NovelToon NovelToon
Poison Eve

Poison Eve

Status: tamat
Genre:Spiritual / Akademi Sihir / Elf / Roh Supernatural / Chicklit / Tamat
Popularitas:116.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jibril Ibrahim

Di Negeri Peri....

Kekuatan spiritual dan peri pelindung adalah modal utama untuk mencapai puncak dunia. Kekuatan spiritual penuh, tapi peri pelindung tak berguna... apakah Evelyn bisa mencapai puncak dunia?

Ah, tapi itu tak penting!

Selama guardian tampan itu berada di sisinya, dunia hanya milik berdua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jibril Ibrahim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter-22

Tubuh Nazareth mulai menegang, dan sebulir keringat menggelinding di pelipisnya. Bibirnya mulai memucat. Kedua tangannya bergerak semakin cepat dan semakin mengencang hingga tersentak-sentak.

Evelyn mengernyit gelisah mencemaskan kondisi guardiannya.

Migi Vox masih berada di dalam mulut naga pengeluh, dan naga itu sangat beracun.

"Apa pun yang menimpanya akan menimpaku juga. Sebagai contoh, jika dia terkena racun, maka racunnya akan menyebar ke tubuhku. Atau jika dia terluka, aku yang akan merasakan sakitnya. Aku merasakan apa pun yang menyentuhnya seperti menyentuh tanganku!"

Kata-kata guardiannya menggema di benak Evelyn dan membuatnya semakin cemas.

Apa yang dapat kulakukan? ia bertanya-tanya dalam hatinya, ketika melihat gelagat bahwa guardiannya mulai melemah, sementara naga itu semakin mengganas.

Evelyn mengawasi naga itu dengan dahi berkerut-kerut, mencoba berpikir keras. Lalu terbersit sebuah gagasan yang secara tiba-tiba melintas dalam benaknya.

Evelyn menautkan pergelangan tangannya dan memutar telapak tangannya ke arah berlawanan, lalu memejamkan kedua matanya dan berkonsentrasi, mencoba memusatkan energi cahaya yang dimilikinya ke telapak tangan, kemudian mendorong energi itu ke tubuh Nazareth melalui punggungnya.

BLAAAAASSSSH!

Cahaya putih terang benderang yang menyilaukan meliputi seluruh tempat seperti ketika ia menyentuh bola kristal milik salah satu penggali bakat di Balai Budaya.

GLAAAAARRRR!!!

Tubuh Nazareth berpendar dan dalam seketika kekuatannya mendadak pulih. Tali cahaya di ujung jemarinya berkilat-kilat dan berdenyut-denyut. Ia menyentakkan kedua tangannya seperti sedang mendorong sesuatu yang sangat berat.

DUAAAAARRRR!!!

Semburat cahaya terang meledak di mulut sang naga. Naga pengeluh itu tersentak dan bergetar. Lalu terkulai dan terjerembab di permukaan tanah.

Evelyn menurunkan tangannya dan melongok ke arah naga itu dari balik bahu Nazareth. Kemudian menunggu.

Hening.

Nazareth membeku mengawasi naga itu tanpa berkedip.

Naga itu menghentak-hentak sementara mulutnya terkatup rapat. Lehernya kembang-kempis tanpa irama!

Apakah ia sedang mencoba menelan Vox? pikir Evelyn ketakutan. Akankah ia keluar lagi?

Naga itu melenguh dan menyemburkan segumpal api terakhirnya dan tidak bergerak lagi.

Evelyn menelan ludah dan tergagap dengan wajah pucat.

Tak lama kemudian mulut naga itu terkuak.

Migi Vox keluar dari mulut naga itu dan menyeringai, lalu melesat ke dalam pelukan Nazareth.

Nazareth terhuyung sambil mendekap bonekanya dengan satu tangan sementara tangan lainnya memegangi dadanya.

"Master!" Evelyn memekik panik dan menangkap pinggang pria itu.

"Ambil belatinya!" perintah Nazareth terengah-engah, kemudian menunjuk belati yang tadi terlempar dari genggaman Evelyn ketika tubuhnya terlempar ke dinding tebing.

Belati itu tergolek di akar pohon kering di dekat tubuh sang naga.

Evelyn bergegas ke arah pohon itu dan memungut belatinya. Lalu kembali pada guardiannya.

