NovelToon NovelToon
Sistem Belanja Online Sepuasnya

Sistem Belanja Online Sepuasnya

Status: tamat
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Aplikasi Ajaib / Tamat
Popularitas:711.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: dee hwang

Setelah lulus SMP dan gagal mendapatkan beasiswa, Zeno, seorang pemuda yatim piatu ditipu oleh pria jahat yang berniat menggunakan ketampanan Zeno untuk dijual pada tante-tante girang.
Zeno memilih pergi meski dia harus jadi gelandangan sekalipun.
Disaat dia habis dirampok dan makanan yang tersisa hanyalah sebungkus roti, hati nuraninya harus diuji saat melihat seorang kakek kelaparan. Zeno pun memberikan roti dan minuman itu meski dia harus menahan lapar.
Akan tetapi, sebuah sistem menolongnya.

(Lakukan kebaikan untuk menambah saldo, dan belanja lah sepuasnya dengan harga potongan 70% dari harga asli!)

Dapatkah Zeno mengubah hidupnya yang malang dengan sistem tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dee hwang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai timbul kecurigaan

.

.

Raihan agak bingung dengan situasi yang ada, tiba-tiba Zeno memintanya untuk datang ke sebuah apartemen, yang menurut Zeno itu miliknya. Tiba-tiba memiliki apartemen saja sudah aneh, Raihan jadi berpikir, sepertinya bisnis online Zeno sudah sukses sekali meski dia sendirian. Tapi entah kenapa itu membuatnya makin semangat untuk membantu Zeno.

Lalu, hal lain yang membuat Raihan bingung adalah... Zeno ada dua, yang satu lebih besar dan lebih cerewet, beda dengan Zeno yang kalem. Zeno yang lebih besar sedang mengajari beberapa kecanggihan internet pada Zeno, kedengarannya heboh sekali, Raihan yang baru datang sampai bengong.

“Silahkan duduk, mau kopi?” tanya satu orang lain yang bersama mereka. Raihan hampir terlonjak melihat lelaki yang tinggi besar tersebut, kelihatan jelas jika masih ada keturunan bule, bahkan rambutnya saja kecoklatan alami.

“Kamu Raihan teman Zeno kan? aku Xeon, dan itu Aslan... duduk dulu dan santai, mereka sedang sibuk sendiri” ucap Xeon, kemudian dia pergi ke dapur untuk membuatkan kopi dengan mesin kopi.

Di rumah Xeon, mesin pembuat kopi, mesin pembuat ice cream, semuanya ada dan lengkap, bahkan di bawah tanah juga ada bar. Jadi Xeon sudah terbiasa, dia bahkan pernah berguru pada barista dan bartender bersama Aslan juga dan beberapa sepupu lain untuk mengisi liburan.

Tadi pagi setelah sarapan, Xeon mengatakan dia akan membuatkan kopi untuk mereka, kemudian Zeno mengusulkan untuk membeli kopi asli yang enak. Entah bagaimana caranya, kopi mahal tiba-tiba didatangkan. Ada kopi luwak, ada kopi toraja, ada pula kopi black ivory.

Meski Xeon terkejut, dia diam saja, karena dia sendiri sudah penasaran dengan kopi black ivory dan ingin mencicipinya. Xeon suka, tapi Aslan dan Zeno tidak menyukainya sama sekali, mereka lebih suka kopi toraja.

Jadi, Xeon akan menyuguhkan kopi toraja saja.

“Raihan! Akhirnya kamu dateng juga... aku lagi belajar disini, aku gak ganggu kan?” tanya Zeno.

Raihan menggeleng, “enggak kok, aku juga gak ada acara hari ini, kita mau apa memangnya?”

“Kita akan memperbaiki toko, lalu memasukkan barang yang baru, lalu –”

“Apa kita akan mengirim barang juga? Aku kan sudah bilang ada beberapa pesanan, aku sudah memberimu rinciannya.”

Zeno menggaruk kepalanya canggung, “it-itu... sebenarnya sudah ku kirim semua.”

Raihan membelalakkan matanya, “aku baru ngasih tahu tadi malem lho! Kayaknya pihak pengiriman juga baru buka siang nanti jika hari libur, ini masih jam berapa?”

Zeno makin gugup, dia berkeringat dingin, takut untuk menjawab, “a-anu...”

“Zeno mengirimnya lewat pengiriman yang ku kenal, jadi bisa kapan saja, iya kan?” sahut Aslan.

Raihan menoleh pada seseorang yang mirip Zeno tersebut, “oh begitu ya? Aku hanya terkejut saja, kita lupakan itu, aku akan mencoba memeriksa toko kita sekarang, oh iya, toko kita di insta juga mulai ramai, banyak yang bertanya tapi belum ada pembeli, apa kita akan menggunakan promosi berbayar?” tanya Raihan.

