Kesalahan satu malam Arsenio Bagas Dharmendra (28 th) menyeret seorang gadis bernama Aileen Bela Cempaka (23 th) di dalam sebuah pernikahan tanpa cinta.
Arsenio tak sengaja menyeret Aileen untuk tidur bersama dengan dirinya saat gadis itu sedang bekerja di sebuah hotel di mana Arsenio mengadakan pesta. Dalam kondisi mabuk Arsenio membawa Aileen ke kamar hotelnya hingga keduanya melakukan hal terlarang yang hanya boleh dilakukan oleh sepasang suami istri.
"Aku hamil!" gumam Aileen memberanikan diri untuk bertemu dengan seorang pria yang telah menidurinya dua bulan lalu.
"Baik! Kita akan menikah!" ujar Arsenio dengan datar.
Aileen pikir cobaannya telah berakhir setelah Arsenio bertanggungjawab tetapi ternyata ia mengantarkan nerakanya sendiri saat bersama dengan Arsenio yang tak pernah menganggapnya ada.
Mampukah Aileen bertahan dalam pernikahan tanpa cinta yang dilakukannya oleh Arsenio?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafitri wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 (Penyelidikan Aditya)
...📌 Jangan lupa ramaikan part ini ya!...
...Happy reading...
...****...
Aditya duduk di kursi kebesarannya dengan membayangkan perempuan yang baru saja ia tabrak di dekat Cafe, Aditya tertarik untuk menyelidiknya tetapi melihat perut perempuan itu yang sudah membesar Aditya tahu jika perempuan tersebut sedang hamil. Tetapi Aditya tidak peduli dengan semua itu, ia bisa merebut perempuan itu dari suaminya.
Aditya sudah menyuruh sekretarisnya untuk menyelidiki perempuan yang baru saja menarik hatinya, dan untung saja Aditya sudah mempunyai fotonya yang ia ambil secara diam-diam di cafe tadi.
Tok...tok...
"Masuk!" perintah Aditya dengan suara yang sangat tegas.
Liana, sekretaris Aditya masuk ke dalam ruangan Aditya dengan langkah menggodanya, walaupun begitu Aditya sama sekali tidak tertarik. Berbeda dengan Arsenio, Aditya akan bermain dengan wanita tetapi tidak pernah meniduri wanita itu karena ia tidak ingin terkena penyakit, jika sekedar ciuman atau menyentuh dengan tangan Aditya tak masalah tetapi jika bercinta maka Aditya tidak akan pernah melakukannya kecuali ia menikah nanti.
"Ini berkas yang anda minta, Tuan!" ujar Liana dengan suara yang dibuat-buat agar Aditya mau melakukannya bersama dengan dirinya.
Aditya menyeringai, ia bukan tidak tahu jika sekretarisnya ini tertarik dengan dirinya. Hanya saja Aditya tidak menyukai Liana. Tetapi jika Liana memaksa untuk berciuman maka Aditya tidak akan menolak sesuatu yang sudah disuguhkan untuk dirinya.
"Kamu sudah mendapatkan informasi yang saya inginkan?" tanya Aditya dengan nada yang begitu tegas.
"Sudah, Tuan. Ini berkas tentang perempuan itu!" sahut Liana dengan tersenyum manis.
"Saya boleh tanya, Tuan? Mengapa anda mencari tahu tentang perempuan itu? Setelah saya mencari tahu perempuan itu adalah perempuan miskin yang sama sekali tidak menarik, apalagi dia hamil dan saya tidak mengetahui siapa suaminya karena dari data yang saya dapat tidak ada nama suami perempuan tersebut," ujar Liana dengan sangat penasaran.
"Kamu jangan mencampuri urusan saya, Liana! Saya hanya menyuruh kamu untuk mencari tahu tentang dia. Hanya sebatas itu dan tidak lebih," ujar Aditya dengan datar.
Liana tampak sangat syok mendengar penuturan Aditya yang sangat dingin kepada dirinya hanya karena perempuan miskin yang sedang hamil tersebut. Dan Liana jadi kesal kepada perempuan yang bernams Aileen tersebut.
Liana diam menunggu Aditya memeriksa data yang ia berikan setelah Aditya merasa puas Liana berjalan mendekati Aditya dan mengelus punggungnya. "Maaf atas kelancangan saya tadi, Tuan!" ujar Liana dengan lembut berbisik di telinga Aditya.
"Hmmmm..."Aditya hanya berdehem malas menatap wajah Liana.
Liana yang merasa diacuhkan hanya mendengus kesal di dalam hati.
"Tuan..."
"Silahkan keluar dari ruangan saya! Urusan kita sudah selesai dan kembalilah bekerja!" ujar Aditya dengan tegas.
Liana semakin kesal, niat hati ingin menggoda Aditya tetapi gagal karena Aditya tidak ingin berlama-lama bersama dengan dirinya. Dengan perasaan yang begitu dongkol akhirnya Liana keluar dari ruangan Aditya meninggalkan Aditya yang selalu terbayang-bayang wajah cantik Aileen.
"Aileen Bela Cempaka. Nama yang sangat cantik! Secantik parasnya!" gumam Aditya dengan terkekeh.
