Bagaimana jadinya jika seorang keponakan diam-diam mencintai tantenya sendiri? Sementara sang tante selalu membuat ulah dengan menerima semua laki-laki yang menyatakan cinta padanya.
Ini adalah kisah Dalziel Lawrance, anak yang diangkat di keluarga Tan dan adik dari ayahnya—Gloria Rusell Taneta.
Bagaimana kisah cinta mereka akan berujung? Cus kepoin ceritanya.
Jangan lupa follow Ig @nitamelia05
Salam anu 👑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Saling Berebut
"Siapa kalian? Dan ada perlu apa?" tanya Ken dengan kening yang berlipat.
Tak hanya para pria yang berdiri di depan gerbang yang membuatnya merasa heran, tetapi beberapa mobil dan juga motor yang terparkir.
Kini mansionnya sudah seperti tempat antarian sembako.
Melihat kedatangan Ken, sudah tentu membuat semua orang mengalihkan pandangan. Dari tampangnya saja mereka sudah bisa menilai siapa Ken.
Sepertinya ini kakek Gloria. Kompak mereka di dalam hati.
Andai mereka berani mencetuskan kalimat itu, mungkin saja Ken akan langsung mengeluarkan bisanya saat itu juga. Tidak tahukah kalau raja ular adalah pria paling narsis dan selalu menolak tua?
"Apa kalian tidak memiliki telinga? Ada apa ribut-ribut di depan rumahku sepagi ini?! Apakah kalian adalah orang-orang yang kurang kerjaan?" sambung Ken, mulai bernada ketus, karena mereka malah terbengong-bengong.
Mendengar Ken adalah pemilik rumah ini, membuat mereka semakin yakin, kalau pria paruh baya yang ada di depan mereka ini adalah kakek Gloria.
Para pria itu langsung tersadar, Caesar langsung mengambil kesempatan dengan maju dan semakin mendekat ke arah gerbang untuk memperkenalkan dirinya.
"Saya Caesar. Saya ke sini untuk mencari Gloria, Kek. Karena saya kekasihnya."
Mendengar itu, Ken langsung memelototkan matanya. Karena lagi-lagi dia dipanggil kakek.
Apakah mereka tidak bisa melihat kemiripan antara dia dan Gloria? Lagi pula dia ini masih cukup terlihat gagah.
Mulut Ken sudah siap untuk mengomel, tetapi Alvin malah mendorong Caesar dengan keras, karena merasa tak terima Gloria disebut-sebut sebagai kekasih pria itu.
"Glor itu pacarku! Jangan sembarangan bicara kamu," sentaknya dengan mata yang melotot tajam.
"Apa sih? Kalian ini sepertinya sedang mimpi, Glor adalah kekasihku. Kami jadian lebih dulu!" timpal Vincen sambil berteriak. Dan hal tersebut membuat mulut Ken menganga.
Dia menoleh pada security rumah, dan pria itu hanya mampu mengedikan bahu, karena tak begitu paham dengan situasi yang sedang terjadi.
Para pria itu terus memperdebatkan siapa kekasih Gloria. Mereka saling mendorong dan berebut untuk berbicara dengan Ken.
Tidak ada satu pun yang mau mengalah, karena berpacaran dengan primadona seperti Gloria adalah suatu keberuntungan bagi mereka.
"Kek, jangan dengarkan mereka, aku kekasih cucumu yang sebenarnya," kata Ares, membuat Ken semakin sesak nafas. Kinerja jantungnya mendadak tak normal, karena kelakuan putri bungsunya yang memacari lebih dari sepuluh pria.
Apalagi telinganya sangat risih, karena mereka terus memanggil kakek. Sangat tidak keren!
"Kek, aku! Aku yang—"
"Jangan percaya, Kek. Gloria hanya pacarku."
"Enak saja. Jangan bicara omong kosong, kamu itu hanya terobsesi dengannya!"
"Matamu!"
Karena sudah merasa tak tahan, apalagi terik matahari yang mulai memanas, akhirnya Ken berteriak dengan kencang. "STOP!!!"
Seperti sebuah interupsi yang wajib dipatuhi, mereka reflek menghentikan perkelahian. Mereka sama-sama melihat ke arah Ken yang terbatuk-batuk akibat emosi yang berlebihan.
"Tuan, anda tidak apa-apa?" tanya security, karena dia merasa khawatir dengan kondisi majikannya. Dia pun ikut ketar-ketir, sebab sedari tadi para pria ini tak menyadari bahwa pria yang ada di hadapannya ini adalah ayah Gloria.
Ken mengangkat tangan, menandakan bahwa dia baik-baik saja.
Sementara dari dalam rumah, Amanda melihat keributan yang terjadi akibat ulah tantenya.
Dia pun segera berlari menuju kamar Gloria dan mengetuk pintunya dengan keras.
Tok Tok Tok ....
"Aunty, keluarlah! Kamu dalam masalah," teriak Amanda untuk melapor. Akan tetapi sampai beberapa kali dia menggedor benda persegi panjang itu, tidak ada sahutan apapun.
"Ck, ke mana dia!" kata Amanda saat melihat kamar Gloria kosong. Dia mengecek kamar mandi, dan hasilnya juga sama.
Karena si pelaku malah sedang asyik bercumbu dengan kekasih barunya. Pria yang sebenarnya dia suka.
"Lagi," rengek Gloria sambil memonyongkan bibirnya, tak tahu kalau sang ayah sedang mengeluarkan tanduk untuk meladeni para mantan pacarnya.
***