokus kan lagi pandangan nya Ke jalanan.
"Terimakasih" Ucap Brams sembari mengambil kotak kue dari tangan Gisel.
Sesampai di halaman kantor Gisel,Gisel pun turun dari mobil.
"Makasih mas,hati - hati di jalan" kata Gisel dan di balas dengan senyuman tipis dari Brams.
Gisel yang masih berdiri di samping mobil Brams,tiba - tiba di samperin Rio teman lama Gisel itu.
"Pagi Gisel" Sapa Rio dan membuat Gisel menoleh,Begitu juga brams yang ikut melihat keluar mobil siapa yang menyapa istri nya.
"Hai Rio,sedang apa di sini pagi - pagi?" Tanya Gisel
"Aku ada janji mau mengobrol dengan atasan mu,Ayo masuk bersama" Ajak Rio
"Kau duluan saja" jawab Gisel
"Baik lah,aku duluan ya" balas Rio melewati Gisel,Rio pun menatap Brams yang duduk di dalam mobil dan menganggukan kepala menyapa Brams dan di balas Brams demikian.
"Aku akan menjemput mu nanti sore" Kata Brams dan Gisel menganggukan kepala.
Brams pun menjalan kan mobil nya dan meninggal kan Gisel yang masih berdiri di samping mobil nya dan menatap nya.
Setelah mobil Brams berlalu pergi,Gisel pun masuk ke dalam gedung nya dan bertemu dengan Sha sha yang juga kebetulan sudah datang dan menyambut kedatangan sahabat nya di pintu masuk.
"Gisel,Apa kau tahu Rio ada di sini?" Tanya Shasha
"Iya,aku tahu,kami bertemu di parkiran" Balas Gisel sembari berjalan masuk.
"Oh,kamu datang sama siapa tadi?" Tanya Shasha yang penasaran.
"Sama Suami ku" jawab Gisel dan memasuki Lif bersama Shasha.
"Apa? tumben sekali dia perhatian dengan mu,Apa dia sudah mulai mencintai mu?" Goda Shasha tersenyum centil.
"Tidak mudah mendapat kan cinta nya,tapi aku akan selalu berusaha" Jawab Gisel tersenyum menatap sahabat nya.
"Terus? Apa Brams tidak cemburu saat kamu mengobrol dengan Rio?" Tanya Shasha lagi.
"Aku rasa dia tidak akan cemburu,dia belum mencintai ku" Balas Gisel.
Sementara Didalam Mobil
Brams mengingat Pria yang bertemu dengan istri nya tiba - tiba menjadi Kesal.
"Entah apa yang aku rasa kan,aku merasa tidak nyaman dengan tatapan pria itu dengan Gisel,apa aku cemburu?" Batin Brams yang merasa binggung dengan hati nya saat ini.
Brams yang merasa tidak nyaman dengan hati nya,tidak sadar melajukan kendaraan nya dengan sangat laju,tapi Brams selamat sampai tujuan dan segera turun dari mobil dan memasuki gedung kantor nya.
Saat Brams masuk sudah disambut oleh sekertaris nya selvi.
"Selamat pagi pak" Sapa Selvi dengan tersenyum lebar.
"Pagi" Balas Brams cuek sembari tetap melangkah masuk ke dalam di ikuti Sekertaris nya.
Selvi pun tampak cemberut mengikuti langkah Brams ke ruangan nya ,karena Brams mencueki nya,padahal selvi Sudah dandan cantik demi mendapatkan perhatian Brams.
Saat Tahu kalau Brams dan Istri nya tidak akur,Selvi pun mencoba pemberuntungan,berharap Brams bisa tertarik pada nya,Karena Selvi rela menjadi istri kedua dari pria yang kaya raya.
Bersambung