Bagaimana jika menderita Hypnophobia? Yaitu sebuah ketakutan untuk tidur.
Hingga akhirnya menjadikan seorang wanita bernama Azalea Bloom menjadi seorang workaholic karena begitu takut dengan tidur.
Kedatangan Julian Kingsford di apartemennya, membuat dia cukup merasa aman dan nyaman karena akhirnya dia bisa tertidur nyenyak setelah cukup lama mengalami hal ini.
SETTING LUAR NEGERI (jangan samakan dengan budaya indo ya.. yg ga suka di skip aja)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyebab trauma Lea
Bisakah kita bicara secara pribadi, Lea?” ucap Leonard pada sang putri.
Lea tak langsung menjawab dan masih menatap sang ayah.
“Aku akan ke dalam atau jika anda ingin ruangan lebih private, kalian bisa ke ruangan kerjaku,” ucap Julian yang mengerti maksud Leonard.
“Tidak, di sini saja. Terima kasih atas pengertianmu,” jawab Leonard dengan sopan.
Lalu Julian beranjak berdiri dan pergi dari area ruang tamu. Julian tak ingin ikut campur masalah ini kecuali Lea dan keluarga meminta bantuannya.
*
*
Lane — ibu Lea — mendekati sang putri dan berbisik di telinganya.
“Dia keluar dari penjara hari ini,” bisik Lane yang membuat Lea cukup terkejut mendengar kabar itu.
“Dia tak akan mengganggumu, tapi Daddy hanya takut dia akan menemuimu lagi,” ucap Leonard.
“Sampai sekarang aku tak mengerti mengapa dia menyerangku? Bukankah kita sama sekali tak mengenalnya?” ucap Lea yang kini telapak tangannya terasa dingin.
"Kami juga tak tahu dan kita tak perlu membahas hal ini karena kau tak menginginkan hal ini dibahas, bukan?" sahut Leonard.
"Aku tak takut padanya, Dad. Ya, aku memang mengalami trauma karena dia. Tapi sekarang aku sama sekali tak takut padanya," jawab Lea.
"Sayang, mengertilah kekhawatiran kami. Kami takut terjadi sesuatu yang buruk padamu," sahut Lane.
"Tapi aku tak akan bisa terus menghindar, Mom. Aku ingin menghadapinya dan apa yang sebenarnya dia mau dariku," kata Lea.
"Dia adalah seorang psikopat dan tentu saja dia tak memiliki motif apa pun karena dia hanya ingin melukaimu. Bukankah kau tak ingin membuka kasus ini kembali, Sayang?" tanya Leonard heran.
"Ada Julian bersamaku. Dia akan selalu bersamaku dan dia akan melindungiku, Dad," sahut Lea dengan yakinnya.
"Kau yakin? Kalian bahkan bukan pasangan kekasih, bukan? Kalian hanya teman biasa dan dia tak akan membantumu sejauh itu," jawab Leonard.
"Dia akan membantuku. Aku yakin," sahut Lea.
Lalu Leonard berdiri dan berjalan ke arah Lea kemudian duduk berlutut di depan Lea. Pria paruh baya itu memegang tangan sang putri yang sudah berkeringat dingin.
"Kau tak ingat ketika terakhir kali kau harus dibawa ke rumah sakit jiwa karena ketakutanmu yang berlebih? Daddy tak ingin melihat hal itu terjadi lagi karena itu menyiksa bagi Daddy dan juga dirimu pastinya," ucap Leonard lirih sambil menatap tajam mata Lea.
Lea terdiam seribu bahasa. Seketika ingatannya kembali terbuka pada sebuah kejadian di mana dulu seorang pria yang tak ia kenal tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya dan mengunci semua pintu serta jendela kamar Lea.
Lalu pria itu mengacungkan sebuah pistol ke kepalanya ketika Lea baru keluar dari kamar mandi dan membuat Lea terkejut bukan main. Kala itu, ia melawan pria asing itu sekuat tenaga hingga pistol itu tejatuh di bawah ranjangnya dan Lea berusaha mencari jalan keluar dari kamarnya tapi ia sama sekali tak bisa keluar karena semua pintu dan jendelanya terkunci.
Saat itu, terjadi pergulatan antara Lea -- yang kala itu masih remaja -- dengan pria dewasa yang tubuhnya jauh lebih besar darinya. Ketika orang tuanya dan polisi mendobrak pintu kamar Lea, gadis belia itu sudah dalam keadaan babak belur di dekat pintu dan terdapat luka tusukan di bahunya hingga menerima banyak jahitan karena lukanya cukup dalam. Dan Polisi berhasil mengamankan pria asing itu.
Sejak saat itu, Lea tak pernah menanyakan apa pun tentang kejadian itu. Keluarganya pun segera membawa Lea pergi ke luar kota setelah kejadian itu dan seingatnya itu adalah kedua kalinya ia pindah kota.
gntung bgt kk