“Hah? Iya! Kita harus promosikan, berapapun biayanya.”

“Promosi berbayar tidak semahal itu, tapi menurutku yang lebih efektif adalah membayar seseorang yang sudah memiliki pengikut banyak, dan aku tahu siapa yang bisa membantu kita!” ucap Aslan.

“Tunggu tunggu, Aslan! Kamu tidak perlu memikirkan toko ku... biar aku dan Raihan yang menangani sendiri” sahut Zeno, dia merasa tidak enak karena Aslan terlalu banyak membantunya.

Mendengar ucapan Zeno, Aslan malah cemberut, “kenapa aku gak boleh bantu? Biar kamu makin banyak pelanggan!”

Zeno menggeleng kuat-kuat, “tidak! masalahnya, yang ku jual bukan barang murah, targetku tidak banyak, satu minggu paling banyak mungkin hanya bisa 50 penjualan, karena yang ku jual adalah barang mewah, jadi peminatnya tidak akan sebanyak itu, hanya orang yang benar-benar butuh saja” ucap Zeno.

“Ugh, baiklah! Lagipula itu bukan produk original darimu, jika kamu membuka toko baru untuk produk original, aku akan membantumu, okay?”

Zeno tersenyum dan mengangguk kecil, “okay, suatu saat, aku akan menjual produk original dariku... untuk sekarang, kita santai saja dulu.”

Raihan jadi semakin bingung, ternyata Zeno sangat santai, bagaimana bisa dia membeli apartemen? Apakah itu mencicil? Jika kredit, itu masih masuk akal.

Sepertinya memang kredit, Raihan tidak akan bertanya karena sungkan.

“Kau akan menjual ramuan tanpa mimpi kan? tapi proses ijin untuk menjualnya pasti sulit, harus diperiksa BPOM dulu kan?” ujar Xeon yang baru datang membawakan mereka kopi dan camilan, yang juga dibeli dengan online. Camilan itu adalah mochi isi buah, klepon dan juga macaroon.

“Iya, itu akan menjadi urusanku nanti, tapi jika aku kesulitan, ku harap kalian akan membantuku” sahut Zeno.

“Tentu saja akan kami bantu!” timpal Aslan.

“Ngomong-ngomong, kenapa kalian berdua mirip? Kalian masih saudara ya?” tanya Raihan, sambil menatap Aslan dan Zeno bergantian.

“Benar kan, kalo orang lain yang mirip semakin dilihat semakin berbeda, tapi mereka berdua ini semakin dilihat malah semakin mirip, aneh banget” ucap Xeon.

“Apa semirip itu? Aku selalu ingin punya kembaran, karena kakakku kembar dan aku enggak, jadi aku sendirian deh” sahut Aslan.

“Sayangnya kita berbeda Han, orangtuaku sudah meninggal, sedangkan orangtua Aslan masih hidup” ucap Zeno.

“Zeno masih ingat bagaimana orangtuamu dulu?” tanya Raihan.

Zeno tersenyum pahit, kemudian menunduk, “aku gak inget... ibu panti ku cuma bilang orangtuaku meninggal dan aku dibawa ke panti asuhan itu. Di panti asuhan, tidak ada orang yang datang untuk mengadopsi anak sama sekali, jadi biasanya kami setelah SMP atau SMA mencari pekerjaan atau membantu di panti. Tapi, aku senang karena tidak diadopsi siapapun, aku ingin berdiri sendiri dengan kekuatanku” Ucap Zeno.

“Bukannya kamu diadopsi kak Kev – mmph!”

Zeno buru-buru membekap mulut Raihan, dia hanya tidak mau Aslan dan Xeon heboh setelah mengetahui Zeno ditolong seorang selebriti terkenal.

“Ah, pokoknya, ayo kita bekerjasama! Membuat marketplace baru!”

Raihan buru-buru melepaskan bekapan Zeno, “apa? Kita buat marketplace?”

“Jika kau bisa berguna, kami akan mempekerjakan mu, Han – namamu siapa sih? Handoko ya?” tanya Aslan, dia tadi tidak mendengar perkenalan Raihan, dia tahunya Zeno menyebut Raihan dengan nama ‘Han’.

“Aku Raihan.”

“Aku Aslan, dan ini Xeon!”

“Iya, aku tahu.”

***

Sisa hari itu digunakan untuk mengerjakan beberapa pekerjaan. Zeno mengijinkan Aslan dan Xeon menggunakan apartemennya sebagai kantor, rencananya, Zeno juga membuat apartemen itu menjadi kantor sekaligus gudang persediaan.

