Proses revisi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 22
hay readers....makasih sudah mampir kenovelku....jangan lupa tinggalkan jejak like ya...agar author semangat....makasih.....
*******
Hiruk pikuk digedung BAE corp sudah lalu lalang sibuk diberbagai humas...Termasuk pengantin baru CEO nya sudah mulai disibukkan kerutinitas dikantornya...
Tok tok tok
"Masuk"
"Maaf tuan...Ada beberapa dokumen yang harus anda tanda tangani"Lia menyodorkan surat surat penting untuk tuan Ahmed tanda tangani.
"Terima kasih tuan" Lia keluar sambil membungkukkan badan tanda hormat..
Tapi sebelum keluar dari ruang CEO tertahan karena ternyata dipintu luar sudah ada seseorang yang mau masuk
"Tuan Anand...Silahkan" Lia mempersilahkan asisten Anand untuk masuk dengan mengangkat tangannya keudara.
"Makasih..."Senyum tipis Anand.
Hey....Ternyata tuan banteng india bisa senyum ya...Manis juga batin Lia
Tak berapa lama Arzu datang ke gedung BAE ia menyamperi recepsionis dan tiga recepsionispun berdiri rama.
"Selamat siang" Ucap Arzu.
"Siang nona...Ada yang bisa saya bantu?"
Cantik sekali...Tampilannya seperti wanita bangsawan...Batin salah satu recepsionis.
"Saya ingin bertemu dengan kak Ahmed CEO diperusahaan ini"
"Oya...Kalau boleh tau anda siapa nona" Ucap resepcionis ramah.
"Saya adiknya..Namaku Arzu"
"Oya...Silahkan anda jalan terus lalu belok kekiri..Disitu ada lift dan...Eh itu tuan Anand asistan tuan Ahmed"
Recepsiones langsung menghampiri tuan Anand...
"Tuan...Maaf nona Arzu adiknya tuan Ahmed akan menemui tuan muda..Apakah tuan muda ada?"Tanya recepsionis sopan
"Oh ada diruangannya...Mari nona saya antar"
Ucap Anand.
Akhirnya Anand kembali lagi keatas.Mereka berjalan beriringan menuju lift khusus petinggi..
"Maaf tuan Anand..Apakah saya tidak mengganggu anda?."Ucap Arzu dengan sopan.
"Tidak nona,memangnya kenapa?"
Menjawab tapi menghadapnya pada pintu keluar lift yang belum kebuka
"Tadi aku lihat anda mau keluar"
"Oh..Saya cuma mau mengecek sesuatu yang terlupa tadi"
ting...Pintu lift terbuka
"Silahkan nona"asisten Anand menunjukkan pintu ruangan CEO
Tok tok tok!!!
Serasa ada sautan dari dalam,asisten Anand langsung membukakan pintu..
"Siapa!?"Ucap Ahmed.
"Silahkan nona..."Anand membukakan pintu bersamaan dengan Ahmed melirik seseorang siapa yang datang.
"Hey Arzu...Sini masuk"Ahmed mempersilahkan adiknya masuk.
Asisten Anand langsung berbelok mau keluar
"Tunggu!?"Ucap Ahmed.
"Iya tuan..Anda memanggil saya"Anand
"Kemari...Kau tidak ingin berkenalan dengan adiku?"
Anand mendekat dan mengangkat tangannya diudara dan disambut Arzu dengan bersalaman
"Perkenalkan...Namaku Anand...Anand Nicolas"
Ahmed hanya berdiri diam menyaksikan adik dan asistennya berjabat tangan untuk berkenalan.
"Arzu...Arzu Zahra Effendy adik kandung perempuan satu satunya kak Benazhir Ahmed Effendy"
"Komplit bener...Nggak sekalian cucu oma Susan satu satunya..."Sambil duduk kembali dikursi tahtanya.
Dan merekapun saling melepaskan tangannya
"Kakak...Ya kan biar jelas" Arzu manja
"Kamu kesini sendiri?"
"Enggak..Saya ditemani sopir rumah pak imam..Kenapa?"
"Kenapa hanya sendiri...Kakak iparmu nggak kau ajak"
"Tadi kakak masih dengan oma berjemur dirumah belakang"
"Apa?!Berjemur...Mereka tiduran di rumput gitu"
"Bodohnya kakakku...."
Anand mulai tersenyum
"Anand..?!Kenapa kamu tersenyum senyum sendiri..Kau mengejekku ya!?"Ketus Ahmed
"Tidak tuan..Mana berani saya berbuat kurang ajar dengan tuan.."
"Terus kenapa kau tersenyum"Ahmed penuh selidik
"Saya tidak bisa membayangkan kalau nyonya besar dan nona Gaby akan tiduran dirumput...Setahuku hanya duduk saja dikursi agar badannya kena paparan matahari langsung saja itu sudah termasuk berjemur"
"Oh..Jadi kau mengguruiku ya"
"Sudah sudah..Masalah berjemur saja masih diperdebatkan.."
"Kak..Saya harus bantu apa dikantor ini?"
"Nanti siang kita jadi keproyek pabrik garment kan nan?"
BERSAMBUNG.......
walau pun di setiap bab gak comend🤭