"Sekarang aku ajarkan satu teori," desis Nazareth dengan suara tercekat. Wajahnya kian memucat. "Cakra banyak, tulang banyak, serang sekuat tenaga. Cakra sedikit, tulang sedikit, mundur saja dan larilah!"

Evelyn menatap guardiannya dengan alis bertautan. Tidak mengerti.

"Apa itu tulang cakra, akan aku jelaskan nanti," lanjut Nazareth. "Intinya, kalau cakramu lebih banyak dari musuh, gunakan kekuatan dan teknik tenaga dalam untuk menyerang musuh. Kalau lebih sedikit, jangan ragu untuk lari."

Evelyn mengangguk tanda mengerti.

Nazareth mengerling ke arah naga pengeluh di depan mereka. "Naga pengeluh bisa berkembang di bawah seribu tahun. Setiap tahunnya bisa tumbuh satu sentimeter. Naga pengeluh ini mendekati empat meter, kultivasinya mendekati empat ratus tahun."

Evelyn melirik ke arah naga itu dengan dahi berkerut-kerut. Naga ini tidak terluka, pikirnya terkejut.

Nazareth menekankan telapak tangannya di bahu Evelyn. "Kau sudah mendapatkan cakra pertamamu," katanya sambil tersenyum.

Evelyn mengerjap dan terperangah. Pertama karena perkataan guardiannya, kedua karena wajah tampan guardiannya begitu dekat di cuping hidungnya. "Maksud Master…" ia tergagap. "Tunggu dulu!" pekiknya tiba-tiba, lalu menoleh ke arah naga pengeluh tadi. "Master tidak sedang membicarakan naga ini, kan?" tanya terbata-bata.

"Memang dia," sahut Nazareth sambil mengangguk ke arah naga itu.

Evelyn kembali terperangah.

"Kultivasi naga ini kurang-lebih empat ratus tahun," kata Nazareth. "Tepat mendekati batas usia cakra pertama Master Spiritual. Mengingat kekuatan spiritualmu penuh, kukira menyerap ini tak akan ada masalah."

"Tapi…" Evelyn ragu-ragu. "Peri pelindungku kan tanaman. Apa tidak akan terjadi penolakan?"

"Peri pelindung tanaman tidak harus serap cakra peri monster tanaman," tukas Nazareth. "Peri pelindung monster juga belum tentu tak bisa serap cakra peri tanaman. Dalam kondisi tertentu, keduanya bisa saling menyerap. Ini adalah satu dari sepuluh teori kekuatan inti peri pelindung yang pernah kukeluarkan. Teori peri pelindung peniru."

Evelyn tetap bergeming.

"Aku pernah bilang, kekuatan terbesar rumput liar adalah tidak termasuk kategori mana pun karena terlalu lemah," lanjut Nazareth. "Tidak akan ada pertentangan antara dirinya dan atribut cakra peri monster mana pun. Hanya akan terintegrasi secara fasif. Masih ingat kita sedang mencari cakra seperti apa?"

Evelyn mengerutkan keningnya, berpikir keras. Mencoba mengingat-ingat apa saja yang dikatakan guardiannya. "Ketangguhan dan… racun!"

"Benar!" tegas Nazareth sambil mengguncang bahu Evelyn. "Dan kedua hal ini dimiliki oleh naga pengeluh!"

Mata Evelyn serentak terbelalak dan berbinar-binar.

Nazareth menurunkan tangannya dari bahu Evelyn dan berpaling, raut wajahnya berubah muram. "Entah itu Master Spiritual biasa maupun mereka yang ada di Ordo Angelos… tak ada yang mempercayai Sepuluh Teori Kekuatan Inti Peri Pelindung-ku," katanya pahit. "Sejak dulu, tak ada Master Spiritual yang menyerap cakra dengan tipe yang berbeda untuk memperkuat diri." Lalu tiba-tiba Nazareth menoleh lagi pada Evelyn. "Eve… apa kau bersedia mencoba?"

Evelyn menelan ludah dan tertunduk. Berusaha menimang-nimang.

"Meski aku memiliki keyakinan pada teoriku, tapi belum pernah ada yang mencoba," Nazareth mengaku. "Praktek adalah satu-satunya cara untuk menguji kebenaran."

Evelyn mengerjap dan menatap guardiannya.