Zeno juga berencana untuk membeli properti lagi, tapi untuk toko pinggir jalan, tapi untuk sementara tidak ada toko yang bagus. Zeno ingin tokonya ada di sekitar apartemen, tapi karena lokasi strategis, pasti lebih mahal, jadi dia kumpulkan uang dahulu.

Sedikit lagi level sistem menjadi enam, setelah level menjadi tujuh, baru dia akan memikirkan menjual produk toko ajaib. Zeno tahu dia tidak boleh menjual barang-barang yang terlalu ajaib atau aneh.

“Besok kalian sekolah ya? Ah, nyebelin, aku aja yang gak sekolah!” Keluh Aslan.

“Aku tidak boleh ikut aksel sepertimu, jadi tahan saja, aku sore udah pulang kok, sementara kami sekolah, kamu kerjakan dulu apa yang bisa kamu lakukan” ucap Xeon.

“Xeon masih sekolah ya?” Tanya Raihan.

“Iya, aku seumuran Aslan dan Zeno lho...”

“Kita seumuran? Kamu kelihatan lebih dewasa!” Sahut Raihan.

Xeon tersenyum pahit, “jika kamu seumur hidup menghadapi Aslan, kamu pasti cepat tua juga kok...”

“Emang aku kenapa?” Sahut Aslan kesal.

“A-anu... Aku lapar, mau makan gak?” Tanya Zeno tiba-tiba.

Mereka pun sadar hari telah sore, mereka bahkan belum makan siang. Seketika perut mereka keroncongan.

“Kamu mau masak Zen? Atau kita pergi ke restoran aja? Ada restoran keluargaku deket sini, kesana yuk!” Tawar Aslan.

Zeno mengangguk, “boleh deh!”

“Biar aku yang traktir!” Ucap Aslan heboh.

“Ayo berangkat!”

Sekali-kali makan di restoran mahal tidak masalah, Zeno juga ingin tahu bagaimana rasa masakan di restoran mahal, mungkin dia bisa meniru masakannya.

Mereka pun berangkat, ke restoran yang terkenal dengan steak daging sapi unggulannya, yaitu la viande. Masih milik keluarga Aslan dan Xeon, yang saat itu sedang ditangani oleh ayahnya Aslan.

Baru kali itu Zeno pergi ke restoran yang sangat besar, apalagi Aslan mengajak ke tempat vip.

Zeno merasa gugup sekali, sampai dia tidak sadar sedang melamun, dia pun tertinggal beberapa langkah dari yang lainnya. Saat dia segera menyusul, tiba-tiba seseorang memeluk Zeno dari belakang.

Wangi parfum yang sangat harum dan lembut menyeruak di indra penciuman Zeno.

“Elle, kamu ngapain peluk-peluk temenku?” Tanya Aslan, dia kembali lagi untuk menghampiri Zeno yang tertinggal.

“Hah? K-k-k- ko... Kok bisa ada dua?”

Gadis yang memeluk Zeno pun menjauh, menatap horror pada Zeno dan Aslan.

.

.

1
Wega Luna
dari handphone, permen,buah 🤭🤭🤭
Wega Luna
😭😭😭😭 ternyata bayiku yg umur 3 tahun lebih pintar dari MC 🤣🤣
Utuh Gelapung
skip ah mc di bikin bego sama si othor oon
Utuh Gelapung
mc cupu apa othor yg tolol ya...system lo ini alur nya.
muchamat efendi
apakah satria baja ringan 🤣🤣🤣
muchamat efendi
kepleset gak tuh 🤣🤣🤣🤣
arif rif
bjir 3 Hari 🗿
XValeria
🗿 berlipat ganda
XValeria
/Facepalm/terlalu polos anaknya
XValeria
/Determined/jangan tergiur/tergoda wanita wanita tua tersebut zeno truss maju
XValeria
/Grimace/polos banget zeno
XValeria
Thor mungkin bisa diperbaiki tambahan kata di zeno mau... "masuk" agar agak nyambung
XValeria
bukannya pedang pedangan bisa dari pagar kayu atau kayu lah baru tw ad pedang dari batang pisang anak sekecil itu memegang batang pisang🗿
Lepho: Dari batang daun Pisang mungkin kak... lumayan itu buat nampol teman sampai pusing...😄
total 1 replies
XValeria
ayo coba lagi bangkit dari kegagalan /Cry/
XValeria
jangan menyerah /Cry/
XValeria
sungguh tragis hidupmu zeno
Junior Ian
mantap
‏‏‎
Naysabelll
ini lucu banget pls😭😭😭
Rieta
kereeene tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!