Sial! Aditya sudah tergila-gila dengan Aileen sekarang, ia harus menyelidiki Aileen lebih dalam dan menjadikan Aileen kekasihnya tak peduli jika Aileen sudah mempunyai suami sekalipun, ia akan tetap merebut Aileen dari suaminya.
"Saya akan mendapatkan kamu, Aileen!" ujar Aditya dengan menyeringai menatap foto Aileen dengan penuh damba.
****
Foto USG Aileen berada di kasur, Aileen lupa meletakkan foto tersebut ke dalam lemari hingga Arsenio datang dan melihat foto USG tersebut. Matanya terus memandang hasil USG anak yang berada di dalam kandungan Aileen. Arsenio sendiri tidak tahu perasaannya sekarang seperti apa ketika melihat foto tersebut, yang jelas ada sedikit rasa bersalah yang ia rasakan untuk janin yang hadir karena kesalahannya.
Ceklek...
Arsenio langsung meletakkan hasil USG itu kembali ke tempatnya saat mendengar suara pintu terbuka. Arsenio langsung membalikkan badannya, menghadap ke arah Aileen yang sudah ia ketahui adalah orang yang membuka pintu kamar.
"Mas mau mandi? Biar aku siapkan airnya ya," ujar Aileen dengan nada ketakutan seakan Arsenio adalah monster yang sangat mengerikan.
"Hmmm..." jawab Arsenio dengan deheman.
Aileen tersenyum tipis menatap Arsenio, rasanya Aileen ingin sekali memeluk suaminya tetapi ia sama sekali tidak mempunyai keberanian untuk sekedar memeluk suaminya sendiri. Hingga akhirnya Aileen berjalan ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk mandi Arsenio.
"Sebentar ya, Mas!" ujar Aileen dengan tersenyum tipis.
Arsenio duduk di pinggir ranjang, menatap kepergian Aileen dengan pandangan yang sulit di mengerti, perut Aileen sudah besar itu tetapi Arsenio sama sekali tidak tergerak hatinya untuk berlaku lembut dengan Aileen.
"Mas sudah siap airnya!" ujar Aileen yang membuat Arsenio sedikit tersentak.
Tanpa kata Arsenio langsung berlalu begitu saja tanpa melihat ke arah Aileen. Sedangkan Aileen mengelus dadanya untuk terus menguatkan hatinya agar bersabar menghadapi sikap Arsenio yang dingin dan tak pernah menganggap dirinya ada.
"Sabar ya, Nak. Papa pasti akan lembut dengan kita, hanya tinggal menunggu waktu saja kok," ujar Aileen berbicara pada anaknya yang masih berada di dalam perutnya.
Aileen berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaian santai untuk Arsenio. Aileen sudah sangat hapal apa saja pakaian Arsenio yang akan Arsenio pakai di saat tertentu bahkan semua kesukaan Arsenio juga Aileen hapal luar kepala.
Aileen memilih pakaian santai milik Arsen dan ia letakkan di kasur, setelah memastikan pakaian suaminya sudah lengkap Aileen menunggu Arsenio selesai mandi, ia melihat foto USG miliknya yang masih berada di atas kasur. Apakah Arsenio melihat foto USG miliknya? Jika iya, Aileen sangat senang sekali tetapi mengingat sikap Arsenio tadi membuat senyumannya menghilang begitu saja.
"Jangan berharap terlalu dalam, Aileen. Nanti kamu bisa sakit hati," ujar Aileen mengingatkan dirinya sendiri.
Aileen menyimpan foto USG miliknya di dalam lemari, ia kembali tersenyum saat Arsenio keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk hanya sebatas lutut.
"Ini Mas pakaiannya, aku bantu ya, Mas!" ujar Aileen dengan lembut.
Arsenio hanya diam memperhatikan Aileen yang memakaikan pakaian untuk dirinya. Arsenio akui selama menikah dengan Aileen semua keperluannya Aileen yang mengurus bahkan Arsenio tidak pusing lagi memikirkan keperluannya, ia sudah tidak mau tahu lagi.
"Nanti malam jangan tidur sebelum saya kembali! Saya ingin kamu melayani saya malam ini," ujar Arsenio dengan dingin.
Aileen terdiam, lalu ia tersenyum tipis. "Iya, Mas. Aku akan menunggu Mas malam ini," ujar Aileen dengan lembut.
Drttt...drrtt...
Ponsel Arsenio berbunyi, Arsenio langsung mengambil ponselnya dan berjalan ke arah balkon agar Aileen tidak mendengar percakapannya dengan lawan bicaranya saat ini.
"Oke saya akan ke sana sekarang!" ujar Arsenio dengan dingin.
Arsenio kembali ke dalam kamar, ia menatap Aileen dengan datar. "Saya akan pergi! Ingat jangan tidur dulu jika kamu melanggar maka kamu akan menerima akibatnya," ujar Arsenio dengan dingin.
"Iya, Mas!" ujar Aileen dengan lembut.
Aileen menatap kepergian Arsenio, ia takut kekasih Arsenio sudah kembali. Ketakutan itu membuat Aileen benar-benar gelisah.
semangat ya nulisnya😍😍