"Sepuluh Teori Kekuatan Inti Peri Pelindung yang pernah kukeluarkan… hanya teori tanpa bukti," Nazareth menambahkan. "Itu… karena tak ada yang mau mencoba!"

"Kalau begitu biarkan aku menjadi orang pertama yang membuktikan teori Master!" Evelyn berkata yakin.

Sekarang Nazareth yang mendadak ragu.

"Aku percaya padamu," bisik Evelyn meyakinkan guardiannya.

"Baiklah," kata Nazareth sambil memaksakan senyum, mencoba menyembunyikan sengatan kekhawatiran yang tiba-tiba menyergap dirinya. "Tunggulah sebentar lagi," instruksinya sambil mengerling ke arah naga pengeluh itu. "Pertahanan hidup peri monster jenis ular sangat kuat," jelasnya. "Mereka tak mudah mati!"

Evelyn mengangguk antusias.

"Atau kau ingin mempercepatnya dengan belati itu?" Nazareth menawarkan pilihan sambil menunjuk belati di tangan Evelyn.

Evelyn menautkan alisnya penuh tekad, lalu berbalik dan berjongkok di depan naga pengeluh itu, mengayunkan belatinya dan menghujamkannya di bagian mata.

Dia mengingat semua teori dengan sangat baik, pikir Nazareth kagum. "Baiklah!" katanya sambil berjalan pelan mendekati Evelyn. "Sekarang duduklah!" Ia menginstruksikan. "Bersila menghadap naga itu. Lalu keluarkan peri pelindungmu!"

1
wakwau@manisq
Iya aku jg berpikir sama. Semua masih menggantung.
adi_nata
terlepas dari endingnya yang menggantung, aku ucapkan terima kasih atas karya yang luar biasa.

tetap semangat menulis, author Jibril Ibrahim
adi_nata: ya wajar saja kalau hal seperti itu terjadi.
total 2 replies
adi_nata
temanku sudah menamatkan novel ini terlebih dulu dan katanya novel ini ditamatkan prematur. kurasa memang benar.

sayang sekali ...
adi_nata
sayang sekali Salazar Lotz tumbang, padahal aku berharap dialah yang menjadi wakil akademi.
adi_nata
Cleon maju terus pantang mundur 😅
adi_nata
aku rasa kuat saja tidak cukup. terkadang yang menang belum tentu yang terkuat.
adi_nata
tidak ada ceremony penyerahan hadiah kompetisi ?
adi_nata
Altairnya mana ? tidak ada yang tertarik buat jadi Altair Nano ?
adi_nata
Ketua tim Peringkat Atas Shangri La.
adi_nata
apakah maksudnya anggota tim jalur juara dari Shangri La, sebagian sudah mencapai level angelos ?
adi_nata
sebenarnya Evelyn dalam keadaan pingsan atau tidur ?
adi_nata
memang ... cara terbaik untuk menenangkan cewek yang lagi bad mood adalah dengan memeluknya.
adi_nata
apa kabar Damon bersaudara dan para pejabat yang mengincar cakra Apollo Evelyn ?
Handoko
apakah karya ini ditamatkan prematur ? atau akan ada season duanya ? aku merasa di beberapa bab terakhir, ceritanya ditulis secara terburu-buru.

terlepas dari itu, ini adalah karya yang nyaris sempurna. good job author dan terima kasih banyak atas karyanya.
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Novelnya belum selesai, Kak!
Authornya keburu kehilangan mood karena waktu itu pembacanya hampir-hampir gak ada. Di-tag tamat karena jenis kontraknya masih yang lama, kalo Hiatus, levelnya merosot. Jadi, saya tag tamat dulu sampe saya dapet mood lagi buat lanjutin
total 1 replies
Handoko
bakalan epic kalau dea proka menang dan menjadi wakil akademi 😅
Handoko
ternyata naga merah adalah cakra apollo. berarti apollo menautkan cakra dari jenis yang berbeda dari peri pelindungnya ? 🤔
adi_nata: wah kau jeli sekali, bro
total 1 replies
Handoko
perempuan kalau sudah cemburu ...
Handoko
kekalahan bukanlah akhir dari segalanya.
Handoko
dengan kata lain, jika kaisar terpaksa bertarung dengan evelyn, kemungkinan besar dia akan kalah.
Handoko
hahahaha ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!